Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH KEPERAWATAN KOMUNITAS II

TATANAN PHBS DI RUMAH TANGGA

Untuk memenuhi tugas keperawatan Komunitas II

Dosen Pengampu : Yeni Isnaini.,S.Kep.,Ns.,M.Kep

Di Susun Oleh C/Kp/IV (Kelompok 1C):

Ayun Pertiwi (04.17.4545)


Ayunda Ekawati Sutrisno (04.17.4546)
Ayuni Safitri (04.17.4547)
Cerel Fransisco (04.17.4549)
Devia Annisa Ekapermata (04.17.4550)
Dwi Wahyu Ningsih (04.17.4551)
Dyan Sriyatna (04.17.4552)
Fika Nuri Fatkhul Jannah (04.17.4555)
Indri Heryanti (04.17.4556)

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN


STIKES SURYA GLOBAL YOGYAKARTA
2020
Kata Pengantar

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunianya, kami bisa
menyelesaikan Makalah Keperawatan Komunitas II ini dengan tepat waktu, dimana dalam
Tugas Makalah ini membahas tentang Tatanan PHBS di Rumah Tangga. Semoga makalah ini
bisa bermanfaat untuk mahasiswa khususnya STIKES Surya Global dan para pelajar yang
akan haus akan ilmu pengetahuan.

            Terakhir, kami menyadari bahwa Tugas Makalah ini tidak luput dari kesalahan
ataupun kekeliruan, entah itu berbentuk bahasa, tulisan yang ditemukan oleh pembaca. Oleh
karena itu, kami sangat menghargai dan mengharapkan saran dan kritik pembaca kepada
kami, sehinggah bilamana kami membuat Tugas Makalah ini lagi bisa lebih sempurna.
Kepada semua pihak yang telah membantu kami baik secara langsung mauput tidak
langsung, kami ucapkan banyak terima kasih.

Yokyakarta, 18 Maret 2020

                                                                            Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Program terpadu untuk mengetahui perilaku masyarakat tentang kesehatan adalah
program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dimana program ini pendekatannya
lebih dititikberatkan pada penilaian terhadap indikator perilaku dirumah tangga (Depkes RI,
2006).
Pembinaan PHBS di rumah tangga merupakan salah satu upaya strategis untuk
menggerakan dan memberdayakan keluarga atau anggota rumah tangga untuk hidup bersih
dan sehat.Melalui program ini setiap rumah tangga diberdayakan agar tahu, mau dan
mampu menolong diri sendiri dibidang kesehatan dengan mengupayakan lingkungan yang
sehat, mencegah dan menanggulangi masalah-masalah kesehatan yang dihadapi, serta
memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.Setiap rumah tangga juga digerakkan untuk
berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya dan mengembangkan upaya
kesehatan bersumber masyarakat.
Rumah tangga merupakan unit terkecil dari suatu bangsa yang di dalamnya terjadi
interaksi dan komunikasi antara anggota yang menjadi awal penting dari suatu proses
pendidikan kesehatan. Dalam suatu rumah tangga, ibu mempunyai peran yang sangat besar
dalam memberi contoh, teladan, pendidikan, disuatu keluarga daripada ayah.Ibu juga lebih
mendominasi dalam memberi pendidikan termasuk di dalam memberikan pendidikan
kesehatan di keluarga (Notoatmodjo, 2003).
Ditanamkannya PHBS sejak dini dalam rumah tangga dapat menciptakan keluarga
yang sehat. Keluarga yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat. Pembinaan PHBS
di Rumah Tangga juga ditujukan untuk mempercepat terwujudnya rumah tangga sehat
sebagai salah satu pembentuk desa sehat, kecamatan sehat, kabupaten sehat, provinsi sehat
dan Indonesia sehat.Oleh karena itu, berbagai upaya pemberdayaan, bina suasana, advokasi
dan penggalangan kemitraan dilakukan untuk mempercepat tercapainya Rumah Tangga
Sehat.

B. RUMUSAN MASALAH
Bagaimana dan apa sajakah yang termasuk dalam penerapan PHBS dalam tatanan
Rumah Tangga?
C. TUJUAN PENULISAN
1. Meningkatkan pengetahuan, kemauan dan kemampuan anggota rumah tangga
untuk melaksanakan PHBS.
2. Berperan aktif dalam gerakan PHBS di masyarakat.

D. MANFAAT PENULISAN
Manfaat dari penerapan isi makalah ini antara lain :
1. Seluruh anggota keluarga dan masyarakat menjadi sehat
2. Anak akan tumbuh cerdas dalam lingkungan yang sehat
3. Masyarakat akan mampu mewujudkan lingkungan yang sehat
4. Mampu mencegah dan menaggulangi penyakit dan masalah kesehatan
5. Biaya untuk kesehatan (penyakit) dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan
yangdilakukan atas kesadaran semua anggota keluarga dan masyarakat, sehingga keluarga
dan masyarakat itu dapat menolong dirinya sendiri dan berperan aktifdalam kegiatan-
kegiatan kesehatan di masyarakat.
PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga
agar sadar, mau dan mampu mempraktikkan PHBS untuk memelihara dan meningkatkan
kesehatannya, mencegah resiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman
penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu tatanan
rumah tangga sehat dapat diwujudkan dengan perilaku sehat dan lingkungan sehat.
Pelaku PHBS di rumah tangga yaitu petugas kesehatan, petugas lintas sektor, tokoh
masyarakat dan kader kesehatan. Sasaran PHBS di rumah tangga yaitu seluruh anggota
keluarga (Ibu, bapak, anak, nenek, dll).

B. Pentinganya PHBS di Rumah Tangga


1. Rumah tangga sehat merupakan aset atau modal utama pembangunan di masa depan
yang perlu dijaga, ditingkakan dan dilindungi kesehatannya.
2. Berapa anggota rumah tangga mempunyai masa rawan terkena gangguan berbagai
penyakit.
3. Angka kesakitan dan kematian penyakit infeksi dan non infeksi dapat dicegah dengan
PHBS.

C. Manfaat PHBS di Rumah Tangga


1. Setiap anggota rumah tangga meningkatkan kesejahteraannya dan tidak mudah sakit
karena faktor perilaku mempunyai andil dalam meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat (30-35%).
2. Rumah tangga sehat dapat meningkatkan produktifitas kerja anggota rumah tangga.
3. Dengan meningkatnya kesehatan rumah tangga, biaya yang tadinya dialokasikan
untuk kesehatan dapat ialihkan untuk biaya investasi seperti biaya pendidikan dan
usaha lain yang dapat meningkatkan kesejahteraan anggota rumah tangga.
4. PHBS merupakan salah satu indikator untuk menilai kinerja pemerintah daerah
kabupaten/kota di bidang kesehatan, yaitu pencapaian 65% rumah tangga sehat pada
tahun 2010 (sesuai Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No.
1457/Menkes/SK/X/2003 tentang kewenangan wajib standar Pelayanan Minimal (KW
SPM) bidang kesehatan).
5. Meningkatkan citra puskesmas dalam bidang kesehatan.

D. Penerapan PHBS dalam Rumah Tangga


Ada 10 indikator penerapan PHBS secara umumnya dalam tatanan Rumah Tangga,
diantaranya sebagai berikut:
1. Persalinan Ditolong oleh Tenaga Kesehatan
Mengapa harus tenaga kesehatan? Karena karena tenaga kesehatan merupakan orang
yang sudah ahli dalam membantu persalinan, sehingga keselamatan ibu dan bayi lebih
terjamin.Disamping itu dengan ditolong oleh tenaga kesehatan, apabila terdapat
kelainan dapat diketahui dan segera ditolong atau dirujuk ke Puskesmas atau Rumah
Sakit.Jika ibu bersalin ditolong oleh tenaga kesehatan maka peralatan yang digunakan
aman, bersih dan steril sehingga mencegah terjadinya infeksi dan bahaya kesehatan
lainnya.
2. Memberi Bayi ASI Ekslusif
ASI adalah makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan zat gizi yang cukup dan
sesuai untuk kebutuhan bayi, sehingga tumbuh dan berkembang dengan baik. Air susu
ibu pertama berupa cairan bening berwarna kekuningan (kolostrum) sangat baik untuk
bayi karena mengandung zat kekebalan terhadap penyakit.Manfaat memberi ASI bagi
ibu adalah dapat menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dan bayi, mengurangi
pendarahan setelah persalinan, mempercepat pemulihan kesehatan ibu, dapat menunda
kelahiran berikutnya, mengurangi risiko kena kanker payudara dan lebih praktis karena
ASI lebih mudah diberikan pada saat bayi membutuhkan.
2. Menimbang Bayi dan Balita setiap bulan
Penimbangan bayi dan balita anda dimaksudkan untuk memantau pertumbuhannya
setiap bulan. Menimbang secara rutin di posyandu akan terlihat perkembangan berat
badannya apakah naik atau tidak.Manfaatnya, anda dapat mengetahui apakah balita
anda tumbuh sehat, tahu dan bisa mencegah gangguan pertumbuhan balita, untuk
mengetahui balita sakit (demam, batuk, pilek, diare), jika berat badan dua bulan
berturut-turut tidak naik atau bahkan balita yang berat badannya dibawah garis merah
(BGM) dan dicurigai gizi buruk, sehingga dapat dirujuk ke Puskesmas. Datang secara
rutin ke Posyandu juga berfungsi untuk mengetahui kelengkapan imunisasi serta untuk
mendapatkan penyuluhan gizi.
3. Menggunakan Air Bersih
Anda dan rumah tangga anda dikatakan sehat jika di rumah tangga anda menggunakan
air bersih untuk kebutuhan sehari-hari yang berasal dari air kemasan, air ledeng, air
pompa, sumur terlindung dan penampungan air hujan dan memenuhi syarat air bersih
yaitu tidak berasa, tidak berbau dan tidak berwarna. Manfaat anda menggunakan air
bersih diantaranya agar kita terhindar dari gangguan penyakit seperti diare, kolera,
disentri, thypus, kecacingan, penyakit mata, penyakit kulit atau keracunan.Dan dengan
menggunakan air bersih setiap anggota keluarga terpelihara kebersihan dirinya.
4. Mencuci Tangan dengan Air Bersih dan Sabun
Kapan saja harus mencuci tangan?Sebelum makan dan makan, sesudah buang air besar,
sebelum memegang bayi, setelah menceboki anak dan sebelum menyiapkan makanan
tentunya menggunakan air bersih mengalir dan sabun.Manfaat mencuci tangan adalah
agar tangan menjadi bersih dan dapat membunuh kuman yang ada di tangan, mencegah
penularan penyakit seperti diare, kolera, dysentri, kecacingan, penyakit kulit, infeksi
daluran pernafasan akut (ISPA), bahkan flu burung dan lainnya.
5. Menggunakan Jamban Sehat
Jamban yang digunakan minimal jamban leher angsa, atau jamban duduk yang banyak
di jual di toko bangunan, tentunya dengan tangki septic atau lubang penampungan
kotoran sebagai pembuangan akhir dan terpelihara kebersihannya. Untuk daerah yang
sulit air (kalau ada) dapat menggunakan jamban cemplung atau jamban plengsengan.
Tujuannya dimaksudkan agar tidak mengundang datangnya lalat atau serangga lain
yang dapat menjadi penular penyakit.
6. Memberantas Jentik di Rumah
Lakukan pemberantasan jentik nyamuk didalam dan atau diluar rumah seminggu sekali
dengan 3M plus abatisasi/ikanisasi.Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) merupakan
kegiatan pemberantasan telur, jentik, kepompong nyamuk penular penyakit seperti
demam berdarah dengue, chikungunya, malaria, filariasis (kaki gajah) di tempat-tempat
perkembangbiakannya. PSN dapat dilakukan dengan cara3M plus yaitu menguras bak
air, menutup tempat penampungan air dan mengubur benda yang berpotensi menjadi
sarang nyamuk plus menghindari gigitan nyamuk.
7. Makan Buah dan Sayur Setiap Hari
Sederhana, murah dan banyak manfaatnya. Biasakan anda dan anggota keluarga anda
mengkonsumsi minimal 2 porsi sayur dan 3 porsi buah atau sebaliknya setiap hari,
tidak harus mahal, yang penting memiliki kecukupan gizi. Semua jenis sayuran bagus
untuk dimakan, terutama sayuran yang berwarna (hijau tua, kuning, oranye) seperti
bayam, kangkung, daun katuk, kacang panjang, selada hijau atau daun singkong.Begitu
pula dengan buah, semua bagus untuk dimakan, terutama yang berwarna (merah,
kuning) seperti mangga, papaya, jeruk, jambu biji atau apel lebih banyak mengandung
vitamin dan mineral serta seratnya.
8. Melakukan Aktivitas fisik Setiap hari
Minimal 30 menit setiap hari.Lakukan pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan
pengeluaran tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik, mental dan
mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari.Jenis aktifitas
fisik yang dapat dilakukan bisa berupa kegiatan sehari-hari, yaitu berjalan kaki,
berkebun, bekerja ditaman, mencuci pakaian, mencuci mobil, mengepel lantai, naik
turun tangga dan membawa belanjaan. Aktifitas fisik lainnya bisa berupa olah raga
yaitu push up, lari ringan, bermain bola, berenang, senam, bermain tenis, yoga, fitness,
angkat beban/berat.
9. Tidak Merokok di Dalam Rumah
Terakhir, anda perokok atau memiliki anggota keluarga yang merokok?Jika
anda bukan perokok, acungan jempol buat anda dan jangan pernah terpengaruh dengan
yang namanya rokok.Tapi jika anda perokok atau memiliki anggota keluarga yang
merokok, itu hak anda, namun kami anjurkan untuk berpikir bahaya merokok dan
berusaha berhenti untuk merokok.Bagi perokok, jangan merokok di dalah rumah atau
ketika berada bersama orang lain yang bukan perokok.

Sebagaimana yang tercakupdalam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), ada


5 pilar ber-PHBS di Rumah Tangga pada umumnya, yaitu:
 Stop Buang Air Besar Sembarangan (STOP BABS),
 Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
 Pengamanan Air Minum Rumah Tangga
 Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
 Pengelolaan Air Limbah Rumah Tangga

1. STOP BABS (Buang Air Besar Sembarangan)


Tinja atau kotoran manusia merupakan media sebagai tempat berkembang dan
berinduknya bibit penyakit menular (misal kuman/bakteri, virus dan cacing). Apabila tinja
tersebut dibuang di sembarang tempat, misal kebun, kolam, sungai, dll maka bibit penyakit
tersebut akan menyebar luas ke lingkungan, dan akhirnya akan masuk dalam tubuh
manusia, dan beresiko menimbulakan penyakit pada seseorang dan bahkan menjadi wabah
penyakit pada masyarakat yang lebih luas.
STOP BABSakan memberikan manfaat dalam hal-hal sebagai berikut:
a. Menjaga lingkungan menjadi bersih, sehat, nyaman dan tidak berbau.
b. Tidak mencemari sumber air yang dapat dijadikan sebagai air baku air minumatau air
untuk kegiatan sehari-hari lainya seperti mandi, cuci, dll.
b. Tidak mengundang serangga dan binatang yang dapat menyebarluaskanbibit penyakit,
sehingga dapat emncegah penyakit menular.

Kemana tinja harus dibuang


Mengingat tinja merupakan bentuk kotoran yang sangat merugikan dan
membahayakan kesehatan masyarakat, maka tinja harus dikelola, dibuang dengan baik dan
benar.Untuk itu tinja harus dibuang pada suatu “wadah” atau sebut saja “jamban
keluarga”.Jamban yang digunakan masyarakat bisa dalam bentuk jamban yang paling
sederhana, dan murah, misal jamban CEMPLUNG, atau jamban yang lebih baik, dan lebih
mahal misal jamban leher angsa dari tanah liat, atau bahkan leher angsa dari bahan keramik.
Prinsip utama tempat pembuangan tinja adalah suatu wadah atau tempat yang
mampu menjaga atau mencegah tinja tersebut tidak mencemari air terutama air untuk
sumber air minum dan tidak mencemari tanah.

Apa peran kader masyarakat.


Kader kesehatan, atau kelompok masyarakat desa yang berkesadaran dan
berkepentingan untuk memajukan dan meningkatkan derajat kesehatan mempunyaiperan
yang sangat penting dalam promosi perilaku stop buang air besar sembarangan, yaitu antara
lain:
a. memanfaatkan setiap kesempatan di dusun/desa untuk memberikan penyuluhan tentang
pentingnya perilaku buang air besar yang benar dan sehat
b. melakukan pendataan rumah tangga yang anggota keluarganya masih BAB
sembarangan, mendata rumah tangga yang sudah memiliki jamban.
c. mengadakan kegiatan yang sifatnya memicu, mendampingi, dan memonitor perilaku
masyarakat dalam menghentikan kebiasaan buang air besar sembarangan, sehingga
dalam tatanan dusun/desa terwujud kondisi terbebas dari perilaku buang air besar
sembarangan
d. menggalang daya (bisa tenaga ataupun dana) antar sesama warga untuk memberi
bantuan dalam pembangunan jamban bagi warga yang lain
e. menjadi resource-lingker (penghubung) antar warga masyarakat dengan berbagai pihak
terkait yang berkepentingan dalam mewujudkan jamban yang sehat (improved jamban).

CATATAN PENTING
Kader kesehatan juga harus mengetahui ciriutama dari pendekatan yang dianut
dalam STBM untuk merubah perilaku masyarakat dalam menuju buangan air besar yang
benar dan sehat secara totalitas dan keseluruhan dalam desa/dusun tersebut. Adapun prinsip
dan ciri penting STBM adalah sebagai berikut:
a. Tanpa subsidi kepada masyarakat
b. Tidak menggurui, tidak memaksa dan tidak mempromosikan jamban
c. Masyarakat sebagai pemimpin
d. Totalitas; seluruh komponen masyarakat terlibat dalam analisa permasalahan -
perencanaan – pelaksanaan serta pemanfaatan dan pemeliharaan.
Ciri-ciri penting dalam STBM adalah :
a. Inisiatif masyarakat
b. Total atau keseluruhan, keputusan masyarakat dan pelaksanaan secara kolektif adalah
kunci utama.
c. Solidaritas masyarakat, laki dan perempuan, kaya dan miskin, semua akansangat
terlibat dalam pendekatan ini.

2. CUCI TANGAN PAKAI SABUN


Perilaku cuci tangan pakai sabun harus dilakukan antara lain karena mencuci tangan
pakai sabun dapat mencegah penyakit yang dapatmenyebabkan ratusan ribu anak meninggal
setiap tahunya.
Ada 5 waktu kritis untuk cuci tangan pakai sabun yang harus diperhatikan, yaitu
saat-saat sebagai berikut:
a. Sebelum makan
b. Sebelum menyiapkan makanan
c. Setelah buang air besar
d. Setelah menceboki bayi/anak
e. Setelah memegang unggas/hewan
Selain 5 waktu kritis tersebut, ada beberapa waktu lain yang juga penting dan harus
dilakukancuci tangan, yaitu:
a. Sebelum menyusui bayi
b. Setelah battuk/bersin dan membersihkan hidung
c. Setelah membersihkan sampah
d. Setelah bermain di tanah atau lantai (terutama bagi anak-anak)
Ada beberapa manfaat yang diperoleh setelah seseorang melakukancuci tangan
pakai sabun, yaitu antara lain:
a. membunuh kuman penyakit yang ada ditangan
b. mencegah penularan penyakit, seperti disentr, flu burung, flu babi, typhus, dll
c. tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman

Bagaimana mencuci tangan yang benar?


a. cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun seperlunya
b. bersihkan telapak tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari dan punggung tangan
c. bersihkan tangan pakai lap bersih.

Apa peran kader masyarakat


Kader kesehatan, atau kelompok masyarakat desa yang berkesdaran untuk
memajukan dan meningkatkan derajat kesehatan mempunyai peran yang sangat penting
dalam promosi perilaku cuci tangan pakai sabun, diantaranya adalah:
a. memanfaatkan setiap kesempatan di dusun/desa untuk memberikan penyuluhan tentang
pentingnya perilaku CTPS
b. mengadakan kegiatan yang sifatnya “suatu gerakan” cuci tangan pakai sabun sehingga
dapat menarik perhatian masyarakat, seperti pada hari besar kesehatan, pesta desa, dll

3. PENGAMANAN AIR MINUM RUMAH TANGGA


Air merupakan kebutuhan dasar yang dipergunakan sehari-hari untuk minum,
mandi, cuci, dan keperluan lainnya.Bila kita tidak menggunakan air yang bersih.Air banyak
dijumpai di alam, dan merupakan benda sosial yang melimpah ruah seperti kita lihat di laut,
sungai, danau dan lain-lain. Namun demikian air yang bersih yang sehat merupakan benda
ekonomi, yang kini susah untuk diperoleh bagi masyarakat.
Air merupakan suatu unsur yang sangat penting dalam aspek kesehatan masyarakat,
dimana air dapat menjadi sumber dan tempat perindukan dan media kehidupan bibit
penyakit.Banyak penyakit yang terkait dengan air, baik air kotor dan bahkan juga air yang
bersih secara fisik, seperti diare, demam berdarah, dll.Air dialam akan digunakan sebagai
sumber air baku air minum bagi masyarakat. Air yang tercemar akan menyebabkan susah
dalam pengolahannya, memerlukan teknologi yang kadang-kadang canggih. Untuk itu air
dialam harus dipelihara, dan dicegah dari pencemaran.
Air bersih dan air minum harus memenuhi syarat kesehatan, baik syarat fisik, biologi
maupun kimiawi. Syarat fisik dapat dibedakan melalui inder kita, seperti dapat dilihat,
dirasa, dicium, diraba. Secara fisik air harus memenuhi syarat sbb:
a. air tidak berwarna, bening/jernih
b. air tidak keruh, bebas dari lumpur, sampah, busa, dll
c. air tidak berasa, tidak rasa asin, tidak rasa asam, tidak payau
d. air tidak berbau, tidak bau amis, anyir, busuk, tidak bau belerang, dll
Air yang bersih dan sehat, akan memberi manfaat bagi kesehatan masyarakat,seperti
terhindar dari gangguan penyakit diare, cholera, disentri, thypus, penyakit kulit,
dll.Disamping dari aspek penyakit, air juga sangat penting untuk aspek kebersihan diri, atau
hygiene perorangan.
Air bersih untuk kebutuhan dapat diperoleh dari berbagai sumber.Namun seringkali
sumber air bersih jauh dari lokasi tempat tinggal suatu kelompok masyarakat, sehingga sulit
dan membutuhkan tenaga dan biaya untuk mendapatkannya.Sumber-sumber air tersebut
adalah:
a. mata air
b. air sumur (bias sumur dalam atau sumur dangkal)
c. air ledeng atau perusaahan air minum
d. air hujan
e. air dalam kemasan

Cara menjaga sumber air bersih


a. Sumber mata air harus dilindungi dari bahan pencemar, baik cemaran fisik, cemaran
biologi maupun cemaran kimiawi
b. Sumur gali, sumur pompa, kran-kran umum dan juga mata air harus dijagabangunannya
agar tidak rusak, seperti lantai sumur tidak boleh retak, tidakrusak, bibir sumur
diplester, dll
c. Lingkungan sumber air harus dijaga kebersihannya, seprti tidak boleh untuktempat
pembuangan sampah, tidak ada genangan air, dll
d. Gayung, timba, dan ember pengambil air harus dijaga tetap bersih, tidakdiletakan di
lantai.
e. arak sumber air (missal sumur) tidak boleh berdekatan dengan tangkijamban keluarga,
tidak boleh ada berdekatan dengan kandang ternak.
f. Dan lain-lain

Bagaimana menjaga air minum yang ada di rumah supaya sehat


Meskipun air terlihat bersih, namun air tersebut belum tentu bebas dari
kumanpenyakit. Untuk itu air harus direbus dulu sampai mendidih, karena kuman akan mati
pada suhu 100oC (saat air ,mendidih).
Disamping cara tersebut diatas, ada beberapa cara untuk membunuh kuman dalam
air, misal dengan memberi bahan-bahan kimia terbatas yang sudah dinyatakan aman bagi
kesehatan.

Apa peran kader


a. Melakukan pendataan rumah tangga mana yang sudah dan yang belummemiliki
ketersedian air bersih/air minum di rumahnya
b. Bersama dengan tokoh masyarakat/pemerintah desa, berusaha untukmencari sumber
air, berupaya mencari jalan kemudahan bagi masyarakatuntuk mendapatkan air bersih
bagi lingkungannya
c. Membentuk kelompok pemakai air (pokmair misalnya) untuk mengawasisumber air,
memelihara saluran air dan memperbaiki kerusakan bilamanaterjadi
d. Menggalang pihak lain, termasuk dunia usaha untuk memberi bantuan dalampenyedian
air bersih dan air minum
e. Memanfaatkan setiap kesempatan untuk memberi penyuluhan kepadamasyarakat
tentang hidup bersih dan sehat , tentang air yang sehat bagimasyarakat, dll.

4. PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA


Sampah adalah limbah yang bersifat padat, terdiri dari bahan yang bias
membusuk(organic) dan tidak membusuk (anorganik) yang dianggap sudah tidak berguna
lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan masyarakat. Namun
demikian anggapan bahwa sampah itu tidak berguna kini mulai memudar, karena ternyata
kini sampah justru mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi sehingga “sampah” bisa
menjadi barang rebutan, untuk diolah atau digunakan kembali, dan kemudian dijual sebagai
bahan komoditas yang sangat menggiurkan.
Sampah yang dihasilkan di pedesaan relative sedikit dibandingkan dengan lahan di
desa tersebut. Jenis sampah pada umumnya berupa bahan-bahan organik yang mudah
hancur secara alami oleh alam-lingkungan
Sampah harus dikelola dengan baik dan benar, karena bila tidak akan dapatmenjadi
tempat perindukan vector bibit penyakit. Sampah akan menarik binatang-binatang yang
dikenal dalam aspek kesehatan dapat menyebarluaskan penyakit, seperti misal lalat, kecoa,
tikus, dan anjing.
Penyakit-penyakit yang berkaitan erat dengan sampah yang tidak dikelola dengan
benar antara lain : demam berdarah, disentri, thypus, dan lain-lain
Sampah digolongkan menjadi dua jenis yaitu sampah basah (organik) dan sampah
kering (non-organik).Sampah basah biasanya akan mudah mengalami pembusukan, seperti
sisa makanan, sisa sayuran, buah-buahan, daun, dan lain-lain. Sampah kering relative sukar
dan bahkan tidak dapat membusuk, separti misal kayu, sisa kertas, botol, plastik, sisa-sisa
bangunan ( pecahan batu, batu bata), seng,logam, kaca, dan lain-lain.
Untuk pedesaan, pada umumnya sampah biasanya ditangani dengan beberapa cara,
yaitu :
a. Dengan dibakar
b. Dibuang ke lubang galian
c. Dibuat kompos

Apa peran kader


a. Memberikan motivasi kepada masyarakat untuk mengelola sampah denganbenar, dan
bila mungkin dapat mendatangan keuntungan secara financial
b. Menggalang pihak lain, termasuk dunia usaha untuk memberi bantuan
dalampengelolaan sampah
c. Memanfaatkan setiap kesemapatan untuk memberi penyuluhan kepadamasyarakat
tentang hidup bersih dan sehat , tentang persampahan terkaitmasalah kesehatan
masyarakat
5. PENGELOLAAN LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA
Limbah cair rumah tangga merupakan limbah yang berbentuk cair yang merupakan
timbulan dari kegiatan rumah tangga.Limbah cair ini dapat berasal dari kamar mandi,
peturasan, cucian barang/bahan dari dapur.Dalam pengertian ini limbah cair ini tidak
termasuk limbah cair yang berasal dari WC/jamban keluarga.Limbah cair dari kegiatan
rumah tangga volumenya relative sedikit disbanding dengan luas lahan yang ada di desa
tersebut. Namun demikian limbah cair tersebut tetap harus dikelola, karena kalau dibuang
sembarangan akan membuat lingkungan kotor, berbau, dan mengurangi estetika dan
kebersihan lingkungan.
Limbah cair harus dikelola dengan baik dan benar, karena bila tidak akan dapat
menjadi tempat perindukan vector bibit penyakit. Limbah cair akan menarik binatang-
binatang yang dikenal dalam aspek kesehatan dapat menyebarluaskan penyakit, seperti
misal lalat, kecoa , tikus. Penyakit-penyakit yang berkaitan erat dengan sampah yang tidak
dikelola dengan benar antara lain : demam berdarah, disentri, thypus, dan lain-lain
Limbah cair harus dibuang pada Sarana Pengolahan Air Limbah (SPAL) yang dapat
dibuat oleh masing-masing rumah tangga. Bentuk SPAL dapat berupa sumuran ataupun
saluran dengan ukuran tertentu.Sumuran atau saluran tersebut diberi bahan-bahan yang
dapat berfungsi untuk menyaring unsur yang terkandung dalam limbah cair. Bahan tersebut
disusundengan formasi urutan sebagai berikut:
 Batu belah ukuran diameter 5-10 cm
 Ijuk
 Batu belah diameter 10-15 cm

Apa peran kader


a. Memberikan motivasi kepada masyarakat untuk mengelola limbah cairdengan benar,
dan bila mungkin dapat dijadikan media yang dapatdimanfaatkan secara ekonomi.
b. Menghubungi unit/instansi terkait untuk memberikan bimbingan teknis
dalampembangunan sarana (SPAL).
c. Memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk memberi penyuluhan kepada
masyarakat tentang hidup bersih dan sehat, menjaga lingkunganyang bersih aman dan
nyaman
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Perilaku sehat meliputi :
Persalinan ditolong oleh petugas kesehatan, mengikuti KB, balita diberikan ASI,
balita ditimbang, sarapan pagi dan gosok gigi sebelum tidur.
2. Lingkungan sehat meliputi :
Tersedia air bersih dan jamban, kesesuaian luas lantai dengan jumlah penghuni serta
lantai rumah bukan dari tanah.
DAFTAR PUSTAKA

Sumber :www.dinkes.jogjaprov.go.id
http://www.plazainformasi.jogjaprov.go.id/index.php?
option=com_content&view=article&id=2843:10-indikator-phbs-dalam-tatanan-
rumah-tangga&catid=34:berita-baru&Itemid=53
file://localhost/D:/PROMKES%20PAK%20ABIDIN/PROMKES/BAB%20I%20_
%20nindi%20pramesthi%20vardila%20putri%20-%20Academia.edu.htm
http://blog.kompasiana.com/2014/10/02/nangkring-special-bersama-bank-indonesia-di-
tiga-kota-690836.htm