Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (UMKM)

Tugas Mata Kuliah KOPERASI

Pembimbing : M. FAISHOL CHUSNI, S, Psi

Disusun Oleh :
KELOMPOK 2
1. CINDY TRIA RAMADHANTI (20191221203)
2. KUMALA FARHAN (20181221166)
3. M. CANDRA ADIPURWANTO (20191221183)

PRODI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA
2020/2021
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Berwirausaha merupakan salah satu cara untuk memperbaiki keadaan perekonomian
seseorang. Usaha Mikro Kecil dan Menengah sering disingkat (UMKM) saat ini dianggap
sebagai cara yang efektif dalam pengentasan kemiskinan dan perekonomian bangsa. UMKM
bukan hal yang baru lagi di Indonesia, karena telah dikelola oleh masyarakat dan pemerintahan.
Namun akhir-akhir ini, kemunculan UMKM mulai menurun dikarenakan cara mengelola dan
memaksimalkannya kurang tertata dan masih tidak jelas. Maka tidak heran jika masih banyak
sekelompok orang yang bertindak curang maupun jahat terhadap UMKM atas amanahnya yang
diberikan oleh masyarakat. Contoh masalahnya yaitu kurangnya perhatian dan pengawasan
terhadap pemerintah, kurangnya modal yang diberikan, kurangnya fasilitas/alat-alat produksi,
pendidikan dan pelatihan kepada pelaku UMKM.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah maksud dari UMKM?
2. Bagaimana cara mengelola UMKM di Indonesia dengan maksimal?
3. Bagaimana upaya untuk pengembangan UMKM?

C. Tujuan
1. Untuk dapat memahami arti dan maksud dari UMKM.
2. Untuk mengembangkan UMKM di Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang masih
sangat perlu diperhatikan oleh pemerintah.
3. Untuk menjadi bahan pertimbangan dan solusi untuk memajukan UMKM di Indonesia.
4. Agar dapat memaksimalkan produk usaha buatan dalam negeri melalui UMKM.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)


UMKM telah diatur secara hukum melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008
tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. UMKM merupakan kelompok pelaku ekonomi
terbesar dalam perekonomian Indonesia dan terbukti menjadi katup pengaman perekonomian
nasional dalam masa krisis, serta menjadi dinamisator pertumbuhan ekonomi pasca krisis
ekonomi. Selain menjadi sektor usaha yang paling besar kontribusinya terhadap pembangunan
nasional, UMKM juga menciptakan peluang kerja yang cukup besar bagi tenaga kerja dalam
negeri, sehingga sangat membantu upaya mengurangi pengangguran.
1.    Usaha Mikro
Usaha Mikro sebagaimana dimaksud menurut Undang-Undang Republik Indonesia No.
20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yaitu usaha produktif milik orang
perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana
diatur dalam Undang-Undang. Adapun kriteria usaha Mikro menurut Undang-Undang Republik
Indonesia No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, antara lain:
1)      Memiliki kekayaan bersih paling banyak 50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat
usaha; atau
2)      Memiliki hasil penjualan paling banyak 300 juta.

2. Usaha Kecil
Definisi usaha kecil menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2008
tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yaitu usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri
yang dilakukan oleh orang perorangan yang dilakukan atau badan usaha yang bukan merupakan
anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian
baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi
kriteria usaha kecil sebagaimana dimaksud dalam undang-undang. Adapun kriteria usaha kecil
Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan
Menengah, antara lain:
1) Memiliki kekayaan bersih paling banyak 50 juta sampai 500 juta, tidak termasuk tanah dan
bangunan tempat usaha; atau
2) Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari 300 juta sampai 2.5 milyar.

3. Usaha Menengah
Usaha Menengah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20
Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang
berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan
merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi
bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah
kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam undang-undang.
Adapun kriteria usaha Menengah menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun
2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, antara lain:
1) Memiliki kekayaan bersih lebih dari 500 juta sampai 10 milyar, tidak termasuk tanah dan
bangunan tempat usaha; atau
2) Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari 2.5 milyar sampai 50 milyar.

B. Mengelola Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)


UMKM perlu dikelola agar tertata dan tersistem serta dapat di kembangkan menjadi lebih
baik lagi. Terdapat 4 aspek yang perlu diperhatikan dalam mengelola UMKM, yaitu:
1. Pengelolaan Keuangan
• Masalah permodalan menjadi masalah yang patut diperhatikan bagi UMKM. Kredit
Usaha Rakyat (KUR) merupakan salah satu solusi atas masalah permodalan yang
dihadapi UMKM.
• UMKM yang baik harus dapat menerapkan pengelolaan keuangan dengan baik  dan
disiplin.
• Dapat memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha
• UMKM yang tidak memiliki pengelolaan keuangan yang baik akan mengakibatkan
beberapa masalah pembayaran kredit yang disebut kredit macet pada bank pemberi
KUR / Lembaga-lembaga lainnya.

2.      Pengelolaan SDM


•      Pengelolaan SDM untuk UMKM biasanya tidak membutuhkan terlalu banyak tenaga
kerja dan dengan sistem perekrutan yang cukup sederhana.
• Namun tetap dibutuhkan keterampilan yang memadai guna mendukung sistem
operasional dan untuk itu diperlukan beberapa pelatihan kecil.
•     Jumlah Tenaga Kerja
 Usaha Mikro : 1-4 orang
 Usaha Kecil : 5-19 orang
 Usaha Menengah : 20-99 orang
3.      Pengelolaan Operasional
• Mikro : Pengelolaan manajemennya hanya ditangani sendiri dengan teknik sederhana.
Usaha mikro tergolong ke dalam usaha produksi rumah tangga. Karena pengelolaan
operasionalnya di lakukan di dalam rumah.
• Kecil : Pengelolaan manajemennya juga ditangani secara sederhana namun sedikit lebih
kompleks dibanding Mikro. Pengelolaan operasional usaha kecil pada dasarnya hampir
sama dengan usaha mikro, namun bedanya terletak pada skalanya yang lebih besar.
• Menengah : Biasanya sudah mengenal sistem organisasi yang mempermudah
pembagian tugas operasional meskipun masih tergolong sederhana.
4.      Pengelolaan Pemasaran
• Mikro: Dapat melalui penitipan produk di warung-warung yang memperbolehkan
penitipan. Biasanya pemasaran seperti ini memakai sistem bagi hasil.
• Kecil : Sudah melakukan promosi terutama promosi dari mulut ke mulut dan selebaran-
selebaran foto copy brosur.
• Menengah : Pemasaran sudah lebih kompleks dan terarah. Hampir sama dengan usaha
kecil, namun lebih banyak media yang digunakan seperti teknologi, koran, & papan
reklame.
C. Komponen Kiat Sukses Dalam Usaha Mikro Kecil dan Menengah
1. Pengetahuan Usaha
Seorang individu yang berpikir tentang kewirausahaan perlu mengembangkan beberapa
bidang pengetahuan bisnis. Pengetahuan adalah pemahaman tentang sebuah subyek yang
diperoleh melalui pengalaman atau melalui pembelajaran dan studi. anda mungkin memperoleh
pengetahuan dengan cara-cara berikut ini:
a. Belajar tentang komunitas. Seperti apa masyarakat yang tinggal di dalamnya, usia, menikah
atau lajang, jumlah anggota keluarga mereka, dan tingkat pendapatan mereka.
b. Mengetahui apa yang sedang terjadi. Gaya busana terkini, makanan, layanan yang banyak
dicari, jenis olahraga yang sedang populer. Pada dasarnya, seorang wirausaha selalu ingin
mengetahui apa yang baru dan berbeda.
c. Memperoleh pengetahuan melalui pendidikan. Masing-masing mata pelajaran yang anda
pelajari di sekolah akan menjadi bekalpenting bagi anda kelak ketika anda menjadi seorang
wirausaha, termasuk matematika, sejarah, bahasa, pembukuan, perbengkelan, ekonomi rumah
tangga, pemasaran, produksi
pertanian, dan sastra Inggris.
d. Belajar dalam pekerjaan. Pekerjaan di bidang kejuruan memberikan anda pengalaman dan
pengetahuan praktis setiap hari. Tentu, semua pengetahuan yang diperoleh seorang individu
sepanjang hidupnya merupakan bekal yang penting untuk menjadi seorang wirausaha.
2. Keterampilan Usaha
Seorang wirausaha membutuhkan banyak keterampilan untuk dapat menjalankan bisnis
dengan sukses. Kemampuan yang baik dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh dan
membuktikan kemampuannya tersebut dalam menjalankan sebuah bisnis menunjukkan tingkat
keterampilan yang diperoleh oleh seorang wirausaha. Keterampilan-keterampilan ini berbeda-
beda antara satu bisnis dengan bisnis yang lain, karena setiap usaha memang berbeda. Tentu saja,
setiap bisnis akan membutuhkan beberapa pengetahuan dan keterampilan khusus yang
diperlukan untuk bisnis itu sendiri. Meskipun demikian, terdapat keterampilan-keterampilan
umum dan pengetahuan yang bersifat umum bagi kebanyakan bisnis.
Beberapa pengetahuan umum tersebut meliputi:
a. Mengembangkan sebuah rencana bisnis. Ini merupakan sebuah proposal yang menggambarkan
bisnis anda dan berlaku sebagai sebuah panduan untuk mengelola bisnis anda. Seringkali,
rencana bisnis menjadi penting ketika anda perlu meminjam uang atau ketika anda ingin agar
orang-orang menanamkan modalnya dalam usaha anda.
b. Memperoleh bantuan teknis. Memperoleh bantuan dari orang-orang yang berpengalaman dan
lembaga-lembaga khusus dapat memberikan pengetahuan tambahan dan keterampilan untuk
mengambil keputusan bagi para wirausaha.
c.  Merencanakan strategi pasar. Hal ini merupakan alat bisnis untuk membantu merencanakan
semua kegiatan yang terlibat dalam pertukaran barang dan jasa antara produsen dan konsumen.
d.  Menaati peraturan pemerintah. Peraturan pemerintah ada untuk melindungi semua orang yang
terlibat di dalam bisnis (warga yang ingin bekerja untuk bisnis tersebut, konsumen, pemilik
bisnis, dan bahkan lingkungan). Peraturan-peraturan mengenai pengoperasian usaha-usaha kecil
dibuat di tingkat Negara (nasional), propinsi, kabupaten/kota, dan lokal.
e.  Mengelola bisnis. Manajemen yang baik adalah kunci kesuksesan. Manajer harus
merencanakan pekerjaannya, mengatur pegawainya dan sumber daya lainnya untuk mendukung
pekerjaan, mengarahkan pegawai, dan mengendalikan serta mengevaluasi pekerjaan.
f.   Mengelola sumber daya manusia. Manajemen sumber daya manusia melibatkan perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, dan evaluasi seluruh kegiatan yang langsung melibatkan pegawai
dan mendorong produktifitas mereka.
g. Mempromosikan bisnis. Tujuan promosi adalah menginformasikan kepada konsumen tentang
barang dan jasa yang diproduksi, untuk membantu mereka membuat keputusan pembelian yang
baik.
h.   Mengelola upaya penjualan. Sangat penting untuk menggunakan prinsip-prinsip penjualan
yang baik untuk menarik pelanggan baru serta untuk terus melayani pelanggan lama. Jika sebuah
perusahaan tidak dapat menjual barang atau jasanya, perusahaan tersebut tidak akan
menghasilkan laba dan bisnis tersebut akan gagal.
i.    Mengelola keuangan. Hal ini dibutuhkan sebuah usaha yang ingin berkembang dan
menghasilkan laba. Tugas-tugas manajemen keuangan mencakup membaca, menganalisis
mengoreksi laporan-laporan keuangan dan kemudian menggunakan informasi ini untuk
menentukan kekuatan dan kelemahan perusahaan tersebut.
D. Upaya Yang Dapat Dilakukan Untuk Pengembangan UMKM
Pengembangan UMKM pada hakikatnya merupakan tanggung jawab bersama antara
pemerintah dan masyarakat. Dengan mencermati permasalahan yang dihadapi oleh UMKM,
maka ke depan perlu diupayakan hal-hal sebagai berikut:
a.       Penciptaan Situasi dan Kondisi Usaha
Pemerintah harus mengupayakan terciptanya situasi dan kondisi usaha yang kondusif antara lain
dengan mengusahakan ketentraman dan keamanan berusaha serta penyederhanaan prosedur
perizinan usaha, keringanan pajak dan sebagainya.
b.      Bantuan Permodalan dari Pemerintah
Bantuan permodalan pemerintah perlu memperluas skim kredit khusus dengan syarat-syarat yang
tidak memberatkan bagi UMKM, untuk membantu peningkatan permodalannya, baik itu melalui
sector jasa financial formal, sector jasa financial informal, skema penjaminan, leasing dana
modal ventura. Pembiayaan untuk UMKM sebaiknya menggunakan Lembaga Keuangan Mikro
(LKM) yang ada, maupun non bank. Lembaga Keuangan Mikro Bank antara lain, BRI unit desa
dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Sampai saat ini BRI memiliki sekitar 4.000 unit tersebar di
seluruh Indonesia. Dari kedua LKM ini sudah tercatat sebanyak 8.500 unit melayani UMKM.
Untuk itu perlu mendorong pengembangan LKM, yang harus dilakukan sekarang ini adalah
bagaimana mendorong pengembangan LKM ini berjalan dengan baik, karena selama ini LKM
non kpperasi memiliki kesulitan dalam legitimasi operasionalnya.
c.       Perlindungan Usaha-usaha
Perlindungan usaha jenis-jenis usaha, terutama jenis usaha tradisional yang merupakan usaha
golongan ekonomi lemah, harus mendapatkan perlindungan dari pemerintah, baik itu melalui
undang-undang maupun peraturan pemerintah yang bermuara kepada saling menguntungkan
(win-win solution).
d.      Pengembangan Kemitraan
Pengembangan kemitraan perlu dikembangkan, kemitraan yang saling membantu antara
UMKM, atau antara UMKM dengan pengusaha besar di dalam negeri maupun luar negeri, untuk
menghindarkan terjadinya monopoli dalam usaha. Di samping itu juga untuk memperluas pangsa
pasar dan pengelolaan bisnis yang lebih efisien. Dengan demikian UMKM akan mempunyai
kekuatan dalam bersaing dengan pelaku bisnis lainnya, baik dari dalam maupun luar negeri.
e.       Pelatihan Pemerintah
Pelatihan pemerintah perlu meningkatkan pelatihan bagi UMKM baik dalam aspek
kewiraswastaan, manajemen, administrasi dan pengetahuan serta keterampilannya dalam
pengembangan usaha. Di samping itu juga perlu diberi kesempatan untuk menerapkan hasil
pelatihan di lapangan untuk mempraktekkan teori melalui pengembangan kemitraan rintisan.
f.       Membentuk Lembaga Khusus
Membentuk lembaga khusus perlu dibangun suatu lembaga yang khusus bertanggung jawab
dalam mengkoordinasikan semua kegiatan yang berkaitan dengan upaya penumbuh kembangan
UMKM dan juga berfungsi untuk mencari solusi dalam rangka mengatasi permasalahan baik
internal maupun eksternal yang dihadapi oleh UMKM.
g.      Mengembangkan Promosi
Mengembangkan promosi guna lebih mempercepat proses kemitraan antara UMKM dengan
usaha besar diperlukan media khusus dalam upaya mempromosikan produk-produk yang
dihasilkan. Disamping itu perlu juga diadakan talk show antara asosiasi dengan mitar usahanya.
Mengembangkan kerja sama yang setara perlu adanya kerja sama tau koordinasi yang serasi
antara pemerintah dengan UMKM untuk mengiventarisir berbagai isu-isu mutakhir yang terkait
dengan perkembangan usaha.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Kita harus membenahi UMKM sebaik mungkin agar UMKM dapat berjalan, berkembang
dan bersaing di lokal maupun interlokal. Jika UMKM sudah berkembang dengan baik, maka
perekonomian masyarakat Indonesia akan lebih baik juga dan produk-produk buatan UMKM
Indonesia dapat dibeli dan dinikmati oleh masyarakat asing diluar negeri. Hal tersebut membuat
Indonesia dalam sektor usaha maupun bisnis akan dipandang lebih maju daripada sebelumnya,
yang hanya membutuhkan produk-produk impor. Padahal Indonesia memiliki kekayaan sumber
daya alam dan manusia yang sangat banyak sekali. Maka dari itu kita sebagai generasi muda,
harus mulai mencintai dan mendukung penuh UMKM agar perekonomian bangsa menjadi lebih
maju daripada sebelumnya.