Anda di halaman 1dari 1

Jikakala itu aku tidak duduk manis menikmati suasana diruangan itu, mungkin

pertemuan kita hanya sebatas tatap muka dikala berpapasan saja. Hanya sebatas teman digrup
sosial media atau lebih buruknya hanya sebatas nama yang tak pernah disebut bahkan dilihat
sebelumnya.

Hari ini, Rabu, 26 Februari 2020, disini, ditempat ini, dengan aku, orang yang masih
sama. Mulai dari sebuah prasangka yang aku kira itu adalah mimpi buruk, yang aku kira itu
adalah kesalahan, untuk memutuskan hidup dan melewati hari-hari bersama orang baru, yang
sekejap saja baru ku ketahui, yaitu kamu. Minggu, 24 Februari, untuk pertama kali aku
mendengar kata “serius” dari orang yang kuanggap tidak akan pernah bisa mendapatkan aku,
hatiku, dan semuanya dariku hingga berselang waktu Selasa, 26 Februari 2019 pukul 19:31
WIB ditempat yang aku anggap berbahaya yang dipenuhi suasana dari orang-orang yang
bebas berekspresi dimalam hari, kamu memutuskan untuk membangun komitmen bersama
aku. Aku, orang yang sebelumnya tidak pernah tahu hal ini akan terjadi dan tidak menyangka
jika semuanya akan baik-baik saja sampai saat ini.

Hal baru, suasana baru, beserta status baru dimana kita sudah berkomitmen untuk
bersama, suka, duka, dan senang pun tetap bersama. Mulai dari hari ini, aku menyadari ada
hati yang harus aku jaga, ada raga yang harus aku bahagiakan dan ada jiwa yang harus aku
tenangkan. Raguku sedikit demi sedikit berkurang, khawatirku sedikit demi sedikit memudar
dan takutku sedikit demi sedikit hilang. Saat itu pula, aku harus siap. Siap dengan sakit yang
harus aku terima, siap dengan kecewa yang akan aku rasakan ataupun siap dengan kehilangan
yang mungkin akan aku dapatkan lagi.

Memahami kamu, dengan segala kondisimu dan lingkungan pergaulanmu memang


sulit. Mencoba untuk bisa memposisikan diri, menahan marah, tidak melarangmu, tidak
menuntut apa-apa darimu, berpura-pura bisa melakukan segala hal sendiri tanpa harus
merepotkanmu, berusaha baik-baik saja atas apa yang kamu lakukan yang tidak sesuai
dengan ekspetasi dikepala, berusaha untuk mengerti keadaan, menghindari pertengkaran kecil
yang akan merusak semuanya, memaksakan diri untuk selalu tenang dan yakin agar dapat
tumbuh rasa percaya dengan hubungan yang baru saja dimulai ini. Bukan mudah, memang
tak mudah sayang. Tapi aku senang, proses ini membawa kita lebih kuat dan tangguh satu
sama lain.

Untuk kamu, terimakasih untuk segala perjuangan yang sudah dilakukan. Terimakasih
untuk pengorbanan yang sudah kamu tunjukkan. Terimakasih untuk usaha yang sudah kamu
berikan. Mencintaimu memang tak mudah, sulit, susah, sakit pun iya. Tapi itu tak apa, karena
aku lakukan tulus karena kehendak hati.

Maaf untuk segala tetes air mata, kesedihan, resah, dan kecewa. Maaf untuk semua
tingkahku yang menunjukkan seolah-olah aku tak memperdulikanmu, seolah-olah aku tak
menghargaimu. Maaf untuk semua yang belum bisa aku penuhi. Maaf untuk aku yang masih
belum bisa menjadi apa yang kamu harapkan. Selamat hari jadi hubungan kita. Semoga
semakin dikuatkan. Selamat bertemu tanggal 26 seribu tahun berikutnya.

Aku mencintaimu. I LOVE YOU.