Anda di halaman 1dari 21

IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN SPESIES FAMILIA

LILIACEAE DAN ANALISIS HUBUNGAN KEKERABATAN


SECARA MORFOLOGI DI KAWASAN KABUPATEN
MALANG

BIDANG KEGIATAN:
PKM – ARTIKEL ILMIAH

Diusulkan Oleh:
Muhamad Ridwan 21801061091 Angkatan 2018
Nama Anggota NIM Angkatan 2018
Nama Anggota NIM Angkatan 2018

UNIVERSITAS ISLAM MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
TAHUN 2019
PENGESAHAN PKM – ARTIKEL ILMIAH

1. Judul Kegiatan : Identifikasi Keanekaragaman Spesies Suku


Liliaceae dan Analisis Hubungan
Kekerabatan Secara Morfologi Di Kawasan
Kabupaten Malang
2. Bidang Kegiatan : PKM - AI
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Muhamad Ridwan
b. NIM : 21801061091
c. Jurusan : Biologi
d. Institut : Universitas Islam Malang
e. Alamat Rumah dan No. HP : Dsn. Beduwe Ds. Komis Kec. Kedungdung
Kab. Sampang, Jawa Timur, Indonesia
f. Email : muhamadridwan231197@gmail.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan : 1 Orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : Drs. Ari Hayati, MP
b. NIDN : 0704126302
c. Alamat Rumah dan No. Telp. : Jl.Ikan Piranha No. 1 Blimbing Malang

Malang, 7, Januari 2020


Menyetujui,
Ketua Program Studi Biologi Ketua Pelaksana

(Hamdani Dwi Prasetyo,S.Si.M.Si) (Muhamad Ridwan)


NIDN. 0729019202 NIM. 21801061091

Wakil Rektor Bidang kemahasiswaan Dosen Pendamping

(Dr Nurul Jadid Mubarakati S.Si.M.Si.) (Drs. Ari Hayati, MP)


NIDN 0731128403 NIDN. 0704126302
Identifikasi Keanekaragaman Spesies Suku Liliaceae dan Analisis
Hubungan Kekerabatan Secara Morfologi Di Kawasan Kabupaten Malang
Muhamad Ridwan
Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas Islam Malang
Malang, Jawa Timur
muhamadridwan231197@gmail.com
Abstract
Penelitian ini berjudul “Identifikasi Keanekaragaman Spesies Suku
Liliaceae dan Analisis Hubungan Kekerabatan Secara Morfologi Di Kawasan
Kabupaten Malang” bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan
kekerabatan dari keragaman spesies familia Liliaceae di kawasan Kabupaten
Malang. Metode penelitiannya jelajah, bertujuan untuk mengumpulkan informasi
dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan pada Tanggal 5 Desember
sampai 5 Januari 2020 dengan menggunakan instrumen penelitian berupa lembar
observasi, pedoman buku taksonomi tumbuhan dan dokumentasi. Dari observasi
yang dilakukan ditemukan hasil yaitu terdapat 10 jenis tanaman familia Liliaceae
yang dibudidaya di Kabupaten Malang yaitu dari genus Allium, Aloe, Asparagus,
Gloriosa, dan Cordyline. Hasil analisis hubungan kekerabatan Hasil analisis
hubungan kekerabatan tanaman suku Liliaceae didapatkan hasil yaitu anggota
spesies dari genus Allium yaitu Allium ascalonicum, Allium sativum, Allium
fistulosum, Allium porrum, Allium cepa, dan Allium schoenoprasum memiliki
hubungan kekerabatan yang sangat dekat. Sedangkan pada spesies Asparagus
officinalis, Aloe vera, Gloriosa superba, dan Cordyline menunujukkan hubungan
kekerabatan yang relatif jauh.
Keywords : Identifikasi, Hubungan Kekerabatan: Liliaceae
PENDAHULUAN
Negara Indonesia merupakan negara yang dilalui oleh garis khatulistiwa
dan terletak di daerah beriklim tropis. Letak tersebut menyebabkan Indonesia
memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Jumlah tumbuh-tumbuhan di
Indonesia diperkirakan berjumlah 25.000 jenis atau lebih dari 10 % dari flora
dunia. Keanekaragaman flora di Indonesia sangat tinggi, menurut Syukur dan
Hernani (2001), terdapat 40 ribu jenis flora yang tumbuh didunia, tetapi 30 ribu
jenis diantaranya dapat tumbuh di Indonesia, termasuk diantaranya tumbuhan
berbiji
Tumbuhan berbiji (Spermatophyta) merupakan golongan tumbuhan
dengan tingkat perkembangan filogenetik tertinggi. Ciri khas yang dimiliki oleh
tumbuhan berbiji yaitu berupa biji (dalam bahasa Yunani: sperma). Tumbuhan
berbiji memiliki manfaat antara lain sebagai makanan pokok, sebagai sayuran,
sebagai bahan kosmetik, sebagai bahan obat-obatan, sebagai tanaman hias,
sebagai bumbu masak, salah satunya dari suku Liliaceae.
Familia Liliaceae merupakan anggota dari ordo Liliflorae (Liliales) yang
dicirikan yaitu mempunyai umbi lapis sebagai alat perkembangbiakan
vegetatifnya. Famili ini terdistribusi secara luas di seluruh dunia dan ditaksir
meliputi sampai 4000 jenis tumbuhan yang terbagi dalam 240 marga yang
dikelompokkan lagi dalam 12 anak suku (Tjitrosoepomo, 2010). Famili ini
merupakan salah satu famili tumbuhan yang terjangkau dari nilai ekonomis.
Famili Liliaceae memiliki ciri-ciri antara lain perawakan herba atau perdu,
dengan akar rimpang, umbi atau umbi lapis. Daun duduk pada akar atau pada
batang yang di atas tanah. Bunga beraturan, kerapkali berkelamin dua. Daun tenda
bunga kebanyakan 6, kadang-kadang 8. Benang sari 6, kadang-kadang 8. Buahnya
pecah atau tidak, serupa buah buni atau buah kering, berbiji 1 atau lebih (Steenis,
2008)
Tumbuhan suku Liliaceae dikenal sebagai tumbuhan yang dimanfaatkan
sebagai bahan bumbu masak pada masyarakat Indonesia, misalnya bawang merah,
bawang putih, bawang bombai, dan kucai. Selain itu, tumbuhan suku Liliaceae
juga digunakan sebagai bahan obat-obatan, tanaman hias halaman rumah dan
kebun. Salah satu daerah yang memiliki tingkat keanekaragaman tumbuhan
Liliaceae yang tinggi berada di kawasan Malang.
Untuk mengidentifikasi spesies tumbuhan suku Liliaceae di kawasan
Malang, salah satu faktor yang dapat dijadikan sebagai rujukan yaitu dengan
karakterisasi morfologi. Karakterisasi morfologi merupakan salah satu cara untuk
klasifikasi tumbuhan. Karakterisasi morfologi lebih utama dilakukan daripada
karakterisasi molekuler karena mudah dilakukan dan menyediakan banyak
karakter (Das, 2012). Karakter suatu spesies tumbuhan dapat diketahui.
Identifikasi berdasarkan ciri morfologi sangat diperlukan agar diperoleh
data spesies yang lengkap dengan deksripsi morfologi. Identifikasi tumbuhan
dapat diartikan sebagai suatu proses pengenalan tumbuhan mengetahui jenis
tumbuhan secara detail dan lengkap serta dapat dipertanggungjawabkan secara
ilmiah. Tumbuhan yang akan diidentifikasi dimungkinkan ada yang belum dikenal
oleh dunia ilmu pengetahuan, sehingga penentuan nama baru, atau tingkatan
taksonnya harus mengikuti aturan yang terdapat di dalam KITT (Kode
Internasional Tata nama Tumbuhan). Tumbuhan yang telah dikenali dapat
diidentifikasi menggunakan ahli tumbuhan, spesimen, herbarium, buku.-buku
flora, ataupun kunci determinasi (Tjitrosoepomo, 2009).
Penelitian ini bertujuan untuk mengoleksi dan mengidentifikasikan
keragaman jenis tumbuhan suku Liliaceae yang ditemukan di kawasan Malang.
Hasil artikel ini akan menghasilkan informasi ilmiah mengenai keanekaragaman
tumbuhan suku Famili Liliaceae dan dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran
mata kuliah dan praktikum serta penelitian lebih lanjut, sehingga dapat
memberikan bahan masukkan dan gambaran bagi peneliti berikutnya untuk
mengembangkan penelitian yang serupa atau hampir serupa dengan inovasi yang
baru.
METODE
Penelitian yang dilakukan menggunakan metode jelajah yaitu berjalan
menelusuri lokasi penelitian untuk mendapatkan tumbuhan suku Liliaceae.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik
eksploratif yaitu mengadakan penelitian secara langsung terhadap tumbuhan suku
Liliaceae. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional yaitu
peneliti mendeskripsikan suatu objek hasil observasi di lapangan. Penelitian ini
dilakukan di seluruh kawasan Kabupaten Malang.
Prosedur penelitian sebagai berikut: tahap observasi yaitu dengan
mendatangi secara langsung di daerah penelitian yaitu seluruh kawasan
Kabupaten Malang. Tahap identifikasi dengan mempersiapkan alat dan bahan,
pengambilan spesimen, dan identifikasi spesies tumbuhan suku Liliaceae.
Instrumen penelitian yang digunakan antara lain: Alat yaitu kamera Hp
dan kamera digital, rol meter atau penggaris, wadah atau toples atau plastik besar
spesimen, GPS, kertas label, pisau atau cutter, tabel kerja dan alat tulis, buku
panduan yang relevan seperti: Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta): Gembong
Tjitrosoepomo, tahun 2010; Flora: C.G.G.J Van Steenis, tahun 2008, dan jurnal
online nasional. Bahan yang digunakan yaitu tumbuhan suku Liliaceae yang
ditemukan di lokasi penelitian.
HASIL
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan suku Poaceae yang
terdapat Tahura R. Soerjo sebanyak 11 spesies dalam 11 genus. Adapun jenis-
jenis tanaman yang ditemukan secara lengkap tersaji pada Tabel 1.
No Nama spesies Lokasi
Indonesia Ilmiah/latin
1 Bawang merah Allium ascolonicum Dau, Malang
2 Bawang putih Allium sativum Dau, Malang
3 Daun bawang Allium fistulosum Dau, Malang
4 Bawang prei Allium porrum Batu, Malang
5 Bawang bombai Allium cepa Batu, Malang
6 Kucai Allium schoenoprasum Batu, Malang
7 Asparagus Asparagus officinalis Batu, Malang
8 Lidah buaya Aloe vera Lowokwaru, Malang
9 Kembang sungsang Gloriosa superba Lowokwaru, Malang
10 Andong Cordyline fruticosa Dau, Malang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku Liliaceae yang ditemukan di


daerah kawasan Malang kebanyakan berperawakan herba dengan umbi lapis,
jarang perdu. Bagian bunga tumbuhan suku Liliaceae dapat dilihat pada Gambar
1, 2, 3.

Gambar 1. Tipe bunga suku Liliaceae

Gambar 2. Diagram bunga suku Liliaceae

Gambar 3. Pola-pola suku Liliaceae


Untuk lebih jelasnya klasifikasi dan morfologi masing-masing tumbuhan
dari famili Liliaceae dapat dilihat sebagai berikut:
Klasifikasi Bawang Merah
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Liliiflorae (Liliales)
Familia : Liliaceae
Genus : Allium
Species : Allium ascalonicum
(Tjitrosoepomo, 2010)
Morfologi bawang merah yaitu: akar, batang, daun, bunga dan biji.
Berakar serabut. Akar terdiri dari akar pokok, akar adventif, dan bulu akar.
Panjang antara 9-30 cm. Batang berbentuk seperti cakram, beruas-ruas dan
terdapat kuncup-kuncup. Umbi semu terletak diatas batang sejati. Pangkal dan
tangkai daun menebal, lunak, dan berdaging. Daun relatif pendek, berbentuk bulat
berlubang seperti pipa, ujungnya meruncing. Panjang daun 45-57 cm. Memiliki
bunga sempurna. Bunga terdiri dari tangkai bunga dan tandan bunga. Tangkai
bunga berbentuk ramping, bulat, panjang. Pangkal tangkai bunga
menggelembung. Bunga bebrbentuk seperti payung. Jumlah bunga 50-105
kuntum. Tiap kuntum terdiri 6 daun bunga, 6 benang sari, dan 1 putik. Bakal buah
seperti kubah, terbentuk dari 3 carpel yang membentuk tiga ruang dan dalam tiap
ruang terdapat dua bakal biji. Buah berbentuk bulat. Biji berbentuk agak pipih dan
kecil. Jumlah umbi antara 3-8 umbi per rumpun, bentuk kecil hingga gepeng
dengan diameter 1-4 cm (Pitojo, 2003).

Klasifikasi Bawang Putih


Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Liliiflorae (Liliales)
Familia : Liliaceae
Genus : Allium
Species : Allium sativum
(Tjitrosoepomo, 2010)
Morfologi bawang putih yaitu: akar, batang, daun, bunga dan biji. Bawang
putih merupakan herba semusim dengan tinggi 30-60 cm, berbau khas bila
diremas. Berakar serabut pendek. Batang semu, tegak, bulat, pada bagian dalam
tanah terbentuk bulbus yang berujung akar, ada juga yang terbentuk di atas tanah.
Daun tunggal, duduk daun berada di pangkal batang (roset akar), bentuk daun
lanset, helaian daun linier, datar, tepi rata, ujung runcing, beralur, lebar 1-2,5 cm,
panjang 30-60 cm, selubung daun semu. Bunga majemuk, bentuk payung,
bergulung pada awalnya, bertangkai panjang, berbelah, jumlahnya bervariasi dan
jarang karena layu sebelum bertunas, Perhiasan bunga berupa tenda bunga dengan
6 kepala berbentuk bulat telur. Stamen berjumlah 6, dengan panjang filamen 4–5
mm, bertumpu pada dasar perhiasan bunga. Ovarium superior, tersusun atas 3
ruangan. Buah kecil berbentuk kapsul loculicidal. Umbi tebal dan berdaging
membentuk umbi lapis (BPOM, 2016)
Klasifikasi Daun Bawang
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Liliiflorae (Liliales)
Familia : Liliaceae
Genus : Allium
Species : Allium fistulosum
(Tjitrosoepomo, 2010)
Morfologi daun bawang yaitu: akar, batang, daun, bunga dan biji. Berakar
serabut pendek. Tumbuh dan berkembang ke semua arah di sekitar permukaan
tanah. Panjang akar antara 8-20 cm. Memiliki dua macam batang, yaitu batang
sejati dan semu. Batang sejati pendek di bagian dasar dalam tanah. Batang yang
tampak di permukaan tanah merupakan semu. Batang berdiameter 1-5 cm. Daun
berbentuk bulat, pipih memanjang, berlubang seperti pipa, ujungnya meruncing.
Panjang daun antara 18-40 cm. Memiliki bunga sempurna, berbentuk paying
majemuk atau berganda. Terdiri 6 mahkota bunga, 6 benang sari, 1 plasenta,
tangkai bunga, kelopak bunga, dan bakal buah. Buah berbentuk bulat,
mengandung 6 biji. Satu tandan berisi 61-74 buah. Biji berbentuk bulat agak pipih
dan berkeping satu (Cahyono, 2005)

Klasifikasi Bawang Prei


Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Liliiflorae (Liliales)
Familia : Liliaceae
Genus : Allium
Species : Allium porrum
(Tjitrosoepomo, 2010)
Morfologi bawang prei yaitu: akar, batang, daun, bunga dan biji. Bawang
prei merupakan herba semusim dengan tinggi 50-65 cm. Berakar serabut dengan
perakaran dangkal antara 8-20 cm. Memiliki dua macam batang, yaitu batang
sejati dan semu. Batang sejati pendek di bagian dasar dalam tanah. Batang semu
di permukaan tanah terbentuk dari pelepah-pelepah daun yang saling
membungkus. Daun tunggal, duduk daun berada di pangkal batang (roset akar),
bentuk daun lanset, helaian daun linier, datar, tepi rata, ujung runcing, beralur,
lebar 2,5-4 cm, panjang 40-60 cm, selubung daun semu. Bunga sempurna, bentuk
payung majemuk, bergulung pada awalnya, bertangkai panjang, berbelah.
Perhiasan bunga terdiri dari 6 buah mahkota bunga, 6 buah benang sari, 1 buah
plasenta, tangkai bunga, kelopak bunga, dan bakal buah. Buah kecil berbentuk
bulat, terbagi atas tiga ruang. Satu buah terdiri dari 6 biji berukuran sangat kecil,
bentuk bulat agak pipih, dan berkeping satu (Cahyono, 2005)

Klasifikasi Bawang Bombay


Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Liliiflorae (Liliales)
Familia : Liliaceae
Genus : Allium
Species : Allium cepa
(Tjitrosoepomo, 2010)
Morfologi bawang bombay yaitu: akar, batang, daun, bunga dan biji.
Berakar serabut. Akar terdiri dari akar pokok, akar adventif, dan bulu akar.
Panjang antara 10-30 cm. Batang berbentuk dari pelepah daun, terdapat jejak
cincin-cincin bulat, pangkal pelepah berbentuk melebar dan menebal. Umbi semu
terletak di bagian batang seperti cakram. Pangkal dan tangkai daun menebal,
lunak, dan berdaging. Daun relatif panjang, berbentuk hampir bulat, pipih,
berlubang seperti pipa. Pertulangan daun tunggal, ujung daun meruncing. Panjang
daun 40-60 cm. bunga termasuk majemuk, berbentuk bulat melingkar dengan
tangkai yang besar dan kuat. Tiap kuntum terdiri 6 daun bunga, 6 benang sari, dan
1 putik. Ujung tangkai bunga membentuk umbi-umbi kecil. Buah berbentuk bulat.
Biji berbentuk bulat dan kecil. Memiliki umbi tunggal per-rumpun, bentuk besar,
bulat dengan diameter 3-10 cm (Widodo, 2007)

Klasifikasi Kucai
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Liliiflorae (Liliales)
Familia : Liliaceae
Genus : Allium
Species : Allium schoenoprasum
(Tjitrosoepomo, 2010)
Morfologi kucai yaitu: akar, batang, daun, bunga dan biji. Bawang prei
merupakan herba semusim dengan tinggi 60-70 cm. Berakar serabut dengan
perakaran dangkal antara 8-20 cm. Memiliki dua macam batang, yaitu batang
sejati dan semu. Batang sejati pendek di bagian dasar dalam tanah. Batang semu
di permukaan tanah terbentuk dari pelepah-pelepah daun yang saling
membungkus. Daun tunggal, duduk daun berada di pangkal batang (roset akar),
tulang sejajar, bentuk daun lanset, helaian daun linier, datar, tepi rata, ujung
runcing, beralur, lebar 2,5-4 cm, panjang 50-65 cm, selubung daun semu. Bunga
sempurna, bentuk payung majemuk, bergulung pada awalnya, bertangkai panjang
2 cm, berbelah. Perhiasan bunga terdiri dari 6 buah mahkota bunga, mahkota
berbentuk bulat, 6 buah benang sari, 1 buah plasenta, tangkai bunga, kelopak
bunga, dan bakal buah. Buah kecil berbentuk bulat dengan diameter 5 mm, terbagi
atas tiga ruang. Satu buah terdiri dari 6 biji berukuran sangat kecil, bentuk bulat
agak pipih, dan berkeping satu (Supriyati, 2010).

Klasifikasi Rebung
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Liliiflorae (Liliales)
Familia : Liliaceae
Genus : Asparagus
Species : Asparagus officinalis
(Tjitrosoepomo, 2010)
Morfologi Rebung yaitu: akar, batang, daun, bunga dan biji. Bawang prei
merupakan semak semusim dengan tinggi 100-300 cm. Berakar serabut dengan
perakaran menjalar antara 5-10 cm. Batang berbentuk silindris dengan diameter 1
cm, memanjat, membentuk rebung. Daun majemuk, berseling, tersebar, berbentuk
jarum kecil, panjang 1-2 cm, satu tangkai daun menghasilkan beberapa cabang
ranting daun. Bunga majemuk, terdapat di ketiak daun, benang sari silindris,
panjang 1-1,5 cm, kepala putik bentuk bintang. Buah berbentuk kotak dan bulat,
berdiameter 0,5 cm. Biji berbentuk bulat, kecil dan keras dengan diameter 5-7 cm,
berkeping satu (Supriyati, 2010)

Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Liliiflorae (Liliales)
Familia : Liliaceae
Genus : Aloe
Species : Aloe vera
(Tjitrosoepomo, 2010)
Morfologi lidah buaya yaitu: akar, batang, daun, bunga dan biji. Lidah
buaya merupakan tanaman semak tahunan, berbentuk roset dengan tinggi 30-60
cm. Berakar serabut. Batang berbentuk bulat, tidak berkayu dan bersifat
monopodial, batang tidak terlihat karena tertutup daun yang rapat. Daun tunggal,
berbentuk lanset atau taji yakni ujung meruncing dan pangkal
menggembung(tumpul), tepi bergerigi, panjang 30-60 cm, berdaging tebal antara
1-2,5 cm, tidak bertulang, dan memiliki lapisan lilin di permukaan daun. Bunga
majemuk, bentuk malai, berukuran 2,5 cm, terletak diatas tangkai bunga dengan
tinggi 60-100 cm, daun pelindung panjang 8-15 mm, benang sari 6, putik
menyembul keluar atau melekat pada pangkal sari, tangkai putik bentuk benang,
kepala putik kecil, hiasan bunga panjang 2,5-3,5 cm. Buah kotak, panjang 15-25
cm, berkatup. Biji kecil (Purbaya, 2003).

Klasifikasi Kembang Sungsang


Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Liliiflorae (Liliales)
Familia : Liliaceae
Genus : Gloriosa
Species : Gloriosa superba
(Tjitrosoepomo, 2010)
Kembang sungsang merupakan perdu memanjat. Terdapat akar rimpang
dengan sistem perakaran serabut (radix adventica). Batang berberntuk bulat,
lunak, bercabang melebar, arah tumbuh memanjat dengan bantuan daun melilit,
menggunakan sulur sebagai modifikasi dari ibu tulang daun, permukaan batang
rata. Daun tunggal, berbentuk lanset, tepi rata, panjang 8-25 cm, lebar 1-4 cm,
tidak lengkap terdiri dari pelepah daun dan helaian daun, pertulangan daun sejajar,
bangun daun bulat memanjang, pangkal daun berbentuk jantung, duduk daun
tersebar, tulang daun melengkung. ibu tulang daun termodifikasi menjadi sulur
daun untuk memanjat. Bunga tunggal, bunga kuncup , bentuknya bulat
memanjang, bertangkai panjang, ujung runcing menghadap ke bawah dan
membalik ke atas saat mekar, terdiri dari 6 tepal saling lepas yang tersusun dalam
dua lingkaran berbentuk keriting, 6 benang sari saling lepas, tangkai sari tidak
berlekatan, putik satu dengan stigma bercabang 3. Letak ovarium
inferum, memiliki carpellum 3, loculus 3, letak ovulum axilaris. Buah pada bakal
buah banyak dengan panjang 4-5 cm. Biji kecil berkeping satu (Mayori, 2011).

Klasifikasi Andong/Hanjuang
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Liliiflorae (Liliales)
Familia : Liliaceae
Genus : Cordyline
Species : Cordyline fruticosa
(Tjitrosoepomo, 2010)
Morfologi bunga tulip yaitu: akar, batang, daun, bunga dan biji. Andong
merupakan perdu tegak dengan tinggi 1-2 m. Berakar serabut. Batang berkayu
bulat dan keras, permukaan batang beruas-ruas dan kasar, diameter 7,5 mm, bekas
dudukan daun membentuk seperti cincin dan bercabang. Daun tunggal
memanjang, menempel pada batang, permukaan daun halus, letak daun tersebar
berselang-seling di batang dan terkumpul di ujung batang. Helaian daun
berbentuk lanset, ujung dan pangkal meruncing, tepi rata, tangkai daun seperti
talang, licin, pertulangan daun menyirip, panjang antara 20-60 cm dengan lebar 5-
13 cm. Bunga majemuk bertangkai panjang, berbentuk malai besar dan muncul di
tengah-tengah ketiak daun, panjang 30-40 cm, berbentuk melengkung dan
bercabang-cabang, daun pelindung besar dengan panjang 1,5 cm, anak daun
pelindung pada bunga kecil. Memiliki 6 kelopak bunga, 6 benang sari bertajuk,
menempel pada tenda bunga, 1 putik dengan 3 ovarium. Buah termasuk buni,
berbentuk bulat dan biji kecil berkeping satu (Suarsana, 2014)
Analisis hubungan kekerabatan spesies suku Liliaceae dilihat pada tabel 2.
N Karakter Allium Allium Allium Allium Allium Allium Asparagu Aloe Glori
o ascolonicu sativum fistulosum porrum cepa schoenoprasum s vera super
m officinalis
1 Habitus
  Herba 1 1 1 1 1 1
  Perdu 1

Semak 1 1
2 Akar
  Serabut 1 1 1 1 1 1 1 1 1

  Akar ke 1 1 1 1 1 1 1 1 1
semua
arah
3 Batang
  Batang 1 1 1 1 1 1 1 1
semu
  Batang 1 1 1 1 1 1 1 1 1
sejati
  Beruas- 1 1 1 1 1 1 1 1
ruas
M Arah 1 1
rumbuh
Memanjat
  Lunak  1 1 1 1 1 1 1
Permukaa 1 1 1 1 1 1 1 1
n rata
Keras 1
Kasar 1 1
Bekas 1 1 1 1 1 1 1
dudukan
jelas
(cincin)
Bulat 1 1 1 1 1 1 1 1 1

Panjang 1 1
Pendek 1 1 1 1 1 1 1
4 Daun 
Bulat 1 1 1 1 1 1 1 1 1

Pipih 1 1 1 1 1 1 1 1 1

Memanjan 1 1 1 1 1 1 1 1 1
g
Berlubang 1 1 1 1 1 1
seperti
pipa
Ujung 1 1 1 1 1 1 1 1 1
meruncing
Lunak 1 1 1 1 1 1 1 1 1

Permukaa 1 1 1 1 1 1 1 1
n daun
halus
Menempel 1 1 1 1 1 1 1 1 1
pada
batang
Tepi rata 1 1 1 1 1 1 1 1
Tepi 1
bergerigi
Tegak 1 1 1 1 1 1
Miring 1 1 1
5 Bunga
  bunga 1 1 1 1 1 1 1 1 1
sempurna
  berbentuk 1 1 1 1 1 1 1
payung

6 jumlah
bunga

  kuntum 1 1 1 1 1 1
bunga ban
yak
8 Ujung
tangkai
bunga
  Kecil 1 1 1 1 1 1 1 1
  Runcing 1 1 1 1 1 1 1 1 1

9 Tandan
bunga
  terbungku 1 1 1 1 1 1 1
s seludang

  jumlah 1 1 1 1 1 1 1
daun
bunga 6
  6 benang 1 1 1 1 1 1 1 1
sari
1 Buah 
  bulat  1 1 1 1 1 1 1
  Terbagi 3 1 1 1 1 1 1 1 1
ruang 
2 Biji 
Berjumlah 1 1 1
6
B Bulat agak 1 1 1 1 1 1 1 1
pipih
b Berkeping 1 1 1 1 1 1 1 1 1
satu
Persentase 81% 81% 78% 78% 76% 76% 64% 60% 67

Penelitian identifikasi dan analisis hubungan kekerabatan tanaman suku


Liliaceae dilakukan di kawasan Kabupaten Malang. Lokasi dilakukan secara
random untuk memperluas dan memudahkan pencarian spesimen dalam
penelitian. Tumbuhan yang terdapat di lokasi penelitian khususnya merupakan
tanaman dari familia Liliaceae karena tanaman ini sangat dikenal sebagai tanaman
rempah untuk mengisi bahan-bahan masakan rumah tangga Indonesia. Selain itu,
spesies famili ini memiliki nilai ekonomis yang sangat terjangkau dengan berjuta
manfaat. Pilihan yang banyak ditanam ini juga memiliki kandungan unsur-unsur
aktif yang memiliki daya bunuh terhadap bakteri (sebagai antibiotik),
merangsang pertumbuhan sel tubuh serta bermanfaat karena nilai estetika dan
ekologi yang dimiliki. Identifikasi dilakukan dengan mengamati ciri morfologi
yang tampak pada tumbuhan. Ciri morfologi tumbuhan yang digunakan dalam
proses identifikasi seperti karakter akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji.
Hasil penelitian dari kegiatan identifikasi tanaman suku Liliaceae (Ordo
Liliales) di kawasan Malang menunjukkan bahwa terdapat 10 spesies dari banyak
spesies familia Liliaceae. Jumlah spesies tanaman yang diperoleh menunjukkan
keanekaragaman yang cukup tinggi meskipun terdapat beberapa genus yang
anggotanya hanya sedikit. Keanekaragaman tanaman familia Liliaceae ini dapat
dilihat dengan ditemukan sebanyak 6 spesies dari marga Allium yaitu Allium
ascalonicum , Allium sativum, Allium fistulosum, Allium porrum, Allium cepa, dan
Allium schoenoprasum. 1 spesies dari marga Aloe yaitu Aloe vera. 1 spesies dari
marga asparagus yaitu Asparagus officinalis. 1 spesies dari marga gloriosa yaitu
Gloriosa superba. Dan 1 spesies dari marga cordyline yaitu Cordyline fruticosa.
Berdasarkan hasil tabel identifikasi morfologi dengan pengamatan dan
pengukuran secara langsung di lapangan terhadap spesies dari familia Liliaceae
yang ditemukan memberikan hubungan kekerabatan yang variatif. Pada anggota
spesies dari genus Allium yaitu Allium ascalonicum , Allium sativum, Allium
fistulosum, Allium porrum, Allium cepa, dan Allium schoenoprasum memiliki
banyak kemiripan dan kesamaan dari segi morfologinya. Hal ini dapat dilihat
bahwa kemiripan dari marga Allium memiliki persentase 76%-81% dari karakter
umum familia Liliaceae. Perbedaan pada genera Allium ini diketahui dari
panjang, lebar dan diameter dari masing-masing organ (akar, batang, daun, biji,
buah, dan umbi), jumlah umbi, benang sari, dan kuntum bunga serts bentuk
beberapa organ. Oleh karena itu, perbedaan ini yang menunjukkan variasi antar
spesies dalam satu marga dan hubungan kekerabatan pada marga ini sangat dekat.
Pada spesies Asparagus officinalis, Aloe vera, Gloriosa superba, dan Cordyline
dari pengamatan memiliki morfologi memiliki perbedaan yang cukup signifikan
antar spesies dan masing-masing spesies tersebut memiliki ciri khas masing-
masing sehingga spesies tersebut dibedakan dalam genus yang berbeda dan
menunjukkan hubungan kekerabatan yang relatif jauh.
Kondisi lingkungan yang dijumpai spesies tanaman suku Liliaceae seperti
di daerah Kecamatan Lowokwaru, Dau dan Batu memiliki suhu antara 20 0C-290C,
pH tanah 7, dan kelembaban 6 menunjukkan bahwa suhu, pH tanah, dan
kelembaban mendukung berlangsungnya semua proses nutrifikasi dan penyebaran
unsur hara. Sehingga kondisi suhu dan pH tanah di kawasan kecamatan tersebut
menunjukkan bahwa semua proses nutrifikasi dan penyebaran unsur hara dapat
dikategorikan dapat mendukung semua proses pertumbuhan dan perkembangan
tanaman suku Liliaceae.
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil identifikasi morfologi yang telah dilakukan di kawasan


Malang didapatkan hasil yaitu tanaman Liliaceae dari genus Allium didapatkan 6
jenis yaitu Allium ascalonicum , Allium sativum, Allium fistulosum, Allium
porrum, Allium cepa, dan Allium schoenoprasum. 1 spesies dari genus Aloe yaitu
Aloe vera. 1 spesies dari genus asparagus yaitu Asparagus officinalis. 1 spesies
dari psesies gloriosa yaitu Gloriosa superba. Dan 1 spesies dari genus cordyline
yaitu Cordyline fruticosa. Hasil analisis hubungan kekerabatan tanaman suku
Liliaceae didapatkan hasil yaitu anggota spesies dari genus Allium yaitu Allium
ascalonicum , Allium sativum, Allium fistulosum, Allium porrum, Allium cepa, dan
Allium schoenoprasum memiliki hubungan kekerabatan yang sangat dekat.
Sedangkan pada spesies Asparagus officinalis, Aloe vera, Gloriosa superba, dan
Cordyline menunujukkan hubungan kekerabatan yang relatif jauh.
DAFTAR PUSTAKA

[BPOM] Badan Pemeriksa Obat-obatan dan Makanan, 2016. Serial The Power of
Obat Asli Indonesia: Bawang Putih (Allium sativum L). Deputi Bidang
Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik Dan Produk Komplemen.
Jakarta
Das, S. N., Sudarsono., H. M. H., Bintoro, D. & Yudiwanti, W. E. K. 2012.
Keragaman Spesies Pala (Myristica spp.) Maluku Utara Berdasarkan
Penanda Morfologi Dan Agronomi. Jurnal Littri 18(1):1—9
Cahyono, B. 2005. Bawang Daun. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
Mayori, A., dan L.J.G. van der Maesen. 2011. Gloriosa superba L. (family
Colchicaceae): Remedy or poison?. Journal of Medicinal Plants Research
5 (26): 6112-6121
Pitojo, Setijo. 2003. Benih Bawang Merah. Penerbit Kanisius. Yogyakarta
Purbaya, J. R., 2003, Mengenal Dan Memanfaatkan Khasiat Aloe vera (Lidah
Buaya), CV Pioner Jaya Bandung. Bandung
Steenis, Van. 2008. Flora, Cetakan ke-12. Jakarta: PT. Pradnya Paramita
Suarsana I, N., Kumbara, A., Satriawan, I. 2014. Tanaman Obat: Sembuh
Penyakit Untuk Sehat. Denpasar: Swasta Nulus
Supriyati, Yati & Ersi Herliana., Bertanam 15 Sayuran Organik dalam Pot,
Jakarta: Penebar Swadaya, 2010, Hal. 55
Syukur, C., dan Hernani, 2001, Budidaya Tanaman Obat Komersial, Penebar.
Swadaya, Jakarta, 65.
Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta: Gadjah
Mada University Press.
Tjitrosoepomo, gembong. 2010. Taksonomi Tumbuhan Spermatophyta.
Yogyakarta: Gajah Mada University press.
Widodo, Singgih. Budidaya Bawang dan Bombay, Jakarta: Penebar Swadaya,
2007, Hal. 136-160
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pembimbing
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Muhamad Ridwan
2 Jenis Kelamin Laik-laki
3 Program Studi Biologi
4 NIM/NIDN 21801061091
5 Tempat dan Tanggal Lahir Sidoarjo, 23 November 1997
6 Email Muhamadridwan231197@gmail.com
7 No. Telp. / HP 085749538007

B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SDN Komis I MTs Al-Jawahir MAN Sampang
Jurusan IPA
Tahun Masuk-Lulus 2004-2010 2010-2013 2013-2016

C. Pemakalah Seminar Ilmiah (oral presentation)


Nama Pertemuan Ilmiah /
N Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
Seminar

D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir


N Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Penghargaan Tahun

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar
dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari
ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima
sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah
satu persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM Artikel Ilmiah.

Malang, 7 Januari 2020

(Muhamad Ridwan)
SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI/PELAKSANA

Yang bertandatangan di bawah ini:


Nama : Muhamad Ridwan
NIM : 21801061091
Program Studi : Biologi
Fakultas : MIPA

Dengan ini menyatakan bahwa usulan PKM – Artikel Ilmiah saya dengan
judul Identifikasi Keanekaragaman Spesies Suku Liliaceae dan Analisis
Hubungan Kekerabatan Secara Morfologi Di Kawasan Kabupaten Malang yang
diusulkan untuk tahun anggaran 2020 bersifat original dan belum pernah dibiayai
oleh lembaga atau sumber lain.
Bilamana dikemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan
ini, maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang
berlaku dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas
negara.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan
sebenar-benarnya.

Malang, 7 Januari 2020


Mengetahui,
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Yang menyatakan,

Materai 6000
Tanda tangan

(Dr. Bambang Hariadi, M.Pd.) (Muhamad Ridwan)


NIK. 900034 NIM. 21801061091
SURAT PERNYATAAN SUMBER TULISAN PKM-AI

Saya yang menandatangani Surat Pernyataan ini:


Nama : Muhamad Ridwan
NIM : 21801061091
1. Menyatakan bahwa PKM-AI yang saya tuliskan bersama anggota tim lainnya
benar bersumber dari kegiatan yang telah dilakukan:
- Sebutkan program kegiatan (KKN, Praktik Lapangan, Tugas kelompok,
Magang, PKM yang sudah dilaksanakan) yang telah dilakukan sendiri
oleh penulis bukan oleh pihak lain
- Sebutkan topik kegiatan
- Sebutkan tahun dan tempat pelaksanaan

2. Naskah ini belum pernah diterbitkan/dipublikasikan dalam bentuk prosiding


maupun jurnal sebelumnya.

Demikian Surat Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran tanpa


paksaan pihak manapun juga untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Malang, 7 Januari 2020

Mengetahui
Ketua Program Studi Yang Membuat Pernyataan

(Hamdani Dwi Prasetyo,S.Si.M.Si) Muhamad Ridwan)


NIDN. 0729019202 NIM. 21801061091