Anda di halaman 1dari 29

Judul : Mengapa aku tidak haid?

Skenario

Seorang perempuan berusia 23 tahun diantar suaminya ke Puskesmas dengan keluhan terlambat haid. Pasien juga
mengeluh sering pusing berkunang-kunang, mual, muntah terutama pada pagi hari, dan sering buang air
kecil. HPHT pasien pada tanggal16/9/2019, riwayat siklus menstruasi teratur, lama menstruasi 5-7 hari, dan tidak
mengalami nyeri saat menstruasi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan hiperpigmentasi pada linea alba dan uterus
teraba membesar. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan tes HCG kualitatif (+) dan Hb 10,6 gr/dL. Dokter
memberikan suplemen asam folat yang diminum setiap hari, serta menyarankan ibu untuk rutin melakukan
kunjungan antenatal secarakomprehensif dan berkualitas.

STEP 1

a. HPHT: HPHT : hari pertama haid terakhir : menentukan kapan usia kehamilan
Bila HPHT 4 agustus, sekarang tgl 27 oktober  berarti usia kehamilan 2 bulan 23 hari

a. Linea alba:
b. Tes HCG ; Tes human chorionic gonadotropin (hCG) dilakukan untuk memeriksa hormon hCG
dalam darah atau urin. Beberapa tes hCG mengukur jumlah yang pasti dan beberapa hanya
memeriksa untuk melihat apakah ada hormon ini. hCG dibuat oleh plasenta selama kehamilan.
Tes hCG bisa digunakan untuk mendeteksi kehamilan atau sebagai bagian dari tes kelainan
kehamilan

c. Antenatal : sebelum melahirkan  Antenatal care (selanjutnya akan disingkat "ANC") adalah
pemeriksaan kehamilan yang dilakukan oleh dokter atau bidan untuk mengoptimalkan
kesehatan mental dan fisik dari ibu hamil.

Tujuan dilakukan ANC adalah :

 Untuk mengoptimalkan kesehatan mental dan fisik ibu hamil 


 Menghindari resiko komplikasi pada kehamilan dan persalinan 
 Mempersiapkan ibu untuk masa nifas dan pemberian ASI eksklusif

d. Suplemen asam folat : Folat atau asam folat adalah bentuk sintetis dari vitamin B9 yang diperlukan
wanita sebelum hamil untuk membantu pertumbuhan janin dan melindungi sel tubuh. Tubuh
membutuhkan folat saat sel tumbuh dengan cepat, seperti pada saat kehamilan
STEP 2

1. Bagaimana anatomi, fisiologi dan histologi system reproduksi wanita?


ANATOMI
 Organa genitalia feminina Interna:
1. Sepasang ovarium
2. Sepasang tuba uterina
3. Uterus
4. Vagina
 Organa genitalia feminina Eksterna:
1. Pudendum femininum=vulva:
1. Mons pubis
2. Labium majus pudendi
3. Labium minus pudendi
4. Vestibulum vaginae
5. Bulbus vestibuli
6. Ostium vagina
7. Gl. Vestibularis Mayor
8. Gl. Vestibularis Minor
2. Clitoris
3. Urethra feminina
Diktat Anatomi Sistem Reproduksi Ed. 2013, FK UNISSULA
FISIOLOGI
 Ovarium:
1. Mengeluarkan hormon estrogen dan progesterone
2. Mengeluarkan telur setiap bulan.
 Tuba Falopii:
1. Fungsi tuba yaitu untuk menangkap, membawa ovum yang dilepas ovarium ke jurusan cavum
uteri, serta tempat terjadinya konsepsi.
 Uterus:
Fungsi utama uterus:
1. Setiap bulan berfungsi dalam pengeluaran darah haid dengan adanya perubahan dan pelepasan
dari endometrium
2. Tempat janin tumbuh dan berkembang
3. Tempat melekatnya plasenta
4. Pada kehamilan, persalinan dan nifas mengadakan kontraksi untuk lancarnya persalinan dan
kembalinya uterus pada saat involusi.
2. Vagina:
1. Saluran keluar untuk mengalirkan darah haid dan sekret lain dari rahim
2. Alat untuk bersenggama
3. Jalan lahir pada waktu bersalin
Firman. (2009). Anatomi Fisiologi Sistem Reproduksi Pria dan Wanita.
Nopiana, Helse. (2011). Anatomi Fisiologi Organ Reproduksi Wanita.
1. Fisiologi Mekanisme Kehamilan
 Uterus: tmpt untuk si janin saat proses kehamilan terjadi maka uterus akan membesar krn untuk
menampung janin, plasenta, cairan amnion
 Vagina: saat hamil trjd peningkatan vaskularisasikulit dan otot-otot kelihatan keunguan ada tanda
Chadwicks
 Ovarium: proses ovulasi berhenti saat kehamilan, proses pematangan folikel tertunda
 Payudara: adanya hormon yg meningkat pada saat hamil trjd peningkatan peryumbuhan dan
perkembangan alveoli atau kelenjar di payudara. Fungsi: u/ ibu menyusui ASI pada bayi
 Sirkulasi darah meningkat krn aliran sirkulasi ada 2 untuk si ibu dan janin.
 Sistem respirasi meningkat krn trjd peningkatan kebutuhan oksigen untuk si ibu dan janin
Saat kehamilan minggu ke-32, trjd desakan diafragma krn janin semakin membesar
 Sistem pencernaan: hormon esterogen tjd peningkatan asam lambung

 Aspek umum kehamilan dimulai oleh fertilisasi sebuah sel telur oleh sebuah serma. Fertilisasi
melibatkan masa gestasi (perkembangan embrionik janin) dan secara nirmal diakhiri dengan
partus atau kelahiran bayi.
 Durasi kehamilan adalah 266 hari (8 minggu) dari waktu fertilisasi sampai waktu kelahiran bayi.
Karena waktu fertilisasi yang tepat biasanya tidak diketahui, maka tanggal kelahiran biasanya
dihitung dari awitan menstruasi terakhir. Asumsikan siklus 2 hari, maka partus akan terjadi pada
hari ke 288 atau 40 minggu atau 10 bulan purnama atau 9 bulan kalender.
 Hormon yang disekresi saat kehamilan :
a. Hormon gonadotropin korionik manusia (hormone chorionic gonadotropin (hCG)) adalah hormone
seperti LH yang disekresi sel-sel embrionik mulai hari ke 10 setelah fertilisasi.
1) HCG mempertahankan produksi progesterone dan estrogen oleh korpus luteum dalam ovarium yang
dikenal sebagai korpus luteum kehamilan. Jika fertilisasi tidak terjadi, korpus luteum berdegenerasi dan
produksi estrogen dan progesterone erhenti.
2) Kadar HCG tetap tinggi selama beberapa bulan setelah itu plasenta mengambil alih sebagai sumber
estrogen dan progesterone.
3) HCG masuk ke sirkulasi maternal dan disekresi ke dalam urine ibu hamil. Keberadaan HCG dapat
dideteksi melalui uji imunoassai untuk mendiagnosis kehamilan.

b. Progesteron dan estrogen disekresi oleh korpus luteum kehamilan karena engaruh HCG dan kemudian
disekresi oleh plasenta. Fungsi hormone ini dalam kehamilan :
1) Progesterone dan estrogen mempertahankan lapisan uterus untuk implantasi dan retensi konseptus
(masa perkembangan keturunan)
2) Kadar progesterone dan estrogen yang tinggi dalam sirkulasi maternal menghambat gonadotropin
hipofisis dan mencegah dimulainya siklus menstruasi. Menstruasi berhenti saat kehamilan dan
dilanjutkan setelah partus. Menyusui dapat memerpanjang ketidakhadiran menstruasi.
3) Estrogen dan progesterone merangsang perkembangan selanjutnya dari kelenjar mammae.
4) Progesterone menghambat kontraksi muscular uterus selama kehamilan

c. Hormon laktogen plasenta manusia (human lacental lactogen(HPL)) juga disebut sebagai
somatomammotropin korionik, disekresi ole placenta. Hormone ini menstimulasi pertumbuhan kelenjar
mammae dalam ppersiapan laktasi. HPL juga memiliki efek metbolik terhadap protein, lemak, dan glukosa
untuk menyediakan energi bagi ibu hamil dan nutrient bagi perkembangan janin.
d. Hormone tirotropin korionik merupakan hormone yang serupa dengan TSH dari hipofisis anterior
disekresi oleh plasenta dan berfungsi untuk meningkatkan laju metabolism maternal. Hamper semua
hormone yang mempengaruhi metabolism, termasuk hormone pertumbuhan ACTH, TSH, dan insulin
dihasilkan oleh plasenta.
e. Relaksin adalah hormone polipeptida yang disekresi korpus luteum kehamilan. Fungsinya adalah untuk
merelaksasi (melunakkan) fibrikartilago dalam simfisis pubis unuk mempersiapkan jalur janin melalui jalan
lahir.
f. Sekresi prolaktin oleh kelenjar hipofisis anterior meningkat selama kehamilan akibat stimulasi
estrogen. Bersama HPL dan estrogen, prolaktin menstimulasi pertumbuhan duktus dan alveoli dalam
kelenjar mammae. Setelah kelahiran, prolaktin mempengaruhi produksi susu.
1) Selama kehamilan kadar estrogen yang tinggi menstimulasi hipofisis untuk mensekresi
prolaktin, tapi menghambat kerja pembuatan susu.
2) Setelah kelahiran penurunan estrogen dan progesterone akan menyebabkan kadar
prolakin berkurang, kecuali apabila ibu sedang menyusui. Reflex mengisap pada saat
menyusui mempertahankan kadar prolaktin tetap tinggi.
g. Oksitosin yang dilepas dari kelenjar hipofisis posterior (neuro-hipofisis) menstimulasi kontraksi otot polos
uterus selama proses kelahiran. Saat menyusui, oksitosin menyebabkan kontraksi sel-sel mioepitel dalam
kelenjar mammae sehingga tersedia susu pada putting (ejeksi susu)
h. Prostaglandin dihasilkan oleh uterus, menstimulasi kontraksi uterus saat kelahiran.

Anatomi dan Fisiologi untuk pemula, Ethel Sloane, EGC, halaman 363-364

Proyeksi tinggi fundus uteri (TFU) saat kehamilan 1-9 bulan

Usia Kehamilan Besar Uterus / Tinggi Fundus Uteri


1 bulan Telur ayam
2 bulan Telur bebek
3 bulan Telur angsa, setinggi symphisis pubis
4 bulan Kepala bayi, 1-2 jari di atas symphysis pubis
5 bulan Kepala dewasa, 2-3 jari di bawah umbilicus
6 bulan Setinggi umbilicus
7 bulan 2-3 jari di atas umbilicus
8 bulan Pertengahan umbilius dan proc. xyphoideus
9 bulan 3 jari di bawah atau setinggi proc. xyphoideus
ATLAS ANATOMI MANUSIA SOBOTTA JILID 2 EDISI 22
Gambar 5 Jenis Folikel Berdasarkan Urutan Fase (Kierzenbaum, 2016)

ZONA LAPISAN SEL LIQUOR THECA


JENIS PELLUCIDA GRANULOSA FOLLICULI
FOLIKEL
Folikel - Selapis sel gepeng - -
Primordial
Folikel + Selapis sel kuboid - -
Unilaminar
Folikel + Sel folikel berlapis - Mulai
Multilaminar (lapisan granulose) terbentuk;
(pre-antral) lebih jelas
theca
interna
Folikel + Banyak kavitas di antara Mulai Theca
Sekunder sel-sel granulose (antrum) berkumpul di interna dan
(antral) spatium eksterna
interseluler
Folikel matang + Terbentuk antrum yang Memenuhi Theca
(de Graaf) lebih besar Cumulus antrum dalam interna dan
oophorus jumlah lebih eksterna
banyak
Tabel 2: Perbedaan Struktur Histologi Endometrium Uterus pada Siklus
Menstruasi
Fase Kelenjar Uterina Arteri Spiralis Sel Epitel & Lamina
Propria

Fase Lurus Banyak di Stratum Struktur epitel baik, Lamina


Proliferatif Basalis propria tidak edem

Fase Sekresi Berkelok-kelok Mulai banyak terletak di Struktur epitel baik, Lamina
Penuh Sekret Stratum Fungsionalis propria edem

Fase Penuh dengan Banyak di Superfisial Epitel banyak mengalami


Menstruasi Darah dan Nekrosis nekrosis dan terlepas dari
lapisannya, menyisakan
lamina propria

2. Mengapa pasien mengeluh terlambat haid disertai sering pusing berkunang-kunang , mual muntah terutama
pada pagi hari, dan sering buang air kecil?
Mual merupakan impuls iritatifibu hamil esterogen meningkat meningkatkan sekresi asam
lambungiritas mukosa lambung
Muntah krn rx dari organ GIT untuk mengeluarkan isirefleks
Pagi hari krn lambung kosongsekresi HClkrn blm ada makanan yg masukmakanya mengiritasi
mukosa

Dipiro, Cecily V, Nausea and Vomiting,dalam Dipiro, J.T., Talbert, R.L., Yee, G.C., Matzke, G.R., Wells,
B.G., and Posey, L.M., 2008

 Morning sickness atau mual & muntah terjadi karena peningkatan kadar hormon estrogen dan HCG serum
à motilitas gastrointestinal terutama lambung dan usus lebih lambat à dan peningkatan hormon dapat
merangsang reseptor di otak, yaitu reseptor CTZ (chemoreseptor trigger zone) di hipotalamus untuk
merangsang muntah
Sherwood, 2001

3. Apa interpretasi pada pemeriksaan fisik didapatkan hiperpigmentasi pada line alba dan uterus teraba
membesar?
Hiperpigmentasi pada areola mammae
Perubahan warna (Hiperpigmentasi) yangterjadi dikarenakan meningkatnya kadar hormon MSH
(Melanocyte Stimulating Hormon). MSHini mengakibatkan penumpukan pigmen melanin yang berlebihan
sehingga tidak heranmenimbulkan warna lain pada kulit.
Umumnya memang muncul pada bagian payudara, aerolanamun perubahan ini juga muncul pada area
tubuh lainnya. ³seperti pada lipatan kulit, ketiak,daerah genital dan juga anal.´ Perubahan warna ini
sebenarnya adalah sesuatu hal yang wajar terjadi, hanya saja dampaknya bisa membuat klien merasa tidak
percaya diri, karena efek inimempengaruhi penampilan. Bahkan bisa dengan timbul apa yang disebut
Melasma/chloasmayaitu istilah dari mask of pregnancy di mana bagian yang menghitam sampai meliputi
bawah pada kedua mata dan hidung sehingga menyerupai topeng

Guyton, A.C dan Hall, J.E

4. Apa fungsi HPHT tanggal 16/9/2019?

Hari pertama haid terakhir (HPHT) adalah hari pertama siklus menstruasi. Sementara ovulasi terjadi
kurang lebih dua minggu setelah masa ini. Jika pada periode ini sperma bertemu sel telur hingga terjadi
pembuahan, maka saat itulah kehamilan dimulai.

Rumus Naegele

Nama rumus ini berasal dari nama penemunya, Franz Karl Naegele, dokter kandungan di Jerman
yang hidup di abad 19. Hari perkiraan lahiran (HPL) dihitung berdasarkan hari pertama haid
terakhir (HPHT) Anda. Rumus Naegele adalah sebagai berikut:

Rumus pertama digunakan jika HPHT ada di bulan Januari sampai Maret. Misalnya, HPHT
Anda adalah 21 Januari 2018, maka perkiraan tanggal persalinan Anda adalah:

Tahun: tetap 2018

Bulan: 1+9 = 10
Hari: 21+7= 28

Maka hari perkiraan bayi Anda lahir adalah 28 Oktober 2018.

Rumus kedua digunakan jika HPHT ada di bulan April sampai Desember. Jadi, jika hari
pertama haid terakhir Anda adalah 1 Mei 2018 maka perkiraan tanggal persalinan Anda adalah:

Tahun: 2018+1= 2019

Bulan: 5-3=2

Hari: 1+7= 8

Maka hari perkiraan bayi Anda lahir adalah 8 Februari 2019.

16/9/2019

Tahun : 2019+1 : 2020

Bulan: 9-3 = 6

Hari : 16+7 =23

Maka perkiraan bayi lahir 23/Juni/2020

Rumus Parikh

Rumus Naegele di atas punya kelemahan. Rumus ini hanya dapat diterapkan pada wanita dengan
siklus menstruasi 28 hari. Bagaimana dengan siklus menstruasi kurang atau lebih dari 28 hari?
Jawabannya menggunakan rumus Parikh. Cara penghitungan dilakukan dengan menghitung saat
terjadinya ovulasi, yaitu lama siklus menstruasi dikurangi 14 hari.

Misalnya, HPHT pada tanggal 1 Januari 2018. Jika siklus menstruasi 28 hari, maka setelah
dihitung dengan rumus Naegele, HPL-nya adalah 8 Oktober 2018. Namun jika siklus menstruasi
ternyata adalah 35 hari, maka dengan rumus Parikh, tanggal persalinannya menjadi: HPHT + 9
bulan + (35-21) hari = 15 Oktober 2018.

5. Mengapa tes HCG +?


Saat ibu hamilhari ke 8-10 . maksimum HCG pada hari ke 50-70 kehamilan. u/ memperthankan corpus
luteum dan hormon esterogen jg progesteron untuk mempertahankan kehamilan.
HCG adalah suatu glikoprotein yang mengandung galaktosa dan heksosamin.Molekul ini dihasilkan oleh
sinsitiotrofoblas,HCG terbentuk dari sub unit alfa dan beta.HCG alfa identik dengan subunit alfa pada
LH,FSH, dan TSH.Berat molekul HCG alfa adalah 18000 dan HCG beta adalah 28000.HCG bersifat
luteinizing dan luteotropik serta memiliki sedikit aktivitas FSH .Hormon ini dapat diukur dengan
radioimunoesai dan dideteksi dalam darah sedini 6 hari setelah komsepsi.Keberadaannya dalam urine
pada awal kehamilan adalah dasar bagi berbagai uji laboratorium untuk kehamilan,dan hormon ini kadang-
kadang dapat terdeteksi sedini 14 hari setelah konsepsi.
HCG tidak mutlak spesifik untuk kehamilan.Sejumlah kecil disekresikan oleh berbagai tumor saluran
cerna dan tumor lain pada kedua jenis kelamin,dan HCG diukur pada orang yang dicurigai menderita
tumor (sebagai petanda tumor).
Fisiologi Kedokteran .William F Ganong.EGC.2002

6. Apa saja siklus-siklus menstruasi? Hormon-hormon apa saja yg mempengaruhi siklus haid?
Ada 3:
 Proliferasi: u/ menyiapkan endometrium untuk menerima sel sperma. Ada peningkatan FSH
(Follicle stimulating Hormone)
 Folikel primer pd ovarium u/ menyiapkan ke perkembangan folikel primordial / de graff. Foliccle
ini aktif krn adanya stimulasi hormon LH. Folikel primordial / de graff untuk Pertumbuhan
endometrium.
dan LH u/ proliferasi selnya agar berkembang.
 Luteal: untuk pmbntkan corpus luteum. Hormon yg brpengaruh progesteron dan esterogen apabila
ada stimulasi hipothalamus yaitu Gonadotropin. Kl tdk dibuahi maka corpus luteum akan
luruh(deskuamasi)
 Menstruasi: proses deskuamasi corpus luteum yg menandakan tdk tjd proses fertilisasi
 Siklus menstruasi
Pd siklus haid, endometrium dipersiapkan menerima ovum yang dibuahi setelah trjadi ovulasi, dbwh pengaruh
ritmik hormone ovarium (estrogenestriol dan progesteronepregnandiol)

Adanya ovulasi diikuti oleh pembentukan korpus luteum yang mengeluarkan progesteronesuhu basal pd ovulasi
turun, lalu naik dan menetap sekitar 37 C, sampai pada permulan haid turun kembali. Lamanya siklus haid yang
normal/klasik adalah 28 hari ditambah atau dikurangi 2-3 hari

Pada tiap siklus dikenal tiga masa utama;

1. Masa haid selama 2-8 hari. Pada waktu itu endometrium dilepas, sedangkan pengeluaran hormon2 ovarium
terendah (minimum)
2. Masa proliferasi sampai hari keempat belas. Pada waktu itu endometrium tumbuh kembali (berproliferasi,
hari ke12-14 dapat terjadi pelepasan ovum dari ovarium yang disebut ovulasi)
3. Masa sekresi, pada saat ini korpus rubrum menjadi korpus luteum yang mengeluarkan progesterone.Di
bawah pengaruh progesterone, kelenjar endometrium tumbuh berlekuk2 mengeluarkan getah yang
mengandung glikogen dan lemak. Pd akhir masa ini, stroma endometrium berubah kea rah sel2 desidua,
terutama yang berada di seputar arteri, sehinggamemudahkan terjadinya nidasi

 Siklus menstruasi normal

Umumnya jarak siklus menstruasi berkisar dari 15 sampai 45 hari, dengan rata-rata 28 hari.
Lamanya berbeda-beda antara 2-8 hari, dengan rata-rata 4-6 hari. Darah menstruasi biasanya tidak
membeku. Jumlah kehilangan darah tiap siklus berkisar dari 60- 80 ml.
I. Siklus ovarium

 Fase folikuar

Siklus diawali dengan hari pertama menstruasi, atau terlepasnya endometruim. FSH
merangsang pertumbuhan beberapa folikel primordial dalam ovarium. Umumnya hanya
satu yang terus berkembang dan menjadi folikel deGraff dan yang lainnya berdegenerasi.
Foikel terdiri atas ovum dan dua lapisan sel yang mengelilinginya. Lapisan dalam, yaitu
sel-sel granulose menyintesis progesterone yang disekresi ke dalam cairan folikular
selama paruh pertama menstruasi, dan bekerja sebagai precursor pada sintesis estrogen
oleh lapisan sel teka interna yang mengelilinginya. Estrogen disintesis dalam sel-sel
lutein pada teka interna. Di dalm folikel, oosit primer mulai menjalani proses
pematangan. Pada waktu yang sama, folikel yang sedanga berkembang menyekresi
estrogenlebih banyak kedalam system ini. Kadar estrogen yang meningkat menyebabkan
pelapasan LHRH melalui mekanisme umpan balik positif.

 Fase Luteal

LH merangsang ovulasi dari oosit yang matang. Tepat sebelum ovulasi, oosit primer
selesai menjalani pembelahan miosis pertamanya. Kadar estrogen yang tinggi kini
menghambat produksi FSH. Kemudian kadar estrogen semakin menurun. Setelah oosit
lepas dari folikel deGraff, lapisan granulose menjadi banyak mengandung pembuluh
darah dan sangat terluteinisasi, berubah menjadi korpus luteum yang berwarna kuning
pada ovarium. Korpus luteum terus menyekresi sejumlah kecil estrogen dan progesterone
yang makain lama makin meningkat.

II. Siklus endometrium

 Fase proliferasi

Segera setelah menstruasi, endometrium dalam keadaan tipis dan dalam stadim istirahat.
Stadium ini berlangsung kira-kira 5 hari. Kadar estrogen yang meningkat dari folikel
yang berkembang akan merangsang stroma endometrium untuk mulai tumbuh dan
menebal, kelenjar-kelenjar mengalami hipertrofi dan berproliferasi, dan pembuluh dara
menjadi banyak sekali. Kelenjar-kelenjar dan stroma berkembang sama cepatnya.
Kelenjar semakin bertambah panjang tapi tetap lurus dan berbentuk tubulus. Epitel
kelenjar berbentuk toraks dengan sitoplasma eosinofilik yang seragam dengan inti di
tengah. Stroma cukup padat pada lapisan basal tetapi makin ke permukaan semakin
longgar. Pembuluh darah akan mulai berbentuk spiral. Lamanya fase proliferasi sangat
berbeda-beda tiap orang, dan berakhir saat terjadinya ovulasi.
 Fase sekresi

 Setelah ovulasi, di bawah pengaruh progesteron yang meningkat dan terus


diproduksinya estrogen oleb korpus luteum, endoimetrium menebal dan menjadi
seperti beludru.

 Kelenjar menjadi lebih besar dan berkelok-kelok, dan epitel kelenjar menjadi
berlipat lipat, sehingga memberikan gambaran seperti “gigi gergaji.” Inti sel
bergerak ke bawah, dan permukaan pitel tampak kusut. Stroma menjadi
edematosa.

 terjadi pula infiltrasi leukosit yang banyak, dan pemuluh darah menjadi makin
berbentuk spiral dan melebar. Lamanya fase sekresi sama pada setiap perempuan
yaitu 14±2 hari.

 Fase menstruasi

terjadi pelepasan seluruh lapisan endometrium disertai perdarahan, akibat terjadi


penurunan progesteron dan estrogen yang tajam

7. Bagaimana mekanisme fertilisasi sampai implantasi(terbentukdesidua)?


Sperma dan ovum bertemu. Sperma da 50% sperma yg mencapai tuba fallopi. Namun hnya satu yg
menempel dan masuk ke zona pelusidalalu berikatan dg reseptor di zona pelusidaakrosom menempel
di ovummelepas enzim akrosin yg mepermudah penetrasi sperma lebih dalammulai
menyatumengelurakan fertilinmencegah sperma lain untuk tdk membuahi ovum lagitrbntk
blastokistabergerak ke uteruskontak dg endometriummulai dilapisi lapisan sensitiofotroblasmulai
tertanam di endometrium
Keterangan :
A : Oosit tidak bersegmen
B : Fertilisasi
C : Terbentuk pro-nuklei
D : Pembelahan kumparan pertama
E : Stadium 2 sel
F : Stadium 4 sel
G : Stadium 8 sel
H : Morula
I & J : Pembentukan blastokista
K : Zona pelusida menghilang, implantasi terjadi
http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/112/jtptunimus-gdl-5583-2-babii.pdf

FISIOLOGI KEHAMILAN
 Pembuahan à nidasi à Plasentasi

Fase pembuahan
 Pembuahan

umumnya terjadi di ampula tuba, ovum dilingkari zona pelusida dan korona radiata,saat sperma menembus
zona pelusida terjadi reaksi korteks ovum à granula sel ovum mengeluarkan enzim ke zona pelusida à membentuk
materi yang keras & saling berkaitan satu sama lain sehingga tidak dapat ditembus sperma lain.
terjadi pembelahan sel à blastokista
 Nidasi

Terjadi pada hari keempat setelah konsepsi à stadium blastokista, bagian luarnya adalah trofoblas à
Trofoblas yang memiliki massa inner sel yang nantinya akan menjadi janin. Terbentuknya trofoblas akan
meningkatkan hCG
 Plasentasi

berlangsung sampai 12-18 minggu setelah fertilisasi, terus mengalami perkembangan sehingga timbul
ruangan – ruangan interviler, pembentukan vili korialis (awal dari sirkulasi darah janin) à plasenta
lapisan endometrium à lapisan desidua :
- desidua kapsularis
- desidua basalis
- desidua parietalis

Kl bayi kembar bagaimana proses fertilisasinya?


Pada proses pembuahan ovum baik satu dua ataupun tigamelapisi dinding ovum supaya lebih tebal dan
kuatada proses pembelahanyg baik kembar lebih kompleks kl cm satu hanya satu zigot.
 Kembar identik : satu ovum , satu spermapembelahan sempurna
 kembar non identik: dua ovum, dua spermapembelahan satu2

8. Apa DD&DX?

D X: kehamilan
9. Apa saja pemeriksaan penunjang yg dibutuhkan pada kasus?
PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.Reaksi imunologis
- gravindex/ PPtest
2. rontgent foto
- letak dan presentasi
-IUPD dan KET
- Metode : Colcher sussman
- Snow’s dan Thorn’s
- Mc Lane
- Stereoskopik
3.UiSG
Sumber : Bunga rampai Obstetri Ginekolog
10. Bagaimana sistem pemeriksaan ANC
Untuk si ibu menjaga kesehatan dirinya dan si janinnya, menjaga asupan nutrisi, menjaga aktivitasnya tdk
lelah, dan agar si ibu melahirkan dg sehat.
Apa saja px ANC
 Px umum: anamnesis,vital sign, KU, asupan gizinya bagaimana
 Status generalisata: trmsk px umum, menyeluruh benar2 dipantau, imunisasi
 Status obstetri: yg diperiksa bukan hanya ibu namun jg janin.
Masa sblm melahirkan .
Suspect gravid: ada indikasi betul2 positif hamil.
Kapan saja px ANC ?
 Trimester I: 1x
 Trimester II: 1x
 Trimester III: 2x untuk trimester III dan IV
Kl ada kelainan, boleh lebih dari ketentuan.

 Edukasi
 Senam hamil untuk mempersiapkan persalinan
 Persiapan ASI Eksklusif persiapan saat ibu hamil
 Imunisasi

tujuan umum: menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dua anak selama dalam
kehamilan,persalinan dan nifas,sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat
tujuan khusus:
1. mengenali dan menangani penyulit2 yang mungkin dijumpai dalam kehamilan,persalinan dan
nifas

2. mengenali dan mengobati penyakit2 yang mungkin diderita sedini mungkin

3. menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan anak

4. memberikan nasihat2 tentang cara hidup sehari2 dan keluarga


berencana,kehamilan,persalinan,nifas dan laktasi

(sinopsis obstetri,Prof.Dr.Rustam mochar,MPH)


Tujuan perawatan antenatal adatah mengusahakan agar:
- Ibu sampai pada akhir kehamilanan sama sehatnya atau lebih sehat daripada sebelum hamil.
- Setiap problem fisik situ psikologikik yang tirnbul semasa kehamilan dapat dideteksi dan diobati.
- Setiap komplikasi kehamilan dapat dicegah atau dideteksi secara dini dan diberi penatalaksaan secara
adekuat.
- Ibu dapat melahirkan anak yang sehat.
- Ibu mempunyai kesempatan membahas kecemasan dan ketakutannya tentang kehamilan.
- Ibu diberitahu tentang setiap tindak, alasan dilakukan tindakan tersebut dan hasil yang mungkin dicapai.
- Pasangan dipersiapkan untuk kelahiran dan membesarkan anak, termasuk mendapatkan informasi
mengenai diet, perawatan anak dan keluarga berencana.
(Dasar – Dasar Obstetri dan Ginekologi edisi 6, Derek Llewelyn-Jones)
Kegiatan ANC??
Pemeriksaan dikerjakan tiap 4 minggu jika segala sesuatu normal sampai kehamilan 28 minggu. Sesudah ini,
pemeriksaan diadakan tiap 2 minggu, dan sesudah 36 minggu tiap minggu. Pada tiap pemeriksaan harus
diperhatikan ibu dan janinnya.( Hanifa Wiknjosastro 1992)

Pelayanan antenatal dalam penerapan operasionalnya dikenal


dengan standar minimal “7T” yang terdiri dari:
a. Timbang badan dan tinggi badan dengan alat ukur yang terstandar.
Penimbangan dilakukan setiap kali ibu hamil memeriksakan diri, karena hubungannnya erat dengan
pertambahan berat badan lahir
bayi. Berat badan ibu hamil yang sehat akan bertambah antara 10-12 Kg sejak sebelum hamil (Nadesul,
2006).
Tinggi badan hanya diukur pada kunjungan pertama. Ibu dengan tinggi <145cm perlu diperhatikan
kemungkinan panggul sempit sehingga menyulitkan pada saat persalinan (Depkes RI, 1998).
b. Mengukur tekanan darah dengan prosedur yang benar.
Pengukuran tekanan darah harus dilakukan secara rutin dengan tujuan untuk melakukan deteksi dini
terhadap terjadinya tiga gejala preeklamsi. Tekanan darah tinggi, protein urin positif, pandangan kabur atau
oedema pada ekstremitas. Apabila tekanan darah mengalami kenaikan 15 mmHg dalam dua kali
pengukuran dengan jarak 1 jam atau tekanan darah > 140/90 mmHg , maka ibu hamil mengalami
preeklamsi.
Apabila preeklamsi tidak dapat diatasi maka akan menjadi eklamsi
(Mufdlillah, 2009).
c. Mengukur Tinggi fundus uteri dengan prosedur yang benar.
Pengukuran tinggi fundus uteri dilakukan secara rutin untuk mendeteksi secara dini terhadap berat badan
janin. Indikator pertumbuhan janin intrauterin, tinggi fundus uteri juga dapat digunakan untuk mendeteksi
terhadap terjadinya molahidatidosa, janin ganda atau hidramnion (Nadesul, 2006)
b. Pemberian imunisasi tetanus toksoid (TT) lengkap (sesuai jadwal). Pemberian imunisasi TT untuk
mencegah terjadinya penyakit tetanus. Pemberian Tablet tambah darah minimal 90 tablet selama
kehamilan. Pemberian tablet tambah darah dimulai setelah rasa mual hilang satu tablet setiap hari,
minimal 90 tablet. Tiap tablet mengandung FeSO4 320 mg (zat besi 60 mg) dan asam folat 500 μg.
Tablet besi sebaiknya tidak minum bersama kopi, teh karena dapat mengganggu penyerapan
(Prawirohardjo, 2006).
f. Tes laboratorium (rutin dan khusus).
Pemeriksaan laboratorium rutin mencakup pemeriksaan hemoglobin, protein urine, gula darah, dan
hepatitis B. Pemeriksaan khusus dilakukan didaerah prevalensi tinggi dan atau kelompok perilaku
terhadap HIV, sifilis, malaria, tubercolusis, cacingan dan thalasemia. (Meilani, et al., 2009).
g. Temu wicara (konseling).
Memberikan penyuluhan sesuai dengan kebutuhan seperti perawatan diri selam hamil, perawatan
payudara, gizi ibu hamil, tandatanda bahaya kehamilan dan janin sehingga ibu dan keluarga dapat
segera mengambil keputusan dalam perawatan selanjutnya dan
mendengarkan keluhan yang disampaikan (Meilani, et al., 2009).
4. Tempat Pelayanan Antenatal Care
Pelayanan antenatal care bisa didapatkan di Rumah Sakit, Puskesmas, Bidan Praktek Swasta, Dokter
Praktek Swasta, Posyandu. Pelayanan antenatal care hanya diberikan oleh tenaga kesehatan dan bukan
dukun bayi (Meilani, et al., 2009).

Pemeriksaan ANTE NATAL CARE

Pemeriksaan antenatal care adalah pemeriksaan terhadap ibu selama kehamilan ( sebelum persalinan) yang meliputi
pemeriksaan umum/ status generalis maupun pemeriksaan obstetric untuk memantau keadaan ibu, keadaan janin
serta keadaan kehamilannya.

Pemeriksaan ini dilakukan minimal 4 kali selama kehamilan yaitu 1 kali pada trimester 1, 1 kali trimester 2 dan 2
kali pada trimester III.

Tujuan Pemeriksaan ANC

a. setiap ibu hamil dan menyusui agar dapat memelihara kesehatannya sebaik mungkin
b. setiap ibu hamil dapat melahirkan bayi yang sehat dan dapat merawat bayinya dengan baik
c. menjaring kehamilan resiko tinggi dan mengupayakan pengelolaan selanjutnya sehingga ibu hamil tidak
jatuh pada kieadaan penyulit/komplikasi yang berat atau sampai meninggal
Pengelolaan ANC
a. pemeriksaan ibu hamil
- anamnesis keluhan utama
- pemeriksaan fisik umum dan obstetrik
- pemeriksaan penunjang ( laboratorium, USG, Rontgent dll)
b. imunisasi ibu hamil
c. penyuluhan gizi ( pengaturan menu seimbang dan cara pengolahan menu)
d. antenatal breast care
e. senam hamil dan simulasi persalinan
Variabel Yang harus diketahui pada pemeriksaan ANC

a. Umur kehamilan
b. Keadaan umum kesehatan ibu
c. Gangguan non fisik (psikiatri dll)
d. Berat badan
e. Tekanan darah
f. Denyut jantung janin
g. Letak janin
h. Tinggi fundus uteri
i. Tanda tanda komplikasi obstetri (perdarahan antepartum, nyeri kepala, bengkak kaki dll)
j. Obat obat yang dikonsumsi, termasuk imunisasi yang telah diberikan
k. Hasil pemeriksaan penunjang :
a. Laboratorium
- VDRL/TPHA
- HbsAg
- Gula darah
- TORCH (bila diperlukan)
b. USG (konfirmasi umur kehamilan, taksiran berat janin, jumlah air ketuban, cacat kongenital, serta
profil biofisik janin) dan KTG (bila ada indikasi)
Faktor penyulit kehamilan :

a. Too many (paritas tinggi)


b. Too Close ( jarak < 2 tahun)
c. Too Early (umur < 18 tahun)
d. Too Late (umur > 35 tahun)
Diagnosa kehamilan

a. Trimester I : 0 – 12 minggu
b. Trimester II: 12 – 28 minggu
c. Trimester III: 28 – 40 minggu
Gejala kehamilan :

a. tanda presumtif
- amenorrhoe ( HPL rumus Naegele)
- mual muntah (emesis gravidarum)
- mengidam (tak tahan bau bauan)
- pingsan di tempat ramai
- anorexia
- mastodinia
- obstipasi
- inkontinesnia urin
- stria gravidarum
- pigmentasi kulit (linea nigra , kloasma gravidarum)
- epulis (hipertrofi papilla gusi)
- varices (haemorrhoid)
b. tanda objektif
- perut membesar (uiterus membesar)
- tanda HEGAR pada minggu (gravid, isthmus memanjang, hipertrofi dan teraba lunak pada
palpasi)
- tanda CHADWICK(portio berwarna livide karena bertambahnya vasa/pembuluh darah dan
pelebaran pembuluh darah)
- tanda PICASECK (pembesaran/pelunakkkan umilateral pada tempat implantasi uterus)
- kontraksi BRAVION HICAS (timbul kontraksi kecil pada uterus bila dirangsang)
- tanda GOODEL (cerviks melunak dan vaskularisasi bertambah)
- tanda Ballotment
- reaksi kehamilan positif
- rumus HAASE umur kehamilan ibu dalam bulan dari HPHT dapat menunjukkan perkiraan
panjang janin :
a. umur 1-4 bulan : n2 (<25)
b. umur 5 – 10 bulan : n X 5 (> 25)
c.tanda positif :

- gerak janin

- denyut jantung janin (+)

- Ro foto terdapat tulang janin

PEMERIKSAAN IBU HAMIL

TUJUAN:

a. menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental dalam persalinan


b. memperoleh hasil ibu – anak sehat selama hamil, bersalin dan nifas
c. mengenal dan mengatasi penyakit dalam masa kehamilan-persalinan-nifas
d. menurunkan morbiditas dan mortalitas ibu dan anak
e. nasehat cara hidup sehari hari dalam masa kehamilan – persalinan – nifas, KB,laktasi
f. mengobati penyakit selama masa kehamilan – persalinan- nifas
Macam :

a. ante natal care


b. ante partal care
c. pre natal care
Pemeriksaan :

a. Anamnesis
b. Pemeriksaan Fisik
- Inspeksi
- Palpasi
1. besar dan konsistensi uterus
2. bagian janin, letak janin dan presentasi
3. gerak janin,HIS, Pandl Ring
4. kontraksi Braxton Hicks
5. perkiraan umur kehamilan dan taksiran berat janin (TBJ)

- auskultasi (mulai bulan ke IV)


1. bagi anak
 DJJ (denyut jantung janin dengan metode ANARD (tempat
pemeriksaan DJJ disesuaikan dengan letak janin dalam rahim)
 Bising plasenta
2. bagi ibu
 bising aorta
 peristaltik usus
- vaginal/rectal toucher
INDIKASI

 Indikasi Sosial (pemeriksaan kehamilan dan partus sebelum


ditinggalkan penolong)
 Pada pemeriksaan dari luar, kedudukan janin tidak dapat di tentukan
 Partus tak maju/macet
 Menentukan ukuran panggul dalam
 Menentukan skor pelvis
 Kecurigaan CPD/DKP
 Persiapan tindakan Obstetri operatif
11. Bagaimana tatalaksana dari scenario?

Beri ibu 60 mg zat besi elemental segera setelah mual/muntah berkurang, dan 400 μg asam folat 1x/hari sesegera
mungkin selama kehamilan

.• Catatan: 60 mg besi elemental setara 320 mg sulfas ferosus.


•Efek samping yang umum dari zat besi adalah gangguan saluran cerna
(mual, muntah, diare, konstipasi).

• Tablet zat besi sebaiknya tidak diminum bersama dengan teh atau
kopi karena mengganggu penyerapan.

• Jika memungkinkan, idealnya asam folat sudah mulai diberikan sejak 2 bulan
sebelum hamil (saat perencanaan kehamilan).

Di area dengan asupan kalsium rendah, suplementasi kalsium 1,5-2 g/ hari dianjurkan untuk pencegahan
preeklampsia bagi semua ibu hamil, terutama yang memiliki risiko tinggi (riwayat preeklampsia di kehamilan
sebelumnya, diabetes, hipertensi kronik, penyakit ginjal, penyakit autoimun, atau kehamilan ganda)

Pemberian 75 mg aspirin tiap hari dianjurkan untuk pencegahan preeklampsia bagi ibu dengan risiko tinggi, dimulai
dari usia kehamilan 20 minggu u Beri ibu vaksin tetanus toksoid (TT) sesuai status imunisasinya.

Pemberian imunisasi pada wanita usia subur atau ibu hamil harus didahului dengan skrining untuk mengetahui
jumlah dosis (dan status) imunisasi tetanus toksoid (TT) yang telah diperoleh selama hidupnya.

Pemberian imunisasi TT tidak mempunyai interval (selang waktu) maksimal, hanya terdapat interval minimal antar
dosis TT

.• Jika ibu belum pernah imunisasi atau status imunisasinya tidak


diketahui, berikan dosis vaksin (0,5 ml IM di lengan atas) sesuai tabel berikut.