Anda di halaman 1dari 4

16-28

a. Kedua jenis konfirmasi digunakan untuk mengkonfirmasikan piutang yang "positif"


dan "negatif" konfirmasi. Konfirmasi positif adalah surat yang ditujukan kepada
debitur, meminta penerima menunjukkan langsung pada surat apakah saldo rekening
dinyatakan benar atau salah, dan jika salah, dengan apa jumlah. Konfirmasi negatif
meminta tanggapan dari debitur hanya ketika debitur tidak setuju dengan jumlah yang
dinyatakan.

Ketika memutuskan jenis konfirmasi untuk menggunakan, auditor harus


mempertimbangkan risiko pengendalian yang dinilai dalam siklus penjualan dan
koleksi, make-up dari hubungan populasi, biaya / manfaat, dan informasi tentang
keberadaan rekening. konfirmasi positif lebih handal tetapi lebih mahal daripada
konfirmasi negatif. konfirmasi positif harus digunakan bila populasi terdiri dari
sejumlah kecil account besar, dan ketika diduga ada kondisi sengketa atau
ketidakakuratan. Ketika konfirmasi negatif digunakan, auditor telah biasanya dinilai
pengendalian risiko di bawah maksimum dan menguji pengendalian internal untuk
efektivitas. konfirmasi negatif yang sering digunakan saat piutang terdiri dari
sejumlah besar account kecil piutang dari masyarakat umum.

b. Ketika mengevaluasi kolektibilitas piutang, auditor dapat meninjau penuaan piutang,


menganalisis penerimaan kas berikutnya dari pelanggan, membahas kolektibilitas
akun individual dengan personil klien, dan memeriksa korespondensi dan laporan
keuangan pelanggan yang signifikan. Perubahan umur piutang harus dianalisis dalam
pandangan setiap perubahan kebijakan kredit klien dan dalam kondisi ekonomi saat
ini.

c. Ketika pelanggan gagal untuk menanggapi permintaan konfirmasi positif, BPA


mungkin tidak menganggap dengan keyakinan bahwa pelanggan memeriksa
permintaan, ditemukan ada perbedaan pendapat, dan karena itu tidak menjawab.
Beberapa pelanggan sibuk tidak akan mengambil waktu untuk memeriksa permintaan
konfirmasi dan tidak akan merespon, maka pengecualian jelas mungkin ada tanpa
dilaporkan ke CPA. Dalam kasus penipuan atau penggelapan, pelaku mungkin bisa
mencegah pengecualian dari yang dilaporkan dan mencegah surat yang ditujukan
kepada pelanggan tidak ada dari yang kembali dari kantor pos sebagai tidak terkirim.
Konfirmasi kembali sebagai terkirim oleh kantor pos akan membutuhkan tindakan
yang tepat untuk mendapatkan alamat baik.

Tindak lanjut yang diperlukan ketika pelanggan tidak membalas karena CPA telah
memilih rute konfirmasi positif piutang tertentu, dan langkah yang paling logis untuk
mengikuti pertama adalah untuk mail permintaan kedua.

d. Ketika tidak ada respon yang diterima dengan permintaan kedua untuk konfirmasi
positif, auditor harus menggunakan prosedur alternatif. Ini biasanya meliputi
pemeriksaan pengiriman uang pelanggan dan penerimaan kas yang berhubungan. Hal
ini sering cek sederhana dan efektif di mana penerimaan kas yang diterima setelah
tanggal neraca. Korespondensi dalam file klien juga akan kadang-kadang
menawarkan bukti yang memuaskan. Auditor juga harus memeriksa pengiriman
dokumen, faktur penjualan, kontrak, atau dokumen lainnya untuk mendukung bahwa
tuduhan itu benar. Dalam kasus yang tidak biasa, CPA harus mengirimkan permintaan
ketiga dan mungkin membuat panggilan telepon dalam upaya untuk mendapatkan
balasan langsung dari pelanggan. BPA mungkin merasa perlu, di mana jumlah yang
signifikan

6-30

a. Ya, itu dapat diterima untuk controller untuk meninjau daftar akun auditor bermaksud
untuk konfirmasi. Konfirmasi akan dikirim ke pelanggan perusahaan, dan auditor
harus peka terhadap kekhawatiran klien dengan pengobatan pelanggan mereka. Pada
saat yang sama, jika klien menolak izin untuk mengkonfirmasi piutang, auditor harus
mempertimbangkan efek pada opini audit. Jika pembatasan adalah materi, memenuhi
syarat atau disclaimer pendapat mungkin diperlukan.

b. auditor harus bersedia untuk melakukan prosedur khusus yang permintaan klien jika
klien setuju bahwa prosedur ini belum tentu dianggap dalam lingkup keterlibatan
auditor. Dalam kasus 20 konfirmasi tambahan yang controller meminta agar auditor
mengirim, auditor harus bersedia untuk mengirim konfirmasi; Namun, konfirmasi ini
seharusnya tidak dipertimbangkan dalam evaluasi hasil rekening konfirmasi piutang
dikirim oleh auditor.

c. Jika auditor sesuai dengan permintaan controller untuk menghilangkan enam rekening
dari tes konfirmasi, auditor harus melakukan prosedur alternatif dari enam rekening
dan memutuskan apakah atau tidak kelalaian ini adalah signifikan terhadap lingkup
audit. Jika auditor yakin bahwa dampak dari tidak mengkonfirmasi account tersebut
adalah materi, dia harus memenuhi syarat lingkup dan opini paragraf dari laporan
auditor untuk menunjukkan pembatasan ruang lingkup yang dikenakan oleh klien.
Jika auditor yakin bahwa dampak menghilangkan enam rekening dari pengujian
sangat material, disclaimer pendapat sesuai.

16-34

Pembahasan Tugas Kasus 16-34 (Perusahaan Nirlaba Khususnya Rumahsakit)

1. Identifikasilah faktor-faktor utama yang mempengaruhhi risiko bisnis klien dan


risiko audit yang dapat diterima dalam audit ini?

- faktor utama yang mempengaruhi risiko bisnis klien adalah internal manajemen
perusahan itu sendiri,karna dalam kasus 16-34 perusahan tersebut yaitu sebuah
rumahsakit kurang adananya manajemen internal yang baik itu terbukti dari tidak
dilakukan nya verivikasi internal dan kinerja yang cermat mengenai catatan
pembukuan yang dikarenakan kurangnya personel akuntansi,

- risiko audit yang dapat diterima dalam audit ini adalah risiko pengendalian  perusahan
karana dalam mengaudit perusahan ini auditor tidak begitu yakin dengan kesalahan
yang tidak disengaja dalam penagihan,pencatatan penjualan, penerimaaan kas piutang
usaha dan piutang tak tertagih, pencatatan di perusahan ini dilakukan kurang baik
karna kurangnya personel akuntansi dan ini tidak diatasi dengan kebijakan pihak
internal manajemen sehingga struktur pengendalian internal perusahaan sangat minim
dan memiliki risiko pengendalian yang lebih tinggi
2. Risiko inhern apa yang anda khawatikan?

yaitu suatu ukuran penilaian auditor atas kemungkinan terdapat salah saji material
dalam saldo akun, sebelum mempertimbangkan efektifitas pengendalian intern. Risiko
inhern yang dikhawatirkan yaitu kekurangan pegawai pada departemen akuntansi.
Kekurangan pegawai tersebut bisa merupakan indikasi dari kurangnya perhatian
manajemen terhadap pelaporan yang berkualitas, atau bahkan adanya minat yang
positif terhadap pelaporan yang berkualitas buruk.

3. Dalam audit terdapat siklus penjualan dan penagihan jenis pengujian apa yang
paling mungkin anda tekankan?

Tujuan keseluruhan dari audit siklus penjualan dan penagihan adalah mengevaluasi
apakah saldo akun yang dipengaruhi oleh siklus tersebut telah disajikan secara wajar
sesuai dengan prinsip – prinsip akuntansi yang diterima umum. maka pengujian yang
dilakukan lebih ditekankan pada pengujian substantif, karna dalam siklus penjualan
dan penagihan kas terdapat 5 kelas transaksi yang mempengaruhi laporan keuangan
yaitu penjualan baik tunai maupun kredit, penerimaan kas, retur danpengurangan
penjualan, penghapusan pitang tak tertagih, dan estimasi beban piutang tak tertagih,
untuk mengaudit/mencocokan saldo pada siklus penjualan auditor melakukan
pengujian dengan memilih sampel faktur penjualan dan melacak setiap faktur tersebut
apakah saldo sesuai dengan yang dicatat kedalam jurnal sedangkan untuk mencocokan
saldo pada piutang dilakukan dengan melukan konfirmasi baik negatif ataupun positif
sesuai dengan besarnya risiko pihak ketiga.

4. Untuk setiap hal berikut, jelaskan apakah anda berencana untuk menggunakan
pengujian tersebut berikan alasanya?

a. Pengujian pengendalian

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui suatu desain/operasi pengendalian intern


terutama bagi perusahaan nirlaba khususnya rumahsakit ini, pada kasus 16-34 jika
pengujian pengendalian digunakan maka sesuai dengan permasalah yang ada
dirumahsakit itu sendiri dimana mereka tidak melukan verivikasi dan kinerja yng
cermat dalam mencatat laporan keuangan khususnya penyajia  penagihan dan
penerimaan kas yang dikarenakan kurangnya personel akuntansi diperusahaan nirlaba
tersebut. Dari keterangan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa rumah sakit ini tidak
memiliki kebijakan dan prosedur yang efektif , sehinnga penekan dalam pengujian
pengendalian perlu untuk dilakukan.

b. Pengajuan substantif atas transaksi


Pengujian ini bertujuan untuk menentukan apakah transaksi akuntansi klien telah
dicatat dan diikhtisarkan dalam jurnal dengan benar dan dipostingkebukubesar dan
buku tambahan dengna benar. Dalam kasus diatas auditor tidak begitu yakin dengan
kesalahan yang tidak disengaja dalam penagihan, pencatatan penjualan, penerimaan
kas, piutang tak tertagih, ini sangat berpengaruh pada saldo buku besar sehingga
pengujian substantif atas transaksi perlu ditekankan untuk mengetahui dan mengecek
kesalah yang terjadi dalam pencatatan saldo setelah terjadinya transaksi dengan
mengotorisasi kembali bukti transaksi apakah telah sesuai dengan yang tertera pada
saldo.
c. Prosedur Analitis
Prosedur analitis dilakukan dalam tiga kesempatan selama penugasan audit yakni saat
perencanaan, pengujian dan penyelesaian audit, jika pengujian ditekankan pada
prosedur analitis maka banyak keuntungan yang akan diperoleh auditor jika dalam
melakukan prosedur analitiktelah sesuai dengan yang diharapkan yaitu sifat arsersi,
kelayakan dan kemampuan memprediksi suatu hubungan, tersedianya keandalan data,
dan ketpatan harapan maka auditor tidak perlu lagi menggunakan pengujian terhadap
transaksi asatu saldo akun rinci, sehingga biaya yang dikeluarkan relatif lebih rendah.

D. pengujian atas rincian saldo


Pengujian ini difokuskan untuk memperoleh secara langsung tentang suatu saldo
akun, pengujian ini memerlukan konfirmasi langsung oleh auditor dengan meminta
konfirmasi saldo kas klien kepada pihak ke-3, namu dalam kaus 16-34 pengujian atas
rincian saldo sulit dilakukan karna tingkat respon permintaan konfirmasi sangat
rendah,koresponden tidak mengetahui tujuan konfirmasi ini dan juga tidak
mengetahui saldo beredar klien .