Anda di halaman 1dari 10

Direktorat Watakeda Deputi Bidang PPKD

Le Meridien, Jakarta 25-26 Februari 2020

PENGELOLAAN RISIKO PADA


PEMERINTAH DAERAH
TATA CARA PELAKSANAAN WORKSHOP ​
MANAJEMEN

RISIKO
15.00

Analisis Dokumen Perencanaan ​15.00

s.d. 15.15

Pemaparan Hasil Analisis 15.15 s.d.


15.30

Penetapan Konteks ​16.00 s.d. 17.00


Rabu, 26 Februari 2020

Simulasi CEE dan Identifikasi Risiko

08.00 s.d. 11.00


1
Simulasi Analisis dan Evaluasi Risiko
2
•Peserta diwajibkan dapat membawa dan 11.00 s.d. 14.00

menganalisis dokumen RPJMD ​dan


Simulasi Kegiatan Pengendalian ​14.00
Renstra OPD pada salah satu Pemda yang

diampu.
s.d. 15.00

•Simulasi pengelolaan risiko akan


Simulasi Infokom dan Pemantauan
dilaksanakan pada salah satu Pemda

(dipilih berdasarkan indikator SMART) per 15.00 s.d. 16.00

masing-masing kelompok.
Simulasi Penyusunan Laporan ​16.00
Selasa, 25 Februari 2020
s.d. 17.00

Framework ​MR ​14.00 s.d. 14.30

Proses Pengelolaan Risiko ​14.30 s.d.


Program Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan Negara dan Pembangunan Nasional serta Pembinaan
Penyelenggaraan SPIP
Agenda Pembangunan 7 ​Arah kebijakan pembangunan ​Polhukhankam dan transformasi Pelayanan Birokrasi
Matriks Kementerian/Lembaga - BPKP
RPJMN 2020-2024
Menjaga stabilitas keamanan nasional
Sistem hukum nasional yang mantap
Reformasi kelembagaan birokrasi
Optimalisasi kebijakan luar negeri
Pelaksanaan Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan Negara dan Pembangunan Nasional serta Pembinaan
Penyelenggaraan SPIP
Konsolidasi demokrasi
Jumlah Kab/Kota dengan Indeks Penerapan Manajemen Risiko (MRI) pada level 3 dari skala 1 s.d. 5
5
Jumlah Badan Usaha dengan Indeks Penerapan Manajemen Risiko (MRI) ​

1 ​Jumlah kebijakan/pedoman pelaksanaan manajemen risiko


4

23 ​Jumlah Provinsi dengan Indeks Penerapan Manajemen Risiko (MRI) ​2


pada level 3 dari skala 1 s.d. 5
Jumlah K/L dengan Indeks Penerapan Manajemen Risiko (MRI) pada level 3 dari skala 1 s.d. 5

Indikator dalam RPJMN 2020-2024


Menjaga stabilitas keamanan nasional
RPJMN 2020-2024 ​
Matriks Kementerian/Lembaga ​ - BPKP ​Program Pengawasan Intern
Akuntabilitas Keuangan Negara dan Pembangunan Nasional serta Pembinaan Penyelenggaraan SPIP
Pelaksanaan Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan Negara dan Pembangunan Nasional serta Pembinaan
Penyelenggaraan SPIP
Agenda Pembangunan 7 ​Arah kebijakan pembangunan ​Polhukhankam dan transformasi Pelayanan Birokrasi
Jumlah Kab/Kota dengan Indeks Penerapan Manajemen Risiko (MRI) pada level 3 dari skala 1 s.d. 5
5
Jumlah Badan Usaha dengan Indeks Penerapan Manajemen Risiko (MRI) ​

1 ​Jumlah kebijakan/pedoman pelaksanaan manajemen risiko


4
2​
Jumlah ​ K/L dengan Indeks Penerapan Manajemen Risiko (MRI) pada level 3 dari skala 1 s.d. 5 ​3
Jumlah Provinsi dengan Indeks Penerapan Manajemen Risiko (MRI) ​2
pada level 3 dari skala 1 s.d. 5

Indikator dalam RPJMN 2020-2024


Sistem hukum nasional yang mantap
Reformasi kelembagaan birokrasi
Optimalisasi kebijakan luar negeri
Konsolidasi demokrasi

Indikator dan Indikasi Target dalam RPJMN 2020-2024


INDIKASI TARGET PROGRAM PRIORITAS (PP)/ KEGI

INDIKASI
PROYEK PRIORITAS ATAN PRIORITAS (KP)/ PROYEK
PENDANAAN
STRATEGIS (MAJOR PRIORITAS (PROP)/ PROYEK
(Rp. Miliar)
PROJECT)
INSTANSI 2020 2021 2022 2023 2024 PELAKSANA Prop : Penguatan pengelolaan reformasi birokrasi dan sistem ak
untabilitas kinerja organisasi
INDIKATOR
LOKASI
Persentase Intansi Pemerintah (K/L/D) dengan Indeks Penerapan Manajemen Risiko (Manajemen Risiko Indeks) Level 3
- K/L = 20,69% - Prov = 5% - Kab/Kota = 5%
-K/L = 42,53% - Prov = 15% - Kab/Kota = 10 %
- K/L = 56,32% Prov = 30% - Kab/Kota = 15 %
- K/L = 68,97% - Prov = 40% - Kab/Kota = 25 %
- K/L = 79,31% - Prov = 62% - Kab/Kota = 39 %
BPKP
Kebijakan/Pedoman Pelaksana an Manajemen Risiko
Jumlah kebijakan/pedoman pelaksanaan manajemen resiko
1 Kebijakan - - - - 2,3 Pusat BPKP
Penerapan Manajemen Risiko di Kementerian/Lembaga
Jumlah Kementerian/Lembaga dengan Indeks Penerapan Manajem en Risiko (Manajemen Risiko Indeks) pada level 3 dari Skala 1
s.d 5
K/L = 18 IP (20,69%)
K/L = 37 IP (42,53%)
K/L = 49 IP (56,32%)
K/L = 60 IP (66,97%)
K/L = 69 IP (79,31%)
60,8 Pusat BPKP
Penerapan Manajemen Risiko di Provinsi
Jumlah Provinsi dengan Indeks Penerapan Manajemen Risiko (Man ajemen Risiko Indeks) pada level 3 d ari Skala 1 s.d 5
Provinsi = 2 IP (5%)
Provinsi = 6 IP (15%)
Provinsi = 10 IP (30%)
Provinsi = 14 IP (40%)
Provinsi = 23 IP (62%)
15,6 Daerah BPKP
Penerapan Manajemen Risiko di Kab/Kota
Jumlah Kab/Kota dengan Indeks Penerapan Manajemen Risiko (Man ajemen Risiko Indeks) pada level 3 d ari Skala 1 s.d 5
Kab/kota = 25 IP (5%)
Kab/Kota = 51 IP (10%)
Kab/Kota = 76 IP (15%)
Kab/Kota = 127 IP (25%)
Kab/Kota = 200 IP (39%)
132,9 Daerah BPKP
Penerapan Manajemen Risiko di Badan Usaha (BUMN/D, BLU /D)
Jumlah Badan Usaha dengan Indeks Penerapan Manajemen Risiko (Manajemen Risiko Indeks) pada level 3 dari Skala 1 s.d 5
355 BU (16.74%)419 BU (19.75%)524 BU (24.71%)622 BU (29.33%)741 BU (34.94%) 182,4 Pusat
dan Daerah
BPKP
RTP digunakan untuk perbaikan pengendalian

5 UnsurSPIP
SPIP

ControlEnvironment Evaluation(​ CEE)

PKPTBerbasisRisiko IndikatorKinerja
PK APIP

Risiko digunakan untuk Penyusunan PPBR& TAO

TujuandanSasaran Pemda
Identifikasi Risiko
AuditBerbasisRisiko padaOPD

AnalisisRisikodan PerumusanRTP
MR
RTP digunakan untuk perbaikan pengendalian
KegiatanPengendalian PadaOPD
Tingkat kematangan MR menjadi pertimbangan pembobotan RR dan FR
- Menambah kegiatan pengendalian - Memperkuat pengendalian yang ada - Menegaskan kembali pengendalian
berbasis risiko

SPIP
ControlEnvironment Evaluation(​ CEE)
TujuandanSasaran Pemda
PKPTBerbasisRisiko IndikatorKinerja
Identifikasi Risiko
AuditBerbasisRisiko padaOPD
AnalisisRisikodan PerumusanRTP
Dinas A Dinas B
MR
Penentuan prioritas ​auditable units

PK APIP
Risiko digunakan untuk Penyusunan PPBR& TAO
GAMBARAN UMUM

PENGELOLAAN RISIKO PADA PEMERINTAH


DAERAH

2 ​3
PERENCANAAN DAN akan dilakukan penilaian risikonya
• Tujuan: memperoleh informasi
RISIKO tujuan/sasaran dan indikator kinerja
yang sebenarnya
• Dalam tahap ini ditetapkan
• Keluaran yang diharapkan: daftar
tujuan-tujuan pada tingkat strategis
tujuan/sasaran, indikator kinerja pada
Pemda, tingkat
tingkat strategis Pemda, OPD, dan
Alur Penetapan Konteks/tujuan tingkat kegiatan yang sudah
strategis (entitas) OPD, dan tingkat terkonfirmasi
operasional OPD yang selanjutnya

​ ​Tahun​2019
*PeraturanDeputiPPKDNomor4

PERMASALAHAN YANG SERING


DITEMUKAN TERKAIT PERENCANAAN
KINERJA
Penetapan Konteks/Tujuan dan Identifikasi Risiko
Contoh tahapan proses: 1. Kegiatan Pengendalian; 2. Informasi dan Komunikasi; dan 3.
Pemantauan.
akan disampaikan secara simultan pada saat simulasi dengan menggunakan data dari
dokumen RPJMD dan Renstra salah satu Pemda yang diampu oleh Perwakilan.
Sasaran RPJMD Kota Kita
Terbangunnya pembangunan kota yang berwawasan lingkungan sebagai perwujudan kota yang asri dan lestari
Indikator Kinerja
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH = 30% IPA x 30%IPU x 40 %ITH)
RisikoStrategis Pemkot
Risiko ​1. Pencemaranairsungaiolehsampahrumahtanggadanindustri. 2.
PencemaranairsungaiolehlimbahB3.
Strategis Pemkot
Sasaran1: Pengurangan volume sampah di wilayah kota
Sasaran2:Peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup
% cakupan pelayanan penanganan kasus limbah B3
Kesalahan metode pelayanan
Risiko
penanganan limbah B3 ​
Strategis OPD
Integrasi Risiko
Indikator: Jumlah pusat perbelanjaan
Strategis​& ​Operasional ​yang melaksanakan pembatasan penggunaan plastik dan styrofoam
Risiko Operasional ​Renstra Dinas LHK ​1. Pengurangan sampah sekali pakai 2. % pengurangan timbulan sampah
S​1 ​IKU S​2
Penggunaan bahan kemasan 3R (reuse, reduce, recycle) rendahKegiatan: Pengawasan Pembatasan
Kegiatan: Pembangunan TPS Limbah B3 Penggunaan Plastik dan Styrofoam
Skala Kota dan Sarana Penunjangnya ​Indikator: Penurunan jumlah kejadian pembuangan limbah B3 Ke
daerah aliran sungai
perbelanjaansangatrendah Komitmenpemilikpusat

Pembebasanlahanterhambat
Jumlah pusat perbelanjaan yang
Kekeliruandalampemilihanlokasi ​diawasi tidak signifikan(minim)
pembangunan TPS Limbah B3

TAHAPAN PROSES PENGELOLAAN ​RISIKO


PEMERINTAH DAERAH
PENILAIAN RISIKO

a. Penetapan Konteks/Tujuan
IDENTIFIKASI KELEMAHAN LIPENG 1) Menetapkan konteks/tujuan; 2)
Persiapan penilaian risiko;
1) Menetapkan konteks/tujuan; 2)
a. Persiapan penilaian kelemahan Persiapan penilaian risiko;
Lipeng;

b. Identifikasi Risiko
b. Penilaian awal atas kelemahan
b. Identifikasi Risiko
melalui
Berbagai risiko yang mengancam
reviu dokumen;
pencapaian tujuan diidentifikasi dengan
melibatkan pihak terkait.
c. Survei terhadap lingkungan Berbagai risiko yang mengancam
pengendalian melalui CEE; pencapaian tujuan diidentifikasi dengan
melibatkan pihak terkait.

1​2
c. Analisis Risiko
d. Simpulan kelemahan Lipeng. 1) Melakukan analisis dampak dan
kemungkinan risiko; 2) Melakukan validasi risiko; 3) Melakukan evaluasi pengendalian
yang ada dan yang dibutuhkan; 4) Menyusun RTP.
TAHAPAN PROSES PENGELOLAAN ​RISIKO
PEMERINTAH DAERAH

3​4
PEMANTAUAN
PEMANTAUAN

INFORMASI DAN KOMUNIKASI

5
a. Pemantauan atas implementasi
Pengomunikasian pengendalian
a. Pemantauan atas implementasi
yang dibangun dan hasil dari tiap
pengendalian;
tahapan pengelolaan risiko.
KEGIATAN PENGENDALIAN

b. Pemantauan kejadian risiko;


a. Penyusunan atau penyempurnaan
kebijakan dan prosedur
pengendalian;
c. Memantau pelaksanaan tiap
tahapan
b. Pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan risiko.
prosedur
pengendalian.
TERIMA ​ “​ DELIVERED

EFFECTIVE KASIH

ACCOUNTABLE


Link simulasi bit.ly/KKWorkshopMR_masing-masing
Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan
Daerah Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan