Anda di halaman 1dari 13

TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

A. Pendahuluan
Modul ini berisi bahan ajar tentang:
1. Fakta, berupa contoh-contoh Teks laporan hasil observasi.
2. Konsep, (berupa struktur teks laporan laporan hasil observasi, fungsi teks laporan hasil
observasi, isi teks laporan hasil observasi, kalimat definisi dalam teks laporan.
3. Prinsip (Teks laporan yang ideal, Meringkas isi teks laporan hasil observasi, Menata
struktur teks laporan hasil observasi, Menanggapi teks laporan hasil observasi, Membuat
teks laporan hasil observasi.
4. Prosedur (Teknik meringkas isi teks laporan hasil observasi, Teknik menata struktur teks
laporan hasil observasi, Teknik menanggapi teks laporan hasil observasi, Teknik
membuat teks laporan hasil observasi.
B. Kompetensi Inti

KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual,


konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan
bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4: Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta
bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah
keilmuan
C. Kompetensi Dasar
3.1 Mengidentifikasi teks laporan hasil observasi yang dipresentasikan dengan lisan dan
tulis.
4.1 Menginterpretasi isi teks laporan hasil observasi berdasarkan interpretasi baik secara
lisan maupun tulis.
3.2 Menganalisis isi dan aspek kebahasaan dari minimal dua teks laporan hasil observasi
4.2 Mengonstruksi teks laporan hasil observasi dengan memerhatikan isi dan aspek
kebahasaan.
D. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.1.1 Mengidentifikasi isi teks laporan hasil observasi
1
3.1.2 Menjelaskan ringkasan isi pokok teks laporan hasil observasi
3.1.3 Menyimpulkan fungsi laporan hasil observasi
4.1.1 Melengkapi isi teks laporan hasil observasi
4.1.2 Mengidentifikasi kesalahan isi teks laporan hasil observasi
4.2.1 Melengkapi gagasan pokok dan gagasan penjelas
4.2.2 Menyusun teks laporan hasil observasi dengan memerhatikan isi dan aspek
kebahasaan.
3.2.1 Menganalisis Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi
3.2.2 Menganalisis kesalahan berbahasa dalm teks laporan hasil observasi.
4.2.1 Melengkapi gagasan pokok dan gagasan penjelas
4.2.2 Menyusun teks laporan hasil observasi dengan memerhatikan isi dan aspek
kebahasaan.
E. Tujuan pembelajaran
Selama dan setelah mengikuti proses pembelajaran ini peserta didik diharapkan dapat :
1. Memahami isi teks laporan hasil observasi
2. Memahami ringkasan isi pokok teks laporan hasil observasi
3. Menyimpulkan fungsi laporan hasil observasi
4. Memahami struktur teks laporan hasil observasi
5. Memahami isi teks laporan hasil observasi
6. Memahami kesalahan isi teks laporan hasil observasi
7. memahami Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi
8. Memahami kesalahan berbahasa dalm teks laporan hasil observasi.
9. Memahami Teks laporan hasil observasi
10. Memahami gagasan pokok dan gagasan penjelas
11. Memahami teks laporan hasil observasi dengan memperhatikan isi dan kebahasaan

F. Materi Pokok/Uraian Materi

1. Contoh Teks Laporan Hasil Observasi


Wayang
Wayang adalah seni pertunjukan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya asli
Indonesia. UNESCO, lembaga yang mengurusi kebudayaan dari PBB, pada 7 November
2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukan bayangan boneka tersohor berasal dari
Indonesia. Wayang merupakan warisan mahakarya dunia yang tidak ternilai dalam seni
bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).
2
Para wali songo, penyebar agama Islam di Jawa sudah membagi wayang menjadi tiga.
Wayang kulit di Timur, wayang wong atau wayang orang di Jawa Tengah, dan wayang
golek atau wayang boneka di Jawa Barat. Penjenisan tersebut disesuaikan dengan
penggunaan bahan wayang. Wayang kulit dibuat dari kulit hewan ternak, misalnya kulit
kerbau, sapi, atau kambing. Wayang wong berarti wayang yang ditampilkan atau
diperankan oleh orang. Wayang golek adalah wayang yang menggunakan boneka kayu
sebagai pemeran tokoh. Selanjutnya, untuk mempertahankan budaya wayang agar tetap
dicintai, seniman mengembangkan wayang dengan bahan-bahan lain, antara lain wayang
suket dan wayang motekar.
Wayang kulit dilihat dari umur, dan gaya pertunjukannya pun dibagi lagi menjadi
bermacam jenis. Jenis yang paling terkenal, karena diperkirakan memiliki umur paling tua
adalah wayang purwa. Purwa berasal dari bahasa Jawa, yang berarti awal. Wayang ini
terbuat dari kulit kerbau yang ditatah, dan diberi warna sesuai kaidah pulasan wayang
pendalangan, serta diberi tangkai dari bahan tanduk kerbau bule yang diolah sedemikian
rupa dengan nama cempurit yang terdiri dari: tuding dan gapit.
Wayang wong (bahasa Jawa yang berarti ‘orang’) adalah salah satu pertunjukan wayang
yang diperankan langsung oleh orang. Wayang orang yang dikenal di suku Banjar adalah
wayang gung, sedangkan yang dikenal di suku Jawa adalah wayang topeng. Wayang
topeng dimainkan oleh orang yang menggunakan topeng. Wayang tersebut dimainkan
dengan iringan gamelan dan tari-tarian. Perkembangan wayang orang pun saat ini
beragam, tidak hanya digunakan dalam acara ritual, tetapi juga digunakan dalam acara
yang bersifat menghibur.
Selanjutnya, jenis wayang yang lain adalah wayang golek yang mempertunjukkan
boneka kayu. Wayang golek berasal dari Sunda. Selain wayang golek Sunda, wayang yang
terbuat dari kayu adalah wayang menak atau sering juga disebut wayang golek menak
karena cirinya mirip dengan wayang golek. Wayang tersebut pertama kali dikenalkan di
Kudus. Selain golek, wayang yang berbahan dasar kayu adalah wayang klithik. Wayang
klithik berbeda dengan golek. Wayang tersebut berbentuk pipih seperti wayang kulit. Akan
tetapi, cerita yang diangkat adalah cerita Panji dan Damarwulan. Wayang lain yang terbuat
dari kayu adalah wayang papak atau cepak, wayang timplong, wayang potehi, wayang
golek techno, dan wayang ajen.
Perkembangan terbaru dunia pewayangan menghasilkan kreasi berupa wayang suket.
Jenis wayang ini disebut suket karena wayang yang digunakan terbuat dari rumput yang
dibentuk menyerupai wayang kulit. Wayang suket merupakan tiruan dari berbagai figur

3
wayang kulit yang terbuat dari rumput (bahasa Jawa: suket). Wayang suket biasanya dibuat
sebagai alat permainan atau penyampaian cerita pewayangan kepada anak-anak di desa-
desa Jawa.
Dalam versi lebih modern, terdapat wayang motekar atau wayang plastik berwarna.
Wayang motekar adalah sejenis pertunjukan teater bayang-bayang atau serupa wayang
kulit. Namun, jika wayang kulit memiliki bayangan yang berwarna hitam saja, wayang
motekar menggunakan teknik terbaru hingga bayang- bayangnya bisa tampil dengan
warna-warni penuh. Wayang tersebut menggunakan bahan plastik berwarna, sistem
pencahayaan teater modern, dan layar khusus.
Semua jenis wayang di atas merupakan wujud ekspresi kebudayaan yang dapat
dimanfaatkan dalam berbagai kehidupan antara lain sebagai media pendidikan, media
informasi, dan media hiburan. Wayang bermanfaat sebagai media pendidikan karena isinya
banyak memberikan ajaran kehidupan kepada manusia. Pada era modern ini, wayang juga
banyak digunakan sebagai media informasi. Ini antara lain dapat kita lihat pada pagelaran
wayang yang disisipi informasi tentang program pembangunan seperti keluarga berencana
(KB), pemilihan umum, dan sebagainya.Yang terakhir, meski semakin jarang, wayang
masih tetap menjadi media hiburan.
(Sumber: http://istiqomahalmaky.blogspot.co.id)

2. Pengertian Laporan Hasil Observasi

Teks Laporan Hasil Observasi adalah teks yang menjelaskan informasi mengenai
sesuatu, baik itu hewan, tumbuhan, alam, fenomena sosial, hasil karya manusia, dan/atau
fenomena alam sesuai fakta dengan klasifikasi kelas dan subkelas yang ada di dalamnya
berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan.
Masih belum paham ?
Singkatnya, teks LHO adalah sebuah teks yang akan memaparkan hasil observasi secara
sistematik dan objektif berdasarkan kenyataan/fakta yang ada.
Teks jenis ini juga mendeskripsikan mengenai bentuk, ciri, dan/atau sifat umum suatu
objek. Objek tersebut dapat berupa manusia, benda, hewan, tumbuhan, atau berbagai
peristiwa yang terjadi di dunia ini.
Teks yang mengemukakan fakta-fakta yang diperoleh melalui pengamatan itulah yang
dimaksud dengan Teks Laporan Hasil Observasi. Dengan teks tersebut , pembaca
memperoleh sejumlah pengetahuan ataupun wawasan, bukan hasil imajinasi.

4
3. Fungsi Teks LHO
Fungsi tek LHO bermacam-macam sesuai dengan situasi dan kondisi teks itu dibuat. Ada
beberapa fungsi teks LHO yang biasa ada di masyarakat, di antaranya adalah:
1) Melaporkan tanggung jawab sebuah tugas dan kegiatan pengamatan.
2) Memberitahukan kepada pihak berwenang atau terkait suatu informasi dan kemudian
dijadikan dasar penyusunan kebijakan.
3) Sebagai sumber informasi terpercaya.
4) Menjelaskan dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan dan/atau pemecahan masalah
dalam pengamatan.
5) Sarana untuk pendokumentasian.

4. Struktur Teks LHO


Setiap teks pasti memiliki struktur dan unsur pembangun. Demikian pula dengan teks
laporan hasil observasi. Teks laporan hasil observasi disusun dengan struktur:
a. Pernyataan umum atau klasifikasi. Pernyataan umum berisi pembuka atau pengantar hal
yang akan disampaikan. Bagian ini berisi hal umum tentang objek yang akan dikaji,
menjelaskan secara garis besar pemahaman tentang hal tersebut.
b. Deskripsi bagian. Penjelasan detail mengenai objek atau bagian-bagiannya terdapat
pada deskripsi bagian.
c. Deskripsi manfaat. Deskripsi manfaat menunjukkan bahwa setiap objek yang diamati
memiliki manfaat atau fungsi dalam kehidupan.

Perhatikan contoh analisis struktur teks tersebut dalam tabel berikut ini.
Bagian
Isi Analisis
Struktur
Pernyataan Wayang adalah seni pertunjukan yang telah Pernyataan
umum atau ditetapkan sebagai warisan budaya asli Indonesia. Umum
klasifikasi UNESCO, lembaga yang membawahi kebudayaan dari
PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang
sebagai pertunjukan bayangan boneka tersohor dari
Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia yang tidak
ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and
Intangible Heritage of Humanity).

5
Wayang adalah seni pertunjukan yang telah ditetapkan Pengklasifi-
sebagai warisan budaya asli Indonesia. UNESCO, kasian
lembaga yang membawahi kebudayaan
dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang
sebagai pertunjukan bayangan boneka tersohor dari
Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia yang tidak
ternilai dalam seni bertutur (Masterpiece of Oral and
Intangible Heritage of Humanity).

Deskripsi Wayang kulit dilihat dari umur, dan gaya Deskripsi tentang
Bagian pertunjukannya pun dibagi lagi menjadi bermacam salah satu jenis
jenis. Jenis yang paling terkenal, karena diperkirakan wayang
memiliki umur paling tua adalah wayang purwa.
Purwa berasal dari bahasa Jawa, yang berarti awal.
Wayang ini terbuat dari kulit kerbau yang ditatah,
dan diberi warna sesuai kaidah pulasan wayang
pendalangan, diberi tangkai dari bahan tanduk kerbau
bule yang diolah sedemikian rupa dengan nama
cempurit yang terdiri dari: tuding dan gapit. Cerita
yang biasanya digunakan adalah Ramayana dan
Mahabharata. Wayang purwa terdiri atas beberapa
gaya atau gagrak seperti, gagrak Kasunanan,
Mangkunegaraan; Ngayogyakarta, Banyumasan,
Jawatimuran, Kedu, Cirebon dan sebagainya. Selain
wayang
purwa jenis wayang kulit yang lain yaitu: wayang madya
wayang gedog wayang dupara, wayang wahyu, wayang
suluh, wayang kancil, wayang calonarang, wayang
krucil; wayang ajen; wayang sasak, wayang sadat,
wayang parwa wayang arja, wayang gambuh, wayang
cupak dan wayang beber yang saat ini masih
berkembang di Pacitan

Deskripsi Wayang wong (bahasa Jawa yang berarti ‘orang’) adalah Deskripsi tentang
Bagian salah satu pertunjukan wayang yang diperankan langsung salah satu jenis
oleh orang. Wayang orang yang dikenal di suku Banjar wayang
adalah wayang gung, sedangkan yang dikenal di suku
Jawa adalah wayang topeng. Wayang topeng dimainkan
oleh orang yang menggunakan topeng. Wayang tersebut
dimainkan dengan iringan gamelan dan tari-tarian.
Perkembangan wayang orang pun saat ini beragam, tidak
hanya digunakan dalam acara ritual, tetapi juga digunakan
dalam acara yang bersifat menghibur.

6
Deskripsi Selanjutnya, jenis wayang yang lain adalah wayang golek Deskripsi tentang
Bagian yang mempertunjukkan boneka kayu. Wayang golek salah satu jenis
berasal dari Sunda. Wayang ini disebut juga sebagai wayang
wayang thengul. Selain wayang golek Sunda, wayang
yang terbuat dari kayu adalah wayang menak atau sering
juga disebut wayang golek menak karena cirinya mirip
dengan wayang golek. Wayang tersebut pertama kali
dikenalkan di Kudus. Selain golek, wayang yang
berbahan dasar kayu adalah wayang klithik. Wayang
klithik berbeda dengan golek. Wayang tersebut
berbentuk pipih seperti wayang kulit. Akan tetapi, cerita
yang diangkat adalah cerita Panji dan Damarwulan.
Wayang lain yang terbuat dari kayu adalah wayang
papak atau cepak, wayang timplong, wayang potehi,
wayang golek techno, dan wayang ajen.
Deskripsi Perkembangan terbaru dunia pewayangan menghasilkan Deskripsi tentang
Bagian kreasi berupa wayang suket. Disebut wayang suket salah satu jenis
karena wayang yang digunakan terbuat dari rumput wayang
yang dibentuk menyerupai wayang kulit. Wayang suket
merupakan tiruan dari berbagai figur wayang kulit yang
terbuat dari rumput (bahasa Jawa: suket). Wayang suket
biasanya dibuat sebagai alat permainan atau
penyampaian cerita pewayangan kepada anak-anak di
desa-desa Jawa.
Deskripsi Dalam versi lebih modern, terdapat wayang motekar Deskripsi tentang
Bagian atau wayang plastik berwarna. Wayang motekar salah satu jenis
adalah sejenis pertunjukan teater bayang-bayang wayang
atau serupa wayang kulit. Akan tetapi, jika wayang
kulit memiliki bayangan yang berwarna hitam saja,
wayang motekar menggunakan teknik terbaru
hingga bayang-bayangnya bisa tampil dengan warna-
warni penuh. Wayang motekar ditemukan dan
dikembangkan oleh Herry Dim setelah melewati
eksperimen lebih dari delapan tahun (1993 –
2001). Wayang tersebut menggunakan bahan plastik
berwarna, sistem pencahayaan teater modern, dan
layar khusus.

Deskripsi Semua jenis wayang di atas merupakan wujud Manfaat wayang


Manfaat ekspresi kebudayaan yang dapat dimanfaatkan
dalam berbagai kehidupan antara lain sebagai
media pendidikan, media informasi, dan media
hiburan. Wayang bermanfaat sebagai media
pendidikan karena isinya banyak memberikan ajran-
ajaran kehidupan kepada manusia. Pada era modern
ini, wayang juga banyak digunakan sebagai media
informasi. Ini antara lain dapat kita lihat dari
pagelaran wayang yang disisipi
informasi tentang program pembangunan seperti
keluarga berencana (KB), pemilihan umum, dan
sebagainya.Yang terakhir, meski semakin jarang,
wayang masih tetap menjadi media hiburan.

7
Membangun Pernyataan Umum dan Klasifikasi
Penyajian tiap-tiap bagian struktur teks laporan hasil observasi bisa berbeda- beda,
terutama pada deskripsi bagian. Hal ini disebabkan adanya perbedaan dasar klasifikasi objek
yang dilaporkan.
Perhatikan contoh bagian pernyataan umum dan pengklasifikasian berikut ini.
Kutipan 1
Paus adalah satu dari sekian banyak ikan yang istimewa. Mamalia laut, bertubuh besar,
cerdas dan hidup bebas di samudera. Cara bernapasnya juga istimewa. Kalau makhluk laut lain
bernapas dengan insang, maka paus menggunakan paru-parunya. Berdasarkan ada atau tidak
giginya, paus terbagi menjadi dua kategori yaitu paus bergigi dan baleen atau balin atau paus
yang tidak bergigi. Dikutip dari http://www.ngasih.
com dengan penyesuaian.
Kutipan 2
Sungai adalah aliran air yang besar dan memanjang yang mengalir secara terus- menerus
dari hulu (sumber) menuju hilir (muara). Sungai konsekuen adalah sungai yang arah
alirannya sesuai dengan kemiringan batuan. Sungai sbsekuen adalah sungai yang arah aliran
airnya tegak lurus dengan sungai konsekuen.Sungai obsekuen merupakan anak sungai
subsekuen yang arah alirannya berlawanan dengan kemiringan batuan. Sungai resekuen
merupakan anak sungai subsekuen yang arah alirannya searah dengan kemiringan batuan.
Sungai insekuen merupkan sungai yang arah alirannya teratur dan tidak terikat lapian batuan
yang dilaluinya.

Di antara dua kutipan teks tersebut, kutipan kesatu menggunakan pernyataan umum dan
pengklasifikasian yang jelas, sedangkan kutipan kedua meskipun menyatakan pernyataan
umum, tetapi dasar pengklasifikasiannya tidak ada.
Pernyataan umum biasanya disajikan dalam kalimat definisi. Kalimat definisi seringkali
mengggunakan konjungsi adalah, ialah, yakni, merupakan, dan yaitu.
a. Paus adalah satu dari sekian banyak ikan yang istimewa.
b. Wayang adalah seni pertunjukan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya asli
Indonesia.
Selanjutnya, pelajarilah bagaimana cara membuat pengklasifikasian yang baik.
Pengklasifikasian sebuah objek yang baik harus menyebutkan dasar pengklasifikasian dan

8
jumlah keanggotaannya. Pada kutipan satu di atas pengklasifikasian ikan paus dapat dilihat
dalam kalimat:
Berdasarkan ada atau tidak giginya, paus terbagi menjadi dua kategori yaitu paus bergigi
dan baleen atau balin atau paus yang tidak bergigi.
Dalam kalimat di atas pengklasifikasian paus disajikan dengan mencantumkan tiga hal yaitu
(a) objek yang dilaporkan yaitu pas,
(b) dasar pengelompokan, dan
(c) jumlah anggota objek.
Membangun Deskripsi Bagian
Deskripsi bagian yang baik disajikan mengikuti urutan pengklasifikasian. Apabila
pada bagian pernyataan umum terdapat kalimat definisi dan kalimat pengklasifikasian, dalam
bagian deskripsi kamu akan mendapatkan kalimat deskripsi.
Perhatikan contoh kalimat di bawah ini.
1) Wayang ini terbuat dari kulit kerbau yang ditatah, dan diberi warna sesuai kaidah pulasan
wayang pendalangan, diberi tangkai dari bahan tanduk kerbau bule yang diolah sedemikian
rupa dengan nama cempurit yang terdiri dari: tuding dan gapit.
2) Wayang topeng dimainkan oleh orang yang menggunakan topeng
3) Wayang tersebut dimainkan dengan iringan gamelan dan tari-tarian.
Membangun Deskripsi Manfaat
Teks LHO biasanya diakhiri dengan deskripsi manfaat. Manfaat objek yang diobservasi
tersebut dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Pada teks Wayang, deskripsi manfaat
dinyatakan dalam paragraph terakhir.

5. Kebahasaan Teks LHO


1. Kata dan frasa verba serta nomina
Jenis kata dan kelompok kata (frasa) yang dominan digunakan dalam sebuah teks
laporan hasil observasi adalah verba (kata kerja) dan nomina (kata benda). Pahami dahulu
perbedaan antara kata dan frasa. Kata berbentuk morfem atau morf bebas, yaitu satuan
bahasa terkecil (dapat memiliki arti maupun tidak) yang bersifat bebas. Frasa
merupakan unsur yang lebih luas, yaitu kelompok kata nonpredikatif, hanya menduduki
satu fungsi dalam sebuah kalimat.
2. Afiksasi
Sebuah kata dalam teks dapat berupa kata dasar atau kata turunan. Kata turunan
terbentuk melalui afiksasi, yaitu proses pengimbuhan. Suatu kata yang melalui

9
afiksasi bisa saja berubah jenis. Sebagai contoh, suatu jenis verba suatu ketika muncul
sebagai nomina dengan hanya menambah atau mengubah imbuhan. Suatu kata dasar
dapat berubah menjadi verba jika diberi imbuhan me(N)-, be(R)-, di-, bahkan terkadang
ter- atau ke-an. Sementara itu, kata dasar yang sama dapat berubah menjadi nomina jika
diberi imbuhan pe(N)-, pe(R)-, -an, atau terkadang ke-an.
3. Kalimat Simpleks dan Komples
Kalimat dalam sebuah teks dapat dibentuk hanya oleh satu klausa, yaitu bagian
kalimat yang mengandung subjek dan predikat (predikatif ). Kalimat yang hanya
memiliki satu klausa disebut sebagai kalimat simpleks atau biasa disebut pula sebagai
kalimat tunggal.
Berikut adalah contoh kalimat simpleks dengan bermacam pola:
a. Ada beragam jenis topeng di museum ini.
P S K

b. Kelelawar merupakan hewan unik.


S P Pel

c. Wayang tersebut berbentuk pipih seperti wayang ku lit.


S P O K

4. Kaidah Teks LHO berdasarkan kebahasaan


a. Banyak menggunakan kata benda atau peristiwa umum sebagai objek utama
pemaparannya.
b. Banyak menggunakan kata kerja material atau kata kerja yang menunjukan
tindakan suatu benda, binatang, manusia, atau peristiwa.
c. Banyak menggunakan kopula yakni kata adalah, merupakan, yaitu
d. Banayak menggunakan kata yang menyatakan pengelompokan, perbedaan,
persamaan.
e. Banyak menggunakan kata yang menggambarkan sifat atau perilaku benda, orang,
suatu kejadian
f. Banyak menggunakan kata-kata teknis (istilah ilmiah) berkaitan dengan tema atau
isi teks.
g. Banyak melesapkan kata yang mengatasnamakan penulis. Kata-kata saya, kami,
penulis sering dihilangkan digantikan oleh bentuk kalimat pasif.

10
G. Rangkuman
1. Teks laporan hasil observasi disusun dengan struktur berikut:
a. Pernyatan umum atau klasifikasi
b. Deskripsi bagian
c. Deskripsi manfaat
2. Pernyataan umum berisi pengantar hal yang akan disampaikan. Bagian ini berisi hal
umum tentang objek yang akan dikaji, menjelaskan secara garis besar pemahaman
tentang hal tersebut
3. Diskripsi bagian berisi uraian detil mengenai objek ayau bagian-bagiannya. Deskripsi
manfaat menunjukan bahwa setiap objek yang diamati memiliki manfaat atau fungsi
dalam kehidupan.
4. Kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi antara lain:
a. Penggunaan kata atau frasa nomina
b. Pembentukan nomina dan verba turunan dengan afiksasi
c. Penggunaan kalimat definisi dalam kalimat deskripsi
d. Kalimat kompleks dan simpleks.
H. Evaluasi
Tugas 1
Jawablah pertanyaan di bawah ini terkait isi laporan Wayang tersebut!
1. Informasi apa saja yang disampaikan dalam teks tersebut?
2. Apakah wayang itu?
3. Ada berapa jenis wayang berdasarkan bahan pembuatannya?
4. Apa sebutan dari wayang yang muncul pertama kali?
5. Apakah fungsi dari pertunjukkan wayang?
6. Apa yang dimaksud dengan wayang motekar?
7. Mengapa wayang ditetapkan sebagai mahakarya dunia?
8. Ada berapa jenis wayang berdasarkan bahan pembuatannya?
9. Apa manfaat wayang bagi pengembangan warisan budaya?
10. Mengapa teks tersebut digolongkan teks laporan hasil observasi?
Tugas 2
Bacalah Teks di bawah ini, lalu jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
Mengenal Suku Badui

11
Orang Kanekes atau orang Badui adalah suatu kelompok masyarakat adat sub-etnis
Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Masyarakat Suku Badui di Banten termasuk
salah satu suku yang menerapkan isolasi dari dunia luar. Itulah salah satu keunikan
Suku Badui. Sehingga wajar mereka sangat menjaga betul ‘pikukuh’ atau ajaran mereka,
entah berupa kepercayaan dan kebudayaan.
Badui Dalam belum mengenal budaya luar dan terletak di hutan pedalaman. Karena
belum mengenal kebudayaan luar, suku Badui Dalam masih memilikibudaya yang
sangat asli. Mereka dikenal sangat taat mempertahankan adat istiadat dan warisan nenek
moyangnya. Mereka memakai pakaian yang berwarna putih dengan ikat kepala putih
serta membawa golok. Pakaian Suku Badui Dalam pun tidak berkancing atau kerah.
Uniknya, semua yang dipakai Suku Badui Dalam adalah hasil produksi mereka sendiri.
Biasanya para perempuan yang bertugas membuatnya. Mereka dilarang memakai
pakaian modern. Selain itu, setiap kali bepergian, mereka tidak memakai kendaraan
bahkan tidak memakai alas kaki dan terdiri dari kelompok kecil berjumlah 3-5 orang.
Mereka dilarang menggunakan perangkat teknologi, seperti HP dan TV.
Suku ini memiliki kepercayaan yang dikenal Sunda Wiwitan (sunda: berasal dari
suku sunda, Wiwitan : Asli). Kepercayaan ini memuja arwah nenek moyang (animisme)
yang pada selanjutnya kepercayaan mereka mendapat pengaruh dari Budha dan
Hindu. Kepercayaan suku ini merupakan refleksi kepercayaan masyarakat Sunda
sebelum masuk agama Islam.
Hingga saat ini, suku Badui Dalam tidak mengenal budaya baca tulis. Yang mereka tahu,
ialah aksara Hanacaraka (aksara Sunda). Anak-anak Suku Badui dalam pun tidak
bersekolah, kegiatannya hanya sekitar sawah dan kebun. Menurut meraka inilah cara
mereka melestarikan adat leluhurnya. Meskipun sejak pemerintahan Soeharto sampai
sekarang sudah diadakan upaya untuk membujuk mereka agar mengizinkan pembangunan
sekolah, tetapi mereka selalu menolak. Sehingga banyak cerita atau sejarah mereka hanya
ada di ingatan atau cerita lisan saja.
Badui Luar merupakan orang-orang yang telah keluar dari adat dan wilayah Badui
Dalam. Ada beberapa hal yang menyebabkan dikeluarkanya warga Badui Dalam ke
Badui Luar. Pada dasarnya, peraturan yang ada di Badui Luar dan Badui dalam itu
hampir sama, tetapi Badui Luar lebih mengenal teknologi dibanding Badui Dalam.
Sumber: http://faidatulhikmah.blogspot.co.id dengan penyesuaian

1. Sebutkan bagian pernyataan umum, deskripsi bagian, dan deskripsi manfaat yang
terdapat pada bacaan di atas!
2. Tulislah dua contoh kalimat definisi pada bacaan di atas!
3. Tulislah dua contoh kalimt deskripsi pada teks di atas!
4. Tulislah 3 contoh frasa nomina dan frasa verba yang terdapat dalam bacaan di atas!
5. Tulislah 5 contoh kata yang mengalami afiksasi!
6. Tulislah satu contoh kalimat simpleks dan kompleks pada bacaan di atas!
7. Sebutkan gagasan pokok paragraph kesatu dan kedua dari teks tersebut di atas!
8. Dari gagasan pokok yang ada pada paragraph kesatu dan kedua tersebut, tentukanlah
gagasan penjelasnya!
12
Tugas 3
Kamu sudah berlatih mengembangkan gagasan menjadi paragraf.
Untuk menambah pemahaman kamu tentang teks laporan hasil
observasi, buatlah sebuah teks laporan hasil observasi secara individu!
Kamu bisa mengonsultasikan tema yang akan kamu kembangkan dengan
guru di kelasmu.
1. Guru menyampaikan langkah-langkah berikut ini pada siswa.
2. Menentukan objek yang akan diamati!
3. Menyusun jadwal observasi yang akan dilakukan.
4. Melakukan observasi terhadap objek tersebut dengan menyiapkan
pertanyaan atau poin-poin pengamatan terlebih dahulu.
5. Mencatat hasil observasi kamu. Bila memungkinkan siswa diminta
mengambil foto dan videokan observasi.
6. Menyusun teks laporan hasil observasimu dengan memperhatikan
ketepatan isi, struktur, dan kaidah kebahasaannya.
7. Presentasikan teks laporan hasil observasi di hadapan teman-temannya.

13