Anda di halaman 1dari 3

BAB II

PEMBAHASAN

2.2. Kisi Balik (Reciprocal Lattice)

2.2.1. Vektor Kisi Balik (resiprok)

Kita membangun sumbu vektor b1, b2 dan b3 untuk kisi balik dengan hubungan

(22)

Setiap vektor yang didefinisikan oleh Persamaan (2.2) adalah ortogonal dengan dua sumbu
vektor kisi kristal. Sifat-sifat dari b1, b2 dan b3 adalah bahwa

(23)

Dimana berlaku aturan δ ij =1 jikai= j , α =0 °dan δ ij =0 jika i ≠ j. α =−90 °

Titik dalam kisi balik dipetakan dengan seperangkat vektor dalam bentuk vektor

kisi balik G :

G=v 1 b 1+ v 2 b2 +v 3 b3 (24)

2.2.2. Kisi Resiprok dari kisi simple cubic (sc)

Vektor basis dari kekisi kubus sederhana adalah

(25)

Dengan x, y dan z adalah vektor satuan. Volume sel adalah a 1 . a2 x a3 = a3 . Vektor basis
primitif dari kisi baliknya dapat diperoleh dari Persamaan ( 2.2),

Dalam hal ini konstanta kisi adalah 2π / a .


Batas-batas daerah Brillouin pertama adalah bidang normal dari 6 vektor kisi balik
± b1 ; ±b 2 ; ± b3, yaitu pada titik tengahnya,

1 π 1 π 1 π
± b1=±( ) x^ ; ± b2=±( ) ^y ; ± b3=±( ) ^z (27)
2 a 2 a 2 a

Keenam bidang batas sebuah kubus dengan tepi 2π/a dan volume (2π /a)3 . Kubus ini adalah
daerah Brillouin pertama kisi kristal kubus sederhana.

2.2.3. Kisi Balik Dari Kubus Berpusat Tubuh (bcc:body center cubic)

Vektor basis primitif dari kekisi bcc, seperti terlihat pada Gambar 2.2 adalah

(28)

Dengan a adalah rusuk dari kubus dan x, y dan z adalah vektor satuan. Volume satu

satuan sel primitif adalah,

(29)
Dengan menggunakan persamaan 2.2, vektor basis kisi balik bcc adalah

(2.10)

Vektor kisi balik dengan bilangan bulat h, k dan l dapat ditentukan dengan menggunakan

Persamaan (2.4) dan (2.10), yaitu

(2.11)

Setiap sel mengandung satu titik kisi pada titik pusat selnya. Daerah ini (untuk kisi bcc)

dibatasi oleh bidang normal terhadap 12 vektor, pada titik tengah dari

(2.12)

Daerah tersebut terdiri atas 12 permukaan dalam bentuk rhombik-dodekahedron, Gambar

2.4. Vektor-vektor dari titik asal ke titik pusat setiap permukaan adalah

(2.13)

.Pemilihan tanda dilakukan secara bebas sehingga memberikan 12 vektor.

Dapus :

Blakemore, J. S, 1974, Solid State Physics, Florida : Toppan Company

Wendri. Nyoman, 2016, Fisika Zat Padat, Denpasar : Universitas Udayana

Kittel. Charles, 2005, Introduction To Solid State Physics, Berkeley : wiley & Sons Inc