Anda di halaman 1dari 2

Bareskrim Ringkus 1.

024 Tersangka
Narkoba dalam Sepekan Terakhir

Liputan6.com, Jakarta - Jajaran Direktorat Narkoba Bareskrim Polri terus meningkatkan


operasi penyalahgunaan narkotika di seluruh Indonesia. Hasilnya, dalam sepekan terakhir
sebanyak 1.024 tersangka kasus narkoba ditangkap di beberapa daerah.

Jumlah tersangka yang ditangkap kali ini mengalami peningkatan dibanding operasi yang
dilakukan pada pekan sebelumnya. Begitu pula kasus yang ditangani mengalami
peningkatan.

Jumlah tindak pidana narkoba pada minggu III November 2018 menunjukkankenaikan dari
731 kasus menjadi 778 kasus (naik 6,43 %). Kemudian untuk tersangkanya juga
mengalami kenaikan dari 972 orang menjadi 1.024 orang (naik 5,35 %)," ujar Direktur
Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Daniyanto melalui keterangan tertulis,
Jakarta, Minggu (18/11/2018).

Dari total tersangka yang ditangkap, 13 orang di antaranya diketahui berperan sebagai
bandar, 631 Tersangka berperan sebagai pengedar. Dan 380 tersangka selebihnya
berperan sebagai penyalahguna barang haram tersebut.

Beberapa jenis barang bukti yang disita juga mengalami peningkatan. Pada pekan ini,
narkoba jenis sabu yang disita sebanyak 58.973,68 gram atau naik 883,04 persen dari
jumlah sebelumnya 5.999,125 gram. Ekstasi juga mengalami peningkatan dari 384 butir
menjadi 8.102,5 butir atau naik 2.010,03 persen.
"Barang bukti tembakau Gorilla naik dari 53,04 gram menjadi 118,21 gram. Sedangkan
barang bukti ganja turun dari 431.731,01 gram menjadi 38.703,425 gram," beber Eko.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi yang dilakukan Bareskrim Polri, tingkat kerawanan
penyalahgunaan narkoba masih didominasi wilayah hukum Polda Metro Jaya dengan 116
kasus. Disusul Polda Sumatera Utara dengan 101 kasus dan Polda Jawa Timur dengan 71
kasus.

Sumatera dan Kalimantan


Dari hasil temuan ini, Polri meningkatkan pengawasan di beberapa titik yang digunakan
sebagai jalur penyelundupan narkoba jaringan internasional terutama di perbatasan
Sumatera dan Kalimantan. Polri juga telah mengantisipasi penyelundupan narkoba melalui
jalur udara dengan berbagai modus.