Anda di halaman 1dari 25

DIAGNOSA KEPERAWATAN

Materi MK Kebutuhan Dasar Manusia


SB Keperawatan 2019
• Diagnosa keperawatan adalah penilaian klinis mengenai
respon individu, keluarga dan masyarakat terhadap masalah-
masalah kesehatan atau proses kehidupan yang aktual dan
potensial.
• Nursing is a problem-solving process that uses
many individual critical thinking skills
What Is Diagnosing?
• Using critical thinking skills to identify
patterns in the data and draw conclusions
about the client’s health status

• Includes strengths, problems, and factors


contributing to the problems
Diagnostic Reasoning
Use critical thinking to:
• Analyze and interpret data.
• Draw conclusions about the
client’s health status.
• Verify problems with
the client.
• Prioritize the problems.
• Record the
diagnostic statements.
Self-Knowledge
• What beliefs, values, and experiences affect your thinking and
may be misleading?

• Are there stereotypes or biases that influence


your thinking?

• Are you relying heavily on past experience?

• Have you relied heavily on the medical diagnosis,


the care setting, or what others have said about
the patient?
Prioritizing Problems
• Places problems in order of importance

• Does not mean that you must resolve one problem


before attending to another

• Determined by the theoretical framework you use


Prioritizing client problems
• Prioritize list of client’s
nursing diagnoses using
Maslow
• Rank as high,
intermediate or low
• Client specific
• Priorities can change
Taksonomi NANDA-1
• Taksonomi: Sebuah cara mengelompokan /
menyusun hal dlm kategori
• Suatu cara untuk mengklasifikasi dan
mengkategorikan bidang yg menjadi perhatian
keperawatan
• 13 Domain, 47 kelas, 244 Diagnosis Keperawatan
Jenis Diagnosa Kep

Diagnosis berfokus D. Promosi


D. Risiko D. Sindrom
masalah Kesehatan
• Respon klien • Respon klien • Keinginan atau • Penilaian klinis
terhadap kondisi terhadap kondisi motivasi klien untuk tentang
kesehatan / proses kesehatan yg meningkatkan sekelompok
kehidupan yg menyebabkan klien kesejahteraan dan diagnosis
menyebabkan klien beresiko mengalami mengaktualisasikan keperawatan
mengalami masalah masalah kesehatan potensi tertentu yang
kesehatan terjadi bersama
NANDA-I Nursing Diagnosis:
Components
Diagnosis Keperawatan Masalah, kekuatan, risiko yg diidentifikasi pd klien,
Definisi keluarga, kelompok atau komunitas
Batasan karakteristik Tanda atau gejala (subjektif dan objektif)
Primer dan sekunder
Faktor yg berhubungan Penyebab atau faktor yg berkontribusi (etiologi)
Faktor Resiko Faktor lingkungan, fisiologis, psikososial, genetik atau
elemen kimia yg meningkatkan kerentanan
Populasi Beresiko Kelompok individu yg sama karakteristiknya yg
menyebabkan kerentanan
Kondisi Terkait Diagnosis medis, cedera, prosedu, alat medis atau
agens famaseutika. Kondisi yg tdk dapat diubah secara
mandiri oleh perawat
Taksonomi II NANDA- I

• Dimensi respons manusia yang dipertimbangkan


dalam proses diagnostik.
• Model Diagnosis Keperawatan NANDA : 7 aksis
Taksonomi II NANDA- I
Aksis 1 Fokus diagnosis
Aksis 2 Subjek diagnosis
Aksis 3 Penilaian (gangguan, ketidakefektifan, dll)
Aksis 4 Lokasi (kandung kemih, pendengaran, otak, dll)
Aksis 5 Usia
Aksis 6 Waktu (kronis, akut, intermittent)
Aksis 7 Status diagnosis (berfokus pad masalah, risiko, promosi
kesehatan)
Dx Keperawatan Intoleran Aktivitas

Definisi ketidakcukupan energi fisiologis /psikologis u/ melanjutkan /menyelesaikan aktivitas


sehari-hari yg ingin atau harus dilakukan

Batasan Subjektif:
karakteristik Ketidaknyamanan /dispnea saat beraktivitas
Melaporkan keletihan /kelemahan secara verbal
Objektif:
Frekuensi jantung / TD tdk normal sebagai respon thdp aktivitas
Perubahan EKG yg menunjukkan aritmia /iskemia
Pengkajian Tingkat Ketahanan: (Gordon, 1994)
Tingkat I: berjalan dlm kecepatan yg teratur pd bidang datar; tetapi pernafasan mnj
lebih pendek dr normal ketika memanjata satu / lebih anak tangga
Tingkat II: berjalan satu blok kota mendatar 152 m / memanjat satu anak tangga dgn
perlahan tanpa berhenti
Tingkat III: berjalan mendatar tidak lebih dari 15 m tanpa berhenti & tidak mampu
memanjat satu anak tangga tanpa berhenti
Tingkat IV : dispnea atau keletihan ketika beristirahat
Faktor yg Tirah baring; kelemahan umum; ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan
berhubungan oksigen; gaya hidup kurang gerak

Alternatif Dx Keletihan; Defisit Perawatan Diri

Faktor Risiko -
Dx Mobilitas; Fisik, Hambatan
Keperawatan

Definisi Keterbatasan dlm pergerakan fisik mandiri dan terarah pada tubuh atau satu
ekstremitas atau lebih

Batasan Subjektif:
karakteristik Penurunan waktu reaksi, kesulitan membolak-balik posisi tubuh; asyik dgn aktivitas lain
sbg pengganti pergerakan (mis; perilaku mengendalika, berfokus pd kondisi sebelum
sakit atau ketundayaan aktivitas)
Perubahan cara berjalan; keterbatasan kemampuan u melakukan ketrampilan aktivitas
motorik halus dan kasar; keterbatasan rentang gerak sendi; ketidakstabilan postur
tubuh; tremor yg di induksi o/ pergerakan
Pengkajian Skala Fungsional
Tingkat 0; mandiri total
Tingkat 1: memerlukan penggunaan peralatan atau alat bantu
Tingkat 2: memerlukan bantuan dr orla u pertolongan, pengawasan, atau pengajaran
Tingkat 3: membutuhkan bantuan dr orla dan peralatan / alat bantu
Tingkat 4: ketergantungan; tdk berpartisipasi dlm aktivitas

Faktor yg Intoleransi aktivitas; perubahan metabolisme sel; ansietas; IMT diatas 75 %; gang.
berhubungan kognitif; kelemahan; penurunanan daya tahan; ketidaknyamanan; malnutrisi; kaku sendi
atau kontraktur; gang muskuloskeletal; nyeri; gang. sensori persepsi; gaya hidup kurang
gerak
Saran Sindrom disuse; resiko; resiko cedera; defisit perawatan diri; hambatan berjalan
KATAGORI DIAGNOSIS KEPERAWATAN
• Diagnosis Aktual
• Diagnosis Risiko
• Diagnosis Promosi
• Sindrom
Dx. Kep. Aktual
• Berfokus pada masalah (diagnosis aktual); clinical judgment
yang menggambarkan respon yang tidak diinginkan klien
terhadap kondisi kesehatan atau proses kehidupan baik pada
individu, keluarga, kelompok dan komunitas.
• if the patient has enough signs and symptoms (defining
characteristics) to identify the specific nursing diagnosis.
Dx. Kep. Aktual
1) Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh,
2) gangguan pola nafas,
3) gangguan pola tidur,
4) disfungsi proses keluarga,
5) ketidakefektifan manajemen regimen terapeutik keluarga.
• menggambarkan kerentanan klien sebagai individu, keluarga,
Dx. Kep. Resiko
kelompok dan komunitas yang memungkinkan berkembangnya
suatu respon yang tidak diinginkan klien terhadap kondisi
kesehatan/proses kehidupannya.
• describes a problem response that is likely to develop if the
nurse and patient do not intervene to prevent it.
Dx. Kep. Resiko
1) Risiko kekurangan volume cairan,
2) Risiko terjadinya infeksi,
3) Risiko intoleran aktifitas,
4) Risiko ketidakmampuan menjadi orang tua,
5) Risiko distress spiritual.
Dx Kep. Promosi Kesehatan
• Clinical judgement yang menggambarkan motivasi dan
keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan dan untuk
mengaktualisasikan potensi kesehatan pada individu,
keluarga, kelompok atau komunitas.
• Respon dinyatakan dengan kesiapan meningkatkan perilaku
kesehatan yang spesifik dan dapat digunakan pada seluruh
status kesehatan.
Dx Kep. Promosi Kesehatan
1) Kesiapan meningkatkan nutrisi,
2) Kesiapan meningkatkan komunikasi,
3)Kesiapan untuk meningkatkan kemampuan pembuatan
keputusan,
4) Kesiapan meningkatkan pengetahuan,
5) Kesiapan meningkatkan religiusitas.
Dx. Kep Sindrom
• suatu kelompok diagnosis keperawatan yang terjadi bersama,
mengatasi masalah secara bersama dan melalui intervensi
yang sama.
• Contoh: sindrom nyeri kronik menggambarkan sindrom
diagnosis nyeri kronik yang berdampak keluhan lainnya pada
respon klien
Dx. Kep Sindrom
Kategori diagnosis sindrom dapat berupa risiko atau masalah.
1) Sindrom kelelahan lansia,
2) Sindrom post trauma,
3) Sindrom kekerasan.