Anda di halaman 1dari 3

AKIDAH ATAU IMAN ISLAM

Oleh Galuh Zhafirah Rahmita, 1906287811

I. PENDAHULUAN
Islam merupakan agama yang diturunkan Allah Swt. kepada Rasulullah saw.
sebagai agama yang sempurna. Islam mengatur segala apapun jenis kegiatan yang
dilakukan oleh manusia. sebagai pemeluk agama Islam, sudah sewajarnya kita
mengetahui pokok-pokok ajaran agama Islam itu sendiri, dan salah satu pokok ajaran
agama Islam adalah akidah atau yang biasaya disebut dengan iman Islam.

II. PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Akidah atau Iman Islam
Secara etimologi akidah berasal dari kata ‘aqada ya’qidu ‘aqdan, yang
berarti simpul atau ikatan dari utas tali dalam satu buhul sehingga menjadi
tersambung. Adapun secara terminologi akidah adalah sesuatu yang
mengharuskan hati membenarkannya, yang membuat jiwa tenang, dan menjadi
kepercayaan yang bersih dari kebimbangan dan keraguan.
Dalam ajaran Islam, Akidah Islam adalah keyakinan kepada rukun iman,
yaitu iman kepada Allah, iman kepada malaikat, iman kepada kitab-kitab, iman
kepada rasul-rasul, iman kepada hari akhir, serta iman kepada qadha’ dan qadar.1
2.2 Ruang Lingkup Akidah atau Iman Islam
Para ulama berpendapat bahwa ruang lingkup akidah atau iman Islam dapat
terbagi menjadi empat bagian, yaitu:
2.2.1 Ilahiyat
Ilahiyat merupakan pembahasan mengenai ilah atau ketuhanan yang
berarti topik utamanya adalah pembahasan tentang Allah Swt.
2.2.2 Nubuwwat
Nubuwwat merupakan pembahasan mengenai utusan-utusan yang
dikirmkan oleh Allah Swt. yaitu para nabi dan rasul.
2.2.3 Ruhaniyat
Ruhaniyat membahas mengenai hal-hal yang berkaitan dengan
makhluk ghaib, yaitu: jin, malaikat, dan iblis.
2.2.4 Sam’iyyat
Sam’iyyat adalah bagian ruang lingkup akidah yang membahas
tentang alam ghaib, seperti: alam kubur, akhirat, surga, neraka, dan lain-
lain2
2.3 Kedudukan Akidah
Kedudukan akidah dalam ajaran Islam memiliki kedudukan yang sangat
penting. Bila diibaratkan, akidah laksana sebuah pohon yang baik (Q.S Ibrahim :
24 – 25).
Adapun indikator yang baik menurut ayat tersebut adalah sebagai berikut :
2.3.1. Ashluha tsabitun (akarnya menghujam ke perut bumi)
2.3.2. Far’uha fis-sami (dahannya menjulang ke langit)
2.3.3. Tu;tii ukulaha kulla hiin (berbuah setiap waktu)
Jika seorang mukmin memiliki ketiga hal tersebut maka ia adalah mukmin
yang taat pada syariah dan berakhlak karimah. Sebagaimana sabda Rasulullah
1
Mujilan dkk, Buku Ajar Agama Islam (Jakarta:Midada Rahma Press, 2019), hal.107
2
Ibid, hal 108-109
“sebaik-baik keislaman seseorang adalah yang terbaik akhlaknya”. (H.R.
Tirmidzi)3
2.4 Tauhid dan Macam-Macamnya
Tauhid menurut bahasa artinya mengesakan, sedangkan menurut istilah adalah
kepercayaan dan keyakinan bahwa Allah swt. adalah Tuhan Yang Maha Esa.
Keyakinan ini merupakan pondasi kuat bagi seorang muslim dalam
kehidupannya. Adapun salah satu ayat di al-qur’an yang menerangkan tentang
keesaan Allah adalah Q.S. Al Ikhlas : 1 – 4
Menurut Imam Ath-thahawi dalam kitabnya syarh al-Aqidah al-Thahawiyah,
tauhid dikelompokkan menjadi 3, yaitu:
2.4.1 Tauhid Rububiyah
Maknanya adalah mengesakan Allah Swt. dalam hal penciptaan,
kepemilikan, dan pemeliharaan alam semesta. Sebagaimana firman
Allah swt. dalam Q.S Al-A’raf ayat 54 yang artinya:“ingatlah,
menciptakan dan memerintahkan hanyalah hak Allah”.4
2.4.2 Tauhid uluhiyah
Maksud dari tauhid uluhiyah adalah pengesaan Allah melalui
ibadah, yang berarti hanya Allah satu-satunya yang berhak diibadahi
dan diagungkan. Allah Swt. berfirman yang artinya : “demikianlah,
karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak dan sesungguhnya yang
mereka seru selain Allah adalah batil” (Luqman : 30).5
2.4.3 Tauhid asma’ dan sifat
Maksudnya ialah pengesaan Allah ‘azza wa Jalla dengan nama-nama
dan sifat-sifat yang dimiliki-Nya.6 Seorang muslim dapat meyakini
bahwa Allah memiliki sifat kesempurnaan dengan cara : itsbatun
(mengakui sifat yang Allah sandangkan untuk Dirinya atau
disandangkan oleh Rasulullah) dan nafyun (menolak nama-nama dan
sifat-sifat yang menunjukkan ketidaksempurnaan Allah Swt.).7
2.5 Implementasi Akidah atau Iman Islam dalam Kehidupan
2.5.1 Pengaruh Akidah atau Iman Islam dalam Kehidupan
Implementasi iman seseorang dapat terlihat pada sifat yang melekat
pada tingkah lakunya. Orang yang menerapkan iman maka dapat terlihat
akhlak dalam dirinya sangat baik. Banyak sekali sifat-sifat orang
beriman yang disebutkan dalam al-quran, diantaranya: Q.S Ali Imran
ayat 120, Q.S. Al-Maidah ayat 12, Q.S Al-Anfal ayat 2, Q.S Al-
Mukminun ayat 2-11, dan masih banyak lagi.8
2.5.2 Tantangan Akidah atau Iman Islam dalam Kehidupan
Makin berkembangnya teknologi dan informasi membuat masyarakat
pada zaman sekarang mendewakan teknologi tersebut, padahal kita harus
menyeimbangkan antara penggunaan teknologi dengan kehidupan untuk
akhirat. Selain itu, dari berbagai aspek juga menjadi tantangan akidah
dalam kehidupan, seperti : aspek politik, sosial, ekonomi yang
menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Dari segi moral

3
Ibid, hal 112
4
Adika Mianoki, “Pembagian Tauhid dalam Al Quran”, diakses dari https://muslimah.or.id/7017-pembagian-
tauhid-dalam-al-quran.html, pada tanggal 15 Maret 2020 pukul 00.40
5
Ibid
6
Ibid
7
Op.cit 119-120
8
Ibid, hal 121
juga sudah banyak manusia yang egois tanpa memikirkan manusia
lainnya. Contohnya adalah praktik KKN yang masih banyak bertebaran.9
2.5.3 Proses Pembentukan Akidah
Semenjak masih di dalam kandungan, kita sudah memilki benih iman
dalam diri kita. Jika kita ingin benih ini tumbuh menjadi pohon yang
baik maka diperlukan pengaruh dari lingkungan di sekitarnya. Adapun
prinsip dalam proses pembentukan akidah, yaitu : prinsip pembinaan
berkesinambungan, prinsip internalisasi dan individualisasi, prinsip
sosialisasi, prinsip konsistensi dan koherensi, dan prinsip integrasi10
2.5.4 Tanda-Tanda Orang Beriman
Iman merupakan hal utama yang harus dimiliki oleh setiap makhluk
beragama. Adapun orang yang beriman memiliki tanda-tandanya sendiri,
sebagaimana firman Allah Swt. dalam Q.S. Al-Anfal ayat 2-4 berikut :

٢ - ‫ت َعلَي ِْه ْم ٰا ٰي ُت ٗه َزا َد ْت ُه ْم ِا ْي َما ًنا َّو َع ٰلى َرب ِِّه ْم َي َت َو َّكلُ ْو ۙ َن‬ ْ َ‫ِا َّن َما ْالم ُْؤ ِم ُن ْو َن الَّ ِذي َْن ِا َذا ُذك َِر هّٰللا ُ َو ِجل‬
ْ ‫ت قُلُ ْو ُب ُه ْم َو ِا َذا ُتلِ َي‬

٣ - ‫الَّ ِذي َْن ُيقِ ْيم ُْو َن الص َّٰلو َة َو ِممَّا َر َز ْق ٰن ُه ْم ُي ْنفِقُ ْو ۗ َن‬
ٰۤ ُ
ٌ ‫ك ُه ُم ْالم ُْؤ ِم ُن ْو َن َح ًّق ۗا َل ُه ْم َد َر ٰج‬
٤ - ‫ت عِ ْن َد َرب ِِّه ْم َو َم ْغف َِرةٌ َّو ِر ْز ٌق َك ِر ْي ۚ ٌم‬ َ ‫ٕى‬7ِِٕ ‫ول‬ ‫ا‬
Artinya : (2) Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka
yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan
ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya
kepada Tuhan mereka bertawakal, (3) (Yaitu) orang-orang yang
melaksanakan salat dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang
Kami berikan kepada mereka. (4) Mereka itulah orang-orang yang
benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat (tinggi) di sisi
Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia.11

III. PENUTUP
Dari pembahasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa penting bagi seorang
muslim untuk dapat memahami pokok-pokok ajaran agama Islam, salah satunya
adalah akidah. Dengan memahami dan memperkokoh akidah itu sendiri, kita dapat
menjalani kehidupan dengan baik walaupun banyak terdapat tantangan yang kita
temui pada masa sekarang.

DAFTAR PUSTAKA

Kemenag RI. 2020. Al-Anfal. diakses dari https://quran.kemenag.go.id/index.php/sura/8, pada


15 Maret 2020 pukul 23.37
Mujilan, dkk., 2019. Buku Ajar Matakuliah Pengembangan Kepribadian Agama Islam.
Jakarta : Midada Rahma Press.
Mianoki, A. 2015. Pembagian Tauhid dalam Al Quran. diakses dari
https://muslimah.or.id/7017-pembagian-tauhid-dalam-al-quran.html, pada tanggal 15
Maret 2020 pukul 00.40

9
Ibid, hal 123-124
10
Ibid, hal.124-126
11
Kemenag, “Al-Anfal”, diakses dari https://quran.kemenag.go.id/index.php/sura/8, pada 15 Maret 2020 pukul
23.37