Anda di halaman 1dari 2

TUGAS FARMASI MASYARAKAT PRAKTIKUM

Nama : Fiqi Ervianoer Maulinda


NIM : 051611133060
Kelompok/Kelas : 01/C

Media promosi kesehatan (promkes) merupakan salah satu instrumen yang


penting untuk menunjang tercapainya tujuan dari promosi kesehatan tersebut. Dalam hal
ini topik yang akan diangkat adalah tentang penyakit kecacingan dan media yang
digunakan adalah banner. Banner merupakan media yang dapat digolongkan sebagai
salah satu kelompok persuasi kesehatan menurut Beattie’s Typology. Sebagai kelompok
persuasi kesehatan, banner mempunyai sifat mengintervensi secara autoritatif dan
individual kepada pembacanya.

Media promkes banner dipilih sebagai media untuk topik kecacingan adalah
karena banner dapat menyajikan data atau tampilan berupa tulisan dan gambar dalam
satu media. Tulisan sebagai pesan utama pada banner dapat didesain dengan lebih
fleksibel baik dari segi jenis maupun ukuran font sesuai dengan tema dan target media
pomkes. Selain itu, banner dapat berisi gambar maupun ilustrasi 2-dimensi untuk
menunjang pesan yang terkandung di dalamnya, khususnya tentang topik penyakit
kecacingan. Sehingga banner dapat menjadi media yang menarik bagi masyarakat
pembaca media promkes. Banner juga dapat dicetak dalam berbagai ukuran, mulai dari
yang paling kecil berupa X-banner yang berukuran 60 x 160 cm hingga 5 x 3 m untuk
ukuran standar banner. Hal ini merupakan salah satu keuntungan penggunaan media
banner, yaitu dengan ukurannya yang besar dan berisi tulisan serta gambar yang kreatif
dapat menarik minat bagi masyarakat untuk membaca. Selain itu banner juga dapat
diletakkan di tempat – tempat umum atau tempat ramai dan strategis lainnya untuk
menjangkau pembaca, tidak membutuhkan ruang yang luas seperti media lain
contohnya peragaan drama boneka (puppet show). Faktor lain yang menjadi keunggulan
dari banner adalah praktis bagi pembaca karena tidak perlu membawa media tersebut
kemana – mana setelah membacanya karena hanya dibaca secara on the spot pada lokasi
banner berada, tidak seperti media cetak lain seperti leaflet, booklet, atau brosur yang
diberikan kepada pembaca, sehingga pembaca harus membawa media kemanapun
meski sudah selesai membaca. Selain itu sebagian besar masyarakat akan langsung
membuang media setelah membacanya dan menimbulkan sampah yang akan mengotori
lingkungan.