Anda di halaman 1dari 3

RESUME SKENARIO 2

RESUME 2.1

APA ITU HIDROSEFALUS?

Hidrosefalus berasal dari kata “hidro” yang berarti air dan “chepalus” yang berarti kepala.
Meskipun hidrosefalus dikenal sebagai “air di otak”, “air" ini sebenarnya cairan serebrospinal
(CSS) yaitu cairan bening yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Dari istilah
medis, hidrosefalus dapat diartikan sebagai penumpukan cairan serebrospinal (CSS) secara
aktif yang menyebabkan dilatasi sistem ventrikel otak dimana terjadi akumulasi CSS yang
berlebihan pada satu atau lebih ventrikel atau ruang subarachnoid. Keadaan ini disebabkan
oleh karena terdapat ketidak seimbangan antara produksi dan absorpsi dari CSS. Bila
akumulasi CSS yang berlebihan terjadi diatas hemisfer serebral, keadaan ini disebut higroma
subdural atau koleksi cairan subdural. Hidrosefalus juga bisa disebut sebagai gangguan
hidrodinamik CSS. Kondisi seperti cerebral atrofi juga mengakibatkan peningkatan abnormal
CSS dalam susunan saraf pusat (SSP).

TULANG DAN JARINGAN PELINDUNGAN OTAK?

Otak adalah sumber dari semua sistem saraf yang dimiliki oleh setiap makhluk. Letaknya
ada di dalam kepala dan dilindungi oleh tulang tengkorak. Otak merupakan komponen tubuh
paling kompleks dan berhubungan dengan semua sistem saraf manusia. Berat otak manusia
hanya 1.5kg atau sekitar 2 % dari dari keseluruhan berat tubuh, mengkonsumsi 25% oksigen
dan mennerima 1.5% curah jantung. Otak memiliki pelindung dari trauma yang terdiri dari
rangka tulang bagian luar dan tiga lapisan jaringan ikat yang disebut meninges. Lapisan
meningeal tersebut terdiri dari:2

1. Duramater. Merupakan lapisan terluar yang menutupi otak dan medulla spinalis.
Duramater merupakan serat berwarna abu-abu yang bersifat liat tebal dan tidak
elastis. Duramater terdiri dari dua lapisan. Lapisan ini biasanya bersambungan tetapi
terputus pada beberapa sisi spesifik:
 Lapisan periosteal luar pada duramater melekat di permukaan dalam cranium dan
berperan sebagai periosteum dalam pada tulang tengkorak.
 Lapisan meningeal dalam pada duramater tertanam sampai ke dalam fisura otak dan
terlipat kembali ke arahnya untuk membentuk bagian-bagian berikut.:
a. Falx serebrum : terletak di dalam fisura longitudinalis serebri di antara
hemispherium serebri.
b. Falx serebelum : memisahkan antara hemispherium serebelli.
c. Tentorium serebelum : memisahkan serebrum dan serebelum.
d. Sela diaphragma : memanjang di atas sela tursika yang merupakan tulang yang
membungkus kelenjar hipofisis.
2. Arachnoidmater. Letaknya di profundal duramater dan di bagian eksternal dari
piamater. Lapisan ini mengandung sedikit pembuluh darah. Arachnoidmater memiliki
beberapa ruangan di dalamnya yaitu:
 Ruang subarachnoid. Di dalamnya terdapat cairan cerebrospinalis (LCS), pembuluh
darah serta jaringan penghubung seperti selaput yang mempertahankan posisi
arachnoid terhadap piamater dibawahnya.
 Ruang subdural. Merupakan ruang yang memisahkan antara duramater dan
arachnoidmater.
 Vili arachnoidales. Merupakan tonjolan yang memungkinkan LCS masuk ke dalam
sinus duramatris. Sinus duramatris merupakan ruangan yang berisi darah vena.
3. Piamater. Merupakan lapisan terdalam dari lapisan meningeal. Bentuknya halus dan
tipis serta melekat erat pada otak. Lapisan ini banyak mengandung pembuluh darah
untuk mensuplai jaringan saraf. Piamater menyelam mengikuti lekuk-lekuk atau
sulcus dan gyrus otak.

Tulang

Pada penjelasan diatas telah disebutkan bahwa salah satu pelindung dari otak ialah
tulang tengkorak. Tulang tengkorak (ossa cranii) terdiri dari 8 tulang kranial dan 14 tulang
fasial. Bagian fasial merupakan tulang-tulang wajah yang tidak bersentuhan dengan otak
sedangkan bagian kranial memiliki fungsi untuk melindungi dan membungkus otak. 8 os
kranial tersebut adalah:

1. Os frontale. Tulang ini membentuk dahi, langit-langit rongga nasal dan langit-langit
orbita.
2. Os parietal. Tulang ini membentuk sisi dan langit-langit kranium.
3. Os oksipital. Tulang ini membentuk bagian dasar dan bagian belakang cranium
4. Os temporal. Berfungsi untuk membentuk dasar dan sisi cranium.
5. Os etmoid. Merupakan struktur penyangga penting dari rongga nasal dan berperan
dalam pembentukan orbita mata.
6. Os sphenoid. Tulang ini membentuk dasar anterior cranium dan berartikulasi kea rah
lateral dengan tulang temporal dan ke arah anterior dengan tulang etmoid dan tulang
frontal.
7. Osikel auditori tersusun dari maleus inkus dan stapes.
8. Os wormian. Merupakan tulang kecil yang jumlahnya bervariasi dan letaknya di
dalam sutura.