Anda di halaman 1dari 7

WORKSHOP METODE NUMERIK

VM044112

PENYELESAIAN PERSAMAAN NON-LINIER:


METODE BISEKSI DAN METODE REGULAFASI

Oleh :
Hutami Gumilang Satriyani
3110181001
2-D4 Teknik Mekatronika A

PROGRAM STUDI TEKNIK MEKATRONIKA


DEPARTEMEN TEKNIK MEKANIKA DAN ENERGI
POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA
2020
I. Listing Program yang sudah benar
 Program Biseksi
clc
clear

xl = input('Masukkan batas bawah =')


xu = input('Masukkan batas atas =')
n = input('Masukkan nilai iterasi =')
e = input('Masukkan nilai error =')
%definisi fungsi
f = inline('x.^3-5*x+10')
yl = f(xl);
yu = f(xu);
yt = yl*yu;
x = -5:0.1:5;
y = x.^3-5*x+10;

while yt>0
disp ('Tidak ada akar diantara xl dan xu')
xl = input('Masukkan batas bawah:')
xu = input('Masukkan batas atas:')
end

for i=1:n
xr = (xl+xu)/2
yr = f(xr)

if abs (yr)<e
fprintf ('Nilai akarnya = %f\n', xr)
fprintf ('Nilai error = %f\n', abs(yr))
fprintf ('Jumlah iterasi = %f\n', i)
break
else if yl*yr<0
xu = xr
else
xl = xr
end
end
end

plot (x, y)
title ('Grafik f(x)=x.*3-5*x+10')
xlabel ('Rentang')
ylabel ('y')

 Metode Regulafasi
clc
clear

xl = input('Masukkan batas bawah =')


xu = input('Masukkan batas atas =')
n = input('Masukkan nilai iterasi =')
e = input('Masukkan nilai error =')
%definisi fungsi
f = inline('x.^3-5*x+10')
yl = f(xl);
yu = f(xu);
yt = yl*yu;
x = -5:0.1:5;
y = x.^3-5*x+10;
while yt>0
disp ('Tidak ada akar diantara xl dan xu')
xl = input('Masukkan batas bawah:')
xu = input('Masukkan batas atas:')
end

for i=1:n
xr = ((yu*xl)-(yl*xu))/(yu-yl)
yr = f(xr)

if abs (yr)<e
fprintf ('Nilai akarnya = %f\n', xr)
fprintf ('Nilai error = %f\n', abs(yr))
fprintf ('Jumlah iterasi = %f\n', i)
break
else if yl*yr<0
xu = xr
else
xl = xr
end
end
end

plot (x, y)
title ('Grafik f(x)=x.*3-5*x+10')
xlabel ('Rentang')
ylabel ('y')
II. Grafik Fungsi
 Grafik Biseksi

 Grafik Regulafasi
III.Hasil Percobaan

Pengaruh Toleransi Error terhadap jumlah iterasi (N)

Toleransi Error Iterasi yang dibutuhkan


Metode Biseksi Metode Regulafalsi
0.1 6 3
0.01 11 3
0.001 13 4
0.0001 17 5

IV. Analisa dan Kesimpulan


Analisa
 Penggunaan metode biseksi, yaitu :
Misal dijamin bahwa f(x) adalah fungsi kontiyu pada interval [xu, xl] dan
f(xu)f(xl)<0. Memiliki arti bahwa f(x) paling tidak harus memiliki akar pada
interval [xu, xl]. Kemudian definisikan titik tengah pada interval [xu xl] yaitu
xr :=. Dari sini kita memperoleh dua subinterval yaitu [xu, xr] dan [xl, xr].
Setelah itu, cek apakah f(xu)f(xr) < 0 atau f(xl)f(xr) < 0. Jika f(xu)f(xr) < 0, maka
f(xu)f(xr) (artinya titik xu digantikan oleh titik xr yang berfungsi sebagai titik xu
pada iterasi berikutnya, jika tidak maka xl = xr. Dari iterasi pertama kita
memperoleh interval [xu, xl] yang baru dan titik tengah xr yang baru. Kemudian
dilakukan pengecekan lagi seperti sebelumnya sampai memperoleh error yang
cukup kecil. Jika toleransi error sebesar 0.1 maka hanya dibutuhkan 6
iterasi/perulangan untuk mencapai/mendekati nilai akar yang diinginkan.
Kemudian jika tolerasi error hanya sebesar 0.0001, iterasi yang dilakukan cukup
banyak yaitu 17 perulangan sampai benar-benar mencapai nilai akar yang
diinginkan.
 Penggunaan metode regulafasi, yaitu :
Misal dijamin bahwa f(x) adalah fungsi kontiyu pada interval [xu, xl] dan
f(xu)f(xl)<0. Memiliki arti bahwa f(x) paling tidak harus memiliki akar pada
interval [xu, xl]. Kemudian definisikan titik tengah pada interval [xu xl] yaitu
xr :=. Dari sini kita memperoleh dua subinterval yaitu [xu, xr] dan [xl, xr].
Setelah itu, cek apakah f(xu)f(xr) < 0 atau f(xl)f(xr) < 0. Jika f(xu)f(xr) < 0, maka
f(xu)f(xr) (artinya titik xu digantikan oleh titik xr yang berfungsi sebagai titik xu
pada iterasi berikutnya, jika tidak maka xl = xr. Dari iterasi pertama kita
memperoleh interval [xu, xl] yang baru dan titik tengah xr yang baru. Kemudian
dilakukan pengecekan lagi seperti sebelumnya sampai memperoleh error yang
cukup kecil. Jika toleransi error sebesar 0.1 maka hanya dibutuhkan 6
iterasi/perulangan untuk mencapai/mendekati nilai akar yang diinginkan.
Kemudian jika tolerasi error hanya sebesar 0.0001, iterasi yang dilakukan cukup
banyak yaitu 17 perulangan sampai benar-benar mencapai nilai akar yang
diinginkan.