Anda di halaman 1dari 6

TUGAS 1

Penjelasan mengenai Benih dan Perkecambahan

Diselesaikan untuk memenuhi tugas mata kuliah Dasar Teknologi Benih

Disusun oleh,

Nama : Fera Siti Meilani

NPM : 150510190107

UNIVERSITAS PADJADJARAN

2020
A. Benih

1.1. Gambar struktur benih & penjelasan

1. Embrio

Embrio adalah suatu tanaman baru yang terjadi dari bersatunya gamet-gamet jantan dan betina
pada suatu proses pembuahan.

Struktur embrio :

1. Epikotil (calon pucuk)


2. Hipokotil (calon batang)
3. Kotiledon (calon daun)
4. Radikula (calon akar)

2. Jaringan penyimpan cadangan makanan

Cadangan makanan yang tersimpan dalam biji umumnya terdiri dari karbohidrat, lemak, protein
dan mineral. Komposisi dan presentasenya berbeda-beda tergantung pada jenis biji, misal biji
bunga matahari kaya akan lemak, biji kacang-kacangan kaya akan protein, biji padi mengandung
banyak karbohidrat.

Pada biji ada beberapa struktur yang dapat berfungsi sebagai jaringan penyimpan cadangan
makanan, yaitu :

a. Kotiledon, misalnya pada kacang-kacangan, semangka dan labu.

b. Endosperm, misal pada jagung, gandum, dan golongan serelia lainnya. Pada kelapa bagian
dalamnya yang berwarna putih dan dapat dimakan merupakan endospermnya.

c. Perisperm, misal pada famili Chenopodiaceae dan Caryophyllaceae

d. Gametophytic betina yang haploid misal pada kelas Gymnospermae yaitu pinus.
3. Pelindung biji

- Definisi

Kulit biji merupakan lapisan terluar dari biji. Pelindung biji dapat terdiri dari kulit biji, sisa-sisa
nucleus dan endosperm dan kadang-kadang bagian buah. Tetapi umumnya kulit biji (testa)
berasal dari integument ovule yang mengalami modifikasi selama proses pembentukan biji
berlangsung. Biasanya kulit luar biji keras dan kuat berwarna kecokelatan sedangkan bagian
dalamnya tipis dan berselaput.

- Fungsi kulit biji

Kulit biji berfungsi untuk melindungi biji dari kekeringan, kerusakan mekanis atau serangan
cendawan, bakteri dan insekta.

1.2. Jenis benih

Berdasarkan strukturnya, jenis benih dibedakan menjadi dua, yaitu endospermic (biji yang
menonjol pada monokotil) & non-endospermic (biji yang kurang menonjol pada dikotil).

Monokotil Dikotil

Cadangan makanan berupa endosperm Cadangan makanan berupa kotiledon

Mempunyai hilum tapi tidak terlihat Hilum terlihat jelas

Endosperm merupakan bagian terbesar Endosperm merupakan bagian terkecil

Cadangan makanan baru dapat dicerna dan Cadangan makanan sudah mulai dapat dicerna
diserap embrio setelah biji masak dan diserap embrio sebelum biji masak

1.3. Proses Terbentuknya Benih

1. Penyerbukan (jatuhnya tepung sari ke kepala putik)

2. Fertilisasi/Pembuahan

adalah peristiwa penyatuan inti sel kelamin jantan dengan inti sel kelamin betina.

Pada proses pembuahan ini terjadi Pembuahan Ganda:

1. Terjadi penyatuan satu sel kelamin jantan dengan inti sel kelamin betina yang terdapat dalam
sel telur dan membentuk zygote (2n)

2. Terjadi penyatuan satu sel kelamin jantan dengan inti polar untuk membentuk
endosperm/daun lembaga 3 n.
3. Zigote yang terbentuk dari penyatuan sel kelamin jantan dan betina (2n) akan berkembang
menjadi embrio kemudian menjadi tanaman mini yang sedang istirahat.

4. Ovule yang telah dibuahi berkembang menjadi biji. Ovule berada dalam ovari, jadi biji
berkembang dalam ovari. Ovari berkembang menjadi buah. Perkembangan kuncup menjadi
bunga dan ovule yang dibuahi menjadi benih, tergantung pada pasokan air, nutrisi mineral dan
cahaya.

1.4. Komposisi Kimia Benih

1. Karbohidrat: cadangan makanan utama benih serealia (tahan disimpan).

Karbohidrat benih: amilosa dan amilopektin

2. Lemak: cadangan makanan utama pada benih kedelai, kacang tanah, kapas, bunga matahari,
wijen (daya simpan rendah).

Asam lemak tak jenuh dalam biji: oleat (1 ikatan ganda) dan linoleat (2 ikatan ganda), asam
lemak jenuh palmitat (n=14)

3. Protein : cadangan makanan utama leguminosae (kedelai).

- Berdasarkan keaktifan metabolisme:

a. protein yang aktif secara metabolis (globulin dan albumin)

b. protein yang non aktif (glutelin dan prolamin)

- Berdasarkan kelarutannya:

a. Albumin : larut dalam air pada kondisi netral atau sedikit asam mudah koagulasi karena panas.
Contoh : leucosin (serealia), ricin (padi), legumelin.

b. Globulin : tidak larut dalam air, larut dalam larutan garam relatif lebih sulit terkoagulasi
karena panas. Contoh : vignin, glycinin (kedelai), arachin (kc. tanah)

c. Glutelin : larut dalam air, larutan garam dan etilalkohol. Contoh : glutenin (gandum) dan
oryzenin (padi)

d. Prolamin: larut dalam etilalkohol 70 -90% , tidak larut dalam air. Contoh : gliadin (gandum,
rye) dan zein (jagung)
4. Komposisi Kimia Benih pada Kedelai

B. Perkecambahan

2.1. Tipe perkecambahan

a. Epigeal

Menurut anonymous(2012) Perkecambahan epigeal adalah apabila terjadi pembentangan ruas


batang di bawah daun lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan
kotiledon terangkat ke atas tanah, misalnya pada kacang hijau (Phaseoulus radiatus)

b. Hipogeal
Menurut Sutopo (2002) Perkecambahan hipogeal adalah apabila terjadi teratas (epikotil)
sehingga daun lembaga ikut tertarik ke atas tanah, tetapi kotiledon tetap di bawah tanah.
Misalnya pada biji kacang kapri (Pisum sativum)

2.2. Proses terbentuknya kecambah

1. Dimulai dengan proses penyerapan air oleh benih, melunaknya kulit benih dan hidrasi
protoplasma.

2. Dimulai dengan kegiatan enzim dan sel serta naiknya tingkat respirasi benih.

3. Terjadi penguraian bahan-bahan seperti karbohidrat, lemak, dan protein menjadi bentuk-
bentuk yang terlarut dan di translokasikan ke titik tumbuh.

4. Asimilasi dari bahan-bahan yang telah diuraikan tadi di daerah meristematik untuk
menghasilkan energy bagi kegiatan pembentukan komponen dan pertumbuhan sel-sel baru.

5. Pertumbuhan dari kecambah melalui proses pembelahan, pembesaran, dan pembagian sel-sel
pada titik-titik tumbuh.

REFERENSI

http://labpemuliaantanaman.staff.ub.ac.id/files/2013/03/MODUL-PRAKTIKUM-TPB-MATERI-1.pdf

https://budisma.net/2018/07/pengertian-dan-fungsi-endosperma.html

https://planetmonst3r.files.wordpress.com/2012/12/2-pembentukan-benih-pdf.pdf