Anda di halaman 1dari 6

M.

RIDHO ADDAFIQ
22117151
Kelas RA
RESUME MANAJEMEN ADMINISTRASI PEMBAGUNAN
1. Good Governance

Dalam pemaparan tentang pengertian good governace yaitu dari kata good yang
kearah pembanguan artinya merupakan nilai-nilai yang sesuai keinginan rakyat atau nilai
yang dapat meningkatkan kemampuan rakyat dalam mencapai tujuan nasional dan kata
governance yang artinya serangkaian proses interaksi sosial politik antara pemerintah dengan
masyarakat dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. Dalam
hal ini pengertian sebenarnya dalam good governance menurut saya yaitu kebijakan
pemerintah yang memiliki tujuan yang sama anatara masyarakat dan pemerintah dimana
kebijakan ini dilakukan untuk kepentingan masyarakat sendiri .
Selain itu terdapat elemen-elemen dari good governance yaitu pemerintah, pihak
swasta, dan masyarakat ketiga elemen ini saling timbal-balik untuk mencapai good
governance dimana jika elemen ini hanya berputar dalam satu arah saja misalnya dari
pemerintah kemudian menuju ke pihak swasta dan terakhir sasarannya masyarakat itu akan
terbentuk governance saja bukan good governance. Hal ini akan berdampak tidak adanya
peran dari stakeholder dalam mengambil suatu kebijakan pemerintahan.
Terdapat perbedaan antara goverment dan good governance. Goverment merupakan
suatu aktor dari pemerintahan dalam melakukan kebijakan pemerintahan sedangkan good
governance yaitu kebijakan pemerintah yang sudah dikelola dengan baik. Dalam hal ini jika
goverment (pemerintah) salah dalam hal mengambil kebijakan pemerintahan maka akan
terjadi bad governance. Perbedaan antara good governance dan bad governance dilihat dari
prinsip yang dilakukan yaitu secara umum good governance menekankan pelayanan
masyarakat, desentralisasi, pemberdayaan masyakarat , ekonomi pasar, dan perencanaan
pendekatan dari bawah (bottom up planning). Sedangkan pada bad governance pada
umumnya menekankan kepada kekuasaan, sentralisasi, dominasi ekonomi (monopoli) dan
perencanaan pendekatan dari atas (top down planning). Setiap negara memiliki good
governance yang berbeda-beda tergantung dari karakteristik masyarakat yang mengontrol
kebijakan pemerintahan tersebut contohnya jika pemerintah di suatu negara melaksanakan
pendekatan kekuasan dan monopoli tetapi masyarakat setempat setuju dengan adanya hal
tersebut bisa dikatakan bahwa negara tersebut sudah cukup melaksanakan good governance
karena kesejahterahan masyarakat yang tercapai.
Dalam prakteknya di Indonesia substansi good governance sudah tertuang dalam
berbagai ketentukan hukum yaitu pada :
 Undang-Undang No.8 Tahun 1974 tentang Kepegawaian;
 Peraturan Pemerintah No.30 Tahun 1980 tentang Disiplin Pegawai Negeri
Sipil;
 Undang-Undang No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang
Bersih dan Bebas dan Kolusi, Korupsi dan Nepotisme;
 Peraturan Pemerintah No. 65 Tahun 1999 tentang Tata Cara Pemeriksaan
Kekayaan Penyelenggaraan Negara;
 Peraturan Pemerintah No.68 Tahun 1999 tentang Tata Cara Pelaksanaan Peran
Serta Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Negara; dan
 Peraturan Pemerintah Nomor 198 Tahun 2000 tentang Pembinaan Pegawai
Negeri Sipil dan Pejabat Struktural / Fungsional.
Menurut saya substansi untuk hal good governance walaupun sudah tertuang dalam
hukum tetapi pelaksanaan good governance masih kurang terlaksana banyak pejabat
pemerintah tidak melibatkan masyarakat dalam hal mengambil suatu kebijakan oleh karena
itu timbul masalah-masalah ekonomi ataupun masalah sosial yang terjadi karena kebijakan
pemerintah yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat.
Faktor yang mempengaruhi good governance yaitu integritas pelaku pemerintahan
dimana disini peran vital dari pemerintahanlah yang sangat berpengaruh untuk melaksanakan
good governance karena jika pemerintah masih banyak yang melakukan praktik korupsi
maka good governance tidak akan berjalan dengan baik. Selanjutnya ada kondisi politik
dalam negeri kondisi politik disini juga berpengaruh jika politik masih terganggu yaitu masih
membeda – bedakan antar masyarakat atau berpihak dalam satu golongan masyarakat maka
tidak akan berjalan dengan baik.selanjutnya. Selanjutnya ada kondisi ekonomi sosial
masyarakat dimana meratanya ekonomi juga akan memperlancar pelaksanaan good
governance yaitu meratanya ekonomi disini akan mensejahterahkan masyarakat dan
mengurangi tingkat kejahatan sosial yang ada dan dapat meningkatkan kualitas sumber daya
manusia yang baik sehingga mempercepat proses pelaksanaan good governance.
Tujuan dari good governance ini yaitu sebagai terwujudnya pembangunan yang
berkelanjutan dimana stakeholder ataupun pemerintah dapat melaksanakan dan mengolah
sumber daya alam untuk menjadikan pembangunan yang berkelanjutan disini masyarakat
berperan sebagai controller dalam hal mengambil kebijakan pemerintah.

2. Administrasi Pembangunan dan Fungsi-fungsi Manajemen Pembangunan

Dalam kbbi pengertian administrasi adalah usaha atau kegiatan yang berkenaan dengan
penyelenggaraan kebijaksanaan untuk mencapai tujuan.
Ruang lingkupnya terdiri dari
a. Manajemen administratif yaitu mengarahkan agar semua bekerja sama sesuai tujuan
yang dicapai
b. Manajemen operatif yang mengarahakan dan membina agar beban tugas pekerjaan
dilaksakanakan dengan tepat dan benar
Fungsi – fungsi manajemen fungsi ini menurut Henry Fayol dan GR Terry terdapat 4
fungsi yaitu Perencanaan ( Planning) – Pengorganisasian ( Organizing) – Pengarahan
( Actuacting ) dan Pengendalian ( Controlling ) biasa disingkat dengan POAC
Dalam manajemen administrasi pembangunan bagan POAC berada di tengah-tengah
Resources ( Sumber Daya ) dan Suistainable Development ( Pembangunan Berkelanjutan )
Perencanaan yaitu sebelum memutuskan apa yang harus dilakukan, sebaiknya harus
mengkaji dan juga mengevaluasi berbagai rencana alternatif, dikarenakan ini merupakan
langkah awal dalam mencapai tujuan tersebut.
Orgainizing artinya pengaturan sumber daya manusia dan sumber daya fisik yang
dimiliki agar bisa menjalankan mencapai tujuan yang diinginkan. Fungsi Pengorganisasian
bisa memudahkan manajer untuk mengawasi dan menentukan orang-orang yang dibutuhkan
dalam menjalankan tugas yang telah dibagi-bagi. Dalam hal ini organizing berperan dalam
mengolah resources
Directing alias fungsi pengarahan adalah upaya untuk menciptakan suasana kerja
dinamis, sehat agar kinerjanya lebih efektif dan efisien. Dimana akan mengarahakan
reousrces yang sudah ada mau diarahkan untuk pembangunan seperti apa.
Controlling atau fungsi pengendalian adalah upaya untuk menilai suatu kinerja yang
berpatokan kepada standar yang telah dibuat, juga melakukan perbaikan apabila memang
dibutuhkan dimana resources yang sudah diolah akan dilakukan pembatasan dalam hal ini di
Indonesia biasanya ada RTRW ataupun RDTR & PZ.
Dalam hal ini ada 4 prinsip manajemen administrasi yaitu Social Participation :
Tindakan nyata dari masyarakat dengan ikut serta di dalam adminitrasi negara.
 Social Responsibility : Pertanggungjawaban yang harus dilakukan oleh pelaksana
administrasi negara kepada masyarakat
 Social support : Dukungan yang diberikan oleh rakyat terhadap pelaksana
administrasi negara
 Social Control : Pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat terhadap kegiatan
administrasi negara.

3. Kerangka Dasar dan Kelembagaan Negara

Pengertian negara yaitu organisasi masyarakat yang mempunyai daerah tertentu


dimana kekuasaan negara berlaku sepenuhnya sebagai suatu kedaulatan (Prof. Mr. Soenarko).
Dimana terdapat fungsi, unsur dan sifat negara yaitu ;
Fungsi negara sebagai pertahanan dan keamanan, keadilan, kemakmuran dan
kesejahteraan dan pengaturan dan ketertiban (Law and order). Unsur-unsur pembentuk
negara yaitu penduduk, wilayah, pemerintah, dan kedaulatan sifat negara yaitu memaksa,
monopol, dan menyeluruh.
Dalam hal ini terdapat bentuk negara yaitu negara kesatuan dan negara federasi
dimana pada negara kesatuan dimana negara akan berpusat pada satu pemerintahan
sedangkan negara federasi mempunyai beberapa negara bagian yang dimana mempunyai satu
buah pemerintah federasi yang mengendalikan kedaulatan negaranya.
Untuk sistemnya sendiri terdapat sistem terdapat sistem pemerintahan presidensial
yang dengan kekuasaan eksekutif yang dilipilih memalalui pemilu dan terpisah dengan
kekuasaan legislatif untuk sistem pemerintahan parlementer yaitu parlemen memiliki
wewenang dalam menangkat perdana menteri serta dapat menjatuhkan pemerintahan.
Dalam good governance sistem pemerintahan disini terdapat pada Pemerintahan dapat
dimana sistem pemerintahan disini akan bergantung kepada sistem sosial dan timbal balik
dengan sistem ekonomi
Sistem Sosial menurut Talcott Parson adalah suatu proses interaksi yang terjadi di
dalam masyarakat diantara para pelaku sosial. Interaksi yang terjadi diantara para pelaku
sosial ini tentunya akan melibatkan sebuah struktur relasi yang disebut sebagai sebuah sistem.
Ciri ciri sistem sosial yaitu biasanya manusia yang hidup berasama, bercampur dan
menimbulkan sistem komunikasi dan sebagainya. Terdapat fungsi sistem sosial yatu adaptasi
yaitudapat menyesuaikan diri, tujuan mempunyai tujuan yang sama, integrasi menunukan
solidaritas dan berperan dalam masing masing unsur sesuai posisinya, dan pemeliharaan pola
latern yaitu adanya kontiunitas dalam tatanan sosial.
Unsur-unsur sistem sosial yaitu keyakinan, perasaan, cita-cita, norma, kedudukan,
kekuasaan , tingkatan atau pangkat serta sanksi. Biasanya sistem sosial bentuk nyatanya
sepeerti kerja baki maupun FGD ataupun Musrembang dimana musyawarah terjadi dan
melibatkan orang/stakeholder yang cukup banyak.
Dalam good governance posisi sistem sosial berada pada Civil Society / masyarakat
dimana akan sangat berpengaruh dalam mengembangkan sistem pemerintahan ataupun
sistem ekonomi yang ingin di rencanakan.
Sistem ekonomi menurut Gregory Grossman dan M. Manu adalah sekumpulan
komponen-komponen atau unsur-unsur yang terdiri dari atas unit-unit ekonomi serta
lembaga-lembaga ekonomi yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi melainkan
juga saling menopang dan memengaruhi.
Dalam hal ini fungsi sistem ekonomi sebagai penyedia untuk dorongan produksi,
sebagai koordinasi dalam kegiatan sosial dan dapat mengatur hasil produksi dalam sistem
sosial yang terlaksana seperti yang diharapkan.
Dalam hal ini terdapat 4 bentuk sistem ekonomi yaitu sistem ekonomi tradisional
adalah sistem ekonomi yang berdasarkan kebiasaan atau turun temurun dari para leluhur
masyarakat. Sistem ekonomi sosialis yaitu pemerintah sebagai penguasa dominan pada
pengaturan perekonomian. Sistem ekonomi kapitalis kebebasan dalam kegiatan
perekonomian tanpa ada campur tangan dari pemerintah dan sistem ekonomi campuran yaitu
masyarakat memiliki kebebasan dalam kegiatan ekonomi tetapi

Sistem Pemerintahan

Pemerintahan

Dunia Usaha Civil Society

Sistem Ekonomi Sistem Sosial