Anda di halaman 1dari 3

MATERIAL HANDLING (PENANGANAN BAHAN)

Posted by fariedpradhana on September 22, 2013


Posted in: Perancangan Tata Letak & Fasilitas. Tagged: Material Handling, pengangkutan,
perencanaan, PTLF, tenaga kerja, transportasi. 3 Komentar

Pemindahan bahan atau material handling merupakan istilah terjemahan dari material handling 
adalah suatu aktivitas yang sangat penting dalam kegiatan produksi dan memiliki kaitan erat
dengan perencanaan tata letak fasilitas produksi (Wignjosoebroto, 2000).

Material Handling Planning Sheet (MHPS) merupakan suatu tabel yang digunakan untuk
menghitung biaya penanganan bahan. Disini dilakukan minimasi biaya penanganan bahan tetapi
dengan tidak mengabaikan prinsip-prinsip pemindahan bahan, prinsip-prinsip tersebut adalah
seluruh aktivitas pemindahan harus direncanakan, mengoptimasi aliran bahan dengan
merencanakan sebuah urutan operasi dan pengaturan peralatan, mengurang mengkombinasi dan
menghilangkan pergerakan atau peralatan yang tidak diperlukan, memanfaatkan prinsip gravitasi
bagi pergerakan bahan jika memungkinkan, meningkatkan jumlah, ukuran dan berat muatan
yang dipindahkan, menggunakan peralatan pemindahan yang mekanis dan otomatis, mengurangi
waktu non produktif dari peralatan dan tenaga kerja (Apple 1990).

Material Handling adalah salah satu jenis transportasi (pengangkutan) yang dilakukan dalam
perusahaan industri, yang artinya memindahkan bahan baku, barang setengah jadi atau barang
jadi dari tempat asal ketempat tujuan yang telah ditetapkan. Pemindahan material dalam hal ini
adalah bagaimana cara yang terbaik untuk memindahkan material dari satu tempat proses
produksi ketempat proses produksi yang lain. Pada dasarnya kegiatan material handling adalah
kegiatan tidak produktif, karena pada kegiatan ini bahan tidaklah mendapat perubahan bentuk
atau perubahan nilai, sehingga sebenarnya akan mengurangi kegiatan yang tidak efektif dan
mencari ongkos material handling terkecil. Menghilangkan transportasi tidaklah mungkin
dilakukan, maka caranya adalah dengan melakukan hand-off, yaitu menekan jumlah ongkos yang
digunakan untuk biaya transportasi. Menekan jumlah ongkos transportasi dapat dilakukan
dengan cara: menghapus langkah transportasi, mekanisasi atau meminimasi jarak (Unikom,
2011).

Berikut ada beberapa istilah yang umumnya dijumpai dalam pembahasan mengenai material
handling (Mercubuana, 2010). Transport, adalah pemindahan bahan dalam satuan berat (unit
load) atau continers melalui suatu lintasan yang jaraknya lebih dari 5 feet atau sekitar 1,5 meter.
Transper, adalah pemindahan bahan melalui lintasan yang jaraknya kurang dari 5 feet atau
sekitar 1,5 meter. Bulk Material, yaitu baha material yang dalam pemindahan tidak memerlukan
bag, barrel, bottle, drum, dan lain-lain. Unit load, manunjukan sejumlah packaged unit tertentu
yang bisa di muat dalam skid box, pallets, dan lan-lain. Rehandle, adalah aktivitas penurunan
muatan yang ada dalam pallets, box, skid, dan lain-lain (Mercubuana, 2010).

Pemindahan barang adalah bagian dari sistem industri yang memberi pengaruh tentang hubungan
dan kondisi fisik dari bahan atau material produk terhadap proses produksi tanpa adanya
perubahan-perubahan akan kondisi atau bentuk material produk itu sendiri. Prinsip didalam
menetapkan sistem pemindahan bahan yang optimal adalah konsep “the best handling is no
handling at all”. Material handling adalah aliran bahwa yang harus direncanakan dengan
secermat-cermatnya sehingga material akan bisa dipindahkan pada saat dan menuju lokasi yang
tepat (Binus, 2004).

Kegunaan Material Handling

Dalam merancang tata letak pabrik, maka aktivitas pemindahan bahan (material handling)
merupakan salah satu faktor yang cukup penting untuk diperhatikan dan diperhitungkan.
Aktivitas pemindahan tersebut dapat ditentukan dengan terlebih dahulu memperhatikan aliran
bahan yang terjadi dalam suatu operasi. Selanjutnya hal yang harus diperhatikan adalah tipe
layout yang akan digunakan. Ongkos material handling adalah ongkos yang dikeluarkan untuk
melakukan pemindahan material dari satu departemen menuju departemen yang lain untuk
dilakukannya proses produksi selanjutnya. Tujuan ongkos material handling adalah menjaga
atau mengembangkan kualitas produk, mengurangi kerusakan dan memberikan perlindungan
terhadap material (Mercubuana, 2010).

Kebutuhan-kebutuhan tersebut meliputi Menghemat penggunaan luas lantai. Mengurangi beban


manusia dan kecelakaan. Meningkatkan semangat kerja. Mengurangi biaya handling atau
penanganan. Mengurangi biaya overhead. Mengurangi biaya produksi (Mercubuana, 2010).

Kegunaan luas lantai adalah saat digunakan dalam membantu untuk perhitungan Ongkos
Material Handling antar departemen, sesuai dengan luas lantai hasil perhitungan. Beberapa
aktivitas pemindahan bahan yang perlu diperhitungkan adalah sebagai berikut. Pemindahan
bahan dari gudang bahan baku (receiving) menuju departemen fabrikasi maupun departemen
assembling. Pemindahan bahan yang terjadi dari satu departemen menuju departemen yang
lainnya. Pemindahan bahan dari departemen assembling menuju gudang bahan jadi (shipping).
Alat angkut yang dipergunakan (Binus, 2004).

Peralatan Material Handling

Peralatan material handling yang biasanya dipergunakan dalam suatu perusahaan pabrik dapat
dibedakan atas sebagai berikut: Fixed path equipment yaitu peralatan material handling yang
sudah tetap (fixed) digunakan suatu proses produksi,dan dapat digunakan untuk maksud-maksud
lain. Sifat-sifat dari fixed path equipment  ialah: biasanya tergantung atau ditentukan oleh proses
produksi. Sifatnya sudah tetap (fixed) tidak fleksibel, karena hanya digunakan untuk mengangkut
barang-barang atau bahan-bahan secara terus-menerus dan tidak dapat digunakan untuk maksud
yang lain. Mesin-mesin atau peralatan ini biasanya menggunakan kekuatan tenaga listrik. Contoh
fixed path equipment adalah: ban berjalan (conveyor), ada yang diletakkan di atas ruang dan ada
di lantai, derek (cranes), lift (elevator), kereta api (Unikom, 2011).

Varied Path Equipment, yaitu peralatan material handling yang sifatnya fleksibel dapat
dipergunakan untuk bermacam-macam tujuan dan tidak khusus untuk mengangkut atau
memindahkan bahan-bahan/barang-barang tertentu. Sifat-sifat dari varied ialah: biasanya tidak
tergantung dari proses produksi. Dapat dipergunakan bermacam-macam operasi. Mesin-mesin
atau peralatan semacam ini biasanya digunakan dengan kekuatan tenaga manusia atau tenaga
mesin (motor). Contoh dari varied path equipment adalah bermacam-macam truk, forktruck atau
forklift, kereta dorong (Mercubuana, 2010).

Pemilihan jenis alat angkut didasari terhadap besar beban material yang harus dipindahkan,
dimana jenis alat angkut yang dipergunakan bergantung pada spesifikasi alat angkut dalam
melakukan operasinya. Beberapa alat-alat angkut yang biasa dipergunakan adalah: Alat angkut
dengan menggunakan tenaga manusia <20 kg. Alat angkut dengan menggunakan walky pallet
(20-50 kg). Alat angkut dengan menggunakan lift truck (di atas 50 kg). Setelah ditentukan alat
angkut yang akan digunakan, maka selanjutnya dapat ditentukan ongkos alat angkut berdasarkan
jarak tempuh (meter gerakan). Seperti telah dikatakan bahan plant lay out dan material handling
seharusnya berjalan bersamaan. Oleh karena itu plant lay out yang dibuat haruslah
mencerminkan banyaknya kebutuhan atas kegiatan material handling dari suatu tingkat proses
ke tingkat proses berikutnya (Mercubuana, 2010).

Faktor-faktor material handling yang perlu dipertimbangkan dalam plant lay out yang baru ialah
disediakannya gang-gang kecil atau ruang gerak (aisles) yang cukup lebar untuk menempatkan
dengan aman jenis-jenis peralatan yang mekanis, dan dapat menampung muatan yang terbesar
yang dihadapkan serta cukup bagi tempat bergerak orang-orang yang berjalan sejajar.
Menyediakan tempat atau ruangan yang cukup untuk berjalannya pekerjaan, sehingga dapat
dihindarinya rehandling sebelum pengolahan dilakukan. Menyimpan barang agar supaya barang
tersebut tetap dalam keadaan yang baik untuk dikerjakan. Jangan sekali-kali meletakkan bahan-
bahan lepas di atas lantai, kecuali bila tidak dapat dihindarkan sama sekali, karena hal ini
membutuhkan pekerjaan dengan tangan untuk mengangkut dan membongkar bahan-bahan
tersebut setiap kali dipindahkan (Mercubuana, 2010).

Meniadakan kamar-kamar penyimpanan yang terpencil dan dipagari di mana mungkin, kecuali
kalau: bahan-bahan harus disimpan secara teliti sekali, bahan-bahan mudah hilang, rusak atau
dicuri, bahan-bahan tidak segera dapat diperoleh, karena waktu pengiriman bahan-bahan tersebut
lama. Kamar penyimpanan yang dipagari membutuhkan sistem pemindahan yang khusus baik
untuk penerimaan maupun pengeluaran barang, dan biasanya administrasinya khusus pula.
Mengadakan suatu sistem pemindahan barnag-barang sisa atau scrap dari bahan-bahan bekas
yang dibuang. Merencanakan pos-pos pengawasan sebagai suatu bagian dari arus pekerjaan.
Menghindarkan semua gerakan yang menyilang (zig-zag yang melalui arus yang berlaku umum
(general line of flow). Merencanakan pekerjaan-pekerjaan pengepakan pada akhir aliran atau
arus pekerjaan untuk menghindarkan pekerjaan pengepakan dan pengangkutan kembali. Dalam
merencanakan tempat-tempat penerimaan dan pengiriman barang, kekuatan lantai harus dibuat
sedemikian rupa, sehingga memudahkan masuknya kendaraan pengangkut/pemindah bahan
(Mercubuana, 2010).