Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

NILAI-NILAI BUDAYA DAN NORMA-NORMA SOSIAL

DI SUSUN OLEH:

1.ADEN YUMETRI TANAEM/ 11571118

YAYASAN KEPERAWATAN NUSA TENGGARA TIMUR


AKADEMI KEPERAWATAN MARANATHA SOEDIPLOMA III TAHUN
2019
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..................................................................................i
DAFTAR ISI...............................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................iii
1.1 Latar Belakang...........................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................2
1.3 Tujuan Penulisan.......................................................................3
BAB II PEMBAHASAN ............................................................4
2.1 Pengertian nilai-nilai budaya dan norma sosial..........................5
2.2 Fungsi-fungsi nilai-nilai budaya.................................................6
2.3 Tahap-tahap norma sosial...........................................................7
2.4 Faktor yang mempengaruhi norma sosail………………………8
BAB III PENUTUP……………………. ………………………………..9
3.1 Kesimpulan................................................................................10
3.2 Saran..........................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa,Karena rahmatNya
saya bisa menyelesaikan makalah yang bejudul NILAI-NILAI BUDAYA DAN
NORMA SOSIAL dengan baik. Saya berharap makalah ini bisa menambah
pengetahuan para pembaca. Namum terlepas dari itu saya memahami bahwa
makalah ini masih jauh dari kata sempurna sehingga saya menharapkan kritik serta
saran dari yang bersifat membangun
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Nilai-nilai budaya merupakan nilai-nilai yang disepakati dan tertanam dalam


suatu masyarakat, yang mengakar pada suatu kebiasaan, kepercayaan (believe), simbol-
simbol, dengan karakteristik tertentu yang dapat dibedakan satu dan lainnya sebagai
acuan prilaku dan tanggapan atas apa yang akan terjadi atau sedang terjadi. Ada tiga hal
yang terkait dengan nilai budaya  yaitu : Simbol, slogan atau yang lainnya yang kelihatan
kasat mata . Sikap, tindak laku, gerak gerik yang muncul akibat slogan, moto tersebut;
Kepercayaan yang tertanam (believe system) yang mengakar dan menjadi kerangka
acuan dalam bertindak dan berperilaku (tidak terlihat).
Norma diciptakan oleh masyarakat dan digunakan sebagai pedoman, petunjuk /
panduan, standart / ukuran dalam berbuat, bertindak dan berprilaku.Norma pada akhirnya
bertujuan untuk menciptakan keteraturan sosial, yaitu suatu kondisi dalam masyarakat
yang menunjukan adanya kehidupan yang harmonis (selaras, serasi, dan seimbang).
Norma adalah patokan perilaku dalam suatu kelompok masyarakat tertentu. Norma
disebut pula peraturan sosial menyangkut perilaku-perilaku yang pantas dilakukan dalam
menjalani interaksi sosialnya. Keberadaan norma dalan masyarakat bersifat memaksa
individu atau suatu kelompok agar bertindak sesuai dengan aturan sosial yang telah
terbentuk sejak lama.Norma sosial adalah kebiasaan umum yang menjadi pedoman
perilaku dalam suatu kelompok masyarakat dan batasan wilayah tertentu. Norma
menyangkut perilaku-perilaku yang pantas dilakukan dalam menjalani interaksi
sosialnya.
1.2 RUMUSAN MASALAH
Untuk mengetahui budaya Ada tiga hal yang terkait dengan nilai budaya  yaitu : Simbol,
slogan atau yang lainnya yang kelihatan kasat mata . Sikap, tindak laku, gerak gerik yang
muncul akibat slogan, moto tersebut
BAB 11
PEMBAHASAN

2.1 NILAI-NILAI BUDAYA DAN NORMA-NORMA SOSIAL

1 Pengertian Nilai Budaya


Nilai merupakan suatu hal yang dianggap baik atau buruk bagi kehidupan. Nilai
merupakan sesuatu yang abstrak, namun hal tersebut menjadi pedoman bagi kehidupan
masyarakat. Contohnya, orang menganggap menolong bernilai baik dan mencuri bernilai
buruk.Pengertian nilai berdasarkan Kamus Bahasa Indonesia: Nilai adalah, taksiran,
sifat-sifat (hal-hal) penting yang dianggap penting atau yang berguna bagi kemanusiaan
yang dapat mendorong manusia mancapai tujuannya.
Pengertian nilai menurut beberapa ahli:
1) Menurut Kimball Young
Menyatakan bahwa nilai sosial adalah sebagai pendapat yang berssifat abstrak dan
seringkali tanpa disadari berkenaan dengan hal yang penting serta hal yang benar.
2) Menurut A.W.Green
Menyatakan bahwa nilai sosial sebagai suatu kesadaran yang relatif berkelanjutan
dan disertai dengan emosi terhadap ide, objek, dan individu masyarakat
3) Menurut Woods
Merumuskan nilai sosial yakni merupakan petunjuk yang bersifat umum dan telah
lama berlangsung dan terfokus pada tingkah laku serta kepuasan dalam kehidupan
sehari-hari.
4) Menurut Henropuspito
Menyatakan bahwa segala sesuatu yang di hargai masyarakat karna memiliki
guna fungsional untuk perkembangan kehidupan manusia.
5) Menurut Karel
Menyatakan bahwa sosiologi memandang nilai-niai sebagai pengertian-pengertian
mengenai baiknya perbuatan-perbuatan.
6) C .Kluckholn
Nilai kebudayaan mencakup hal-hal sebagai berikut :
1. Nilai mengenai hakikat karya manusia
Ada manusia yang beranggapan bahwa manusia berkarya demi harga diri.
2. Nilai mengenai hakikat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
Ada manusia yang berorientasi pada masa lalu atau masa depan.
3. Nilai mengenai hakikat hubungan manusia dengan sesamanya
Ada manusia yang berorientasi pada individualisme.
7) Theodorson dalam Pelly (1994)
Mengemukakan bahwa nilai merupakan sesuatu yang abstrak, yang dijadikan
pedoman serta prinsip – prinsip umum dalam bertindak dan bertingkah laku.
Keterikatan orang atau kelompok terhadap nilai menurut Theodorson relatif
sangat kuat dan bahkan bersifat emosional. Oleh sebab itu, nilai dapat dilihat
sebagai tujuan kehidupan manusia itu sendiri. Nilai-nilai budaya merupakan nilai-
nilai yang disepakati dan tertanam dalam suatu masyarakat, yang mengakar pada
suatu kebiasaan, kepercayaan (believe), simbol-simbol, dengan karakteristik
tertentu yang dapat dibedakan satu dan lainnya sebagai acuan prilaku dan
tanggapan atas apa yang akan terjadi atau sedang terjadi. Ada tiga hal yang terkait
dengan nilai budaya  yaitu : Simbol, slogan atau yang lainnya yang kelihatan
kasat mata . Sikap, tindak laku, gerak gerik yang muncul akibat slogan, moto
tersebut; Kepercayaan yang tertanam (believe system) yang mengakar dan
menjadi kerangka acuan dalam bertindak dan berperilaku (tidak terlihat).
Sedangkan yang dimaksud dengan nilai budaya itu sendiri sudah dirumuskan oleh beberapa ahli
seperti:
a) Koentjaraningrat
Menurut Koentjaraningrat (1987:85) lain adalah nilai budaya terdiri dari konsepsi –
konsepsi  yang  hidup  dalam  alam  fikiran  sebahagian  besar  warga  masyarakat
mengenai hal – hal yang mereka anggap amat mulia. Sistem nilai yang ada dalam suatu
masyarakat dijadikan orientasi dan rujukan dalam bertindak. Oleh karena itu, nilai
budaya yang dimiliki seseorang mempengaruhinya.
b) Clyde Kluckhohn dalam Pelly (1994)
Mendefinisikan nilai budaya sebagai konsepsi umum yang terorganisasi, yang
mempengaruhi perilaku yang berhubungan dengan alam, kedudukan manusia dalam
alam, hubungan orang dengan orang dan tentang hal – hal yang diingini dan tidak
diingini yang mungkin bertalian dengan hubungan orang dengan lingkungan dan sesama
manusia.    
c) Sementara itu Sumaatmadja dalam Marpaung (2000)
Mengatakan bahwa pada perkembangan,  pengembangan,  penerapan  budaya  dalam 
kehidupan,  berkembang pula nilai – nilai yang melekat di masyarakat yang mengatur
keserasian, keselarasan, serta keseimbangan. Nilai tersebut dikonsepsikan sebagai nilai
budaya.

2.2 Fungsi nilai nilai budaya


Selanjutnya, bertitik tolak dari pendapat diatas, maka dapat dikatakan bahwa setiap
individu dalam melaksanakan aktifitas vsosialnya selalu berdasarkan serta
berpedoman kepada nilai-nilai atau system nilai yang ada dan hidup dalam
masyarakat itu sendiri.
.Nilai mempunyai beberapa fungsi yang sangat penting dalam kehidupan manusia
(adisubroto, 2000) yaitu sebagai berikut:
1) Nilai berfungsi sebagai standart, yaitu standart yang menunjukkan tingkah laku dari
berbagai cara, yaitu :
 Membawa individu untuk mengambil posisi khusus dalam masalah social.
 Mempengaruhi individu dalam memilih ideologi politik atau agama.
 Menunjukkan gambaran-gambaran self terhadap orang lain
 Menilai dan menentukan kebenaran dan kesalahan atas diri sendiri dan orang lain.
 Merupakan pusat pengkajian tentang proses-proses perbandingan untuk
menentukan individu bermoral dan kompeten.
 Nilai di gunakan untuk mempengaruhi orang lain atau mengubahnya.
 Nilai sebagai standart dalam proses rasionalisasi yang dapat terjadi pada setiap
tindakan yang kurang dapat di terima oleh pribadi atau masyarakat dan
meningkatkan self-esteem.
2) Nilai berfungsi sebagai rencana umum (general plan) dalam menyelesaikan konflik dan
pengambilan keputusan.
3) Nilai berfungsi motivasional. Nilai memiliki komponen motivasional yang kuat seperti
halnya komponen kognitif, afektif, dan behavioral.
4) Nilai berfungsi penyesuaian, isi nilai tertentu di arahkan secara langsung kepada cara
bertingkah laku serta tujuan akhir yang berorientasi pada penyesuaiam. Nilai berorientasi
penyesuaian sebenarnya merupakan nilai semu karena nilai tersebut di perlukan oleh
individu sebagai cara untuk menyesuaikan diri dari tekanan kelompok. Di dalam proses
penyesuaiannya pertama-tama individu mengubah nilai secara kognitif ke dalam nilai
yang dapat di pertahankan secara social maupun personal, dan nilai yang demikian pasti
akan mudah untuk penyesuaianm diri dengan nilai yang berbeda.
5) Nilai berfungsi sebagai ego defensive. Di dalam prosesnya nilai mewakili konsep-konsep
yang telah tersedia sehingga dapat mengurangi ketegangan dengan lancer dan mudah.
6) Nilai berfungsi sebagai pengetahuan dan aktualisasi diri. Nilai sebagai modal tingkah
laku atau cara bertin dak secara eksplisit maupun implisit melibatkan fungsi aktualisasi
diri. Fungsi pengetahuan berarti pencarian arti kebutuhan untuk mengerti, kecenderungan
terhadap kesatuan persepsi dan keyakinan yang lebih baik untuk melengkapi kejelasan
dan konsepsi.

Nilai-Nilai Budaya Masyarakat Indonesia Berkaitan dengan Kesehatan


Menurut Sutan Takdir Alisyahbana (1982)
Kebudayaan asli Indonesia menyebutkan ada enam nilai, yaitu:
 Nilai Ekonomi tujuan untuk memakai atau menggunakan benda-benda dan
kejadian-kejadian secara efektif bagi kehidupan manusia
 Niala Estetis dikaitkan dengan masalah keindahan.
 Nilai Solidaritas jika dikaitkan dengan proses penghargaan dalam konteks
interaksi dan komunikasi.
 Nial Kuasa jika dikaitkan dengan kepuasan bila orang lain mengikuti norma
dan nilai kita.
 Teoriproses penilaian secara obyektif mengenai identitas benda-benda dan
kejadian-kejadian alam sekitar.
 Agama; jika penilaian dihadapkan pada masalah keagungan serta kebesaran
hidup dan alam semesta
Sudarma (2008) mengatakan bahwa sesungguhnya sebuah praktik layanan kesehatan dapat
dilihat dari berbagai nilai sebagaimana yang dikemukakan oleh STA tersebut yaitu:

No Nilai budaya Pelayanan kesehatan


1 Ekonomi Dalam mendapatkan pelayanan kesehatan
dibutuhkan biaya, lat produksi, atau imblana
jasa. Kebutuhan terhadap layanan medis atau
obat, senantiasa menyertakan kebutuhan akan
biaya (ekonomi), pada konteks ini maka
layanan kesehatan mengandung nilai ekonomi.

2 Estetis Lingkungan yang bersih serta ruangan yang


nyaman dan harum memberikan dukungan
emosional terhadap proses penyembuhan
kesehatan. Terlebih lagi bila dikaitkan  dengan
adanya pengembangan aromaterapi untuk
kesehatan, maka masalah keindahan dan
kenyamanan menjadi sangat penting untuk
kesehatan.

3 Solidaritas Dalam menjalankan tugas profesinya, seorang


perawat dapat berkerja sama dengan pasien,
keluarga pasien, dokter, bidan atau pihak lain
yang berkepentingan.Sebagai manusia, pasien
sesungguhnya  membutuhkan teman untuk
berkeluhkesah.

4 Kuasa Sebagai manusia, pasien sesungguhnya 


membutuhkan teman untuk berkeluh kesah.

5 Teori Sebagai seorang perawat, memiliki peran dan


fungsi yang berbeda, demikian pula dokter dan
bidan.Terdapatnya struktur pengelola rumah
sakit mulai dari direktur, dokter, perawat,
bidan, apoteker, gizi, sanitarian dan
sebagainya.Dalam menjalankan tugasnya
seorang dokter, perawat, dan bidan dituntut
untuk memiliki pengetahuan tentang
kesehatan.Sebelum melaksanakan praktik,
setiap lulusan pendidikan kesehatan
diwajibkan untuk mengikuti pendidikan
profesi.Bagi masyarakat yang beragama
praktik pelayanan kesehatan merupakan
bagian dari pelayanan kepada umat.

6 Agama Selaras dengan kode etik, ilmu pengetahuan,


dan keterampilan profesi yang dimiliki
merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa.
Oleh karena itu pelayanan kesehatan pun perlu
dianggap sebagai bagian dari ibadah.

2 Pengertian Norma Sosial


Norma Sosial merupakan ukuran yang digunakan oleh masyarakat  apakah tindakan
yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang merupakan tindakan yang wajar
dan dapat diterima karena sesuai dengan harapan sebagian besar warga masyarakat
ataukah merupakan tindakan yang menyimpang karena tidak sesuai dengan harapan
sebagian besar warga masyarakat.
Pengertian norma dibagi atas 2 bagian yaitu :
 Pengertian norma secara sempit => aturan / kaidah yang mempunyai sangsi.
 Pengertian norma secara luas => aturan / kaidah yang lahir, tumbu dan
berkembang dalam masyarakat dan dijadikan sebagai pedoman dalam berprilaku.
Definisi norma menurut para ahli:
Menurut Robert M.Z. Lawang
Norma adalah patokan perilaku dalam suatu kelompok tertentu.
Dari defenisi diatas dapat disimpulkan bahwa norma diciptakan oleh masyarakat dan
digunakan sebagai pedoman, petunjuk / panduan, standart / ukuran dalam berbuat,
bertindak dan berprilaku.Norma pada akhirnya bertujuan untuk menciptakan keteraturan
sosial, yaitu suatu kondisi dalam masyarakat yang menunjukan adanya kehidupan yang
harmonis (selaras, serasi, dan seimbang).
Norma sosial adalah patokan perilaku dalam suatu kelompok masyarakat tertentu. Norma
disebut pula peraturan sosial menyangkut perilaku-perilaku yang pantas dilakukan dalam
menjalani interaksi sosialnya. Keberadaan norma dalan masyarakat bersifat memaksa
individu atau suatu kelompok agar bertindak sesuai dengan aturan sosial yang telah
terbentuk sejak lama.Norma sosial adalah kebiasaan umum yang menjadi pedoman
perilaku dalam suatu kelompok masyarakat dan batasan wilayah tertentu. Norma
menyangkut perilaku-perilaku yang pantas dilakukan dalam menjalani interaksi
sosialnya.
Pada dasarnya, norma disusun agar hubungan di antara manusia dalam masyarakat dapat
berlangsung tertib sebagaimana yang diharapkan.
Klasifikasi Norma Sosial Berdasarkan Aspek:
 Norma Agama
Norma agama adalah peraturan sosial yang sifatnya mutlak dan tidak dapat ditawar-
tawar karena berasal dari Tuhan.
 Norma Kesusilaan
Norma kesusilaan adalah peraturan sosial yang berasal dari hati nurani yang
menghasilkan akhlak.
 Norma Kesopanan
Norma kesopanan adalah peraturan sosial yang mengarah pada hal-hal yang berkenaan
dengan bagaimana seseorang harus bertingkah laku wajar dalam kehidupan
bermasyarakat.
 Norma Kebiasaan
Norma kebiasaan adalah sekumpulan peraturan sosial yang berisi petunjuk tentang
perilaku berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan individu.
 Norma Hukum
Norma hukum adalah aturan sosial yang dibuat oleh lembaga tertentu misalnya
pemerintah, sehingga dapat dengan tegas melarang serta memaksa orang untuk dapat
berperilaku sesuai dengan keinginan pembuat peraturan tersebu
2.3 Tahap-Tahap Norma Sosial
Berdasarkan tingkat daya ikat terhadap masyarakat tahap-tahap norma sosial
meliputi:
Norma cara (Usage)
Norma cara yaitu tata cara yang dianut seseorang dalam melakukan sesuatu.
Norma kebiasaan (Folkways)
Norma kebiasaan yaitu suatu aturan yang biasa berlaku di lingkungan.
Norma tata kelakuan (Mores) Suatu norma kebiasaan yang sudah mengakar di
masyarakat berkembang menjadi norma tata kelakuan, norma tata kelakuan digunakan
sebagai alat pengawasan oleh masyarakat kepada anggotanya.
Norma Adat (Custom)Adat merupakan  norma yang tidak tertulis namun sangat kuat
mengikat, apabila adat  menjadi tertulis ia menjadi hukum adat. Merupakan suatu aturan
yang turun temurun.
Norma hukum (Law)Norma hukum yaitu suatu rangkaian aturan yang menjadi pedoman
bagi seluruh warga negara. Norma hukum berisi ketentuan-ketentuan perundang-
undangan termasuk peraturan pemerintahan baik pusat maupun daerah dan keputusan-
keputusan pejabat pemerintah yang dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat
dan bernegara, apabila dilanggar dikenakan sanksi hukum baik penjara, denda atau
hukuman.

Berdasarkan sifatnya norma social dibagi menjadi 2 macam yaitu :


1) Norma Tidak Resmi (Nonformal ) Merupakan norma yang dirumuskan secara tidak jelas
dan tidak bersifat mengikat bagi masyarakat.
2) Norma Resmi (Formal) Merupakan norma yang dirumuskan dan diwajibkan bagi seluruh
masyarakat.
2.4 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Norma Sosial
 Kurangnya informasi. kurangnya informasi justru bisa mempertahankan nilai daN
norma social.
 Rasa takut terhadap celaan social.
 Terjadinya perubahan sosial mengakibatkan perubahan perilaku dan pola pemikiran
masyarakat.
 Mudahnya akses informasi membuat masyarakat semakin kritis dengan setiap
perubahan. Semakin sering informasi diperoleh, semakin besar peluang untuk
berubah.
 Sikap positif terhadap perubahan juga bisa memicu perubahan nilai dan norma sosial
dalam masyarakat.
 Kebutuhan masyarakat yang semakin beragam, terkadang diiringi dengan sedikit
perubahan yang bisa mendarah daging
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Budaya adalah suatu bentuk konsepsi umum yang dijadikan pedoman dan petunjuk
dalam bertingkah laku baik secara individual,sekelompok atau msayarakat secara keseluruhan
tentang nilai buruk,benar salah dan patut atau tidak patut.Noram sosail diciptakan oleh
masyarakat dan digunakan sebagai pedoman/petunjuk/paduan,standar/ukuran dalam berbuat dan
bertindak dan berperilaku. Norma yang bertujuan untuk menciptakan keteraturan dalam
masyarakat. norma diciptakan oleh masyarakat dan digunakan sebagai pedoman, petunjuk /
panduan, standart / ukuran dalam berbuat, bertindak dan berprilaku.Norma pada akhirnya
bertujuan untuk menciptakan keteraturan sosial, yaitu suatu kondisi dalam masyarakat yang
menunjukan adanya kehidupan yang harmonis (selaras, serasi, dan seimbang).

3.2 SARAN

.
DAFTARPUSTAKA
Saputra, Wira. 2011. Nilai Budaya, Sistem Nilai, dan Orientasi Nilai Budaya. Diperoleh dari
http://wirasaputra.wordpress.com/2011/10/13/nilai-budaya-sistem-nilai-dan-orientasi-nilai-
budaya/ (diakses tanggal 13 Januari 2013).Soekanto, Soerjono. 1996. Sosiologi Suatu Pengantar.