Anda di halaman 1dari 6

PENYUSUNAN RANCANGAN PENELITIAN DAN RANCANGAN

PENELITIAN EKSPERIMENTAL

“Disusun Untuk Memenuhi Tugas Metode Penelitian dan Rancangan Percobaan”

Dosen Pengajar : drh. Al Azhar, M.Kes., Ph.D.

Oleh:

AUDRA VINELA (1802101010083)

INTAN KURNIA (1802101010193)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER HEWAN


FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
2019
PENYUSUNAN RANCANGAN PENELITIAN DAN RANCANGAN
PENELITIAN EKSPERIMENTAL

A. Pengertian

Rancangan Penelitian diartikan rencana tentang cara mengumpulkan data,


menganalisis data, agar rencana tersebut dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien
serta sesuai dengan tujuan penelitian. Dalam arti yang lebih luas rancangan penelitian
adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan tahapan
penelitian. Dengan rancangan penelitian yang baik, maka pengaturan variabel dan kondisi
eksperimental dapat dilakukan secara seksama, ketat dan tertib. Rancangan Penelitian
yang digunakan tergantung pada Hipotesis dan Variabel yang diamati. Perencanaan
Penelitian meliputi tahapan:
 Identifikasi, Pemilihan dan perumusan masalah penelitian (termasuk di dalamnya
perumusan masalah, tujuan, definisi, asumsi dan lingkup penelitian)
 Tinjauan Pustaka
 Merumuskan hipotesis penelitian
 Identifikasi, klasifikasi dan mendefinisikan variable penelitian

Rencangan Eksperimen adalah perencanaan eksperimen sedemikian sehingga


diperoleh informasi yang relevan dengan permasalahan yang diteliti dan memungkinkan
analisis yang objektif untuk memperoleh kesimpulan yang valid atau sebagai metode
yang dijalankan dengan menggunakan suatu perlakuan (treatment) tertentu pada
sekelompok orang atau kelompok, kemudian hasil perlakuan tersebut dievaluasi.
Kegunaan Rancangan Penelitian Eksperimen:
 Untuk mendapatkan informasi yang relevan dengan permasalahan penelitian
secara maksimal
 Sehingga penelitian menjadi lebih efisien dan efektif dalam hal waktu, dana,
tenaga, dan analisa statistika
B. Prinsip Dasar Rancangan Penelitian Eksperimental

1. Replikasi :

Adalah banyaknya unit eksperimen yang mendapat perlakuan sama pada kondisi
tertentu. Replikasi sangat penting artinya karena dengan adanya replikasi dapat untuk
meramalkan besarnya kesalahan eksperimen sehingga mengetahui kemaknaan perbedaan
hasil eksperimen dan batas ketangguhan hasil pengamatan.

2. Randomisasi

Adalah keadaan dimana semua unit eksperimen mempunyai kesempatan


(propabilitas) yang sama untuk menjadi sampel (unit eksperimen). Randomisasi sangat
penting artinya oleh kerena hasil eksperimen akan digenaralisasikan keseluruh unit
eksperimen dan cara-cara analisis statistik induktif untuk menganalisis hasil eksperimen
didasarkan atas asumsi sampling yang random.

3. Kontrol internal atau perlakuan Banding.

C. Macam Rancangan Penelitian Eksperimental

1. Pra Eksperimental (Pre- experimental)

Adalah disain percobaan yang tidak mencukupi semua syarat-syarat dari suatu
disain percobaan sebenarnya. Jika penelitian dirancang dengan hanya mempunyai
sedikit saja ciri-ciri suatu disain percobaan. Beberapa Disain Pra Eksperimen:

The One –Shot Case Study

Perlakuan dikenakan pada suatu kelompok unit percobaan tertentu,


kemudian diadakan pengukuran terhadap variabel dependen. Dalam
kelompok ini, digunakan hanya satu kelompok unit percobaan tanpa kontrol.

Misalnya: Menyajikan suatu pelajaran dengan sistim caramah, kemudian


diukur pengaruh sistim caramah dengan mengadakan ujian setelah caramah
diberikan.
Keuntungan dan kerugian desain ini adalah :

 Disain ini berguna untuk mengembangkan suatu prakarsa atau sebagai


disain untuk penelitian eksploratori atau penelitian pendahuluan.
 Disain ini tidak mempunyai kontrol, karena validitas eksternal tidak ada
sehingga tidak dapat disimpulkan.
 Disain ini tidak mempunyai dasar untuk membuat perbandingan,
kecuali secara subjektif dan intuitif.

The Desain One Group Pretest – Postest

Dikenakan perlakuan dengan dua kali pengukuran. Pengukuran


pertama dilakukan sebelum perlakuan diberikan, dan pengukuran kedua
dilakukan sesudah perlakuan dilaksanakan.

Misalnya: Sekelompok penderita Anemia mula-mula diukur kadar


Hbnya (O1). Kepada penderita tersebut diberi Confrey tiga kali sehari, dalam
kurun waktu 3 bulan (X), kemudian diukur kadar Hbnya lagi (O2).
Bandingkan O1 dan O2 dengan uji komparasi yang cocok, untuk menentukan
apakah ada perbedaan antara O1 dan O2. Jika ada seberapa jauh
perbedaannya, misalnya dengan uji t.

Keuntungan dan kerugian desain ini adalah :

 Disain ini sudah memiliki pre test sebelum dikenakan perlakuan dan
adanya pos test sesudah perlakuakn dikenakan, maka dapat dibuat
perbandingan terhadap perlakuan.
 Disain ini tidak mempunyai kontrol, karena validitas internal tidak ada,
karena tidak ada kelompok kontrol, sehingga tidak ada jaminan bahwa X
adalah satu-satunya penyebab.

Desain Randomized Control Group Only

Dalam disain ini mulai diusahakan adanya kelompok kontrol, dimana


populasi dibagi atas dua kelompok secara random. Kelompok pertama
merupakan unit percobaan untuk perlakuan dan kelompok kedua merupakan
kelompok untuk suatu kontrol. Kemudian dicari perbedaan antara rata-rata
pengukuran dari keduanya dan perbedaan ini dianggap disebabkan oleh
perlakuan. Keuntungan dan kerugian desain ini adalah :

 Disain ini sudah mempunyai validitas internal, karena mempunyai


randomisasi dan kontrol. Juga pengaruh Confounded antara pengukuran
pertama dan kedua tidak ada, karena pengukuran pertama (pre test tidak
dilakukan).
 Beberapa pengaruh luar belum tentu dihilangkan, antara lain error historis,
maturasi, instrumen dan error testing.

Contoh: Suatu penelitian ingin mengetahui apakah bekatul


mempunyai efek penurunan kadar kolesterol dalam darah. Prosedurnya :

1. Sekelompok orang dengan kadar kolesterol tinggi diberi diet yang


dicampur dengan bekatul (X) sampai periode tertentu, kemudian diukur
kadar kolesterol dalam darahnya (T1)

2. Sekelompok orang tanpa diberi diet bekatul, diukur kadar kolesterol dalam
darahnya (T2).

3. Kemudian bandingkan kadar kolesterol (T1) dan T2 untuk melihat


pengaruh bekatul (X).

2. Eksperimental Semu (Quasi experimental)

Adalah disain percobaan yang belum secukupnya mempunyai syarat-syarat dari suatu
disain percobaan sebenarnya. Disain eksperimental semu banyak digunakan dalam
penelitian sosial