Anda di halaman 1dari 5

BAB 1.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Salah satu indikator pembangunan kesehatan dasar suatu negara
yaitu Angka Kematian Ibu (AKI). Pada tahun 2012 AKI mencapai 359 per
100 ribu kelahiran hidup atau meningkat sebanyak 57% jika dibandingkan
dengan tahun 2007. Hal tersebut masih jauh dari yang ditargetkan MDGs
pada tahun 2015 yaitu 108 per 100 ribu angka kelahiran hidup.
Terdapat beberapa keadaan yang melatarbelakangi kematian pada
ibu hamil yaitu pendarahan obstetrik (24,8%), infeksi (14,9%), eklamsia
(12,9%), dan sebab-sebab langsung lainnya (7,9%). Perdarahan obstetrik
yang sampai menyebabkan kematian pada ibu hamil diantaranya yaitu
solusio plasenta, plasenta previa, plasenta akreta dan perketa, dan atonia
uteri (Prawirohardjo,2009).
Pada kehamilan trimester ketiga dan saat plasenta lahir banyak
terjadi perdarahan obstetrik. Pada umumnya adalah pendarahan berat dan
apabila tidak ditangani dengan cepat maka dapat mengakibatkan terjadinya
syok yang fatal, salah satu penyebabnya adalah plasenta previa
(Sarwono,2009). Plasenta previa merupakan plasenta yang letaknya tidak
normal yaitu pada segmen bagian bawah Rahim sehingga menutupi
sebagian atau keseluruhan ostium uteri internum (Nugroho, 2012).
Kematian ibu yang disebabkan oleh perdarahan khususnya akibat
plasenta previa menurut WHO dilaporkan berkisar 15%-20% kematian ibu
dan insiden lainnya sebanyak 0,8%-1,2% untuk setiap kelahiran. Pada
negara-negara berkembang sebanyak 1%-2,4% dan pada negara maju lebih
rendah yaitu dengan presentase sebanyak kurang dari 1%. Untuk angka
kejadian yang terjadi pada beberapa rumah sakit umum pemerintah di
Indonesia dilaporkan insidennya berkisar antara 1,7%-2,9% (Saifuddin,
2008).
Oleh karena itu makalah ini akan membahas tentang asuhan
keperawatan pada ibu hamil dengan plasenta previa. Hal ini menjadi
sangat penting bagi tenaga kesehatan khususnya spesialisasi bidang
kesehatan maternitas untuk mencegah terjadinya plasenta previa dan
penatalaksanaannya.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari plasenta previa?
2. Apakah penyebab dan resiko dari plasenta previa?
3. Bagaimana tanda dan gejala dari plasenta previa?
4. Bagaimana prosedur diagnostik dari plasenta previa?
5. Bagaimana penatalaksanaan medis dari plasenta previa?
6. Bagaimana asuhan keperawatan pada ibu hamil dengan plasenta
previa?
1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Menjelaskan dan mengurangi asuhan keperawatan kepada ibu
hamil dengan plasenta previa
1.3.2 Tujuan Khusus
1. Menjelaskan dan menguraikan pengertian plasenta previa
2. Menjelaskan dan menguraikan penyebab dan resiko plasenta
previa
3. Menjelaskan dan menguraikan tanda dan gejala plasenta previa
4. Menjelaskan dan menguraikan prosedur diagnostik plasenta
previa
5. Menjelaskan dan menguraikan penatalaksanaan medis plasenta
previa
6. Menjelaskan dan menguraikan asuhan keperawatan pada ibu
hamil dengan plasenta previa
1.4 Manfaat

Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Makalah ini diharapkan menambah wawasan dan pengetahuan akan


peran dan fungsi perawat
2. Makalah ini dapat digunakan sebagai acuan bagi teman - teman dalam
melaksanakan peran dan fungsinya sebagai seorang perawat.
BAB 4. ANALISIS JURNAL

Penulis Hanna Insani Vedy, M. Ricky Ramadhian


Judul Multigravida Hamil 40 minggu dengan HAP
(Hemorrhage Antepartum) e.c Plasenta Previa
Totalis
Jurnal, edisi/volume, nomor J Medula Unila, Vol.7, No.2, 2017
dan tahun
Kasus Pasien ibu hamil dengan usia 37 tahun datang ke
RSAm pada tanggal 24 November 2016. Dengan
keluhan keluar darah dari kemaluan sejak 4 jam
SMRS. Pasien mengatakan telah memeriksakan
kandungannya selama 3 kali kebidan dan sudah
mendapatkan imunisasi TT 3 kali selama masa
kehamilam. Didapatkan dari hasil pemeriksaan
fisik yaitu kesadaran compos mentis, tekanan
darah 110/70 mmHg, nadi 88 x/menit, RR 24
x/menit, suhu 36ºC. Pemeriksaan obstetrik,
fundus setinggi 31 cm, teraba bagian bokong
pada fundus, letak memanjang dengan punggung
di sebelah kiri, presentasi kepala janin, dan
belum masuk pintu atas panggul. DJJ 150
x/menit, his tidak ada. Pada pemeriksaan dalam
tidak dilakukan. Pada pemeriksaan inspekulo
didapatkan vulva dan vagina tidak ada kelainan,
portio livide, OUE tertutup, Fluor (-), Fluksus:
darah (+) aktif, Erosi/Polip/Laserasi (-).
Pemeriksaan penunjang nilai hemoglobin 10,6
g/dL, hematocrit 30%, trombosit.

Pembahasan Pada kasus ini anamnesis yang didapatkan


yaitu terdapat darah yang keluar dari kemaluan
namun tanpa disertai nyeri. Hal ini sesuai dengan
tanda utama plasenta previa yaitu terjadiya
pendarahan uterus yang keluar melalui vagina
pada umur kehamilan trimestet dua atau awal
trimester tiga tanpa ditandai rasa nyeri.
Terdapat beberapa faktor yang berhubungan
dengan plasenta previa diantaranya yaitu korpus
luteum bereaksi lambat, mioma arteri, polip
endometrium, endometrium cacat, seksio
cesarean, kuretase, riwayat plasenta previa
lainnya. Selain itu faktor yang menyebabkan
plasenta previa yaitu wanita multipara hal ini
disebabkan karena vaskularisasi yang berkurang
dan terdapat perubahan atrofi pada desidua yang
diakibatkan dari persalinan sebelumnya. Faktor
lainnya yaitu usia, usia yang beresiko terkena
plasenta previa yaitu pada usia diatas 35 tahun.
Dan untuk menegakkan diagnosa dapat
dilakukan USG atau pemeriksaan ultrasonografi.
Plasenta prveia digolongkan menjadi empat
bagian yaitu plasenta previa totalis/komplit,
plasenta pervia parsialis, plasenta previa
margianalis, dan plasenta letak rendah.
Berdasarkan scan pada ultrasound plasenta
previa dibagi menjadi empat derajat yaitu:
Derajat I: plasenta sudah melampaui batas
terendah rahim
Derajat II : plasenta sudah mencapai ostium uteri
internium
Derajar III : plasenta terletak pada bagian ostium
uteri internum
Derajat IV : plasenta berada tepat pada segmen
bawah Rahim.
Untuk penatalaksaan yang dapat dilakukan
pada pasien plasenta previa yaitu ekspektatif dan
terapi aktif. Pada kasus ini dapat disimpulkan
bahwa pasien terdiagnosa plasenta previa yang
disebabkan oleh faktor usia yaitu 37 tahun dan
pasien merupakan wanita multiparitas.

Diana, S.W. 2018. Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Plasenta


Previa Di RSUd Panembahan Senopati bantul. Naskah publikasi.
Yogyakarta: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas ‘Aisyiyah.

Mursiti, T., dan T. Nurhidayati. 2020. Identifikasi ibu bersalin perokok pasif
terhadap kejadian placenta previa di rumah skait wilayah kabupaten
Kendal. Midwefery Care Journal. 1(2): 7-12.

Nugroho, T. 2012. Obstetri dan Gynekologi. Yogyakarta: Nuha Medika.

Prawirohardjo, S. 2009. Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka.

Saifudin, A.B. 2008. Ilmu kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono.