Anda di halaman 1dari 7

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Deskripsi Data


3.1.1 Data PT. Evergreen Shipping Agency Indonesia Cabang
Semarang
PT. Evergreen Shipping Agency Indonesia kantor cabang
Semarang berada di Gedung Bina Artha (Bank Jateng) lantai 3
jalan pemuda no.142 semarang dan telah di sahkan oleh akta
notaris No. 1 tanggal 6 Februari 2007 No 09.03.1.61.38752
dengan disaksikan oleh notaris Muchlis Patahna, S.H bertempat di
Jakarta dan telah mendapat ijin pendirian usaha pelayaran oleh
Dirjen Perhubungan Laut No. AT.556/21/18/DA-07 pada tanggal
17 april 2007 dan Tanda Daftar Perusahaan dari Disperindag
Pusat pada tanggal 12 juni 2008 No. 090316138756.
KANTOR PT. EVERGREEN

Gambar 4.1
Sumber : Hasil Pemotretan Di Lapangan

26
27

Gambar 4.2 MV. Ever Beamy


Sumber : Foto di TPKS Semarang

Vessel Name : EVER BEAMY


Vessel Type : Container Carrier
Owner : EVERGREEN Marine Corp.
Operator : EVERGREEN Marine Corp.
Flag : REPUBLIC OF CHINA (TAIWAN)
Port Of Register : KEELUNG
Call Sign : BKLK
IMO No : 9787003
Class : CR Classification (CHINA)
Deadweight : 37.301 Ton
Gross Tonnage : 33.266 Ton
Nett Tonnage : 12.503 Ton
Length Over All : 211 Metres
Length BP : 206,92 Metres
Year Built : 2018
28

3.2 Pembahasan
3.1.2 Sering terjadi masalah antara Pre Stowage Plan yang
direncanakan sebelumnya tidak sesuai dengan Final Stowage
Plan pada saat selesai muat.
Dalam pelaksanaan kegiatan bongkar muat kontainer ini, 1-
2 hari sebelumnya Planner Evergreen sudah menyiapkan Stowage
Plan untuk Pembongkaran maupun Pemuatan. Dalam penyusunan
Pre Plan sendiri kita mengikuti Port Captain Intructions dan
melihat kondisi dari muatan diatas kapal dan juga melihat kondisi
dan keterbatasan dari Container Crane dan Wharf atau kade
tempat sandar yang akan dijadikan tempat sandar nanti. Untuk
pada saat pembongkaran sendiri jarang menemui masalah
kaitannya dengan Discharging Plan. Tetapi untuk Loading Plan
sering kita bertemu masalah, bisa dari pihak kapal ataupun dari
pihak stevedoring. Dari pihak kapal sendiri masalah yang sering
terjadi adalah Ship Stability and Condition, Hatch Ability, etc.
Kaitannya dengan stabilitas sendiri antara lain seperti kemiringan
kapal yang terlalu besar, trim yang terlalu mendongak maupun
jarak pandang kapal yang akan terganggu setelah bongkar muat
selesai. Ini disebabkan karena kebanyakan kapal tidak
memberikan informasi-informasi seperti Tank Conditions dan
General Arrangement. Sehingga terjadi perbedaan Stability
Conditions dan Limited Vissibility yang ada pada software pihak
Evergreen dengan software yang ada di kapal. Jadi pada saat
penyerahan Pre Plan ke pihak kapal C/O tidak setuju dan meminta
untuk dirubah Pre Plan tersebut dan Planner pun harus mengubah
Pre Plan yang disetujui oleh Port Captain dan
mengkonsultasikannya kembali dengan Port Captain. Oleh karena
itu, dalam mengatasi masalah seperti ini sebelum membuat
Stowage Plan sebaiknya mengkoordinasikan dan meminta
informasi-informasi seperti :
29

a) Tank Conditions
b) General Arrangement
c) Serta informasi-informasi lain kaitannya dengan
keterbatasan kapal itu sendiri

Selain dari pihak kapal, juga sering terjadi masalah dengan pihak
Stevedoring yang tidak mengikuti instruksi yang diberikan karena
mereka selalu mempunyai pemikiran bagaimana caranya kegiatan
cepat selesai tanpa memperhatikan instruksi-intruksi yang
diberikan. Untuk mengatasi hal-hal seperti ini pihak Planner
Evergreen harus tegas dalam memberikan instruksi dan juga
sering melakukan pengawasan pada saat kegiatan bongkar muat
berlangsung.

3.2.2 Penyebab terjadinya Longhatch, Over Stowage, Over


Carriage, Stack Weight Exceeding, Limited Visibility yang
dapat menyebebakan Additional Charge maupun claim dari
shipper.
Sebelum membahas mengenai Longhatch, Over Stowage,
Over Carriage, Stack Weight Exceeding, Limited Visibility
terlebih dahulu akan dijelaskan apakah itu tadi
a) Longhatch
Longhatch adalah keterlambatan bongkar muat,
dikarenakan disalah disalah satu palka atau penumpukan
suatu jenis muatan dengan jumlah banyak pada suatu ruang
muatan yang ditangani oleh salah satu Container Crane, atau
terjadinya pembagian muatan yang tidak merata untuk
masing-masing ruang muatan yang akan ditangani oleh
Container Crane sehingga mengakibatkan kegiatan bongkar
muat menjadi lama yang akan menimbulkan bertambahnya
biaya labuh. Dalam menangani hal seperti pihak Planner
Evergreen sendiri membuat simulasi Long Hatch
30

Arrangement di CASP. Dengan Long Hatch Arrangement


sendiri akan diketahui CC mana yang akan menangani Area
Muatan yang paling banyak. Sehingga jika ada Bay Area
yang mempunyai selisih yang terlalu besar kita dapat
merubah atau memindah beberapa container supaya tidak
terjadi Longhatch.
b) Over Stowage
Over Stowage adalah suatu keadaan dimana muatan yang
seharusnya dibongkar disuatu pelabuhan sandar terhalang
oleh muatan lain yang berada di atasnya. Oleh karena itu
muatan yang menghalangi tersebut harus dipindah atau di
shifting terlebih dahulu yang akan menimbulkan biaya
tambahan yang harus ditanggung oleh pihak Evergreen
sendiri dan waktu pembongkaran juga bertambah.
c) Stack Weight Exceeding
Stack Weigh Exceeding adalah suatu keadaan dimana
berat penumpukan di salah satu area Tier Cell Guide melebihi
kemampuan yang dapat ditangani Deck Load Capacity di
Area tersebut yang mana itu dapat menyebabkan kerusakan
struktural kapal tersebut.
d) Limited Visibility
Limited Visibility adalah suatu keadaan dimana jarak
pandang dari anjungan ke haluan terganggu yang disebabkan
oleh penumpukan kontainer yang melebihi batas
penumpukan minimum kapal sendiri. Sehingga penglihatan
atau jarak pandang menjadi terbatas dan akan sangat
berbahaya dalam bernavigasi dalam keadaan seperti ini.
Untuk menghindari masalah seperti tadi dalam menyusun
Stowage Plan harus selalu diperhatikan :
a) Perencanaan pengaturan pemuatan harus dilakukan
dengan prima
31

b) Pemisahan muatan harus diperhatikan dengan baik


c) Mengirimkan Pre Stowage Plan ke pihak kapal dan
terminal agar jika ada yang tidak sesuai maka bisa
langsung dirubah.
d) Prinsip-prinsip penanganan harus dilaksanakan dengan
baik :
 Melindungi kapal.
 Melindungi muatan.
 Melindungi keselamatan buruh dan ABK yang
bekerja.
 Pelaksanaan pemuatan secara sistematis.
 Memenuhi ruang muatan sepenuh mungkin sesuai
dengan daya tampungnya.
e) Pemuatan harus dilaksanakan sesuai dengan simulasi
Longhatch Arrangement.
f) Pengawasan selama kegiatan bongkar muat berlangsung.
g) Bongkar muat harus dilaksanakan sesuai dengan
instruksi sebelumnya.

3.2.3 Sering terjadi keterlambatan kedatangan kedatangan


muatan/ container di terminal TPKS sehingga
muatan/container tersebut terkena closing dan terpaksa
harus ganti kapal selanjutnya atau menunggu kapal tersebut
kembali
Terlambatnya kontainer masuk atau Gate In ini merupakan
hal yang sering terjadi dan selain itu pula meskipun waktunya
masih mencukupi untuk dimuat akan dapat berdampak pada
berubahnya Stowage Plan yang telah dilaksanakan. Penyebabnya
bisa karena banyak hal misalnya truk yang membawa kontainer
terjebak oleh kemacetan, mogok dalam perjalanan, stuffing atau
unstuffing yang belum selesai, dan lain-lain.
32

Dalam mencegah terjadinya hal ini perlu dilakukan


koordinasi 2 hari sebelumnya dengan pihak EMKL/Shipper yang
mengirim kontainer tersebut Gate In ke Terminal TPKS tentang
kepastian kapan kontainer tersebut akan masuk/gate in ke
terminal dan juga jam berapa terakhir akan clossing pembuatan
Job Order. Tetapi selain itu pula Planner juga harus
mempersiapkan space yang sesuai untuk kontainer tersebut
meskipun nanti container tersebut kemungkinan akan di cancel
atau dibatalkan, Planner tinggal menghapus container tersebut di
CASP dan mencetak ulang stowage plan serta mengkoordinasikan
ulang dengan pihak tally man dan stevedoring supaya tidak tejadi
kesalahpahaman.