Anda di halaman 1dari 2

Mega Afanin Salwaludna

10111710000011
Kelas A-D4 Teknik Infrastruktur Sipil

Analisis dan Opini Video “Indonesia dilihat dari Timur”

Ibu Francisia Saveria Sika Ery Seda berpendapat bagaimana masyarakat


Indonesia bagian timur melihat Indonesia terutama Indonesia bagian barat dan
pemerintahannya. Menurut beliau ada pejabat perhubungan yang dikirim ke
Flores tidak tahu menahu tentang jalannya transportasi di NTT itu seperti apa.
Jangankan transportasinya tentang geografisnya saja pasti jelas tidak tahu. Orang
indonesia barat hanya mengetahui Flores karena komodonya saja yang bahkan
orang asli Flores sama sekali tidak memperhatikannya. Orang NTT di era
globalisasi ini hanya peduli tentang bagaimana cara agar hasil dari perkebunan
kopinya bisa mencapai ke luar negeri.

Masyaratkat indonesia barat berpendapat bahwa nasionalisme adalah


mengikuti semua ketetapan dan kepentingan pemerintah pusat dan harus diakui
dan apabila tidak setuju maka akan dianggap tidak nasionalis ataupun tidak
mencintai Indonesia. Bagi orang Indonesia Timur Australia itu lebih dekat
daripada Jakarta yang berada di Indonesia Barat sedangkan orang Indonesia Barat
berpendapat bahwa orang Indonesia Timur sudah keterlaluan karena lebih
berorientasi ke Australia daripada Jakarta alias tidak memiliki rasa nasionalisme.
Dan karena hal itu dikhawatirkan apabila terjadi referendum maka orang-orang di
NTT akan lebih memilih Australia daripada Republik Indonesia.

Beliau meyakini apabila orang-orang di papua dan sulawesi semenjak


kemerdekaan Indonesia itu dianggap sebagai anak tiri. Karena orang-orang
Indonesia Barat itu sama sekali tidak memiliki empati terhadap orang-orang
Indonesia Timur dan tidak bisa membayangkan bagaimana keadaan di Indonesia
Timur itu sendiri. Orang-orang Indonesia memiliki suatu lelucon yang
menyinggung tentang bagaimana keadaan Indonesia Timur itu sendiri seperti
mereka mengartikan NTT itu bukanlah Nusa Tenggara Timur melainkan Nanti
Tuhan Tolong dan lelucon apabila Timor Leste bisa merdeka maka kita pasti juga
bisa merdeka. Dari lelucon tersebut Orang Indonesia Timur berpendapat bahwa
orang di Indonesia Timur itu tidak memiliki malu karena mereka menganggap
masih untung Indonesia Timur tetap diurus oleh pemerintah walaupun Indonesia
Timur itu miskin akan sumber daya dan kekayaan alam tidak seperti papua yang
masih memiliki kekayaan alam yang melimpah. Bahkan pemerintahan di
Indonesia Timur itu menjadi pemerintahan terkorup no. 2 di seluruh provinsi yang
ada di Republik Indonesia. Bahkan sumber daya manusia yang ada di Indonesia
Timur dipenuhi oleh orang-orang pendatang dari Jawa yang membuat orang-
orang dari Timur menjadi khawatir akan menjadi tamu di tanah sendiri. Orang-
orang dari Timur juga tidak mungkin untuk mengusir orang Indonesia Barat dari
tanah mereka. Mereka juga menganggap bahwa berharap kepada pemerintahan
pusat hanya akan menghasilkan kekecewaan.

Menurut saya apa yang dikatakan oleh Ibu Seda itu mungkin benar
adanya. Akan tetapi kita tidak mungkin untuk membiarkan semua itu mengalir
saja. Kita harus menghentikan persepsi orang Indonesia Timur tentang Republik
Indonesia. Kita sebagai masyarakat Indonesia janganlah seenaknya saja
menghakimi orang Indonesia Timur itu tidak tau untung. Kita harus memahami
bagaimana keadaan mereka dari sudut pandang mereka. Janganlah kita hanya
melihat mereka dari sudut pandang kita sendiri yang egois. Kita harus mengerti
mereka dan membantu mereka untuk melihat kita Republik Indonesia tidaklah
meng-anak tirikan mereka. Pemerintahpun ikut andil dalam bagaimana orang
Indonesia Timur melihat Republik Indonesia. Pemerintah pusat haruslah lebih
peduli dan memahami bagaimana keadaan NTT, Papua dan Sulawesi. Dan
pemerintah daerahpun juga harus bisa mengayomi masyarakat dengan benar tanpa
adanya KKN yang merajarela. Pemerintah harus menjadi contoh yang baik agar
para masyarakat dari Indonesia Timur tidak berpikiran untuk melepaskan diri dari
Republik Indonesia. Peran orang Indonesia Timur juga perlu, jangan sampai
mereka yang memiliki banyak suku menjadi terpecah belah dan tidak peduli
dengan keadaan mereka sendiri dan menyalahkan pemerintah pusat. Jadi kita
semua baik masyarakat Indonesia Barat, Indonesia Timur dan pemerintah
haruslah saling bekerjasama untuk membuat Republik Indonesia tetap bersatu dan
sejahtera.