Anda di halaman 1dari 8

ASSET & LIABILITIES MANAGEMENT (ALMA)

1
Khusnul Khotimah, 2Laura zaskya, 3Mei Sofiyanti

123
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, Indonesia

1
khusnul.khotimah150600@gmail.com, 2,3meysofiyanti4@gmail.com

PENDAHULUAN
Berbicara mengenai sistem manajemen aset tidak terlepas dari manajemen liabilitas.
Dua sistem tersebut ibarat dua sisi mata uang yang saling terhubung satu sama lain.
Penyebabnya ialah sebagian besar sumber aset bank syariah diperoleh dari deposit
(simpanan), walaupun bank syariah memiliki modal sendiri tetapi kewajibannya lebih
dominan dari modal sendiri. Akibatnya pengembangan aset dipengaruhi oleh meningkatnya
liabilitas. Sebagaimana terlihat dari komposisi neraca bank syariah, di sisi kiri
memperlihatkan aset yang dimiliki, sedangkan sisi kanannya mengambarkan kewajibannya
yang harus dipenuhi kepada stakeholders. Untuk menyeimbangkan dua sisi tersebut, bank
syariah memerlukan sistem manajamen yang efektif dan efesien. Oleh seba itulah, bank
syariah menerapkan ALMA (Asset and Liabilitas Management).[ CITATION rid161 \l 1033 ]
Dalam perbankan syariah pencatanan akuntansi menjadi hal yang sangat penting dan
dapat tergambarkan pada laporan keuangan suatu bank seperti neraca laporan keuangan bank
yang berisi tentang aset dan liabilitas suatu bank. Neraca dalam laporan keuangan dapat
menggambarkan bagaimana pengelolaan suatu aset dan liabilitas itu dikelola dengan baik
oleh manajemen bank, apabila menejemen pengelolaan kurang baik dan kurang disiplin maka
aset yang dimiliki suatu bank tidak dapat menghasilkan keuntungan yang baik bagi sebuah
bank.[ CITATION rif191 \l 1033 ]
Pendapatan laba yang tinggi dan resiko yang kecil merupakan target perusahaan
dalam mempertahankan perusahaannya, semakin tinggi pendapatan perusahaan tersebut maka
semakin kuat perusahaan dalam menentukan haraga pasar baik dalam bidang lending maupun
funding, secara umum dan ekuitas perusahaan. Kemampuan perusahaan tersebut bisa
digunakan dengan managenemen aset dan liabilitas yang biasa disebut dengan ALMA (Asset
and Liability Management), yang merupakan sisi dua neraca dimana sisi pasiva yang
menggambarkan sumber dana dan sisi aktiva yang menggambarkan penggunaan dana harus
dikelola secara efisien, efektif, produktif secara optimal.[ CITATION vei07 \l 1033 ]
Aset dan Liabilitas Manajemen ini juga untuk mengelola risiko-risiko yang
kemungkinan timbul dalam dalam kegiatan bisnis sehari-hari yang dirancang sedemikian
rupa sehingga dapat mengoptimalkan pendapatan sekaligus membatasi risiko assets dan
liabilities dengan mematuhi ketentuan kebijakan moneter dan pengawasan bank melalui suatu
organisasi. Manajemen Asset dan Liabilitas (ALMA) terdiri dari Asset Liability Commite
(ALCO) dan ALCO Support Group (ASG). Anggota ALCO terdiri dari pimpinan unit kerja
operasional dan unit kerja yang berhubungan dengan tugas ALMA.[ CITATION vei102 \l 1033 ]
Sedangkan anggota ASG terdiri dari sekelompok manajer/staf propesional yang
bertugas membantu ALCO. Secara spesifik ALCO berfungsi sebagai berikut:
1. Mereview laporan tentang risiko likuiditas, risiko pasar, dan manajemen permodalan.
2. Mengidentifikasi isu-isu dalam manajemen neraca yang dapat mempengaruhi kinerja
bank.
3. Untuk melakukan review atas strategi penetapan ekspektasi dana pihak ketiga dan
ekspektasi keuntungan dari sisi pembiayaan.
4. Untuk melakukan review atas rencana kontijensi bank.[ CITATION ahm16 \l 1033 ]
5. Tanggung jawab ALCO adalah mengelola posisi dan alokasi dana-dana bank agar
tersedia likuiditas yang cukup, memaksimalkan profit dan meminimalkan resiko.
sedangkan Tugas utama manajemen aset/liabilitas adalah memaksimalkan laba,
meminimalkan risiko, dan menjamin tersedianya likuiditas yang cukup. [ CITATION
ahm16 \l 1033 ]
Potensi risiko yang dihadapi oleh bank konvensional juga dihadapi oleh bank syariah,
kecuali risiko tingkat bunga, karena bank syariah tidak menggunakan prinsip bunga
melainkan prinsip profit and loss sharing yang menjadi sistem operasionalnya, disisi yang
lain perbankan syariah memiliki karakteristik yang berbada dengan bank konvensional yakni
kegiatan bisnis yang hanya ada pada perbankan syariah seperti perdagangan dan gadai
sehingga hal tersebut membawa dampak teknis yang luas pada aktifitas perbankan salah
satunya adalah pengelolaan asset-liability. [ CITATION ahm16 \l 1033 ]
Asset Liablity Management yang tidak tepat dalam pengelolaannya akan mengakibatkan
turunya persentase Return On Asset sebagai tingkat pengukuran profitabilitas sebuah bank.
Kegagalan suatu bank dalam mengelola Asset and Liability Management dapat di gambarkan
seberapa besar bank tersebut mampu memperoleh laba atau profit. Karena Profit
(keuntungan) merupakan hasil dari kebijaksanaan yang diambil oleh manajemen. Rasio
keuntungan untuk mengukur seberapa besar tingkat keuntungan yang dapat diperoleh
perusahaan.Semakin besar tingkat keuntungan menunjukan semakin baik manajemen dalam
mengelola perusahaan.[ CITATION sut051 \l 1033 ]
SEJARAH
Tahun 1940-an dan 1950-an, bank memiliki banyak dana mudah yang tersedia dalam
bentuk giro dan tabungan. Selama 1960-an dana mulai berkurang ketika bendahara
perusahaan mulai berhemat pada saldo kas. Pada saat yang sama, ekonomi sedang makmur
karena pemotongan pajak Kennedy dan kemudian johnson berupaya untuk mendanai
program sosial dan perang di Vietnam. Akibatnya, permintaan pinjaman sangat kuat. Untuk
mendanai pertumbuhan pinjaman, bank beralih untuk mengelola kewajiban mereka.
[ CITATION jos1 \l 1033 ]

Dengan demikian, selama 1960an dan awal 1970an, manajemen liabilitas adalah
pendekatan dominan untuk pengelolaan neraca bank. Manajemen pertanggung jawaban
hanya mengacu pada praktik membeli uang melalui CD (baik domestik maupun asing,yaitu
CD Eurodollar). Dana fed dan surat berharga komersial untuk mendanai peluang pinjaman
yang menguntungkan. [ CITATION jos1 \l 1033 ]

Selama tahun 1970-an, inflasi, suku bunga yang fluktuatif, dan resesi yang parah di
pertengahan dekade menyebabkan bank lebih berkonsentrasi pada manajemen kedua sisi
neraca mereka. Teknik mengelola aset dan liabilitas bersama dikenal sebagai aset dan
kewajiban manajemen (ALMA). Pandangan tentang ALMA adalah hanya menggabungkan
teknik manajemen portofolio dari tiga dekade sebelumnya, (yaitu aset, kewajiban, dan
manajemen spread) ke dalam proses yang terkoordinasi [ CITATION jos1 \l 1033 ]

Selama tahun 1980-an, proses perubahan dinamis sehubungan dengan komponen-


komponen cara yang telah dipercepat menjadi lebih cepat, sehingga ALMA menjadi
semakin penting dan semakin sulit untuk berhasil. Meskipun ALMA adalah alat perencanaan
jangka pendek yang relatif baru, ALMA ini berevolusi dari ide sederhana aset dan liabilitas
yang cocok dengan jatuh tempo di berbagai keseluruhan waktu untuk memasukkan konsep
yang lebih canggih seperti pencocokan durasi, penetapan harga variabel, dan penggunaan
suku bunga berjangka. [ CITATION jos1 \l 1033 ]

Terlepas dari perkembangan teknis ini,ALM masih merupakan seni dan bukan sains.
Selain itu, mengingat keragaman industri perbankan sehubungan dengan bank sentral, bank
regional, dan bank komunitas dan keunikan pasar perbankan lokal, proses ALMA sedikit
berbeda untuk masing-masing bank. [ CITATION jos1 \l 1033 ]

PENGERTIAN
Manajemen aset dan liabilitas adalah mengkoordinasikan portofolio asset atau
liabilitas bank untuk memaksimalkan struktur neraca bank dan hasil yang dibagikan kepada
para pemegang saham dalam jangka panjang dengan memperhatikan kebutuhan likuiditas dan
prinsip kehati-hatian.[ CITATION zai05 \l 1033 ]
Asset And Liability Management adalah serangkaian tindakan dan prosedur yang
dirancang untuk mengontrol posisi keuangan (Muhammad, 2014). Rivai dan arifin, (2010)
mengemukakan, ALMA adalah manajemen struktur neraca bank dengan tujuan untuk
memaksimalkan pendapatan, mengendalikan biaya dalam batas-batas risiko tertentu.
[ CITATION adi101 \l 1033 ] mengemukakan, ALMA adalah suatu proses dari
perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan yang berfungsi sebagai pengendalian aktiva
dan pasiva secara terpadu yang saling berhubungan dalam usaha mencapai keuntungan bank.
Menegement Asset dan Liability adalah serangkaian tindakan dan prosedur yang
dirancang untuk mengontrol posisi keuangan. [ CITATION par171 \l 1033 ]. Asset and Liabilitas
Management adalah kegiatan mengoptimalkan struktur neraca bank syariah dengan berbagai
alternatif, Alternatif yang dimaksud ialah berbagai pilihan aset, kewajiban atau jenis investasi
yang tersedia yang dapat dipergunakan oleh bank syariah dalam mengatur posisi
keuangannya, seperti Dana Pihak Ketiga, Pinjaman dari BI, Pinjaman dari Bank Lain,
Pinjaman Subornidasi, Laba Ditahan dan jenis-jenis lain, yang tersedia untuk
memaksimalkan laba sekaligus membatasi resiko menjadi sekecil mungkin [ CITATION rid162 \l
1033 ]
Asset dan liability manajemen (ALMA) adalah suatu proses perencanaan,
pengorganisasian, dan pengawasan melalui pengumpulan, proses, analisa, laporan, dan
menetapkan strategi terhaddap aset dan liability untuk mengeliminasi risiko antara lain risiko
likuiditas, risiko bunga bank, risiko nilai tukar, risiko portepel atau risiko operasional dalam
menunjang pencapaian keuntungan bank.[ CITATION van11 \l 1033 ]
ALMA dapat juga diartikan sebagai koordinasi hubungan timbal balik yang dilakukan
secara terpadu antara kedua sisi neraca bank berdasarkan keputusan dan rencana jangka
pendek dan dalam pengambilan kebijakan pengelolaan pada sisi aset bank, harus pula
memperhitungkan kondisi liabilitias dan sebaliknya. Pengembalian kebijakan dan strategi
pengelolaan salah satu sisi neraca bank akan mempengaruhi sisi neraca lainnya.[ CITATION
dah05 \l 1033 ]
Asset and Liability Management atau pengelolaan harta dan hutang bank adalah
fungsi yang harus dilaksanakan oleh bank dalam rangka mengoptimalkan susunan neraca
sehingga memperoleh keuntungan yang maksimal dalam batas- batas risiko yang terkendali.
[ CITATION bur18 \l 1033 ]

TUJUAN
Tujuan dari ALMA adalah untuk menjaga kesehatan bank yang dapat diukur dengan
CAMEL serta melakukan antisipasi terhadap perubahan eksternal yang berkaitan dengan
inflasi dan tingkat suku bunga serta perubahan atas nilai tukar mata uang. Selain itu ALMA
dimaksudkan agar bank memperoleh net income yang optimal bagi bank dengan
pengendalian yang tepat atas aktiva dan pasiva bank diharapkan bank dapat memperoleh
pendapatan dari kegiatannya tersebut. ALMA merupakan manejemen struktur neraca bank
dengan tujuan untuk mengoptimalkan pendapatan dan meminimalkan biaya dalam batas-
batas risiko tertentu.[ CITATION muh14 \l 1033 ]
[ CITATION ahm16 \l 1033 ] meyatakan, ALMA merupakan manejemen struktur neraca
bank dengan tujuan untuk mengoptimalkan pendapatan dan meminimalkan biaya dalam
batas-batas risiko tertentu.[ CITATION bam00 \l 1033 ] menyatakan, manajemen asset dan
liabilitas mempunyai tujuan yaitu untuk memaksimumkan profit pada tingkat risiko yang
dapat diterima.
Riyadi, (2006) menyatakan, tujuan Asset & Liability Management yang dilakukan
setiap bank di dunia ini mencakup hal-hal sebagai berikut :
1. Pertumbuhan bank yang wajar
2. Pendapatan/laba yang maksimal
3. Menjaga likuiditas yang memadai
4. Membentuk cadangan-cadangan untuk bejaga-jaga atas hal-hal tertentu yang
mungkin timbul
5. Memelihara/menjaga dana masyarakat yang dipercayakan melalui kegiatan bank yang
wajar/bijaksana
6. Memenuhi kebutuhan masyarak akan kredit
Fokus manajemen aset dan liabilitas adalah mengkoordinasikan portofolio asset-liabilitas
bank dalam rangka memaksimalkan profit bagi bank dan hasil yang dibagikan kepada para
pemegang saham dalam jangka panjang dengan memperhatikan kebutuhan liquiditas dan
kehati-hatian[ CITATION ahm16 \l 1033 ]
RUANG LINGKUP
Ruang lingkup dan teknik manajemen aset-liabilitas bergantung pada sifat dari
sumber-sumber dana dan sifat investasi atass dana-dana tersebut (Antonio, 2001). Terdapat
dua macam aset-liabilitas menurut tingkat kepekaannya, yaitu rate sensitive asset-liabilities
dan fixed rate asset-liabilities[ CITATION muh01 \l 1033 ]
ALMA adalah manejemen struktur neraca bank dengan tujuan untuk mengoptimalkan
pendapatan dan meminimalkan biaya dalam batas-batas risiko tertentu. Risiko-risiko ALMA
dalam suatu bank pada umumnya berupa :
a. Financing risk, yaitu debitur akan memenuhi kewajibannya (keterlambatan
angsuran atau pelunasan) tepat pada waktunya. Risiko kredit dapat menimbulkan
risiko likuiditas.
b. Liquidity risk, yaitu risiko bahwa bank tidak dapat memenuhi kewajibannya pada
waktunya atau hanya dapat memenuhi kewajiban melalui pinjaman darurat (bagi
hasil yang tinggi) dan atau menjual aktivanya dengan harga yang rendah.
c. Pricing risk, yaitu risiko kerugian dengan akibat perubahan tingkat bagi hasil,
menentukan bentuk penurunan margin dari penanaman atau kerugian sebagai
akibat menurunnya nilai aktiva. Risiko ini sebagai akibat Net Interest Margin
(NII) atau tidak terpenuhinya likuiditas, atau terjadinya gap karena tidak tepatnya
perhitngan pricing atas asset dan liabilitas.
d. Foreign exchange risk, yaitu risiko kerugian sebagai akibat perubahan tingkat
kurs terhadap “open position” karena adanya pergerakan kurs yang merugikan.
e. Gap risk, yaitu risiko kerugian dari ketidakseimbangan interest rate maturity
karena adanya pergerkan tingkat bunga yang merugikan.
f. Kontinjen risk, yaitu risiko yang timbul sebagai akibat transaksi kontinjen,
contohnya bank garansi dan kontrak valuta asing berjangka [ CITATION vei07 \l 1033
]

Kesimpulan
Asset dan liability manajemen (ALMA) adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian,
dan pengawasan melalui pengumpulan, proses, analisa, laporan, dan menetapkan strategi
terhaddap aset dan liability untuk mengeliminasi risiko antara lain risiko likuiditas, risiko
bunga bank, risiko nilai tukar, risiko portepel atau risiko operasional dalam menunjang
pencapaian keuntungan bank. Tujuan dari ALMA adalah untuk menjaga kesehatan bank yang
dapat diukur dengan CAMEL serta melakukan antisipasi terhadap perubahan eksternal yang
berkaitan dengan inflasi dan tingkat suku bunga serta perubahan atas nilai tukar mata uang.
Selain itu ALMA dimaksudkan agar bank memperoleh net income yang optimal bagi bank
dengan pengendalian yang tepat atas aktiva dan pasiva bank diharapkan bank dapat
memperoleh pendapatan dari kegiatannya tersebut. ALMA merupakan manejemen struktur
neraca bank dengan tujuan untuk mengoptimalkan pendapatan dan meminimalkan biaya
dalam batas-batas risiko tertentu. Fokus manajemen aset dan liabilitas adalah
mengkoordinasikan portofolio asset-liabilitas bank dalam rangka memaksimalkan profit bagi
bank dan hasil yang dibagikan kepada para pemegang saham dalam jangka panjang dengan
memperhatikan kebutuhan liquiditas dan kehati-hatian.

DAFTAR PUSTAKA
Ridwan Nurdin & Muslina, 2016. Analisis Kesesuaian Konsep Asset and Liability
Management (ALMA) dengan Sistem Perbankan Syariah, Media Syari’ah, Vol. 18
(2): 365-366
Rifki Fajri Febrian. 2019. “Peran Asset and Liability Management (ALMA) Dalam Menjaga
Kestabilan Tingkat Likuiditas Pada PT BANK BNI SYARIAH”. Skripsi. FAI.
Manajemen Perbankan Syariah. Fakultas Syariah. Universitas Muhammadiyah.
Jakarta.
Rivai Veithzal, MBA, dkk. Bank and Financial Institution Management (Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada, 2007).
Rivai Veithzal, MBA dan Ir. H. Arviyan Arifin, Islamic Banking (Jakarta: Bumi Aksara,
2010).
Tanjung Ahmad Iqbal. 2016. Strategi Manajemen Aset dan Liabilitas Dalam Perbankan
Syariah. At-Tijaroh. Vol. 2 (2): 156.
Sutrisno, manajemen keuangan teori, konsep dan aplikasi, (Yogyakarta: EKONESIA, 2005)
Joseph F. Sinkey, Jr, Professor of Finance, Commercial Bank Financial Management In the
Financial Services Industry ,The University of Gergia, page 363.
Arifin Zainul, MBA. Dasar-dasar Management Bank Syariah (Jakarta: Pustaka Alvabet
Cetakan.3, Februari 2005).
A. Karim Adiwarman, SE, MBA, MAEP. 2010. Bank Islam: Analisis Fiqih dan Keuangan.
Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Parmujianto. 2017. Integrasi Manajemen Asset dan Liabilitas Perbankan Syari’ah.
Iqtishoduna. Vol. 6 (1): 70.
Nurdin Ridwan dan Muslina, 2016. Analisis Kesesuaian Konsep Asset and Liability
Management (ALMA) dengan Sistem Perbankan Syariah. Media Syari’ah, Vol. 18
(2): 366.
Hennie Van Greuning, Zamir Iqbal, Analisis Risiko Perbankan Syariah, Jakarta : Salemba
Empat, 2011.
Siamat Dahlan, Manajemen Lembaga Keuangan; Kebijakan Moneter dan Perbankan,
(Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2005).
Rifuddin Burhan dan St. Atikah Dwiyanti. 2018. Pengaruh Asset Liability Management
Terhadap Kinerja Bank (Studi Komparatif Pada PT. BANK RAKYAT INDONESIA,
TBK. dan PT. BANK BRI SYARIAH). Journal Of Institution And Sharia Finance. Vol.
1 (1).
Muhammad, Manajemen Dana Bank Syariah, Jakarta, Rajawali Pers, 2014.
Ali Masyhud, 2004, Asset Liability Management, Gramedia, Jakarta.
Djinarto Bambang, 2000, Banking Asset Liability Management, Gramedia, Jakarta.
Riyadi Selamet, 2006, Banking Asset and Liability Management, Fakultas Ekonomi,
Universitas Indonesia.
Antonio Muhaammad Syafi’i, 2001, Bank Syarriah dari Teori ke Praktik. Gema Insani :
Jakarta.
Rivai Veithzal, dkk,2007, Bank and Financial Institution Management. PT RajaGrafindo
Persada: Jakarta.