Anda di halaman 1dari 3

BAB 3

RACUN DARI ZAT KIMIA LINGKUNGAN(LIMBAH PABRIK)

3.1 Definisi
Limbah Pabrik/Industri adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produski dari
industri yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki
lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini
terdiri dari bahan kimia, senyawa organik dan anorganik dengan konsentrasi dan kuantitas
terntentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan dan manusia.
3.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui dampak dari Limbah Pabrik
2. Untuk mengetahui cara mengatasi pencemaran Limbah Pabrik
3.3 Pembahasan
1. Dampak Dari Limbah Plastik
 Dampak Bagi kesehatan
 Menyebabkan adanya sampah beracun.
 Timbul penyakit yang menular dari rantai makanan
 Timbulnya penyakit jamur.
 Menyebabkan penyakit kolera, diare, dan tifus.
 Timbul sampah yang akan menjadi tempat perkembangbiakan lalat sehingga
mudah menularkan infeksi.
 Dampak Terhadap Lingkungan
 Menurunnya kualitas lingkungan
 Menurunnya estetika atau nilai keindahan lingkungan
 Terhambatnya pengembangan negara
 Membuat lingkungan kurang nyaman untuk ditempati
 Membuat makhluk hidup yang terkena pencemaran menjadi musnah atau mati.

2. Cara Mengatasi Pencemaran Limbah Pabrik


 Mengupayakan pengelolahan limbah sebaik mungkin
Limbah yang dihasilkan dari proses produksi pabrik merupakan limbah yang
berbahaya, karena sebagain pabrik menggunakan bahan- bahan kimia dalam
operasional produksi pabrik mereka. Maka dari itulah harus diupayakan langkah-
langkah untuk membuat limbah menjadi ramah lingkungan dan tidak mengandung
zat- zat yang berbahaya. setelah limbah- limbah yang dihasilkan ini menjadi ramah
lingkungan, maka membuangnya langsung ke lingkungan tidak akan menyebabkan
pencemaran.Contoh yang paling banyak adalah ketika limbah pabrik berupa limbah
cair maupun limbah gas. Setelah limbah cair dan gas ini diolah sedemikian rupa,
maka bisa dilepas ke alam (misal ke laut dan juga angkasa). Dan pembuangan
limbah tersebut secara langsung di lingkungan tidak akan
menyebabkan pencemaran air dan juga pencemaran udara.
 Mengubur limbah- limbah yang bersifat organik
Untuk limbah pabrik padat, maka perlu adanya tindakan yang berbeda antara
limbah- limbah organik dan non organik. Limbah- limbah yang bersifat organik
bisa dikubur karena limbah tersebut dapat terurai dengan baik apabila dikubur di
dalam tanah. Dengan mengubur limbah- limbah organik maka kita hanya mengatasi
keberadaan limbah organik saja, namun juga kita akan mendapatkan tanah yang
lebih subur dan dapat digunakan untuk berbagai kepentingan tertentu yang pastinya
akan bermanfaat.
 Menggunakan kembali limbah- limbah pabrik yang masih bisa didaur ulang
Selain limbah- limbah organik, ternyata limbah anorganik juga mempunyai
penanganannya sendiri. limbah pabrik anorganik yang sulit untuk diurai secara
alami maka dapat dipilah- pilah. Dan limbah yang bersifat anorganik ini dapat kita
daur ulang untuk menjadi sesuatu yang baru. Limbah anorganik yang masih bisa
untuk didaur ulang sebaiknya kita daur ulang saja. Disamping kita membantu
menangani persoalan limbah padat pabrik, kita juga dapat menghamat bahan baku.
 Tidak membuang limbah cair langsung ke sumber air
Cara bijak yang lainnya adalah tidak membuang limbah pabrik yang cair ke dalam
sumber air secara langsung, terlebih tanpa adanya penyaringan dan pengolahan
terlebih dahulu. Limbah cair yang langsung berasal dari pabrik, tanpa diolah
biasanya akan menyebabkan lingkungan menjadi tercemar. Hal ini karena belum
adanya pemisahan antara zat yang berbahaya maupun tidak.

Daftar Pustaka
https://anak-lingkungan.blogspot.com/2019/01/limbah-industri-dan-contohnya.html
https://ilmugeografi.com/bencana-alam/pencemaran-limbah-pabrik