Anda di halaman 1dari 9

BAB 1

PENDAHULUAN

1. 1 Latar belakang
Seiring  berkembangnnya ilmu pengetahuan serta semakin majunya cara
berfikir manusia, maka tidak lah mengherankan bila manusia ingin menciptakan
peralatan yang dapat meringankan pekerjaan manusia, sehingga kegiatan yang
dilakukan akan menjadi lebih efisien sesuai dengan taraf ekonomi dan
tingkat  kemajuan teknologi yang telah dimiliki oleh manusia.
Penggunaan peralatan dalam menggantikan tenaga manusia sampai saat ini
telah banyak diciptakan, sebagai contoh adalah dalam aktifitas rumah tangga
seperti menyapu kini telah digantikan oleh vacuum cleaner, Vacuum cleaner di
definisikan sebagai alat pembersih karpet atau Carpet Sweeper awalnya. Namun
memiliki arti yaitu penghisap debu. Penghisap debu ialah perkakas rumah tangga
yang berfungsi sebagai ‘sapu elektronik’.
Sistem kerjanya menggunakan pompa udara untuk menciptakan keadaan
kosong untuk menghisap debu dan kotoran, biasanya dari lantai. Sebagian besar
rumah dengan lantai berkarpet di negara berkembang memiliki penghisap debu
sebagai pembersih. Kotoran dikumpulkan dengan sistem penyaringan maupun
siklon untuk kemudian dibuang. Sejumlah uji telah menunjukkan bahwa
penghisapan debu dapat membunuh 100% kutu muda dan 96% kutu dewasa.
Dengan Vacuum Cleaner pekerjaan rumah tangga lainnya yaitu menyapu yang
dulu dilakukan dengan tenaga manusia kini telah digantikan oleh tenaga mesin
dengan Vacuum Cleaner.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah yang kami angkat yaitu:
 Bagaimana cara membuat alat inovatif yang dapat membantu menjaga
kebersihan dengan harga yang terjangkau
 Bagaimana menciptakan teknologi yang ramah lingkungan dan terjangkau
masyarakat.

1
1.3 Tujuan
Adapun tujuan pembuatan dari teknologi terapan tersebut ialah :
 Untuk membuat alat inovatif yang dapat membantu menjaga kebersihan
dengan harga yang terjangkau
 Menciptakan teknologi alternatif yang ramah lingkungan dan terjangkau
masyarakat.

1.4 Manfaat
Manfaat pembuatan teknologi terapan tersebut ialah :
 Untuk meningkatkan kebersihan lingkungan sekitar.
 Mencegah terjadinya berbagai gangguan pernapasan di tengah masyarakat.

2
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pengertian dan fungsi Vacuum Cleaner 


Vacuum cleaner di definisikan sebagai alat pembersih karpet atau Carpet
Sweeper awalnya. Namun memiliki arti yaitu penghisap debu. Penghisap debu
ialah perkakas rumah tangga yang berfungsi sebagai ‘sapu elektronik’.
Vacuum cleaner secara umum digunakan untuk menghisap debu / kotoran
berukuran kecil sedangkan kegunaannya dalam usaha cuci mobil dipergunakan
untuk membersihkan bagian interior mobil seperti: jok, karpet, dashboard dan
sela-sela bagian di bagian dalam mobil. Saat ini vacuum cleaner yang
dipergunakan dalam usaha cuci mobil adalah vacuum yang memiliki kemampuan
“WET ‘n DRY”, yakni bisa digunakan untuk menghisap permukaan kering dan
basah (air). (http://nurulfahmikesling.blogspot.co.id/2015/12/matakuliah-tata-
graha-dosen-erlani.html. Diakses 18 Maret 2018)

2.2 Komponen Penyusun Vacuum Cleaner

Komponen penyusun vacuum cleaner adalah penyedot (intake port),


saluran keluar (exhaust port), motor listrik, kantong debu (dust bag).

3
a.    Penyedot merupakan bagian yang akan kita bersihkan atau tempat debu
dihisap ke vacuum cleaner.
b.    Saluran keluar merupakan tempat udara yang dihisap keluar keatmosfir
setelah dibersihkan melalui penyaring. Sedangkan debu ditampung dalam kantong
debu.
c.    Motor listrik berfungsi untuk memutar kipas (fan). Perputaran fan ini yang
mengakibatkan penurunan tekanan didalam vacuum cleaner (ruang hampa)
sehingga debu terhisap. 
Apabila pembersih vakum dihubungkan ke sumber listrik dan dihidupkan,
maka akan terjadi hal-hal sebagai berikut:
1. Arus listrik akan mengalir ke motor listrik sehingga motor berputar.
2. Motor akan memutar kipas angin (fan) yang dipasang pada poros motor.
3. Ketika berputar, sudu-sudu kipas angin menekan udara ke arah exhaust.
4. Apabila partikel-partikel udara ditekan, kerapatan udara meningkat di depan fan
dan turun di belakang fan
(http://tentangalatrumahtangga.blogspot.co.id/2014/05/komponen-penyusun-
vacuum-cleaner.html. Diakses 18 Maret 2018)

2.5 Teknik Penggunaan Vacuum Cleaner


Teknik penggunaan vacuum cleaner yaitu:
1.    Posisi saat menggunakan vacuum cleaner sebaiknya tangan kanan memegang
tongkat penghisap (exhaust road) bagian tengah.
2.    Vacuum cleaning lantai/karpet dilakukan sambil berjalan mundur agar bagian
yang sudah bersih tidak terinjak dan menjadi kotor lagi.
3.    Kotoran-kotoran yang dapat menyumbat saluran vacuum seperti puntung
rokok, batang korek api, potongan kain, plastik, dll. Sebaiknya diambil dahulu
atau disapu lalu ditampung dalam dust pan.
(http://sukma1211.blogspot.co.id/2015/10/laporan-praktikum-vacuum-
cleaner.html. Diakses 18 Maret 2018)

4
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Lokasi dan Waktu


Penelitian ini dilakukan tanggal 13 Maret 2018. Penelitian dilakukan di
kota Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar yang berlokasi di rumah penulis
tepatnya di Jalan Mappatoba No 08

3.2 Alat dan Bahan.


3.1.1 Alat
 Gunting
 Lem tembak
 Solder
 Pisau
 Pulpen
 Jangka matematika
 Dc motor atau dinamo tamiya
3.1.2 Bahan
 Timah
 Tabung bekas makanan ringan chip potatos atau springles
 Kabel konektor male and female
 Baterai 9 v atau baterai 1,5 v sebanyak 4 buah
 Kardus bekas
 Botol bekas coca cola
 Saklar on/off
 Kertas kartu
 Alumunium / seng tipis
 Pvc plastik tipis

3.3. Prosedur Kerja

5
Prosedur kerja alat yang kami buat sebagai berikut:
1. Buat Lingkaran Pada Alumunium Tipis Menggunakan (Kisaran Diameternya
5,6 Cm) Dari Tabung Springlessnya Menggunakan Jangka Matematika.
2. Gunting Lingkaran Tadi Sesuai Garis Yang Dibuat Dan Buat Garis Melintang
Pada
Kertas Berbentuk Lingkaran Tadi, Bagi Menjadi 6 Buah Sama Besar.
3. Luangi Dengan Paku Bagian Tengahnya
4. Potong PVC Tipis Dengan Lebar 1,5 Cm
5. Potong Sepanjang Jari Jari Lingkaran Tadi, Sebanyak 6 Buah.
8. Potong Bagian Ujungnya Segitiga Setengah.
9. Lem Menggunakan Lem Tembak Bagian Segitiga Menghadap Ke Atas.
10. Lubangi Tutup Springless, Gunanya Untuk Menyimpan Dinamo.
11. Tempelkan Rotor Dinamo Pada Turbin Yang Sudah Di Buat.
12. Gunting Tabung Springless Sesuai Selera (Kurang Lebih 3 Cm).
13. Buat Lingkaran Pada Kardus Dengan Diameter Kurang Lebih 1,5 – 2 Cm
Untuk Tempat Penyedot Sampah.
14. Tempelkan Kardus Tadi Untuk Menutup Tabung Springless.
15. Lubangi Tutup Botol Berbentuk Persegi
16. Hubungkan Dinamo Dengan Kabel Konektor Dan Solder,
17. Hubungkan Dengan Saklar Secara Seri.
18. Buat Lubang Yang Sama Dengan Lubang Pada Tutup Botol Di Bagian
Samping Tabung Springless. Kemudian Lem.
19. Potong Kertas Kira Kira Lebarnya 1,5 Cm, Dan Gunting Berbentuk Gerigi.
Kemudian Tempel Di Bagian Lubang Turbin
20. Lubangi Bagian Bawah Botol Untuk Sirkulasi Udara
21. Tempelkan Botol Pada Tutupnya
22. Lem Saklar Di Bagian Tutup Botol
23. Hubungkan Bagian Saklar Dengan Baterai.

6
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

4.2 Pembahasan
1.      Prinsip kerja dari vacuum cleaner ini dengan cara memanfaatkan perbedaan
tekanan
2.      Fan (kipas) akan mengurangi tekanan didalam vacuum cleaner se-hingga
terjadi vacuum (ruang hampa)
3.      Tekanan Atmosfir akan mendorong udara luar kedalam vacuum cleaner
sehingga debu akan ikut terhisap masuk kedalam kantong debu didalam vacuum
cleaner
4.      Debu dan udara yang terhisap melalui penyedot (intake port) melewati
penyaring (filter). Debu ditampung di kantong debu (dust bag) dan udara dibuang
dalam keadaan bersih ke atmosfir setelah melewati penyaring

7
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan penelitian sederhana tentang potensi botol bekas sebagai
bahan dasar dalam pembuatan lampu ramah lingkungan, maka kami
menyimpulkan sebagai berikut:
1. Apabila kita menghubungkan kabel ke batre maka dinamo akan memutar
kipas (fan). Perputaran fan ini yang mengakibatkan penurunan tekanan
didalam vacuum cleaner (ruang hampa) sehingga debu terhisap. 

5.2 Saran
Kami berharap dengan adanya karya tulis ilmiah ini semua kalangan dapat
mengetahui cara pembuatan dan penerapan teknologi sederhana kami dalam
kehidupan sehari hari. Selain itu kami sebagai pembuat produk menyarankan
kepada pembaca untuk:
1. Hindari menyedot permukaan yang belum kering benar. Karena butiran air
yang lembab akan tersedot dan terjadi kelembaban di bagian mesin yang
bisa berakibat terjadinya korosi.
2. Matikan segera vacuum cleaner bila tiba-tiba mesin terasa terlalu panas
atau ada suara aneh pada mesin. Periksalah bagian dalamnya, karena
mungkin ada sesuatu yang terperangkap di dalam selang.
3. Bersihkan selalu vacuum cleaner tiap kali selesai menggunakan. Agar saat
akan digunakan kembali, dapat bekerja dengan baik
4. Simpanlah vacuum cleaner di tempat yang kering dan tidak lembab serta
jauhkan dari matahari untuk menghindari kemungkinan terjadinya
kerusakan. 
5. Perlu diadakan penelitian lebih lanjut untuk lebih meningkatkan dan
mengetahui potensi botol

8
DAFTAR PUSTAKA

3000ft. 27 Mei 2014. “Komponen penyusun vacuum cleaner”


http://tentangalatrumahtangga.blogspot.co.id/2014/05/komponen-
penyusun-vacuum-cleaner.html (Diakses 18 Maret 2018)
Fahmi Nurul. 18 Desember 2015 “Laporan praktikum vacuum clener”
http://nurulfahmikesling.blogspot.co.id/2015/12/matakuliah-tata-graha-
dosen-erlani.html (Diakses 18 Maret 2018)
Ma Calum. 3 Oktober 2015. “Laporan Praktikum Vacuum Cleaner”
http://sukma1211.blogspot.co.id/2015/10/laporan-praktikum-vacuum-
cleaner.html (Diakses 18 Maret 2018)
Piranti Jakarta. 22 Oktober 2014. “PENGERTIAN DAN PRINSIP KERJA
VACUUM CLEANER”
http://jakartapiranti.com/blog/pengertian-dan-prinsip-kerja-vacuum-
cleaner/ (Diakses 18 Maret 2018)
Rahim Fatmawati . 29 Desember 2016. “LAPORAN PRAKTIKUM TATA
GRAHA VACUUM CLEANER”
http://fatmawatirahim19.blogspot.co.id/2017/04/laporan-praktikum-tata-
graha-vacuum.html (Diakses 18 Maret 2018)