Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, berkat rahmat dan hidayah Allah SWT kami dapat


menyelesaikan makalah yang berjudul “Bersaing dengan Teknologi Informasi”
sehingga dapat terbit sesuai waktu yang diharapkan. Shalawat serta salam semoga
tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SWT. Para sahabat, serta para
pengikutnya sampai akhir zaman.

Penulisan makalah ini merupakan upaya untuk memenuhi salah satu tugas
mata kuliah Sitem Informasi Manajemen dan semoga dengan adanya makalah ini
dapat membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca,
sehingga dapat memperbaiki isi makalah ini. Disamping itu kami mengucapkan
banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu pembuatan makalah
ini berlangsung sehingga dapat terealisasikanlah makalah ini.

Penulisan makalah ini masih memiliki banyak kesalahan dan kekurangan.


Oleh karena itu pembaca untuk memberikan saran dan komentar yang kontruktif
sebagai perbaikan dan penyempurnaan untuk masa-masa yang akan datang dan
menjadikan makalah ini lebih baik lagi.

Sukoharjo, 27 Februari 2020

Penulis

i
DAFTAR ISI

Contents
KATA PENGANTAR.....................................................................................................................i
DAFTAR ISI................................................................................................................................ii
BAB I PEMBAHASAN................................................................................................................iii
Latar Belakang.........................................................................................................................iii
Rumusan Masalah...................................................................................................................iv
Tujuan Masalah.......................................................................................................................iv
BAB II PEMBAHASAN...............................................................................................................v
BAB III KESIMPULAN..............................................................................................................xiii
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................................xiv

ii
BAB I
PEMBAHASAN

A. Latar Belakang
Sistem informasi tidak hanya sebagai serangkaian teknologi yang
mendukung operasi bisnis, kelompok kerja, dan kerja sama perusahaan yang
efisien, atau untuk mendukung pengambilan keputusan yang efektif. Teknologi
informasi dapat mengubah cara berbagai bisnis bersaing. Jadi, kita harus
melihat sistem informasi secara strategis, yaitu merupakan jaringan kompetitif
yang penting, sebagai jalan untuk pembaruan organisasi, dan sebagin investasi
penting dalam dalam teknologi yang dapat membantu perusahaan mengadopsi
proses strategis dan bisnis yang memungkinkan untuk rekayasa ulang atau
mengubah diri agar dapat berhasil dalam dunia bisnis.
Teknologi menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data,
sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang
lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar
data dapat disebar dan diakses secara global. Teknologi Informasi yang tidak
dikelola dengan tepat dapat dapat mengarah pada kegagalan bisnis. Untuk
itulah dalam makalah ini dijelaskan bagaimana cara bersaing dengan
menggunakan teknologi informasi.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana dasar dari keuntungan strategis?
2. Bagaimana cara menggunakan teknologi informasi untuk keuntungan
strategis?

C. Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui dasar-dasar dari keuntungan strategis.
2. Untuk mengetahui cara menggunakan teknologi informasi untuk
keuntungan strategis.

iii
BAB II
PEMBAHASAN

1. Lingkungan yang Kompetitif


Adalah system dinamis dimana bisnis bersaing. Lingkungan yang kompetitif
disebut juga sebagai struktur pasar. Dalam lingkungan ini terdapat beberapa
pesaing, antaranya
a. Pesaing Langsung adalah pesaing yang menyediakan produk atau jasa
yang serupa dengan perusahaan milik kita.
b. Pesaing Tidak Langsung adalah pesaing yang menyediakan produk atau
jasa yang berbeda namun tetap menjadi pesaing bagi kita.
Contohnya:
Sebuah restoran jawa bersaing dengan restoran lainnya dan bersaing juga
dengan supermarket-supermarket yang menyediakan aneka makanan.

2. Strategi Kompetitif Fundamental


Untuk menghadapi tantangan pesaing perlu disiapkan strategi
kompetitif sebagai berikut:
a. Strategi Biaya Kepemimpinan ( Cost Leadership )
Menjadi sebuah produsen produk dan layanan berbiaya rendah dalam
suatu industry.
b. Strategi Deferensiasi ( Deferentiation )
Mengembangkan cara untuk membedakan produk dan layanan perusahaan
dari produk dan layanan pesaing.
c. Strategi Inovasi ( Inovation )
Menemukan cara baru dalam berbisnis.
d. Strategi Pertumbuhan
1) Memperluas kapasitas perusahaan untuk produksi barang atau jasa.
2) Memperluas hingga ke pasar global.

iv
3) Diversifikasi produk dan layanan yang baru.
e. Strategi alami
Mendirikan hubungan yang baik kepada pemasok, pesaing, konsultan, dan
perusahaan lainnya.
3. Penggunaan Strategi TI
Cara menggunakan Strategi TI
a. Menopang keunggulan kompetitif
b. Menggandeng TI untuk pencapaian tujuan bisnis.
c. Dasar Pemeriksaan Manajemen
d. Mengelola transisi strategis.

4. Penggunaan Strategis Teknologi Informasi


Peran strategis SI ini melibatkan penggunaan TI untuk mengembangkan
berbagai produk, layanan, dan kemampuan yang memberikan perusahaan
keunggulan besar atas tekanan kompetitif dalam pasar global. Hal ini
menciptakan sistem informasi strategis, SI yang mendukung atau membentuk
posisi kompetitif dan strategi dari perusahaan bisnis. Jadi, SI strategis dapat
berupa SI apapun (TPS, SIM, DSS, dan lain-lain) yang menggunakan TI untuk
membantu organisasi memperoleh keunggulan kompetitif, mengurangi
kelemahan kompetitif, atau untuk memenuhi tujuan strategis perusahaan
lainnya. Teknologi informasi biasa diaplikasikan dalam perusahaan dengan
tujuan membantu dan mempermudah perusahaan dalam menghadapi persaingan
didunia bisnis. Permasalahan yang di hadapi oleh perusahaan bukan hanya
harus berhadapan dengan pesaing, akan tetapi perusahaan juga di hadapkan
dengan permasalahaan yang di kaitkan dengan pelanggan, pemasok, dan
investor potensial yang akan berinvestasi untuk produk yang sama dengan yang
di hasilkan perusahaan, dan perusahaan yang memberikan produk serta layanan
yang bisa menjadi alternatif bagi pengganti produk yang di hasilkannya.
Strategi sistem informasi teknologi memberikan harapan pada perusahaan untuk

v
memperoleh posisi yang menguntungkan bagi perusahaan di antara lingkungan
yang mempengaruhinya.
Strategi dasar penggunaan teknologi informasi dalam bisnis :
1) Strategi kepemimpinan dalam biaya
a.  Penggunaan TI untuk mengurangi secara mendasar biaya proses bisnis
b. Penggunaan TI untuk menurunkan biaya pelanggan atau pemasok
2) Strategi diferensiasi
a. Mengembangkan berbagai fitur TI baru untuk melakukan diferensiasi produk
dan jasa
b. Menggunakan berbagai fitur TI untuk mengurangi keunggulan diferensiasi
para pesaing
c. Menggunakan berbagai fitur TI untuk memfokuskan diri pada ceruk pasar
yang dipilih
3) Strategi inovasi
a. Membuat produk dan kasa baru yang memasukkan berbagai komponen TI
b. Mengembangkan pasar baru atau ceruk pasar yang unik dengan bantuan TI
c. Membuat perubahan radikal atas proses bisnis dengan TI yang secara dramatis
akan memangkas biaya, meningkatkan kualitas, efisiensi, atau layanan
pelanggan, atau mempersingkat waktu ke pasar
4) Strategi pertumbuhan
a.  Menggunakan TI untuk mengelola perluasan bisnis secara regional dan
global
b. Menggunakan TI untuk mendiversifikasi serta mengintegrasikan produk dan
jasa lainnya

5. Strategi persekutuan
a.  Menggunakan TI untuk membuat organisasi virtual yang terdiri dari para
mitra bisnis

vi
b. Mengembangkan SI antar perusahan yang dihubungkan oleh internet dan
ekstranet yang akan mendukung hubungan bisnis strategis dengan para
pelanggan, pemasok, subkontraktor, dan pihak-pihak lainnya

Strategi kompetitif lainnya seperti :


a. “Mengunci” pelanggan dan pemasok di dalam (locking-in customers and
suppliers). Dengan cara membangun hubungan baru yang bernilai dengan
pelanggan dan pemasok.
b.  Membangun biaya perpindahan (Switching cost). Dengan cara membuat
pelanggan atau pemasok tergantung pada penggunakan atas SI antar
perusahaan yang inovatif dan saling menguntungkan
c. Meningkatkan halangan masuk (Barriers to entry). Dengan cara meningkatkan
jumlah investasi atau kerumitan teknologi yang dibutuhkan untuk bersaing
dalam industri atau dalam suatu segmen pasar.
d. Mendorong investasi dalam TI. Dengan cara mengembangkan berbagai
produk dan jasa baru yang tidak akan mungkin dihasilkan tanpa kemampuan
TI yang kuat

6. Rantai Nilai
Adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk menghasilkan
barang dan jasadan sekumpulan aktifitas bisnisyang akan menambah pemanfaatan
barang dan jasa.
Rantai nilai memberikan kerangka untuk mengidentifikasi dan
menginventarisasikan area-area fungsi bisnis, yaitu dengan pengelompokkan
area-area fungsional ke dalam:

1) Aktivitas utama (Primary activities), yang berupa:


a. Logistik masukan (inbound logistics): aktivitas yang berhubungan dengan
penerimaan, penyimpanan dan menyebarkan masukan.

vii
b. Operasi (operations): aktivitas yang mentransformasikan masukan menjadi
keluaran menjadi produk akhir.
c. Logistik keluaran (outbound logistics): aktivitas yang berhubungan dengan
menyebarkan produk/jasa ke pelanggan.
d. Pemasaran dan penjualan (marketing and sales): aktivitas yang berhubungan
dengan pemasaran dan penjualan seperti promosi dan sebagainya.
e. Layanan (service): aktivitas yang berhubungan dengan penyedia layanan
untuk meningkatkan pemeliharaan produk seperti pelatihan, perbaikan dan
perawatan.
2) Aktivitas pendukung (Support activities), yang berupa:
a. Infrastruktur perusahaan (firm infrastructure): aktivitas yang terkait dengan
biaya serta aset yang berhubungan dengan manajemen umum, accounting dan
keuangan, keamanan dan keselamatan sistem informasi dan fungsi lainnya.
b. Manajemen sumber daya manusia (human resources management): aktivitas
yang terkait dengan penerimaan, pelatihan, pengembangan dan kompensasi
untuk semua tipe personil dan mengembangkan tingkat keahlian pekerja.
c. Pengembangan teknologi (technology development): aktivitas yang terkait
dengan biaya yang berhubungan dengan produk, perbaikan proses,
perancangan peralatan, pengembangan perangkat lunak komputer, sistem
telekomunikasi, kapabilitas basis data baru dan pengembangan dukungan
sistem berbasis komputer.
d. Pengadaan (procurement): aktivitas yang terkait dengan bagaimana sumber
daya diperoleh seperti fungsi pembelian input yang digunakan dalam value
chain organisasi.

7. Rantai Nilai Interrnet


Teknologi informasi telahmemungkinkan diciptakannyarantai nilai
industri yang tersinkronisasi dengan kuat yang disebut nilai web. Value web
adalah sekumpulan perusahaan yang menggunakan teknologi informasi untuk

viii
mengkordinasikan rantai nilainya dalam memproduksi barng atau jasa bagi
pasar.

8. Posisi Strategis Teknologi Internet


Posisi strategi Teknologi Internet sangat mendukung strategi bersaing
dalam mendapatkan keunggulan kompetitif. Keunggulan kompetitif diciptakan
untuk membuat suatu inovasi baru agar nilai yang kita miliki tidak dapat di
miliki oleh tempat lain. Sehingga kita dapat memonopoli sesuatu yang tidak
dimiliki tempat lain, kita now menaikan harga produk.

9. E-Bisnis Yang Berfokus Pada Pelanggan


Keuntungan pendorong di balik pertumbuhan ekonomi telah berubah dari
volume manufaktur menjadi meningkatkan nilai pelanggan. Faktor keberhasilan
suatu perusahaan adalah dengan memaksimalkan nilai pelanggan. Pelanggan
akan senang jika produk yang dihasilkan oleh perusahaan dapat sesuai dengan
kebutuhan pelanggan. Misalnya Zara, merek fashion yang berhasil memikat
hati pelanggan, selain harganya standar atau tidak terlalu mahal, produk ini juga
kualitasnya tidak kalah dengan produk yang berada dipasaran lainnya.

10. Rekayasa Ulang Bisnis Dan Manajemen Kualitas


Rekaya ulang adalah proses berfikir kembali dan proses perencanaan
kembali secara mendasar agar perusahaan mendapatkan peningkatan yang
dramatis pada biaya, kualitas, kecepatan dan layanan.
Manajemen kualitas adalah sekumpulan kegiatan manajerial seperti
merencanakan kualitas, mengendalikan dan mengevaluasi kualitas yang
dilakukan oleh setiap fungsi manajemen yang ada dalam suatu organisasi untuk
meningkatkan kinerja perusahaan.

ix
11. Membangun bisnis berfokus pelanggan
Bagi perusahaan untuk menjadi bisnis yang berfokus pada pelanggan
terletak pada kemampuan mereka untuk mempertahankan pelanggan agar tetap
loyal, mengantisipasi kebutuhan masa depan, menanggapi keprihatinan
pelanggan, dan menyediakan layanan yang berkualitas tinggi.
Karakteristik perusahaan yang berfokus pada pelanggan :
a. Penjajaran pada pelanggan
Perusahaan yang bersifat customer driven (menyesuaikan dengan
perubahan selera pelanggan).
b. Kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengatasi permasalahan pelanggan
Perusahaan harus mampu untuk mengidentifikasi dan mengatasi
permasalahan pada pelanggannya. Dapat dilakukan dengan memantau dan
menganalisa keluhan dari pelanggan, selalu mengupayakan adanya umpan balik
dari pelanggan, perusahaan berusaha mengidentifikasi dan menghilangkan
proses, prosedur, dan nowle internal yang tidak dapat menciptakan kepuasan
nilai bagi pelanggan.
c. Memanfaatkan informasi dari pelanggan
Pemanfaatan informasi pelanggan ini dilihat dari semua pegawai
memahami bagaimana pelanggan menentukan kualitas, pegawai diberikan
kesempatan untuk bertemu dengan pelanggan, perusahan mampu mengenali
siapa yang ,menjadi pelanggan sesungguhnya, perusahaan memahami
kebutuhan dan harapan pelanggan.
d. Mendekati para pelanggan
Mendekati pelanggan berarti yaitu memudahkan pelanggan untuk
menjalankan bisnis, berusaha untuk mengatasi semua keluhan pelanggan,
memudahkan pelanggan dalam menyampaikan keluhannya.
e. Penyempunaan produk dan proses secara terus menerus
Melakukan ionovasi terhadap barang atau jasa yang dimiliki perusahaan.

x
12. Perusahaan virtual
Sebuah perusaan virtual juga disebut dengan organisasi virtual A atau
korporasi virtual, merupakan sebuah organisasi yang mengunakan teknologi
informasi untuk menghubungkan orang, organisasi, nowl, dan ide. Perusahaan
tersebut juga sudah mengembangkan aliansi dan hubungan extranet yang
membentuk nowle informasi antar perusahaan dengan pemasok, pelanggan,
sub kontraktor, dan pesaing. Strategi perusahaan virtual :
a. Berbagi infrastruktur dan risiko dengan rekan.
b. Menghubungkan kopetensi inti yang saling melengkapi
c. Meningkatkan cakupan fasilitas dan pasar
d. Mendapatkan akses ke pasar baru dan berbagi pasar atau loyalitas pelanggan

13. Sistem manajemen pengetahuan (knowledge management system)


Dengan nowledge manajemen system perusahaan mengelola
pembelajaran organisasional, pengetahuan yang penting dan cara melakukan
bisnis dimanapun dan kapan pun dibutuhkan organisasi. Meliputi prosers,
prosedur, prediksi dan perbaikan yang disebarkan melalui TI seperti internet
dan intranet untuk respon yang lebih cepat. Karakteristik perusahaan yang
menjadikan pengethauan sebagai basis kompetensinya yaitu :
a. Kreatifitas dan ide sebagai dasar didalam berkreasi dan melakukan inovasi
b. Para anggota perusahaan berpengetahuan terampil dan kompeten dalam
bidang pekerjaan masing-masing
c. Adanya hubungan dan rasa saling percaya dalam berbagi pengetahuan
d. Data menjadi sangat esensial dalam menjalankan tugas operasional
e. Memberi perhatian kepada orang dan bagaimana mereka dapat bekerjasama
untuk mencapai kinerja perusahaan yang maksimal.

xi
BAB III
KESIMPULAN
Bersaing dengan teknologi informasi banyak potensi yang dapat
dikembangkan oleh organisasi untuk meraih keunggulan dalam bersaing. Potensi
dasar yang dimiliki oleh suatu sistem informasi antara lain meliputi: kemampuan
melaksanakan perhitungan dengan cepat, teliti dan andal; kemampuan menyimpan
dan mengolah data dalam jumlah yang besar; kemampuan melakukan komunikasi
data dan informasi dari jarak jauh; kemampuan bekerja dengan self-controlled
(otomatis). Sistem informasi sangat berguna untuk memberikan informasi tentang
segala sesuatu yang harus diketahui, sehingga dengan bantuan sistem informasi
manajemen organisasi dapat mengembangkan inovasi untuk meningkatkan
kekuatannya.
Sistem informasi dapat pula dipergunakan manajemen organisasi untuk
merekam informasi mengenai situasi lingkungan bisnis dimana dia berada, baik
informasi tentang konsumen, masyarakat, kebijakan-kebijakan pemerintah, situasi
pesaing dan lain-lain. Melalui potensi aktiva yang dimilikinya, serta didukung oleh
sistem informasi yang baik manajemen dapat mengembangkan inovasi-inovasinya
untuk mencapai posisi keunggulan bersaing. Dengan demikian diharapkan target
optimal organisasi dapat dicapai, dan dengan sikap yang adaptif eksploratif organisasi
selalu berhasil mempunyai nilai tambah dibanding pesaing-pesaingnya dengan cara
menjadi pelopor dalam berbagai aspek.

xii
DAFTAR PUSTAKA

xiii