Anda di halaman 1dari 22

NS. TOMMY J. WOWOR, S.

KEP,MM
FUNGSI IMUN

 Pertahanan : resistensi thd agen


penginvasi
 Surveilans : mengidentifikasi &
menghancurkan sel tbh sendiri yg bermutasi
dan berpotensi mjd neoplasma
 Homeostasis : membersihkan sisa sel dan
zat buangan shg tipe sel tetap seragam dan
tidak berubah
 Suatu molekul atau sel yang mampu
merangasang respon imun.
 Karakteristik suatu bahan berfungsi sbg
antigen:
◦ Harus besar, kompleks & asing bagi penjamu
◦ Jumlahnya memadai
◦ Biasanya mrpk protein dg berat molekul
>10.000 dalton
◦ Epitopnya (determinasi antigen) harus
mudah di akses
 Mempertahankan tbh dr agen penginvasi
melalui pemanfaatan dua respon imunitas
humoral dan seluler
 Organ limfoid primer adl sumsum tlg
tempat perkembangan sel B dituntaskan
dan timus tempat perkembangan sel T
dituntaskan
 Jaringan limfoid skunder; kel. Getah bening,
tonsil, limpa, jar mukosa di kulit, sal nafas,
sal cerna dan saluran perkemihan
 Fgs sistem imun adl membedakan “diri
sendiri” dari “asing”
 Setiap individu /organisme harus
mampu melindungi diri dari ancaman
baik dr luar (virus dan bakteri yang
terhirup dan tertelan) dan dari dalam
(neoplasma, tumor)
 Untuk melindungi diri tubuh manusia
mengembangkan reaksi pertahanan
seluler yang disebut respon imun
RESPON IMUN HUMORAL
• Bersifat tdk lgs dan dilaksanakan oleh imunoglobulin spesifik
(antibodi) yang dihasilkan sel B aktif (sel plasma) & dibantu
o/sistem komplemen
– IgG (gama) plg banyak di tubuh, mampu menembus plasenta
melindungi tbh dr bakteri
– IgM plg besar bertanggung jawab dalam respon imun primer
– IgA tdpt dlm sekresi tbh; kolostrum, air mata, air liur, sekresi
sal nafas, GIT, sal kemih. Fgs utama mempertahankan
permukaan mukosa thd virus dan bakteri
– IgE melekat ke sel mast dan basofil, terlibat dalam reaksi
hipersensitifitas tipe I
– IgD tdpt dlm jml kcl di serum, kemungkinan mempengaruhi
defisiensi limfosit B kendati peranannya blm jelas
Fungsi Imunoglobulin

 Menyebabkan sitotoksisitas
 Memungkinkan imunisasi pasif
 Meningkatkan opsonisasi
(pengendapan komplemen pd suatu
antigen shg kontak lekat dg sel fagositik
mjd lbh stabil)
 Mengaktifkan komplemen
 Dapat menyebabkan anafilaksis
1.Menyebabkan lisis sel
komplemen berinteraksi satu sama
lain membentuk membrane attack
complex (MAC) di permukaan sel
sasaran => memasukkan molekul
pembuat pori di membaran sel
imunogen => membran rusak => air
dan elektrolit masuk sel => sel pecah
dan mati
2.Pembentukan berbagai
mediator imun, berperan dalam
proses peradangan
3.Opsonisasi ; sel fagositik akan
lbh mampu menelan apabila
bahan imunogen dilapisi
komplemen.
=> ex; histamin, bradikinin

Fungsi utama Komplemen


RESPON IMUN SELULER
• Respon imun yang dilaksanakan oleh
limfosit T
• Peran sel T ;
– Fungsi pengendali; sel T penolong
/CD4 (cluster of deferentiation 4)
– Fungsi pelaksana; sel T sitotoksik
(pemusnah) / CD8 => mampu
mematikan sel terinfeksi virus, sel
tumor
Fungsi Sel CD4
 Pengendali ; mengaitkan sist monosit-
makrofag ke sist limfoid
 berinteraksi dg sel penyaji antigen untuk
mengendalikan Ig
 Menghasilkan sitokin yang memungkin
tumbuhnya sel CD4 dan CD8
 Berkembang menjadi sel pengingat
Fungsi imunitas seluler
 Sel CD8 mematikan scr langsung sel
sasaran
 Sel T menyebabkan reaksi
hipersensitifitas tipe lambat
 Sel T memiliki kemampuan menghasilkan
sel pengingat
 Sel T sbg pengendali CD4 dan CD8
memfasilitasi dan menekan respon imun
seluler dan humoral
 Imunitas alami
◦ Aktif=> didapat stlh sembuh dari peny (ex;
cacar air)
◦ Pasif => antibodi yang sdh jadi diperoleh bayi
mll plasenta atau kolostrum
 Imunitas buatan
◦ Aktif => pembentukan stlh vaksinasi
◦ Pasif => imunitas yang sdh jadi (ex;
antitoksin tetanus)
 Imunodefisiensi (respon imun
berkurang)
Ex; AIDS, leukemia
 Hepersensitifitas (respon imun
berlebihan)
Ex; alergi, asma, rx transfusi
 Penyakit autoimun (rx sistem imun
thdp Ag jar sendiri)
Ex; sistemik lupus eritematosus, AIHA,
miastenia gravis
PROSES
KEPERAWATAN
 Biografi/ demografi
 Keluhan utama
 Penyakit saat ini
 Penyakit masa lalu
 Penyakit keluarga
 Riwayat psikososial
PEMERIKSAAN FISIK
 Rambut
 Kulit dan membran mukosa
 Kel. Limfe servikal anterior dan posterior, aksilaris,
dan inguinalis dipalpasi untuk mengetahui
pembesaran kel limfe
 Hidung
 Sendi (adanya nyeri, bengkak, batas kisaran gerak)
 Paru
 Kardiovaskuler
 Gastrointestinal
 Urogenital
 Neurosensorik
 Uji lekosit dan limfosit
Hitung jenis dan hitung sel darah putih
Biopsi sumsum tulang
 Pemeriksaan imunitas humoral
Total globulin dan immunoglobulin
 Uji imunitas seluler
Hitung total limfosit
 Uji fungsi sel fagosit
Nitroblue tetrazolium reductase assay
 Uji hipersensitifitas
Stratch test, Pacth test, Tes intra dermal,
Radio allergosorbent test (RAST)
 Uji antigen antibody spesifik
Radioimmunoassay, Imunofluoresensi,
aglutinasi, test fiksasi komplemen.
 Uji infeksi HIV
ELISA (Enzyme linked immunoabsorbent
assay)
sample yg positif dpt dikonfirmasi dgn
Western blot
Hitung sel CD 4 dan CD 8
Test antigent P24
Reaksi rantai polymerase (PCR:
Polymerase chain reaction)
A nurse is
someone who
listen with
heart