Anda di halaman 1dari 9

1.

Macam – Macam Port
Port  adalah mekanisme yang mengizinkan sebuah komputer untuk mendukung
beberapa sesi koneksi dengan komputer lainnya dan program di dalam jaringan. Port
dapat mengidentifikasikan aplikasi dan layanan yang menggunakan koneksi di dalam
jaringan TCP/IP. Sehingga, port juga mengidentifikasikan sebuah proses tertentu di
mana sebuah server dapat memberikan sebuah layanan kepada klien atau bagaimana
sebuah klien dapat mengakses sebuah layanan yang ada dalam server. Port dapat
dikenali dengan angka 16-bit (dua byte) yang disebut dengan Port Number dan
diklasifikasikan dengan jenis protokol transport apa yang digunakan, ke dalam Port
TCP dan Port UDP. Karena memiliki angka 16-bit, maka total maksimum jumlah
port untuk setiap protokol transport yang digunakan adalah 65536 buah.
Beberapa Port diantaranya :
• Port 80, Web Server
Port ini biasanya digunakan untuk web server, jadi ketika user mengetikan alamat IP
atau hostname di web broeser maka web browser akan melihat IP tsb pada port 80,
• Port 81, Web Server Alternatif
ketika port 80 diblok maka port 81 akan digunakan sebagai port altenatif hosting
website
• Port 21, FTP Server
Ketika seseorang mengakses FTP server, maka ftp client secara default akan
melakukan koneksi melalui port 21 dengan ftp server
• Port 22, SSH Secure Shell
Port ini digunakan untuk port SSH
• Port 23, Telnet
Jika anda menjalankan server telnet maka port ini digunakan client telnet untuk
hubungan dengan server telnet
• Port 25, SMTP(Simple Mail Transport Protokol)
Ketika seseorang mengirim email ke server SMTP anda, maka port yg digunakan
adalah port 25
• Port 2525 SMTP Alternate Server
Port 2525 adalah port alternatifi aktif dari TZO untuk menservice forwarding email.
Port ini bukan standard port, namun dapat diguunakan apabila port smtp terkena blok.
• Port 110, POP Server
Jika anda menggunakan Mail server, user jika log ke dalam mesin tersebut via POP3
(Post Office Protokol) atau IMAP4 (Internet Message Access Protocol) untuk
menerima emailnya, POP3 merupakan protokol untuk mengakses mail box

2. Kesalahan pada web server pada saat muncul pesan error pada
browser
1) 400 – Bad Request
Kode kesalahan 400 (Error Bad Request) sering ditemukan ketika kita salah
mengetikkan alamat sebuah situs, coba periksa kembali pada adrress bar browser
Anda untuk mengecek benar atau salah alamat situs tersbut. Atau kemungkinan lain
server situs sedang mengalami gangguan, sehingga tidak dapat mengenali permintaan
komputer Anda.

2) 401- Authorization Required

Anda yang tidak memiliki hak akses untuk membuka folder atau membuka website
tersebut karena terproteksi oleh password.

3) 403 – Forbidden

Hal ini terjadi dikarenakan pemilik website tidak mengijinkan pengunjung untuk
browsing folder file direktori pada situs tersebut atau hal lainnya dapat disebabkan
karna permintaan client tidak mendapat izin untuk melihat web tersebut (jatuh tempo
hosting atau pemblokiran dari provider hosting). Anda dapat mengatur 403 untuk
alasan keamanan website untuk menjaga folder/file direktori dari serangan hacker.

4) 404 – Not Found

Ada beberapa hal yang menyebabkan hal tersebut terjadi, yaitu :

– Data di database sebelumnya sudah ada, namun sudah dihapus atau dihilangkan dari
database server.
– Terjadi gangguan akses internet atau down.
– Jika akses Internet tetap gagal, maka kemungkina besar halaman tersebut sudah
tidak lagi beredar/broken link.
– Terjadi kesalahan penulisan alamat URL.
5) 408 – Request Time- Out 

Pada saat jaringan lambat, maka akan muncul pesan error “the servers times out”,
solusinya adalah dengan refresh browser.

6) 410 – Gone

Halaman pesan error 410 hampir sama dengan pesan error 404, keduanya memiliki
pengertian “server tidak dapat menemukan file yang diminta”, sementara error404
menunjukkan bahwa file  mungkin tersedia di suatu tempat di server, 410
menunjukkan halaman yang diminta dihapus secara permanen.

7) 500 – Internal Server Error 

Kode error ini merupakan kesalahan konfigurasi pada akun hosting/ Script CMS yang
digunakan. Silahkan Anda cek file .htaccess pada akun hosting Anda dan pastikan
setiap barisnya tertulis dengan benar sesuai dengan standar kodenya.

8 ) 502 – Bad Gateway

Pesan error ini dapat terjadi akibat ketidakmampuan server untuk


menangani request dan 502 Bad Gateway’ juga dapat terjadi bila terdapat kesalahan
pengaturan pada file konfigurasi .htaccess yang disediakan oleh web server Apache.

9) 503 – Service Temporarily Unavailable

Server saat ini tidak tersedia karena kelebihan beban atau sedang maintenance.
Umumnya, ini adalah keadaan sementara.

10) 504 – Gateway Time-Out

Status kode HTTP yang berarti bahwa satu server tidak menerima respon yang tepat
waktu dari server lain. Hal ini biasanya berarti bahwa server lain sedang down atau
tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

3. Tata cara menambahkan subdomain pada cpanel

Pertama, login dulu ke akun cPanel Anda. Jangan ke akun orang lain ya,

kecuali memang diberi izin 


yang subdomain.

Ketiga, Anda harus mengisi beberapa kolom seperti pada gambar berikut.
Silakan isi nama subdomain yang Anda inginkan [1],
tidak boleh menggunakan karakter-karakter aneh
termasuk spasi, hanya boleh mneggunakan huruf dan
angka saja. Selanjutnya pilih nama domain yang akan
menjadi induknya [2]. Pada pilihan ini kita bisa
membuat subdomain dalam subdomain selain
tentunya subdomain dalam root domain. Tentukan
lokasi folder untuk subdomain ini [3]. Perhatikan,
jika bagian atasnya tertera home/, maka subdomain
akan berada di root folder dalam hosting Anda dan
secara otomatis akan tercipta sebuah folder dengan
nama subdomain.rootdomain.apa. Contohnya lihat
lagi gambar di atas (banghaji.bolehtanya.ga).
Umumnya untuk subdomain kadang-kadang akan
berada di dalam folder public_html/, misalnya akan
menjadi public_html/banghaji. Jika semua sudah
diisi/dipilih, silakan klik Buat atau Create [4].

4. Proses instalasi SIP pada FREEPBX


1. FreePBX dapat diinstall pada Server Fisik/Virtual (Proxmox, VMware, VirtualBox,
Dll). Lakukan tahapan konfigurasi (CPU, Ram, Rom, Ethernet, Dll) pada Virtual
Server (disesuaikan dengan Virtual Server anda).

2. Saat sudah masuk pada instalasi FreePBX, Pilih "FreePBX 14 Installation asterisk
13
3. Lalu pilih Automatic install - output to VGA, Pada proses ini saya memilih untuk
otomatis installasi FreePBX. Jika anda menginginkan mengcustom FreePBX (Partisi,
User, Dll) pilih Graphical Installation.

Prosess installasi sedang berjalan.

Sampai disini proses installasi FreePBX sudah selesai.

Untuk Login menggunakan CLI/SSH:


Username: "root"
Password: "SangomaDefaultPassword"

Untuk Login menggunakan webGUI, anda perlu membuka FreePBX pada Web
Browser. Anda harus melakukan aktivasi pada FreePBX. Pastikan FreePBX yang
anda gunakan terhubung ke internet.

5. Menentukan instalasi pada cacti

A. Instalasi

Update sistem operasi Ubuntu Anda dahulu, tambahan repository dari Epel/REMI.

# apt-get update

Lakukukan Install paket-paket agar Cacti dapat digunakan.

# apt-get install apache2 php php-cli php-mysql php-snmp mysql-server mysql-client


snmp spilih apache2 pada web server nmpd rrdtool cacti

Pilih apache2 untuk web server


Selanjutnya pilih yes untuk melakukan konfigurasi pada database untuk cacti

B. KONFIGURASI CACTI

1. DATABASE

Masuk pada mysql menggunakan user root, dan berikan hak akses untuk user cacti
tersebut

# mysql -u root -p
mysql> GRANT ALL PRIVILEGES ON cacti.* TO 'cactiuser'@'localhost'
IDENTIFIED BY 'masukkan password user cacti';
mysql> FLUSH PRIVILEGES;
mysql> quit

2. CACTI

Konfigurasi Cacti, dengan mengganti username dan password yang digunakan.

#vi /usr/share/cacti/site/include/config.php
$database_type = "mysql";
$database_default = "cacti";
$database_hostname = "localhost";
$database_username = "cactiuser";
$database_password = "cactiuserpassword";
$database_port = "3306";
$database_ssl = false;
3. KONFIGURASI APACHE

Buat file Apache2 untuk mengkonfigurasinya

# vi /etc/apache2/sites-available/cacti.conf

Alias /cacti /usr/share/cacti/site


<Directory /usr/share/cacti/site>
Options +FollowSymLinksAllow
Override None
order allow,deny
allow from all
DirectoryIndex index.php
</Directory>

4. CRON

Tambahkan Crontab berikut apabila sudah ada maka tidak perlu lagi ditambahkan
untuk crontab berikut:

# vi /etc/cron.d/cacti

*/5 * * * * cacti /usr/bin/php /usr/share/cacti/poller.php > /dev/null 2>&1

5. MENJALANKAN CACTI

Buka web browser Anda, kemudian ketikan pada address bar


masukan http://IP_address_server/cacti

Pada tampilan di atas, menunjukan bahwa cacti sudah berhasil di install selanjutnya
lakukan instalasi pada halaman cacti. Klik Next untuk melanjutkan ke halaman
selanjutnya. Kemudian pilihlah opsi “New Install”, karena Anda baru menginstall
Cacti pada server ini.

Jika sudah klik Next untuk melanjutkan. Jika konfigurasi Anda benar semua atau
semua sudah [FOUND], maka tampilan akan seperti di bawah. Untuk SNMP dan
RRD Tools harus sesuai dengan versi yang digunakan di server anda.
Klik Finish untuk melanjutkan.

Kemudian login dengan user yang sudah Anda buat. Jika sudah klik Login.

Buatlah device baru dengan cara pilih “Create Device”. Setelah itu, isi kotak dialog
dibawah, dengan informasi host yang akan Anda monitor. Isikan localhost untuk
perangkat cacti sendiri.

Pada Assosiated Graph Templates, isilah dengan kebutuhan untuk monitoring,


misal memory usage, process yang berjalan, dan lain sebagainya.

Setelah itu klik “Tree” kemudian klik tanda “+” untuk menambahkan graph tree.
Klik Edit Tree untuk melakukan edit pada graph tree. Selanjutnya klik Add
Root Branch untuk membuat folder utama graph.

Selanjutnya lakukan drag dan drop graph yang ada pada kolom ketiga ke dalam
kolom pertama untuk menampilkan graph.

Setelah selesai klik Finish Editing Tree, laku klik Save untuk menyimpan.

Untuk melihat graph, klik Graph pada bagian atas maka muncul tampilan seperti
dibawah ini.

6. Menguji hasil konfigurasi pada remote server pada client

Pengujian SSH Client di PC Windows


1. silahkan anda download dan install terlebih dahulu software aplikasi SSH Client
untuk windows.
Ada banyak software SSH Client yang bisa digunakan, namun pada kesempatan kali
ini saya akan menggunakan Putty.
2. Buka software Putty yang sudah terinstall
3. Masuk kembali ke VMWARE dan ubah Network Adapter menjadi "Host Only
Adapter"
4. Kemudian kembali lagi ke komputer Client Windows, dan silahkan lakukan
setting IP pada Network yang ada.
5. Pilih VMWARE network adapter VMnet 1 (setiap komputer mungkin dapat
berbeda), intinya pilih saja yang ada nama VMWARE-nya.
6. Lakukan klik dua kali pada ethernet tersebut, lalu pilih "properties">>"internet
protocol version 4 (TCP/IPV4)
7. Lalu ubah "Obtain an ip address automatically" menjadi "Use the following IP
Address" dan masukkan IP Address dengan acuan IP Gateway adalah IP yang
sudah kita buat pada Server Linux Debian.
8. Untuk memastikan bahwa IP address sudah terkoneksi dengan baik, silahkan
lakukan "ping" pada cmd. Ping pada kedua alamat ip
yang ada, yaitu IP PC Windows & IP PC Linux
9. Jika hasil dari "ping" menyatakan "Reply From.... TTL" itu artinya IP Address
sudah berhasil terkoneksi satu sama lain.
10.Maka langkah selanjutnya adalah dengan masuk ke software Putty

Pada tampilan awal putty terdapat beberapa form, silahkan isi bagian "Host Name (or
IP address)" dengan IP Address Linux Debian.