Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIK STERILISASI SUSU

Disusun Untuk Memenuhi Mata Kuliah Teknologi Pangan

Oleh ;

Hilda Kristia Margareta (18051334001)

Zafirah Istighfarraniyah (18051334022)

Kharisma Gita Susiawan (18051334036)

PRODI S1 GIZI

JURUSAN PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

2020
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Susu adalah cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar
susu mamalia, salah satunya manusia. Susu adalah sumber gizi utama bagi
bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu binatang (biasanya
sapi) juga diolah menjadi berbagai produk seperti mentega, yogurt, es krim,
keju, susu kental manis, susu bubuk dan lain-lainnya untuk konsumsi manusia.

Susu memiliki banyak fungsi dan manfaat. Untuk umur produktif, susu
membantu pertumbuhan mereka. Sementara itu, untuk orang lanjut usia, susu
membantu menopang tulang agar tidak keropos. Susu secara alami
mengandung nutrisi penting, seperti bermacam-macam vitamin, protein,
kalsium, magnesium, fosfor, dan zinc, pendapat lain menambahkan bahwa
susu mengandung mineral dan lemak. Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan
minum susu. Sekarang banyak susu yang dikemas dalam bentuk yang unik.
Tujuan dari ini agar orang tertarik untuk membeli dan minum susu. Ada juga
susu yang berbentuk fermentasi.

Sterilisasi adalah proses pemusnahan mikroorganisma dengan cara


pemanasan, radiasi atau kimiawi. Kematian sel adalah kegagalan sel, spora
atau virus untuk bereproduksi atau bergerminasi pada lingkungan yang
menguntungkan.

A. Rumusan Masalah

Mengamati cara sterilisasi Susu ?

B. Tujuan Praktikum
Agar Mengetahui Tata Cara Sterilisasi Susu
BAB II

TINJUAN PUSTAKA

A. Pengertian Susu

Susu adalah cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar

susu mamalia, salah satunya manusia. Susu adalah sumber gizi utama bagi

bayi sebelum mereka dapat mencerna makanan padat. Susu binatang (biasanya

sapi) juga diolah menjadi berbagai produk seperti mentega, yogurt, es krim,

keju, susu kental manis, susu bubuk dan lain-lainnya untuk konsumsi manusia.

Dewasa ini, susu memiliki banyak fungsi dan manfaat. Untuk umur produktif,

susu membantu pertumbuhan mereka. Sementara itu, untuk orang lanjut usia,

susu membantu menopang tulang agar tidak keropos. Susu secara alami

mengandung nutrisi penting, seperti bermacam-macam vitamin, protein,

kalsium, magnesium, fosfor, dan zinc, pendapat lain menambahkan bahwa

susu mengandung mineral dan lemak. Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan

minum susu. Sekarang banyak susu yang dikemas dalam bentuk yang unik.

Tujuan dari ini agar orang tertarik untuk membeli dan minum susu. Ada juga

susu yang berbentuk fermentasi.

B. Pengertian Sterilisasi

Sterilisasi adalah proses pemusnahan mikroorganisma dengan cara


pemanasan, radiasi atau kimiawi. Kematian sel adalah kegagalan sel, spora
atau virus untuk bereproduksi atau bergerminasi pada lingkungan yang
menguntungkan.
Teknik sterilisasi berdasarkan zat yang aka disterilkan, diantaranya :

a. Sterilisasi cairan

Cairan yang disterilisasi umumnya adalah media fermentasi yang


mengandung gula, garam fosfat, ammonium, trace metals, vitamin,
dan lain-lain.  Secara umum ada dua cara sterilisasi cairan yaitu
dengan panas dan disaring (filtrasi).  Sterilasi dengan panas dilakukan
di dalam autoclave, di mana steam tekanan tinggi diinjeksikan ke
dalam chamber untuk mencapai temperatur 121 derajat C dan tekanan
tinggi (sekitar 15 psig). Durasinya bervariasi, namun umumnya
diinginkan cairan dipertahankan pada 121oC selama minimal 15 menit.
Jika termasuk waktu untuk heating dan cooling steps, total waktu
berkisar 1-2 jam tergantung volume cairan yang disterilisasi.
Terkadang temperatur bisa diset pada 134o C (untuk medis).

b. Sterilisasi padatan

Padatan yang umum disterilkan adalah glassware, biosafety cabinet,


dan beberapa jenis tabung dan kontainer. Pada glassware dan plastik
tahan panas umumnya dilakukan dengan autoclave mirip seperti
sterilisasi cairan namun ditambah proses
pengeringan. Biosafety cabinet disterilkan dengan bantuan radiasi UV
dan disemprot ethanol 70 %.

C. Tujuan Sterilisasi

Tujuan untuk untuk mencegah pencemaran organisme luar, untuk

mempertahankan keadaan aseptis, sedangkan pada pembuatan makanan

dan obat-obatan, sterilisasi berfungsi untuk menjamin keamananterhadap

pencemaran oleh mikroorganisme


BAB III

METODE PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat

Waktu : Pukul 09.30 – 11.45 WIB

Hari/tanggal : Rabu, 4 Maret 2020

Tempat : Laboratorium Gedung A8 lantai 1 Jurusan PKK, Fakultas Teknik,


Universitas Negeri Surabaya

3.2 Alat dan Bahan

Alat

No. Nama Alat Jumlah Keterangan


1. Panci Sedang 1 Stainless steel
2. Thermometer 1 Kaca
3. Kompor 1 Stainless steel
4. Baker Glass 1 Kaca

Bahan

No. Nama Bahan Jumlah Harga


1. Susu Sapi Segar 50 ml -
2. Susu UHT 50 ml -
3. Lemon 1 buah -
4. Yogurt plain 20 ml -

3.3 Prosedur Kerja


1. Menimbang bahan yang digunakan
2. Melakukan proses pasteurisasi
3. Lalu untuk melakukan proses sterilisasi, susu yang di pasteurisasi dibagi
menjadi 2 @250 ml untuk tetap digunakan sebagai susu pasteurisasi (di
dalam baker glass) dan susu sterilisasi(dimasukkan ke dalam botol asi) di
sterilisasi hingga mencapai 200℃ di dalam autoclave

BAB IV

PEMBAHASAN
4.1 Tabel Hasil Pengamatan

1. AWETAN SUSU
PRODUK
KRITERIA SUSU SUSU UHT
STERILISASI
WARNA Putih Tulang Putih Tulang

AROMA Gurih, khas Susu Beraroma lebih tajam

TINGKAT Kental Kental++


KEKENTALAN
RASA Hambar Creamy

2. PENGASAMAN (BIOKUL)

BIOKUL
KRITERIA
SUSU STERILISASI
WARNA Putih Kekuningan

AROMA Gurih Sedikit Masam

TINGKAT Kental Sekali (Menggumpal)


KEKENTALAN
RASA Sedikit Masam

4.2 Hasil Diskusi dan Pembahasan

Sterilisasi merupakan kegiatan membebaskan suatu bahan atau


benda dari semua bentuk kehidupan mikroba. Pada prinsipnya sterilisasi
dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara mekanik, fisik, dan kimiawi.
Sterilisasi secara fisik dilakukan dengan cara pemanasan atau penyinaran.
Pemanasan dapat dilakukan dengan cara pemijaran, pemanasan kering,
menggunakan uap air panas, dan menggunakan uap air panas bertekanan.
Sterilisasi fisik terdiri dari pemanasan, filtrasi atau penyaringan, dan
radiasi. Pada percobaan ini alat yang digunakan untuk mensterilkan alat
yaitu oven, oven merupakan alat sterilisasi dengan cara fisik yaitu panas
kering.

Alat lain yang digunakan dalam sterilisasi adalah Bunsen yang


berfungsi untuk memanaskan dan mensterilkan alat-alat yang terbuat dari
platina dan autoclave yang berfungsi untuk sterilisasi dengan uap panas
bertekanan. Autoclave juga dapat digunakan untuk mensterilkan mikroba.
Ketika ingin menggunakan autoclave, harus diisi dengan air sampai batas
atau dasar yang berlubang-lubang tempat meletakkan alat.

Suhu yang digunakan pada autoclave adalah 121 derajat Celcius.


Hal ini sesuai dengan literalur yang menyatakan “Pemanasan basah adalah
sterilisasi panas yang digunakan bersama-sama dengan uap air. Pemanasan
basah biasanya dilakukan didalam autoclave atau aterilisator uap yang
mudah diangkat dengan menggunakan uap air jenuh bertekanan 2 atm
pada suhu tersebut selama 15 menit.

Praktikum yang dilakukan adalah praktikum sterilisasi susu. Dalam


pengasaman susu ini ada 2 sus yang digunakan. Susu UHT dan susu sapi
segar dan dilakukan 2 perlakuan yaitu 1 susu sebanyak 50 ml dilakukan
pasteurisasi dan 50 ml dilakukan sterilisasi. Susu dimasak dengan suhu 65
derajat celcius. Dalam proses pemasakan, suhu pada susu diukur
menggunakan thermometer dekar cara mencelupkan thermometer kedalam
baker glass yang berisi susu namu tidak diletakkan sampai permukaan
baker glass. Setelah 15 menit pemasak biar kan suhu turun hingga 45
derajat celcius.

BAB IV
PENUTUP

5.1 Kesimpulan

 Sterilisasi merupakan suatu usaha untuk mensterilkan alat agar


tidak terkontaminasi dengan mikroba atau dengan kata lain
sterilisasi merupakan kegiatan membebaskan suatu bahan atau
benda dari semua bentuk kehidupan mereka.
 Setiap alat sterilisasi memiliki fungsi dengan dan teknik
penggunaan yang berbeda-beda.
 Pada prinsipnya sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu
secara mekanik, fisik, dan kimiawi. Sterilisasi secara mekanik
(filtrasi) menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil.
Sterilisasi secara fisik dilakukan dengan cara
pemanasan/penyinaran. Sterilisasi secara kimiawi yaitu
menggunakan desinfektan.

DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Pengasaman

https://id.wikipedia.org/wiki/Pengasaman

LAMPIRAN