Anda di halaman 1dari 4

TUGAS AUDITING, ASSURANCE, ETIKA PROFESI

PENGENDALIAN MUTU UNTUK AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN

Disusun untuk Mata Kuliah Auditing, Assurance, Etika Profesi - Kelas PPAK-B

Oleh:
KELOMPOK 5

1. Hasni Isnawati Munawaroh (19/450846/EE/07370)


2. Okta Ameliana Sipayung (19/450861/EE/07385)
3. Essa Aditha Rachmawati (19/453613/EE/07420)
4. Nurul Khasanah Ambarwati (19/453629/EE/07436)

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2020
2

Kasus Temu 04: SA 220 (SPM), ISA 220 dan ISCQ 1


Soal 1
Jengis Kon adalah mahasiswa S1 jurusan Akuntansi yang telah lulus mata kuliah Pengauditan
I dan II dan saat ini sedang magang di KAP Badut. Jengis Kon diminta oleh partner perikatan
audit PT. Sinar Cahaya untuk menjadi salah satu anggota tim audit. Jengis Kon menggantikan
peran salah seorang auditor seniornya, yakni Joni Cahaya karena ternyata ayah Joni Cahaya
adalah Direktur Utama PT. Sinar Cahaya.
Menurut tim Anda, apakan tindakan diatas dapat menjaga mutu dari audit? Mengapa ?

Jawaban:

Jengis Kon (JK) memiliki kompetensi SDM yang memadai, yang memenuhi syarat
untuk melaksanakan proses audit. Namun kompetensi tersebut belum memadai untuk dapat
menggantikan tugas dari senior auditor, antara lain memberikan supervisor kepada junior
auditor dan membuat keputusan dalam level senior auditor. Hal ini dapat diatasi dengan
pengamanan risiko, yaitu terdapat supervisor yang mengawasi pekerjaan dari JK sehingga
dapat memenuhi mutu audit. Dari sisi SDM, mutunya audit mungkin akan berkurang ketika
JK menggantikan senior auditor. Tetapi mutu audit akan terjaga karena JK memenuhi syarat
dan sesuai dengan panduan yang berlaku (dengan catatan bahwa tetap dilakukan training dan
supervisi kepada JK).

Soal 2
Jengis Kon melaksanakan audit dengan tenang dan profesional, seolah-olah telah memiliki
pengalaman selama bertahun-tahun. Sukarman Dolan adalah senior auditor yang ditugaskan
oleh partner perikatan pada audit PT Sinar Cahaya dan menugaskan Jengis Kon sendirian
pergi ke anak perusahaan PT Sinar Cahaya, yakni PT Terang Benderang di luar kota. Jengis
Kon melaksanakan audit pada PT Terang Benderang selama 10 hari tanpa kendala dan tidak
menemukan adanya salah saji.
Menurut tim Anda, apa yang sebaiknya dilakukan oleh Jengis Kon dan Sukarman Dolan agar
mutu audit PT Terang Benderang dapat terjaga dengan baik? Jelaskan
Jawaban
JK memiliki kompetensi SDM yang memadai, namun ada baiknya JK didampingi
ketika harus ditugaskan ke PT Terang Benderang mengingat ini adalah pengalaman pertama
JK. Namun pada kasus tersebut, JK ditugaskan seorang diri saja. Untuk menjamin mutu audit
PT Terang Benderang, JK dan Sukarman Dolan (SD) sebaiknya terus berkomunikasi dan
berkoordinasi mengenai hal-hal terkait dengan audit di salah satu cabang PT Sinar Cahaya
yaitu PT Terang Benderang. SD sebagai senior auditor sebaiknya tetap memantau dan
meminta laporan terkait proses audit dari JK. Dengan adanya komunikasi dan koordinasi
yang dilakukan oleh SD kepada JK, mutu audit akan tetap terjaga.
3

Soal 3
Jengis Kon melaporkan hasil auditnya kepada Sukaraman Dolan dan setelah direviu,
Sukaraman Dolan memberikan opini yang berbeda atas hasil audit Jengis Kon, menyatakan
bahwa terdapat beberapa salah saji yang tidak material, namun jika digabung nilainya dapat
menjadi material. Jengis Kon tetap pada pendapatnya dan menyatakan bahwa Sukarman
Dolan tidak berada di lapangan sehingga tidak tahu kondisi yang sebenarnya.
Apa yang harus dilakukan oleh partner perikatan atas hal tersebut diatas? Jelaskan
Jawaban
Menurut SA 220, ISA 220, dan ISCQ 1, reviu pengendalian kualitas perikatan perlu
dilakukan untuk mengevaluasi significant judgment yang dibuat oleh tim perikatan. Dalam
kasus ini, partner perikatan perlu mereview temuan audit dari perikatan. Hal ini dilakukan
guna mengevaluasi tingkat materialitas dan risiko signifikan, bukti audit sudah cukup dan
tepat, dan signifikansi salah saji yang dikoreksi maupun belum dikoreksi.
Menurut ISA 220 poin A.28, hal-hal yang perlu diperhatikan dalam reviu
pengendalian kualitas perikatan adalah:
1. Risiko signifikan yang diidentifikasi selama perikatan, dan respon terhadap risiko
tersebut termasuk penilaian tim perikatan mengenai risiko dan respon terhadap risiko
fraud.
2. Judgments yang dibuat mengenai materialitas dan risiko-risiko signifikan.
3. Signifikansi dan disposisi dari salah saji yang dikoreksi maupun belum dikoreksi yang
diidentifikasi selama audit.
4. Hal-hal yang perlu dikomunikasikan dengan manajemen klien mengenai tata kelola.

Soal 4
Jengis Kon kemudian melakukan “curhat” dengan salah seorang anggota tim audit junior,
yaitu Putri Perdana, tentang masalah yang dia hadapi dengan Sukarman Dolan. Curhat
tersebut terdengar oleh Puput Cahaya, direktur keuangan PT Sinar Cahaya saat sedang di
dalam lift bersama mereka. Puput Cahaya melakukan protes keras terhadap partner perikatan
atas hal tersebut. Apa yang harus dilakukan oleh partner perikatan atas hal tersebut diatas?
Jelaskan. Menurut tim Anda, untuk dapat mengelola kejadian-kejadian diatas, apa yang
seharusnya dilakukan oleh KAP Badut?
Jawaban
Berdasarkan ISA 220, partner adalah orang yang bertanggung jawab atas perikatan
audit dan kinerjanya, dan untuk laporan auditor yang dikeluarkan. Pada paragraf ke-10 ISA
220 dijelaskan jika masalah datang dari perikatan melalui perusahaan dengan sistem kontrol
kualitas atau yang mengindikasikan bahwa anggota tim keterlibatan belum memenuhi
persyaratan etika yang relevan, partner harus berkonsultasi dengan seorang praktisi tunggal,
4

kemitraan atau korporasi profesional akuntan untuk menentukan tindakan yang sesuai.
Karena pada kejadian ini JK memberikan informasi mengenai pengerjaan audit yang
dilakukannya, terlebih itu di publik yang mana kemungkinan kerahasiaanya akan sulit
terjaga, dan JK sudah melanggar Kode Etik Seksi 140 mengenai Kerahasiaan dimana setiap
akuntan publik harus menjaga kerahasiaan informasi, termasuk dalam lingkungan sosialnya,
serta waspada terhadap kemungkinan pengungkapan yang tidak disengaja terutama kepada
rekan bisnis.
Partner dapat mempertimbangkan memindahkan JK ke tim perikatan yang lain
dikarenakan telah melanggar kerahasiaan dari informasi audit yang dapat berbahaya bagi tim
perikatan dan klien audit.