Anda di halaman 1dari 7

Gambar1.

Spektra IR sampel USY dengan 0 (1), 10 (2) dan 14 (3) persen berat Ni,
diaktifkan pada 723 K dan tercatat pada 77 K.

Spektrum zeolit yang di support kemudian diaktifkan dalam sampel bermuatan logam
ditunjukkan pada Gambar 1. Bilangan gelombang 3738 cm-1 menunjukkan regangan OH, pada
suhu 77 K menunjukkan ketiga spektrum maksimum pada bilangan gelombang 3747, 3740 dan
3735 cm-1. Bilangan gelombang 3638 dan 3570 cm-1 masing-masing dikaitkan dengan silanol,
kelompok OH sodalite. Bilangan gelombang di 2002 cm-1 dan di bawahnya terbentuk karena
adanya getaran kerangka zeolit. Bahkan apabila spektrum dinormalisasi dengan intensitas
kerangka yang sama, dapat dinyatakan bahwa adanya Ni mengarah ke penurunan Intensitas
kelompok OH dengan pengecualian pada satu bilangan gelombang 3570 cm-1.

Gambar2. Spektra FTIR 12CO teradsorpsi pada H-USY (1), Ni10 / H-USY (2) dan
Ni14 / H-USY (3) pada 77 K dengan 0,2 Torr He di dalam sel. Spektrum
sampel sebelum pengurangan adsorpsi.

Penambahan konsentrasi CO pada ketiga sampel yang diteliti, pada awalnya didinginkan
menggunakan nitrogen cair yang ditunjukkan pada Gambar 2. Hasil yang di dapatkan
menunjukkan penurunan intensitas pita OH pada bilangan gelombang 3638 cm-1 dengan
pertumbuhan simultan pita hidroksil yang terganggu pada bilangan gelombang 3270 cm -1 dan
pita 12CO yang teradsorpsi pada bilangan gelombang 2180 cm-1. Jika tekanan CO dalam sel
meningkat hingga 1–5 Torr, bilangan gelombang kuat pada 2158 cm cm -1 tumbuh bersamaan
dengan pita pada daerah panjang gelombang sekitar 3650 cm-1 dan penurunan pita silanol pada
cα 3740 cm-1. Satu pita lagi pada 2138 cm-1 meningkatkan intensitas dan bergerak ke 2140 cm-1
dengan cakupan yang terus bertambah.
Gambar. 2 terdapat serapan pita lemah pada 2230 cm -1 muncul dalam spektrum zeolite H-
USY. Spektrum sampel Ni bersama dengan pita-pita CO teradsorpsi pada gugus hidroksil, dapat
dilihat pada bilangan gelombang 2206 dan 2192 cm -1 dan sepasang pita sangat sempit di 2124
dan 2114 cm-1. Pita pada 2172 cm-1 lebih menonjol di spektrum sampel Ni14 / H-USY,
sedangkan untuk sampel Ni10 / H-USY ada tetapi agak lemah. Itu disertai sedikit perubahan
bentuk dan posisi pada bilangan gelombang 3490 cm-1.
Proses adsorpsi secara bertahap pada unsur CO diilustrasikan pada Gambar. 3. Karena
tidak ada unsur He dalam sel dalam percobaan ini, suhu sampel awal lebih tinggi dari 77 K.
Gambar yang dihasilkan identik pada proses awal desorpsi.

Gambar3. Spektra FTIR CO teradsorpsi pada Ni14/H-USY. Cakupan meningkat dari 1


ke 4 tekanan diberikan hingga 1,48 Torr pada 77 K.

Bilangan gelombang pertama muncul pada 2180 dan 3270 cm -1 disertai dengan penurunan
intensitas pita pada 3638 cm-1. Sepasang pita memiliki intensitas lemah pada 2141 dan 2097 cm-
1
. Kurva 1 digantikan oleh bilangan gelombang 2124 dan 2114 cm -1 (Gambar 3 kurva 2). Pita
2180 cm-1 mencapai intensitas maksimum ketika pita 3638 cm-1 benar-benar hilang yang
ditunjukkan pada (Gambar 3 kurva 3). Intensitas pita pada panjang gelombang 2172 cm -1
meningkat bersamaan dengan pada panjang gelombang 3490 cm-1. Munculnya 2158 cm-1 band
disertai dengan pertumbuhan yang pada 3650 cm -1 dan penurunan pita gugus fungsi silanol pada
panjang gelombang 3740 cm-1. Puncak yang terakhir muncul adalah pelebaran pita yang terpisah
dengan kurang baik pada panjang gelombang 2140-2138 cm -1, mereka meningkat dengan
meningkatnya tekanan gas CO dalam sel hingga beberapa Torr.
Gambar4. Spektrum 12CO teradsorpsi pada Ni10/H-USY pada 77 K, dengan tekanan
0,2 Torr dan adanya He. Cakupan berkurang dari atas ke bawah. (1)
dipompa selama 3 menit, (2) dipompa selama 10 menit, (3) dipompa pada
suhu kamar selama 10 menit.

Desorpsi CO diilustrasikan pada Gambar 4. Ketika pita lebar (board band) pada daerah
panjang gelombang 2158 cm-1 dihilangkan, pita yang lebih kecil dan lemah akan terlihat pada
posisi yang sama 2158 cm-1. Pita tersebut hilang bersama pada panjang gelombang 2124 dan
2114 cm-1 setelah pengosongan berkepanjangan dari sel dingin ketika pita lain dari CO yang
teradsorbsi dihilangkan (Gambar 4 kurva 2) dan spektrum gugus OH dimunculkan kembali.
Secara bersamaan, sepasang pita sempit baru muncul pada daerah bilangan gelombang 2141 dan
2097cm-1. Pengosongan pada suhu 300 K mengarah pada hilangnya simultan dari pasangan itu
sementara pita baru muncul di 2118 cm-1. Pita ini menolak memompa pada 373 K, tetapi
menghilang setelah adanya proses pemanasan dalam ruang hampa pada suhu 473 K.

Gambar4. Spektra FTIR dari campuran 28% 12CO + 72% 13CO yang diserap dari Ni10 /
H-USY. CO dipompa oleh turbomolekular untuk peningkatan waktu
berturut-turut pada 77 K (1-3) dan 300 K (4).
Untuk memperjelas hasil interpretasi, dilakukan percobaan dengan campuran 12CO dan
13
CO. Gambar. 5 menunjukkan pertumbuhan spektrum campuran dengan sekitar 70% dari
desorpsi 13CO., selain itu juga menunjukkan perbandingan kurva dengan spektrum 12CO murni.
Semua pita 12CO memiliki panjang gelombang di atas 2158 cm-1, mereka hanya bergeser ke
bilangan gelombang yang lebih rendah sekitar 49 cm-1. Jadi, pita di 2180 dan 2158 cm-1 yang
lebar , masing-masing digeser ke 2131 dan 2109 cm-1. Pita tajam pada 12CO 2158 cm-1 digabung
dengan analog serapan yang bergeser pada 2206–2192 cm-1 . Pita paling stabil pada 2118 cm-1
memiliki 13CO analog pada 2069 cm cm-1 . Pita lemah lainnya yang diamati di bawah 2158 cm-1
menghasilkan gambar yang lebih rumit dalam spektrum isotop campuran.

 Gambar4. Spektra FTIR dari spesies permukaan trikarbonil Ni dari komposisi isotop
yang berbeda. (1) 99% dari 12CO, (2)hampir murni 13CO yang diperoleh dari
campuran 28% 12CO + 72% 13CO dengan mengurangi spektrum yang kira-
kira 50:50%; (3) spektrum campuran 60% 12CO + 40% 13CO setelah
pengurangan kurva 1 dan 2.

Sepasang pita pada panjang gelombang 2141 dan 2097 cm-1 serupa dengan 13CO pada
2092 dan 2050 cm-1, tetapi secara bersamaan, pada kondisi ketika tidak ada pita lain yang terlihat
dalam spektrum murni 12CO, dua doplet terlihat pada 2129– 2124 dan 2064–2060 cm-1. Bahkan
spektrum yang lebih kompleks muncul sebelumnya, ketika molekul-molekul berikatan lemah
akan dihilangkan, pita-pita gugus OH permukaan sebagian besar muncul kembali, dan. sisa 12CO
menyumbang pasangan pita pada 2124 dan 2114 cm-1, satu pita lebih tajam pada 2158 cm-1. Hasil
Spektrum campuran yang memiliki sekitar 30 dan 50% dari 13CO ditunjukkan pada Gambar. 6.
Mengurangi spektrum 12CO murni dari campuran, sehingga di dapatkan spektrum spesies isotop
campuran. Terakhir 13CO dikurangi 70% dari dengan faktor yang dipilih sehingga dihasilkan pita
triplet karena murni spesies 13CO, yang dapat dilihat pada panjang gelombang 2109, 2075 dan
2065 cm-1. Untuk spesies yang sepenuhnya tersubstitusi jika frekuensi spesies 12CO digeser akan
turun menjadi 49 cm-1. Sekarang, jika spectrum di kurangi dari campuran dengan pengayaan
50%, akan menghasilkan spektrum spesies yang sebagian tersubstitusi, ditunjukkan dalam
Gambar 6 bersama dengan spektrum spesies murni 12CO dan 13CO, ada pada tahap desorpsi CO.
Spektrum yang dihasilkan menampilkan setidaknya 6 pita berbeda. Pita tambahan sekitar 2090
cm-1, yang ada dalam kurva 1 dan 3 tidak berkorelasi dengan yang lain dan dapat diduga
berfungsi untuk adsorpsi CO pada Ni0.
Spektrum yang diamati dari zeolit HUSY serta CO yang teradsorpsi pada kelompok OH
dari sampel yang diteliti sesuai dengan penelitian sebelumnya. Pergeseran frekuensi OH serta
posisi CO yang sesuai menunjukkan keasaman tinggi pada gugus hidroksil. Lebarnya ikatan H
yang terikat gugus OH relatif kecil disebabkan oleh homogenitas gugus-gugus hidroksil dalam
sifat-sifatnya, khas zeolit Y dengan rasio Si / Al yang tinggi. Pita terakhir dari gugus fungsi OH
pada zeolit merupakan kelompok silanol yang memiliki peak lebar. Mereka dapat ditemukan di
permukaan luar dari kristal mikro, sedangkan yang lain mungkin berada pada cacat permukaan
bagian dalam. Sifat mereka harus tidak sama, dan bukan kebetulan bahwa pita CO terikat pada
kelompok ini juga luas, pita bergerak pada desorpsi dari 2158 hingga 2163 cm -1, yang dapat
dilihat pada Gambar. 3.
Pita 2138–2140 cm-1 yang muncul pada intensitas tinggi biasanya dianggap sebagai spesies
physisorption atau cairan. Ppergeseran frekuensi ke bawah sebesar 5-7 cm-1, tidak diamati untuk
CO cair. Intensitas pita pada 2138 cm-1 membuat molekul CO terikat pada kelompok silanol
melalui atom oksigen.
Pita 2230 cm-1 terlihat pada spektrum zeolit HUSY karena CO teradsorpsi pada struktur
luar atau kerangka Al3+. Pita lemah pada 2206, dan 2196–2192 cm-1 merupakan CO yang
teradsorpsi pada ion Ni2+. Pita-pita ini memiliki ketegangan dalam 10 dan 14% sampel. Ini dapat
dianggap sebagai bukti untuk berbagai posisi ion-ion ini dalam struktur zeolit.
Pita di 2172 cm-1   terlihat dalam spektrum Ni14 / Sampel HUSY Sampel (Gambar 3 ),
kurang khas untuk Ni10/HUSY. Begitu intensitasnya menjadi 3490 cm-1   dan disertai dengan
gangguan lemah dari pita di 3570 cm-1, merupakan interaksi CO dengan kelompok OH sodalite
cage.
Impregnasi Ni, tampaknya, menghalangi bagian tertentu dari permukaan OH yang
ditunjukkan adanya penurunan intensitas pita OH (Gambar. 2). Pita CO teradsorpsi pada 2158
cm-1. Penampilan pita baru pada desorpsi merupakan wujud khas interaksi antara molekul
teradsorpsi. Metode pengenceran isotop atau Substitusi memberikan lebih banyak informasi
tentang sifat interaksi
dan pengaturan molekul yang berinteraksi.
Pita CO terakhir tersisa pada 2118 cm-1. Setelah desorpsi pada suhu tinggi spektrum yang
ada pada suhu 77 K (2114 cm-1 pada 300 K) memiliki analog 13CO pada 2069 cm-1.  Dengan
demikian dapat disimpulkan pita monokarbonil terikat pada ion Ni +. Jenis yang sama dari
pergeseran isotop diamati untuk CO yang teradsorpsi pada kelompok hidroksil (2180 dan 2158
cm-1 bergeser ke 2131 dan 2109 cm-1).
Setelah melepas sebagian besar CO yang berikatan dengan H dan sebelum munculnya pita
dikarbonil, sepasang pita dapat dilihat dalam spektrum dari 12CO teradsorpsi pada 2124 dan 2114
cm-1. Pita yang sesuai dengan 13CO yang teradsorpsi ditemukan pada 2108,5, 2075 dan 2066,5
cm-1. Spesies ini seharusnya dikaitkan dengan Ni+ (13 CO)3 . Spektrum dari campuran isotop
agak rumit, tetapi setelah mengurangi spektrum yang teradsorpsi pada 12CO dan 13CO yang
menarik tetap ada enam pita utama, yang ditugaskan ke Ni + ( 12 CO) 2 ( 13 CO) dan Ni+ (12CO)
(13 CO) 2 , sebagaimana yang ditulis pada Tabel 1.  Pita Ni + ( 12 CO)3 pada 2156, 2124, 2109 cm-
1
, dan pita dari Ni + ( 13 CO)3 pada 2110, 2078, 2061 cm-1. 

 Tabel 1. Posisi pita maksimal dalam spektrum CO teradsorpsi pada zeolit Ni-USY.

Jika beralih ke tahap selanjutnya dari desorpsi CO, ketika dua pita terlihat dalam spektrum
isotopomer murni, pergeseran dan intensitas relatif pada pita tunggal terlihat lebih baik pada
dekomposisi yang disederhanakan menjadi kurva gaussian yang ditunjukkan pada Gambar 7.
Pasangan pita 12CO teradsorpsi pada 2141 dan 2097 cm-1, mendahului monokarbonil dan
analoginya 13CO pada 2091.5 dan 2050 cm-1 disebabkan oleh kompleks dikarbonil Ni+ (12CO)2
dan Ni+ (13CO)2. Dua pasang pita yang diamati secara bersamaan dari spesies dikarbonil pada
adsorpsi campuran isotop 12CO + 13CO pada 2129, 2125 dan 2065, 2061 cm-1 . Sesuai dengan
kondisi percobaan, pita-pita ini harus dikaitkan dengan dikarbonil dari komposisi campuran
isotop Ni+ (12CO) (13CO). Untuk menjelaskan posisi pita, kita harus memperhitungkan bahwa
pemisahan antara dua pita Ni+(12CO)2 disebabkan oleh kopel dipol yang kuat antara kedua
molekul adalah 44 cm-1, hampir sama besarnya dengan pergeseran isotop (sekitar 48 cm-1 ). Ini
berarti bahwa resonansi harus terjadi antara getaran molekul dari komposisi isotop yang berbeda,
yang mengarah pada peningkatan pergeseran isotop hingga nilai-nilai yang diamati 2129 - 2061
= 68 cm-1.
Masalah lain menjelaskan munculnya 4 band sebagai gantinya dari 2. Adanya band
tambahan menunjukkan hasil heteregon. Sepasang pita frekuensi tinggi pada 2129 dan 2065 cm-1
menunjukkan satu jenis dikarbonil, sedangkan pada gelombang rendah 2125 dan 2061 cm-1
menunjukkan jenis lain. Dalam hal ini adanya perbedaan jenis harus tercermin dalam spektrum
monokarbon atau orbikarbonat dari komposisi isotop murni. Dengan demikian, jenis-jenis lain
itu identik, dan ketidaksamaan antara dua molekul yang terikat pada Ni+ berasal dari cara
keterkaitannya jika mereka membentuk kompleks biner. Kedua molekul tidak setara dengan
yang lain yaitu 12CO berada di posisi yang sesuai dengan frekuensi penyerapan yang sedikit lebih
tinggi, sedangkan 13CO harus berada dalam posisi seperti itu, sehingga frekuensinya akan
diturunkan, dan jarak antara pita, yang mencakup pergeseran isotop dan kopling dari resonansi
juga akan meningkat. Jika tidak, posisi pita 13CO akan dipindahkan ke atas, maka frekuensi
molekul mitra 12CO harus diturunkan, dan pemisahan total akan lebih kecil.
  Molekul CO dapat terikat ke kation baik melalui karbon atau oksigen, dan kedua struktur
tidak hanya bervariasi dalam frekuensi, tetapi memiliki energi adsorpsi yang berbeda. Namun
pada hasil ini keduanya memiliki energi yang sama, perbedaannya terlihat pada spektrum. Hal
ini dapat dihubungkan dengan orientasi mereka sehubungan dengan lingkungan. Misalnya, dua
molekul CO mendekati Ni+ dari dua sisi yang berbeda, seperti dari prisma heksagonal atau
supercage. Namun, perbedaan diamati hanya ketika kedua molekul ditambahkan yang sudah
teradsorpsi