Anda di halaman 1dari 26

PENGARUH PENAMBAHAN PAKAN ROTI BEKAS/AFKIR

PADA KUANTITAS SUSU YANG DIHASILKAN SAPI PERAH


DI DAERAH SUKOPURO – JABUNG - MALANG

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG

Oleh

Wildan Hadi Pradana


NIM C31170923

PROGRAM STUDI PRODUKSI TERNAK


JURUSAN PETERNAKAN
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2020
PENGARUH PENAMBAHAN PAKAN ROTI BEKAS/AFKIR
PADA KUANTITAS SUSU YANG DIHASILKAN SAPI PERAH
DI DAERAH SUKOPURO – JABUNG - MALANG

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Ahli Madya (A.Md.)
Program Studi Produksi Ternak
Jurusan Peternakan

Oleh

Wildan Hadi Pradana


NIM C31170923

PROGRAM STUDI PRODUKSI TERNAK


JURUSAN PETERNAKAN
POLITEKNIK NEGERI JEMBER
2020

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PERGURUAN TINGGI


POLITEKNIK NEGERI JEMBER

ii
PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas
berkat rahmat dan karunia-Nya penulis bisa menyelesaikan laporan Praktek Kerja
Lapang (PKL) yang berjudul “pengaruh penambahan pakan roti bekas/afkir pada
kuantitas susu yang dihasilkan sapi perah di daerah Sukopuro – jabung - malang”
dengan sebaik baiknya.
Tulisan ini merupakan laporan dari hasil praktek kerja lapang yang
dilaksananakn pada tanggal 1 September sampai dengan 31 Desember 2019 yang
bertempat di koperasi agro niaga jabung, malang. sebagai salah satu syarat untuk
memperoleh gelar Ahli Madya (A.Md.) di Program Studi Produksi Ternak
Jurusan Peternakan.
penghargaan dan ucapan terimakasih penulis persembahkan yang
sebesar-besarnya kepada:
1. Direktur Politeknik Negeri Jember
2. Bapak Dr Hariadi Subagja, S. Pt, MP Ketua Jurusan Peternakan
3. Bapak Nur Kholis, S.Pt, MP Ketua Program Studi Produksi Peternakan dan
selaku dosen pembimbing
4. Kordinator PKL Program Studi Produksi Ternak
5. Keswan Koperasi agro niaga jabung, teman-teman TNK 2017 dan semua
pihak yang telah ikut membantu dalam pelaksanaan PKL dan penulisan laporan
ini
Penulis menyadari laporan PKL ini masih banyak kekurangan, oleh
karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun.
Akhir kata semoga laporan PKL ini dapat bermanfaat bagi penulis sendiri dan
bagi pembaca.
Jember, 19 Desember 2019

Penulis

iii
RINGKASAN

Pengaruh penambahan pakan roti bekas/afkir pada kuantitas susu yang


dihasilkan sapi perah di daerah Sukopuro – Jabung - Malang, Wildan Hadi
Pradana, NIM C31170923, Tahun 2019, Produksi ternak, Peternakan, Politeknik
Negeri Jember, Nur Kholis, S.Pt.MP (Dosen Pembimbing).
Praktek Kerja Lapang Merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan
pendidikan jenjang D-III di Jurusan Peternakan, Program Studi Produksi Ternak
yang berlokasi di Koperasi Agro Niaga Jabung (KAN Jabung), dimulai dari
tanggal 01 September 2019 sampai 31 Desember 2019. Tujuan dari PKL ini
sendiri secara umum untuk melatih dan mempersiapkan mahasiswa yang akan
terjun dalam dunia kerja bidang peternakan, baik wawasan maupun
keterampilannya mengenai proses pemeliharan sapi perah. Salah satu komponen
yang penting dalam pemeliharaan sapi perah adalah manajemen pakan,
manajemen pakan merupakakan faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan,
kualitas dan kuantitas susu yang dihasilkan pada sapi perah.
Kegiatan Umum yang dilakukan di KAN Jabung meliputi pemeliharaan sapi
pedet, pemeliharaan sapi dara, pemberian pakan pada sapi dara, pengolahan
produk yang dihasilkan dari sapi perah, melakukan pemeliharaan kesehatan dan
penanganan sapi yang terkena penyakit.
Pakan merupakan salah satu komponen penentu keberhasilan usaha sapi
perah, pemberian pakan oleh anggota Koperasi Agro Niaga Jabung diberikan
sebanyak 2 kali dalam sehari yaitu pagi dan sore, yaitu pada sekitar jam 07.30
WIB, dan sekitar jam 16.30 WIB. Pakan yang diberikan ialah berupa hijauan,
tebon atau rumput audot dan konsentrat, selain itu ada beberapa peternak yang
memberikan pakan tambahan berupa roti bekas/afkir dan singkong. Metode
pemberian pakan tambahan, roti bekas/singkong diberikan setelah hijauan,
dicampurkan dengan pemberian konsentrat. Tujuan dari pemberian roti
bekas/singkong adalah untuk menaikkan kuantitas susu yang dihasilkan.

iv
DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN SAMPUL ........................................................................................... I
HALAMAN JUDUL ............................................................................................ II
HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................ III
HALAMAN PRAKATA ..................................................................................... IV
HALAMAN RINGKASAN .................................................................................. V
DAFTAR ISI ........................................................................................................ VI
DAFTAR TABEL ............................................................................................. VIII
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... IX
DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................... X
BAB 1. PENDAHULUAN ..................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ................................................................................................ 1
1.2 Tujuan dan Manfaat ........................................................................................ 2
1.2.1 Tujuan Umum PKL ................................................................................. 2
1.2.2 Tujuan Khusus PKL ................................................................................ 2
1.2.3 Manfaat PKL ........................................................................................... 2
1.3 Lokasi dan Jadwal PKL ..................................................................................... 2
1.3.1 Lokasi ......................................................................................................... 2
1.3.2 Jadwal PKL ................................................................................................ 3
1.4 Metode Pelaksanaan .......................................................................................... 3
1.4.1 Orientasi ..................................................................................................... 3
1.4.2 Pelaksanaan ................................................................................................ 3
BAB 2. KEADAN UMUM PERUSAHAAN ....................................................... 4
2.1 Sejarah Perusahaan ............................................................................................ 4
2.2 Struktur Organisasi Perusahaan ........................................................................ 5
2.3 Kondisi Lingkungan .......................................................................................... 7
BAB 3. KEGIATAN UMUM LOKASI PKL ...................................................... 8
3.1 Manajemen Pemeliharaan Sapi Pedet Anggota Koperasi Agro Niaga
Jabung Desa Kemantren Kecamatan Jabung Malang (, Nim C31161363) …...8

v
3.2 Manajemen Pemeliharaan Sapi Laktasi Anggota Koperasi Agro Niaga Jabung
Desa Kemantren Kecamatan Jabung Malang (Rifqi Thufail Aldian Wahyudi, Nim
C31161246)……………………………………………………………………...8
3.3 Manajemen Pemberian Pakan Sapi Perah dara di kandamg Rearing Koperasi
Agro jabung malang ( Cholilu Rachman, Nim C31172137)…….………………9
3.4 Manajemen Pemerahan Sapi Perah Di Desa Gunung Kunci Anggota Koperasi
Agro Niaga Jabung Malang (Sitti Nurul Handayani, Nim C31161174)...............9
3.5 Manajemen Kesehatan Sapi Perah Anggota Koperasi Agro Niaga Jabung Desa
Kemantren Kecamatan Jabung Malang (Bambang Dwi Rahmanto, Nim
C31160915)...........................................................................................................9
BAB 4. MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN SAPI PERAH LAKTASI DI
ANGGOTA KOPERASI AGRO NIAGA JABUNG DI DUSUN GONDANG
KECAMATAN JABUNG MALANG................................................................10
4.1 Karakteristik Peternakan.................................................................................10
4.2 Pakan yang Digunakan....................................................................................11
4.3 Pemberian Pakan.............................................................................................12
4.4 Pengaruh Pakan terhadap pertambahan bobot badan………………………..14
BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN..............................................................15
5.1 Kesimpulan......................................................................................................15
5.2 Saran................................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................16
LAMPIRAN.........................................................................................................17

vi
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 4.1 Pertambahan bobot badan …………………...……………...14

vii
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Struktur Organisasi KAN Jabung....................................................6

viii
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1. data pertumbuhan sapi perah dara pemeliharaan 76 hari ............17
Lampiran 2. Kandungan konsentrat dan hijauan .............................................18
Lampiran 3. Dokumentasi Kegiatan PKL.........................................................19

ix
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Di indonesia, peternakan sapi perah masih memiliki peluang sukses dan
peluang keuntungan yang besar, hal ini di dasari dari pertumbuhan penduduk
indonesia yang semakin meningkat setiap tahunnya. Pertumbuhan penduduk
tersebut sejalan dengan meningkatnya permintaan/kebutuhan susu, namun
produksi susu di Indonesia sendiri belum bisa menutup kebutuhan susu dalam
negeri, sehingga masih dilakukan impor susu, maka dari itu, peternakan sapi perah
masih memiliki peluang yang cukup besar
Sistem peternakan sapi perah di Indonesia sendiri masih merupakan jenis
peternakan rakyat yang berskala kecil dan masih menggunakan sistem
pemeliharaan yang konvensional. Banyak permasalahan yang timbul seperti
permasalahan pakan, reproduksi dan kasus klinik. Keberhasilan usaha peternakan
sapi perah sangat bergantung dari keselarasan langkah terutama di bidang
pembibitan (breeding), pakan (feeding), dan tata laksana (management).
Pemahaman peternak akan tiga hal tersebut sangat mempengaruhi keberhasilan
peternakan yang dikelola.
Selain pembibitan dan managemen, pakan merupakan salah satu
komponen penentu keberhasilan usaha sapi perah. Ketepatan waktu pemberian
dan jenis pakan yang di berikan sangat berpengaruh pada usaha peternakan sapi
perah, baik untuk kesehatan sapi perah, maupun kualitas dan kuantitas susu yang
dihasilkan. Salah satu cara peternak untuk mendongkrak kuantitas susu yang
dihasilkan adalah dengan memberikan pakan tambahan bagi sapi perah, berbagai
macam pakan tambahan yang diberikan tentu memiliki berbagai dampak, baik
dampak positif maupun dampak negatif, maka dari itu penulis membuat laporan
PKL yang berjudul pengaruh penambahan pakan roti bekas/afkir pada kuantitas
susu yang dihasilkan sapi perah, dengan kegiatan PKL, mahasiswa akan
memadukan teori yang di peroleh di perkuliahan dengan kenyataan di lapangan
pekerjaan. Di sisi lain mahasiswa sebagai SDM yang terdidik selain menguasai
pengetahuan dan ilmu juga harus mampu mengaplikasikan di lapang.

1
2
1.2 Tujuan dan Manfaat
1.2.1 Tujuan Umum PKL
1. Memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja secara langsung di
bidang sapi perah.
2. Membandingkan mengenai teori yang di dapat dengan praktek yang
dilakukan di lapangan.
3. Mampu menambah pengetahuan dan wawasan di bidang peternakan
khususnya sapi perah.

1.2.2 Tujuan Khusus PKL


1. Mengetahui secara langsung managemen pemeliharaan sapi perah
yang dilakukan oleh anggota KAN jabung.
2. Mengetahui secara langsung manajemen pemberian pakan pada sapi
perah di KAN Jabung.
3. Mengetahui secara langsung manajemen kesehatan sapi perah yang ada
di KAN Jabung

1.2.1 Manfaat PKL


1. Memperoleh pengalama kerja secara langsung sehingga dapat
bermanfaat ketika terjun di masyarakat.
2 .Memberi pemahaman mengenai permasalahan atau kendala dalam
usaha peternakan.

1.3 Lokasi dan Jadwal PKL


1.3.1 Lokasi
Pelaksanaan PKL ini bertempat di Koperasi Agro Niaga Jabung
Jalan Suropati No. 4-6 Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten
Malang Jawa Timur.
1.3.2 Jadwal PKL
Kegiatan PKL dilaksanakan pada tanggal 1 september 2019 sampai
dengan 31 Desember 2019 Kegiatan ini dilakukan setiap hari senin - sabtu
1.4 Metode Pelaksanaan
Metode pelaksanaan PKL yang dilakukan di KAN Jabung adalah sebagai
berikut :
1.4.1 Orientasi
Pada hari pertama PKL di KAN Jabung, yang dilakukan adalah
pengenalan lingkungan kerja di KAN Jabung, tujuannya agar mempermudah
kinerja mahasiswa saat memulai kegiatan PKL. Pengenalan tersebut meliputi
durasi waktu jam kerja dan kegiatan yang akan dilakukan selama kegiatan
PKL di KAN Jabung.
1.4.2 Pelaksanaan
Prosedur PKL yang dilaksanakan di KAN Jabung adalah mahasiswa
melakukan semua kegiatan-kegiatan dengan terjun langsung di lapangan.
Mahasiswa melakukan kegiatan PKL dengan didampingi oleh pembimbing
yang telah ditentukan, sehingga dalam pelaksanaanya mahasiswa dapat
melakukan kegiatan dengan terarah dan sesuai dengan prosedur lapang yang
telah ditentukan. Selama melaksanakan PKL, mahasiswa harus melaksanakan
kegiatan yang ada di KAN Jabung dimulai pada hari Senin sampai Sabtu.
BAB 2. KEADAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Perusahaan

Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung memiliki ±1.857 orang anggota,


KAN Jabung sebelumnya bernama Koperasi Unit Desa (KUD) Jabung yang
berdiri tanggal 27 Mei 1979. Keterbatasan sumber daya manusia dan visi yang
tidak jelas, menyebabkan KUD Jabung belum bisa dirasakan manfaatnya oleh
anggota dan masyarakat. Pergantian pengurus dan manajemen belum mampu
menghasilkan perubahan. Permasalahan manajemen yang berkepanjangan
mencapai puncaknya pada tahun 1984, dimana KUD Jabung sudah tidak mampu
membayar kewajiban kepada anggota dan bank.
Pada tahun 1985 dengan manajemen baru dan kualitas sumber daya
manusia (SDM) yang terbatas, KUD Jabung melakukan perbaikan dengan upaya
membangun kembali kepercayaan anggota. Kewajiban dan tunggakan kredit bank
disusun kembali tahapan pembayarannya secara realistis sesuai dengan
kemampuan yang ada. Unit tebu rakyat satu-satunya usaha yang bisa dibangun
kembali. Kerja sama dengan bank dan pabrik gula menjadi fokus utama
disamping pendekatan dan pelayanan kepada petani tebu yang terus diperbaiki.
Dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada anggota dan membangun
kembali kepercayaan dari anggota maupun pihak eksternal, manajemen berusaha
membayar kewajiban yang tertunggak. Komitmen yang kuat dari pengurus dan
manajemen, serta dukungan karyawan dan para petani tebu, kepercayaan
perbankan, pabrik gula, pemerintah serta anggota dapat dicapai. Pada akhir tahun
1989, KUD Jabung mulai mengembangkan usaha sapi perah, usaha simpan
pinjam dan pertokoan. Perkembangan yang telah dicapai oleh KUD Jabung
pernah meraih penghargaan sebagai KUD Terbaik Nasional 1987.
Pada tahun 1998, KUD Jabung berubah menjadi Koperasi Agro Niaga
(KAN) Jabung melalui proses diskusi dengan anggota dan tokoh masyarakat.
Pada tahun 2001 dilakukan perubahan dibidang organisasi, yaitu perubahan
anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART), struktur organisasi,
revitalisasi tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI) pengurus, herregistrasi anggota
sampai pembenahan organisasi kelompok anggota. Perubahan bidang manajemen
dilakukan dengan menata kembali desain bisnis, melakukan uji kompetensi
karyawan, reposisi SDM dan perbaikan sistem durasi kerja (sisdurja) serta
deskripsi kerja karyawan. Perubahan yang diakukan KAN Jabung berhasil meraih
pertumbuhan dan perkembangan, dan meraih penghargaan sebagai Koperasi
Produsen Berprestasi Terbaik tingkat Nasional pada tahun 2007 dan 2013.

2.2 Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur Organisasi merupakan susunan dan hubungan antar tiap bagian


serta posisi yang ada pada perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasional
untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh perusahaan. Berikut Struktur
Organisai yang ada di Koperasi Agro Niaga Jabung Malang dapat dilihat pada
Gambar 2.1. Susunan Pengurus, Pengawas, dan Manajemen Koperasi Agro Niaga
Jabung Syariah, sebagai berikut :
Pengurus :
Ketua I : H. Akhmad Ali Suhadi
Ketua II : (Mengundurkan Diri)
Ketua III : M. Hariyanto
Sekretaris : Mustakim
Bendahara : Yulistiana
Pengawas :
Koordinator : Muhamad Fa’ul
Anggota : Syaifiddin
Anggota : Muhtar Efendi
Manajer Umum : Eva Marliyanti
2.3 Kondisi Lingkungan
Koperasi Agro Niaga Jabung yang beralamat di Jalan Suropati No.
4-6 Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Secara geografis Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung berada pada
ketinggian 519 m dpl dengan temperatur harian 18–25 ºC dengan rata-rata
kelembaban harian 70 – 80% serta rataan curah hujan mencapai 2000-
2300 mm/th. Keadaan tersebut mendukung usaha peternakan sapi perah di
Jabung.
BAB 3. KEGIATAN UMUM LOKASI PKL

3.1 Pengaruh penambahan pakan roti bekas/afkir pada kuantitas susu yang
dihasilkan sapi perah di desa Sukopuro – Jabung – Malang (Wildan Hadi
Pradana, Nim C31170923)
Pemberian pakan yang dilakukan pada anggota peternak KAN Jabung,
tepatnya di daerah Sukopuro dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu pada pagi dan sore
hari, pakan yang diberikan antara lain hijauan dan konsentrat, selain pakan
tersebut, beberapa peternak juga menambahkan pakan tambahan seperti singkong
dan roti bekas/afkir, penambahan tersebut bertujuan untuk mendongkrak produksi
susu yang di hasilkan sapi perah. Hal tersebut cukup membantu peternak dalam
meningktakan kuantitas susu yang dihasilkan, terbukti dari beberapa peternak
yang memberikan pakan tambahan dan yang tidak memberikan pakan tambahan
memiliki perbedaan kuantitas susu yang dihasilkan, peternak yang memberi pakan
tambahan seperti singkong maupun roti afkir cenderung memiliki kuantitas susu
yang lebih banyak.

3.2 Manajemen Pemberian Pakan Sapi Perah Dara Di Kandang Rearing


Koperasi Agro Niaga Jabung Malang (Cholilu Rachman,Nim C31172137)
Pemberian pakan di kandang reariang Koperasi Agro Niaga Jabung
diberikan sebanyak 2 kali dalam sehari yaitu pagi dan sore yaitu pada jam 07.30
WIB dan jam 16.30 WIB. Pakan yang diberikan berupa hijauan tebon atau rumput
odot dan konsentrat dengan perbandingan pemberian hijuan : konsentrat, yaitu
70%: 30%:. Pemberian dengan perbandingan tersebut bertujuan untuk
meningkatkan pertumbuhan berat badan yang optimal. Mekanisme pemberian
pakan di kandang rearing KAN Jabung, berjenis komplitfit yaitu pakan hijauan
dan konsetrat di campur menjadi satu secara manual. tujuan dari pencampuran
tersebut untuk memudahkan proses penyerapan nutrisi dan meningkatkan
palatabilitas sapi.Pemberian air minum dilakukan secara terus-menerus atau
adlibitum dengan tujuan agar sapi tidak mengalami dehidrasi.
BAB 4 MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN SAPI PERAH
DARA DI KANDANG REARING KOPERASI AGRO NIAGA
JABUNG MALANG

4.1 Karakteristik Peternakan

Usaha peternakan yang diamati yaitu usaha peternakan milik KAN.


Peternakan milik KAN berlokasi di Dusun Sukopuro, Kecamatan Jabung, Malang.
Jumlah anggota peternak di dusun Sukopuro berjumlah 118 peternak, dengan
jumlah rata rata produksi susu 1,900 liter untuk pagi hari, dan 1,350 liter untuk
sore hari. Jenis sapi yang dipelihara oleh peternak adalah FH (Friesian Holstein)
dengan model kandang dan pemerahan masih banyak yang tradisional. Peternak
setiap hari melakukan penyetoran susu sebanyak 2x, yaitu pada pagi dan sore hari.

4.2 Pakan yang Digunakan


pemberian pakan 2 kali sehari, dengan menggunakan pakan hijauan dan
konsentrat. Selain menggunakan hijauan dan konsentrat, peternak juga
memberikan pakan tambahan untuk meningkatkan kuantitas susu yang dihasilkan
oleh sapi perah, pakan tambahan yang pernah penulis temui adalah roti
bekas/afkir dan singkong, perbedaan produksi susu yang dihasilkan oleh peternak
yang memberi pakan tambahan dan peternak yang hanya memberi hijauan dan
konsentrat cukup terlihat, peternak yang memberi pakan tambahan cenderung
memiliki rata rata produksi susu per ekor yang lebih tinggi.

4.3 Konsentrat
Pakan konsentrat yang diberikan oleh peternak yaitu konsentrat produk
Koperasi Agro Niaga Jabung. Komposisi bahan konsentrat tersebut terdiri dari
polard, bungkil kopra, DDGS (Destillers Dried Grains with Solubles),
molasses,mineral,dan vitamin. Kualitas konsentrat tersebut mengandung protein
kasar 18%, TDN 65%, lemak kasar 4%, kalsium 0,8-1,0%, dan phosfor 0,6-0,8%.
Tekstur konsentrat berbentuk tepung (mash). Para pakar nutrisi sapi perah
merekomendasikan, bahwa kualitas pakan konsentrat untuk sapi perah dara untuk
pertambahan bobot badannya minimal mengandung 12% protein kasar dan 61%
TDN (NRC 2001). Pakan konsentrat yang digunakan peternak sudah memenuhi
kebutuhan protein, menurut NRC kebutuhan protein sapi perah dara 12%,
sedangkan kandungan protein pada konsentrat di KAN Jabung 18%. Kandungan
TDN pada konsentrat di KAN Jabung 65% sudah memenuhi kebutuhan, standar
kebutuhan TDN sapi perah dara 61%.

4.4 Hijauan
Pakan hijauan yang digunakan oleh peternak di daerah sukopuro antara
lain

4.5 Pengaruh Pakan terhadap Pertumbuhan Bobot Badan


Pakan merupakan faktor penting dalam usaha sapi perah. Jumlah dan
kualitas pakan yang diberikan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan. Untuk
mendapatkan pertumbuhan yang optimal, selain diberi pakan hijauan juga harus
disediakan konsentrat. Menurut Sudono, dkk. (2003), faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan dan performa sapi perah adalah tata laksana pemberian pakan baik
dalam bentuk hijauan dan konsentrat. Pemberian pakan di kandang rearing terdiri
pakan hijauan dan konsentrat. Pemberian pakan tersebut sesuai dengan standard,
menurut Siregar (1996), kualitas pakan konsentrat untuk sapi perah yang
pertumbuhannya tinggi minimal mengandung 12% protein kasar. Pertambahan
bobot badan tersaji dalam tabel 4.1
Table 4,1 pertambahan PBB
kelompok Rata – Rata PBB ( kg/ekor / hari)

C 0,7

D 0,7

E 0,8

F 0,8
Jumlah rata-rata 0,75

Sumber :koperasi Agro NiagaJabung Malang, 2019

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil dari Praktek Kerja Lapang yang dilakukan di Koperasi
Agro Niaga Jabung Malang dapat disimpulkan bahwa:
1. Pakan yang diberikan pada sapi perah dara berupa hijauan,dan konsentra.
Perbandingan pemberian hijauan dan konsentrat, yaitu 70% :30%.
2. Sapi yang dipelihara merupakan sapi peranakan FH yang secara umum
pertumbuhannya yaitu rata-rata 0,75 kg/ekor/hari.
5.2 Saran
Adapun saran yang dapat saya berikan tentang menajemen pemeliharaan
di kandang rearing kan jabung sebagai berikut;
1.kualitas pakan hijauan harus memenuhi standar yaitu segar,umur rumput tidak
terlalu tua dan juga tidak terlalau mudah.
2.untuk efisiensi waktu pemberian pakan diberikan menggunakan pick up atau
tossa.
3.kualitas besi pagar kandang harus di tingkatkan supaya lebih kokoh
4.sebaiknya istalasi biogas segera di bangun agar limbah di hasilkan dapat
termanfaatkan untuk kompor dan pupuk.
DAFTAR PUSTAKA
Alim FA, Hidaka T. 2002. Pakan dan Tata Laksana Sapi Perah. Bandung: Dairy
Technology Improvement Project in Indonesia.
GKSI-CCD Denmark. 1995. Petunjuk Praktis Beternak Sapi Perah. Jawa Timur:
GKSI-CCD Denmark.
Nurhayu A, Ella A, Sariubang M. 2017. Perbaikan pakan pada induk sapi perah
sedang laktasi di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Makassar:
Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner.
Pasaribu, A., Firmansyah, dan Idris, N. 2015. Analisis faktor-faktor yang
mempengaruhi produksi susu sapi perah di Kabupaten Karo Provinsi
Sumatera Utara. Jambi: Jurnal Ilmu-ilmu Peternakan.
NRC. 2001. Sapi Perah, Jenis, Teknik Pemeliharaan, dan Analisis Usaha. Jakarta:
PT Penebar Swadaya.
Siregar, S.B. 2000. Aspek ekonomis suplementasi pakan konsentrat pada sapi
perah laktasi. Bogor: Balai Penelitian Ternak, Puslitbang Peternakan.
Soedono, A. dan Sutardi. 2003. Pedoman Beternak Sapi Perah. Jakarta: Direktorat
Jendral Peternakan Departemen Pertanian.
Sori B. Siregar. 2001. Peningkatan kemampuan berproduksi susu sapi perah
laktasi melalui perbaikan pakan dan frekuensi pemberiannya. Bogor: Jurnal
Ilmu Ternak dan Veteriner.
Tillman, A.D., H. Hartadi, S. Reksohadiprodjo, S. Prawiro Kusumo, dan S.
Lebdosoekodjo. 1991. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Yogyakarta: Gadjah
Mada University Press.
Winarti E, Supriadi. 2104. Pengaruh penggantian jagung dengan roti afkir dalam
pakan komplit terhadap pertambahan bobot badan sapi Peranakan Ongole.
Malang: Prosiding Semnas Teknologi Peternakan dan Veteriner.
Winarti E. 2017. Pengaruh penggunaan roti Afkir sebagai pengganti bekatul dan
gaplek dalam konsentrat sapi perah terhadap produksi susu. Yogyakarta:
Prosiding Semnas Teknologi Peternakan dan Veteriner.
Rukmana,H.Rahmat.2005.Budi Daya Rumput Unggul.Yogjakarta:Kanisius

pertumbuhan berat badan


NO
NO KEL berat berat per
EARTEG Perkembangan
awal akhir hari
1 6374 170 248 78 0
2 6382 174 247 73 1
3 6385 178 249 71 0,9
4 6367 182 243 61 0,8
5 C 6375 198 253 55 0,7
6 B 9479 202 249 47 0,6
7 6378 202 249 47 0,6
8 6379 202 248 46 0,6
9 6373 220 314 94 1,2
10 B 7824 264 358 94 1,2
11 D B 4673 303 330 27 0,4
12 B 7851 325 370 45 0,6
13 806820 300 330 30 0,5
14 806804 300 335 35 0,6
15 806826 300 335 35 0,6
16 806829 300 335 35 0,6
17 806837 300 335 35 0,6
18 806799 300 340 40 0,7
19 E 806813 300 348 48 0,8
20 806840 300 349 49 0,8
21 806809 300 358 58 1
22 806821 300 364 64 1,1
23 806812 300 370 70 1,2
24 806816 300 378 78 1,3
25 806903 300 303 3 0,1
26
F 806925 300 303 3 0,1
27 806923 300 308 8 0,1
28 807025 300 308 8 0,1
29 806890 300 314 14 0,2
30 807004 300 314 14 0,2
31 806916 300 320 20 0,3
32 807012 300 320 20 0,3
33 807029 300 325 25 0,4
34 806898 300 330 30 0,5
35 806988 300 330 30 0,5
36 806891 300 335 35 0,6
37 806981 300 340 40 0,7
38 806917 300 358 58 1
39 806968 300 358 58 1
40 806911 300 364 64 1,1
41 806900 300 384 84 1,4
42 807019 300 384 84 1,4

Lampiran2.Kandungan konsntrat dan hijauan

No Bahan Pakan BK TDN PK Ca P


(%) % BK
1 konsentrat 65 18 1,0 0,8
2 rumput odot 21,6 53 10 0,43 0,29
3 tebon jagung 91,1 59 10,7
Sumber :koperasi Agro NiagaJabung Malang, 2019

Kuku budi satoto,1991