Anda di halaman 1dari 8

RESUME

PERAMALAN, PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN


PERUSAHAAN

DISUSUN OLEH :

NAMA : SURYANI

STAMBUK : C30018032

UNIVERSITAS TADULAKO

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

PROGRAM STUDI D3 AKUNTANSI

TAHUN AJARAN 2019/2020


PERAMALAN KEUANGAN

1. Pengertian Peramalan Keuangan

Peramalan merupakan tahap awal dari perencanaan dan pengandalian produksi.


Peramalan adalah pemikiran terhadap suatu besaran, misalnya permintaan terhadap suatu
atau beberapa produk pada periode yang akan datang. Pada hakekatnya peramalan
merupakan suatu perkiraan terhadap keadaan yang akan terjadi di masa yang akan
datang. Keadaan masa yang akan datang yang dimaksud adalah:

 Apa yang dibutuhkan (jenis)


 Berapa yang dibutuhkan (jumlah/kuantitas)
 Kapan dibutuhkan (waktu)
2. Tujuan
Tujuan peramalan dalam kegiatan produksi adalah untuk meredam ketidakpastian,
sehingga diperoleh suatu perkiraan yang mendekati keadaan yang sebenarnya. Peramalan
tidak akan pernah “perfect”, tetapi meskipun demikian hasil peramalan akan memberikan
arahan bagi suatu perencanaan. Suatu perusahaan  biasanya menggunakan prosedur tiga
tahap untuk sampai pada peramalan penjualan, yaitu diawali dengan melakukan
peramalan lingkungan, diikuti dengan peramalan penjualan industri, dan diakhiri dengan
peramalan penjualan perusahaan.
3. Macam-macam Metode Peramalan
Untuk melakukan peramalan diperlukan metode tertentu dan metode mana yang
digunakan tergantung dari data dan informasi yang akan diramal serta tujuan yang
hendak dicapai. Dalam prakteknya terdapat berbagai metode peramalan antara lain :
 Peramalan berdasarkan jangka waktu :
• Peramalan jangka pendek( kurang satu tahun, umumnya kurang tiga bulan :
digunakan untuk rencana pembelian, penjadwalan kerja, jumlah TK, tingkat
produksi),
• Peramalan jangka menengah( tiga bulan hingga tiga tahun : digunakan untuk
perencanaan penjualan, perencanaan dan penganggaran produksi dan menganalisis
berbagai rencana operasi),
• Peramalan jangkapanjang ( tiga tahun atau lebih, digunakan untuk merencanakan
produk baru, penganggaran modal, lokasi fasilitas, atau ekspansi dan penelitian serta
pengembangan).
 Peramalan berdasarkan rencana operasi
• Ramalan ekonomi  : membahas siklus bisnis dengan memprediksi tingkat inflasi dan
indikator perencanaan lainnya,
• Ramalan teknologi : berkaitan dengan tingkat kemajuan teknologi dan  produk baru,
• Ramalan permintaan : berkaitan dengan proyeksi permintaan terhadap produk
perusahaan. Ramalan ini disebut juga ramalan penjualan, yang mengarahkan
produksi, kapasitas dan siatem penjadualan perusahaan.
 Peramalan berdasarkan metode / pendekatan :
• Peramalan kuantitatif, menggunakan berbagai model matematis atau metode statistik
dan  data historis dan atau variabel-variabel kausal untuk meramalkan permintaan.
• Peramalankualitatif, menggunakan intuisi, pengalaman pribadi dan berdasarkan
pendapat (judment) dari yang melakukan peramalan.
4. Prosedur Peramalan
a. Mendefinisikan Tujuan Peramalan
Misalnya peramalan dapat digunakan selama masa pra-produksi untuk
mengukur tingkat dari suatu permintaan.
b. Membuat diagram pencar (Plot Data)
Misalnya memplot demand versus waktu, dimana demand sebagai ordinat (Y)
dan waktu sebagai axis (X).
c. Memilih model peramalan yang tepat
Melihat dari kecenderungan data pada diagram pencar, maka dapat dipilih
beberapa model peramalan yang diperkirakan dapat mewakili pola tersebut.
5. Menghitung kesalahan ramalan (forecast error)
Keakuratan suatu model peramalan bergantung pada seberapa dekat nilai hasil
peramalan terhadap nilai data yang sebenarnya. Perbedaan atau selisih antara nilai aktual
dan nilai ramalan disebut sebagai “kesalahan ramalan (forecast error)” atau deviasi yang
dinyatakan dalam:

• et = Y(t) – Y’(t)

• Dimana : Y(t)  = Nilai data aktual pada periode t

• Y’(t) = Nilai hasil peramalan pada periode t

• t       = Periode peramalan


• Maka diperoleh Jumlah Kuadrat Kesalahan Peramalan yang disingkat SSE (Sum of
Squared Errors) danEstimasi Standar Error (SEE – Standard Error Estimated)

• SSE = S e(t)2 = S[Y(t)-Y’(t)]2

6. Memilih Metode Peramalan dengan kesalahan yang terkecil.


Apabila nilai kesalahan tersebut tidak berbeda secara signifikan pada tingkat ketelitian
tertentu (Uji statistik F), maka pilihlah secara sembarang metode-metode tersebut.
7. Melakukan Verifikasi
Untuk mengevaluasi apakah pola data menggunakan metode peramalan tersebut
sesuai dengan pola data sebenarnya.
PERENCANAAN KEUANGAN

1. Pengertian Perencanaan Keuangan


Perencanaan adalah suatu proses dasar yang dipergunakan untuk memilih tujuan dan
menentukan ruang lingkup pencapaiannya. Suatu perencanaan adalah suatu aktivitas
integratif yang berusaha memaksimumkan efektivitas seluruhnya dari suatu organisasi
sebagai suatu sistem, sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi yang
bersangkutan.
Perencanaan keuangan merupakan aspek penting dari operasi dan sumber penghasilan
perusahaan karena memberikan petunjuk yang mengarahkan, mengkoordinasikan dan
mengontrol kegiatan perusahaan untuk mencapai tujuan.
2. Bentuk Perencanaan Keuangan
Bentuk-bentuk rencana keuangan dapat secara lengkap dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Neraca
Neraca merupakan laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang serta modal
dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Menurut Fress dan Warren (1992:25),
neraca adalah: “Suatu daftar aktiva, kewajiban dan modal pemilik perusahaan pada
tanggal tertentu yang biasanya pada tanggal terahir suatu bulan atau tahun”.  Jadi
tujuan neraca adalah untuk menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada
suatu tanggal tertentu, biasanya pada waktu buku-buku ditutup dan ditentukan
sisanya pada suatu akhir tahun fiskal atau tahun kelender, sehingga neraca sering
disebut balance sheet.
2. Laporan Laba Rugi
Laporan rugi laba merupakan suatu laporan sistematis tentang pendapatan/
hasil usaha, beban, laba perusahaan atau rugi yang diperoleh oleh suatu perusahaan
selama periode tertentu. Menurut Keiso dan Waygandt (1995:177), perhitungan laba
rugi adalah: “Laporan yang mengukur keberhasilan operasi perusahaan untuk suatu
periode waktu tertentu.” Pentingnya perhitungan laba rugi karena beberapa alasan,
alasan utamanya adalah bahwa laporan yang membantu mereka dalam meramalkan
jumlah, waktu dan ketidak pastian dari arus kas masa depan. Ramalan yang akurat
akan arus kas masa depan membantu investor untuk menilai ekonomi perusahaan dan
kreditur sehingga dapat menentukan profitabilitas dari pembayaran kembali
sahamnya terhadap perusahaan.
ARUS KAS DALAM PERUSAHAAN

Sebelum menyusun rencana keuangan, maka ada beberapa hal yang harus dipahami
dalam suatu perusahaan. Salah satu hal penting yang harus dianalisis adalah arus kas suatu
perusahaan. Arus dana yang terjadi di dalam suatu perusahaan sering juga dikatakan sebagai
perputaran modal kerja. Arus dana adalah cerminan bagaimana sistem aliran dana yang
terjadi dalam suatu perusahaan. Sehingga dengan diketahui aliran dana ini, maka bagi pihak
pengambil keputusan akan dapat menentukan dalam menetapkan kebutuhan dana perusahaan,
darimana akan dibiayai serta bagaimana penggunaannya.

Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi pemakai laporan keuangan
sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dan menilai kebutuhan perusahaan
untuk menggunakan arus kas tersebut. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para
pemakai perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas
serta keputusan perolehannya. Perusahaan harus menyusun laporan arus kas dan harus
menyajikan laporan tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dilaporan keuangan untuk
periode penyajian laporan keuangan.

Agar menghasilkan keuntungan tambahan, perusahaan harus mempunyai kas untuk


ditanamkan kembali. Keuntungan yang dilaporkan dalam buku belum pasti dalam bentuk kas.
Sehingga dengan demikian perusahaan dapat mempunyai jumlah kas yang lebih besar atau
lebih kecil daripada jumlah keuntungan yang dilaporkan dalam buku.

Menurut Arthur, J. Keown, David F. Scott Jr, Jhon D. Martin, J. William Petty
(2001:678) setiap usulan pengeluaran modal (capital expenditure) selalu mengandung dua
macam arus kas, yaitu:

a. Arus kas keluar netto (Net outflow of cash), yaitu: arus kas yang diperlukan untuk
investasi baru.
b. Arus kas masuk netto (Net inflow of cash), yaitu: sebagai hasil dari investasi baru
tersebut, yang sering disebut “Net cash proceeds.”

Pengertian luas mengenai arus kas yang dari kegiatan penjualan atau kegiatan yang
sama dikurangi oleh semua biaya-biaya yang meliputi seluruh pengeluaran-pengeluaran kas.
Arus kas didefenisikan sebagai laba sebelum pajak dari suatu proyek, ditambah dengan biaya
penyusutan dan dikurangi laba bersih sebelum pajak tambahan yang diakibatkan oleh proyek-
proyek tersebut.
Arus kas adalah istilah yang digunakan untuk mengklasifikasikan arus kas (kas yang
diterima) dari kegiatan operasi. Istilah arus kas juga digunakan untuk menunjukkan dana,
dimana arus kas bersih mewakili perbedaan antara sumber dan penerimaan. Dalam hal
kepemilikan kas, perusahaan juga harus mampu melakukan penyeimbangan. Artinya: apabila
perusahaan memiliki saldo kas yang terlalu besar, maka perusahaan akan mengalami
kerugian dalam bentuk kehilangan kesempatan untuk menginvestasikan dana tersebut pada
kesempatan investasi lain yang lebih menguntungkan. Sebaliknya apabila saldo kas terlalu
rendah, kemungkinan perusahaan mengalami kesulitan likuiditas. Oleh karena itu, ada
beberapa model yang digunakan untuk membantu menentukan target saldo kas.

a. Model Baumol
Model ini dikembangkan oleh William Baumol. Pada prinsipnya model
persediaan (EOQ) yang diterapkan pada manajemen kas. Biaya pesanan diganti
dengan biaya administrasi dan biaya transaksi pada waktu melakukan transfer kas
menjadi surat berharga dan sebaliknya.
b. Model Miller-Orr
Model Miller-Orr tepat digunakan untuk kondisi dimana pengeluaran kas ber-
fluktuasi (tidak konstan) dari waktu ke waktu secara random dan tingkat
ketidakpastian pembayaran kas yang cukup besar. Model ini pada dasarnya
menentukan batas atas dan batas bawah fluktuasi kas.
REFERENSI

https://nurwiddy.wordpress.com/2016/09/21/peramalan-anggaran-perusahaan/

http://sangid-com.blogspot.com/2013/12/makalah-manajemen-keuangan-lanjutan.html

http://mfahrisal.blogspot.com/2015/11/perencanaan-peramalan-keuangan.html

http://shelmi.wordpress.com/2010/10/25/analisa-laporan-arus-kas/.(25September2013)