Anda di halaman 1dari 3

Nama : Prayugo Ali Abdillah

Nim : 05031821010

Kelas : PS 3 D

A. Pengertian Mudharabah

Mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara dua pihak di mana pihak pertama adalah
pemilik modal (shahibul maal), sedangkan  pihak lainnya menjadi  pengelola modal (mudharib),
dengan syarat bahwa hasil keuntungan yang diperoleh akan dibagi untuk kedua belah pihak
sesuai dengan kesepakatan bersama (nisbah yang telah disepakati), namun bila terjadi kerugian
akan ditanggung shahibul maal. Dalam transaksi mudharabah antara pemilik dana dan pengelola
dana ada pembagian risiko. Misalnya ia memberi modal besar Rp. 100.000.000 dan ia
menyatakan setiap bulan mendapat Rp. 5.000.000 . dalam mudharabah, pembagian keuntungan
harus dalam bentuk presentase nisbah, misalnya 70 : 30, 70% utuk pengelola dana dan 30%
untuk pemilik dana. Sehingga besarnya keuntungan yang diterima tergantung pada laba yang
dihasilkan.

B. Dasar Hukum

a. Al-Quran
“ apabila telah diturunkan shalat maka berterbaranlah kamu dimuka bumi dan carilah
karunia Allah SWT”(QS. Al Jumu'ah : 10)
b. As-Sunah
Dari salih bin suaib r.a bahwa rasullulah saw bersabda , “tiga hal di dalamnya terdapat
keberkatan : jual beli secara tangguh, mudharabah, dan mencapuradukan dengan tepung
untuk keperluan rumah bukan untuk dijual.”(HR. Ibnu Majah)
Hikmah dari mudharabah adalah dapat memberi keringanan kepada manusia. Terkadang
sebagian orang yang memiliki harta, tetapi tidak mampu membuatnya menjadi produktif
begitupunsebaliknya, Sehingga akad mudharabah dapat bermanfaat bagi kedua belah pihak.
C.JENIS AKAD MUDHARABAH
Mudharabah dapat dibagi atas dua jenis, yaitu :
1. Mudharabah muthlaqah
Mudharabah Mutlaqah adalah akad mudharabah dimana Sahibul Maal memberikan
kebebasan kepada pengelola dana (mudharib) dalam pengelolaan investasinya. Atau
investasi tidak terikat atau Bank syari’ah tidak mempunyai kewajiban untuk
mengembalikannya apabila terjadi kerugian atas pengelolaan dana yang bukan disebabkan
kelalaian atau kesalahan bank sebagai Mudharib. Bank syari’ah wajib mengganti semua
dana investasi mudharabah mutlaqah.

2. Mudharabah Muqayyadah
Mudharabah muqayyadah pemilik dananya memberikan batasan kepada pengelola dana
mengenai lokasi, cara, dan atau objek investasi/sektor usaha. Contoh: tidak mencampurkan
dana pemilik dana dengan dana lainnya; tidak menginvestasikan dananya pada transaksi
penjualan cicilan, tanpa penjamin, atau mengharuskan pengelola dana untuk melakukan
investasi sendiri tanpa melalui pihak ketiga.

D.RUKUN DAN SYARAT


1. Rukun dan Ketentuan Syariah Akad Mudharabah
Rukun mudhrabah ada empat yaitu:
1. Pelaku (pemilik dana dan pengelola dana)
2. Obyek mudharabah (modal dan kerja)
3. Ijab kabul /serah terima( persetujuan kedua belah pihak)
4. Nisbah keuntungan

2. SYARAT-SYARAT MURABAHAH
a. Bank Islam memberitahu biaya modal kepada nasabah.
b. Kontrak pertama harus sah.
c. Kontrak harus bebas dari riba.
d. Bank Islam harus menjelaskan setiap cacat yang terjadi sesudah pembelian dan
harus membuka semua hal yang berhubungan dengan cacat.
e. Bank Islam harus membuka semua ukuran yang berlaku bagi harga pembelian,
misalnya jika pembelian dilakukan secara hutang.
Jika syarat dalam 1, 4 atau 5 tidak dipenuhi, pembeli memiliki pilihan:
1. Melanjutkan pembelian seperti apa adanya.
2. Kembali kepada penjual dan menyatakan ketidaksetujuan.
3. Membatalkan kontrak.

E. APLIKASI MUDHARABAH DALAM PERBANKAN SYARIAH


1. Tabungan Berjangka
2. Deposito Berjangka
3. Pembiayaan Modal Kerja
4. Investasi Khusus

SUMBER

Sri Sudiarti.2018. Fiqh Muamalah Kontenporer. Medan: Febi Press