Anda di halaman 1dari 18

KELAS PRAKARYA &

KEWIRAUSAHAAN
XII
Nenssi Manuain,S.Sn

Kompetensi Dasar 3.1 Memahami perencanaan usaha kerajinan yang


berdasarkan pada kebutuhan dan keinginan lingkungan sekitar/pasar lokal
meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

Kompetensi Dasar 4.1 Menyusun perencanaan usaha kerajinan yang


berdasarkan pada kebutuhan dan keinginan lingkungan sekitar/pasar lokal
meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran RINGKASAN
Kompetensi Dasar 3.2 Menyusun perencanaan usaha kerajinan yang
berdasarkan pada kebutuhan dan keinginan lingkungan sekitar/pasar lokal MATERI
meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

Kompetensi Dasar 4.2 Memproduksi kerajinan berdasarkan pada kebutuhan


dan keinginan lingkungan sekitar/pasar lokal berdasarkan daya dukung
yang dimiliki oleh daerah setempat
Kompetensi Dasar 3.1 Memahami perencanaan usaha kerajinan yang berdasarkan pada kebutuhan dan
keinginan lingkungan sekitar/pasar lokal meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan
pemasaran

Wirausaha Produk Kerajinan untuk Pasar Lokal

Hukum ekonomi dasar menjelaskan bahwa terdapat hubungan antara ketersediaan barang di pasar
(supply) dengan permintaan pembeli (demand). Titik temu antara permintaan dan pengadaan adalah
penetapan harga jual produk. Ketersediaan barang yang melebihi permintaan pembeli akan
menurunkan harga barang. Sebaliknya, ketersediaan barang yang lebih rendah daripada permintaan
pembeli, dapat menyebabkan harga barang menjadi tinggi.

Produk kerajinan memanfatkan keterampilan tangan. Proses pengerjaan produk kerajinan


membutuhkan waktu yang lama. Industri kerajinan hanya dapat menghasilkan jumlah barang yang
terbatas dalam rentang waktu tertentu. Berbeda dengan industri manufaktur yang mampu menghasilkan
produk dalam jumlah besar dalam waktu yang singkat. Hal tersebut memberikan peluang produk
kerajinan dengan keunikannya untuk memasuki pasar sebagai produk dengan jumlah terbatas atau limited
edition/limited product. Produk yang unik dengan jumlah terbatas dapat memiliki harga jual yang tinggi.
Peluang kerajinan untuk menjadi produk dengan harga yang tinggi, harus dipastikan dengan melakukan
riset pasar terhadap minat dan selera pembeli. Hasil riset pasar akan mendasari proses perancangan
produk kerajinan yang inovatif.

Kegiatan Wirausaha dibagi menjadi 3 tahapan yaitu :

Tahap 1
a) Pembentukan Organisasi dan pembagian tugas
b) Menetapkan target dan strategi
c) Membuat jadwal kegiatan
d) Menetapkan biaya produksi dan harga jual, pembiayaan serta alur keuangan

Tahap 2
a) Melakukan produksi
b) Melakukan Quality Control (QC)
c) Melakukan Pengemasan
d) Melakukan promosi, penjualan dan distribusi

Tahap 3
a) Evaluasi kinerja dan keuangan
b) Penyusunan laporan dan evaluasi

Pasar lokal adalah pasar yang daerah pemasarannya hanya meliputi daerah tertentu. Umumnya pasar ini
hanya menawarkan barang – barang yang dibutuhkan oleh masyarakat di sekitarnya.

Pengertian Ide dan Peluang Usaha


• Ide menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah rancangan yang tersusun dalam pikiran berupa
gagasan untuk meraih tujuan (Anonim, 2012). Sedangkan kewirausahaan menurut Drucker adalah
kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
• Sehingga dapat disimpulkan arti ide dalam konteks kewirausahaan adalah gagasan kreativitas
dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda sebagai sumber keunggulan untuk dijadikan
peluang.

Prakarya & Kewirausahaan


Kelas XII
Nenssi Manuain,S.Sn
• Peluang menurut kamus besar bahasa Indonesia kesempatan (ruang gerak) baik dalam bentuk
konkret maupun dalam bentuk abstrak).
• Sehingga peluang kewirausahaan dapat diartikan kesempatan pasti yang bisa didapatkan
seseorang atau lebih dengan mengandalkan potensi diri yang ada serta memanfaatkan berbagai
kesempatan atau peluang yang dengan segera diambil.

Analisa Peluang Usaha


Analisa peluang usaha sangat berguna dalam menyusun strategi perusahaan, penjualan.
Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :
1. Identifikasi peluang dan persaingan
Sebelum memulai usaha, identifikasi produk bisa jadi langkah pertama untuk menghadapi
ketatnya persaingan. Produk yang unik dan berbeda dari kompetitor tentu akan dicari masyarakat.
2. Mengenal pasar lebih jauh
Karakteristik pasar sangat penting untuk dikenali lebih jauh saat melakukan analisis peluang
usaha. Target seperti apa yang Anda tuju dan apakah mereka tertarik pada produk yang akan
ditawarkan.
3. Modal untuk mengembangkan usaha
Modal merupakan bagian dari analisis peluang usaha yang paling penting. Sebelum memulai
bisnis, Anda perlu memikirkannya sebaik mungkin agar dana yang dibutuhkan sesuai.
4. Kemampuan produksi
Jika produk yang ingin Anda jual membutuhkan proses produksi, tentunya ada banyak alat
produksi yang dibutuhkan. Mulai dari peralatan produksi, perlengkapan produksi, hingga
kebutuhan tenaga kerja
5. Merancang Business Plan
Business plan berbentuk pernyataan formal dan tertulis yang dibuat agar bisnisnya bisa mencapai
tujuan. Banyak orang yang mengalami kegagalan dalam bisnisnya karena kurang memiliki
perencanaan yang matang.
6. Sumber dana
Hal terpenting merancang rencana bisnis adalah dengan mencantumkan sumber dana yang
didapat. Apakah sumber dana berasal dari pribadi, perbankan, atau investor. Dalam hal ini,
sumber dana harus dicantumkan sejelas mungkin agar tidak menimbulkan kekeliruan di
kemudian hari.
7. Menyelaraskan persepsi di antara pemilik saham
Di dalam sebuah bisnis, biasanya ada beberapa orang yang terlibat di dalamnya. Adanya business
plan sangat bermanfaat dalam membantu pemilik saham untuk saling menyelaraskan persepsi.
Tujuannya tentu agar tidak ada kesalahpahaman di masa yang akan datang. Tentu saja untuk
meminimalisir konflik yang mungkin saja bisa terjadi.

SEGMENTASI DASAR
1. Pengertian
Segmentasi pasar adalah pembagian kelompok konsumen/ pembeli yang memiliki kebutuhan,
karakteristik, dan perilaku yang berbeda-beda (heterogen) di dalam pasar tertentu sehingga nantinya
menjadi satuan pasar yang homogen dan dijadikan sasaran pasar dengan strategi marketing
mix tersendiri.
2. Syarat-syarat segmentasi yang efektif :
 Dapat diukur (measurable) : Ukuran, daya beli, dan profil pasar harus dapat diukur dengan tingkat
tertentu.
 Dapat dijangkau (accessible) : Segmen pasar dapat dijangkau dan dilayani secara efektif.
 Cukup besar (substantial) : Segmentasi pasar cukup besar atau cukup memberi laba yang dapat
dilayani. Suatu segmen merupakan kelompok homogen yang cukup bernilai untuk dilayani oleh
progam pemasaran yang sesuai.
 Dapat dibedakan (differentiable) : Differentiable berarti segmen tersebut dapat dibedakan dengan
jelas.

Prakarya & Kewirausahaan


Kelas XII
Nenssi Manuain,S.Sn
a) Dapat dilaksanakan (actionable) : Actionable berarti segmen tersebut dapat dijangkau atau
dilayani dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan.
3. Manfaat Segmentasi Pasar
a) Pasar lebih mudah dibedakan
Sangat sulit bagi perusahaan untuk terus-menerus mengikuti selera konsumen yang selalu
berkembang di keadaan pasar yang heterogen. Oleh karenanya perusahaan cenderung mencari
kelompok konsumen yang sifatnya homogen agar lebih mudah untuk memahami selera
konsumen, agar produk yang dihasilkan perusahaan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan
keinginan konsumen sehingga produk yang dibuat pun dapat diterima dengan baik oleh
konsumen.
b) Pelayanan lebih baik
Ada empat hal penting yang diinginkan oleh konsumen dalam memenuhi
kebutuhannya, yaitu kualitas, harga, pelayanan, dan ketepatan waktu. Namun dari keempat
hal penting itu, pelayanan merupakan hal yang paling dominan. Sedang harga dan kualitas
seringkali menjadi nomor dua dibanding pelayanan. Oleh karena itu segmentasi pasar harus
dilakukan agar bisa memberikan pelayanan yang mengarah dan tepat kepada pasarnya.
c) Strategi pemasaran lebih terarah
Dengan melayani pasar yang sifatnya homogen, maka dalam merencanakan strategi
pemasaran, penyusunan bauran pemasaran (marketing mix) yang meliputi produk, harga,
distribusi, dan promosinya dapat lebih terarah dan lebih tajam.
d) Menemukan peluang baru
Perusahaan yang memiliki pemahaman atas segmen pasar yang baik tentunya akan
sampai pada titik di mana ia menemukan peluang, meski peluang yang ditemukan tidak selalu
besar.
e) Faktor penentu desain
Dengan adanya pemahaman terhadap kebutuhan segmen-segmen pasar, maka pemasar
dapat mendesain produk sesuai dengan kebutuhan segmen tersebut dan desain yang dibuat pun
lebih responsif terhadap kebutuhan pasar.
f) Strategi komunikasi lebih efektif
Komunikasi bisa menjadi efektif apabila komunikator tahu persis siapa komunikan yang
diajak berkomunikasi olehnya; apa kesukaan, kebiasaan, latar belakang, dan lain sebagainya.
Dalam hal ini perusahaan sebagai komunikator akan berkomunikasi dengan cara yang berbeda-
beda dan melalui media yang berbeda pula yang disesuaikan kepada segmen pasar yang
ditergetnya.
g) Melihat kompetitor dengan segmen yang sama
Dengan mengetahui siapa yang menjadi segmen bagi sebuah perusahaan, tentunya
perusahaan itu juga bisa melihat apabila ada perusahaan-perusahaan lain (perusahaan kompetitor)
yang menawarkan produk / jasa yang sama, yang juga menargetkan segmen pasar yang sama
dengan yang ditargetnya, dan kegiatan apa saja yang dilakukan perusahaan-perusahaan
kompetitor itu untuk merebut perhatian pasar dalam usaha memenuhi kebutuhan segmen pasar
tersebut.
h) Evaluasi target dan rencana bisnis
Setelah mengetahui siapa dan bagaimana karakteristik segmen pasar yang ditarget, maka
perusahaan bisa melakukan evaluasi atas efektif tidaknya kegiatan pemasaran yang sudah
dilakukan selama periode tertentu, apakah sudah sesuai dengan karakteristik pasar yang
ditargetnya, dan juga perusahaan bisa mempelajari apa yang lebih dan kurang dari strategi yang
sudah berjalan, untuk dibuat perencanaan bisnis selanjutnya di depan.
4. Prosedur melakukan Segmentasi Pasar
Dalam mengidentifikasi segmen pasar, ada tiga tahap prosedur yang harus dilakukan, yakni:
a) Tahap Survey
Pada tahap ini dilakukan wawancara kepada target segmen pasar untuk mendapatkan
pemahaman terhadap sikap, motivasi, dan perilaku konsumen. Wawancara bisa dalam bentuk

Prakarya & Kewirausahaan


Kelas XII
Nenssi Manuain,S.Sn
kuesioner, di mana data kuesioner yang terkumpul bisa dijadikan informasi atas atribut-atribut
yang dibutuhkan.
b) Tahap Analisis
Di tahap ini, data yang mengandung variabel-variabel berkorelasi tinggi dibuang, kemudian
dilakukan analisis kelompok untuk menghasilkan jumlah maksimum segmen yang berbeda.
b) Tahap Pembentukan
Di tahap ini dibentuklah kelompok berdasarkan perbedaan sikap, perilaku, demografis,
psikologis, psikografis, dan pola media. Dari sifat dominan yang ditemukan pada kelompok
tersebut, diberikanlah nama profil pada kelompok segmen itu.

5. Jenis-jenis Segmentasi Pasar


Dalam pengadaan segmentasi pasar, maka pembagiannya dibagi berdasarkan tiga kategori:
1. Segmentasi Pasar berdasarkan Geografi
Pada segmentasi ini, pasar dibagi ke dalam beberapa bagian geografi seperti negara, wilayah,
kota, dan desa. Daerah geografi yang dipandang potensial dan menguntungkan akan menjadi
target operasi perusahaan.
2. Segmentasi Pasar berdasarkan Demografi
Pada segmentasi ini pasar dibagi menjadi kelompok-kelompok dengan dasar pembagian usia,
jenis kelamin, tingkat ekonomi, dan tingkat pendidikan.
3. Segmentasi Pasar berdasarkan Psikografi
Segmentasi psikografi menelaah bagaimana konsumen dengan segmen demografi tertentu
merespon suatu stimuli pemasaran.
6. Contoh Umum Segmen Pasar
 Kebutuhan pelanggan – Kebutuhan pelanggan adalah jenis segmen pasar yang paling umum.
Sebagai contoh, beberapa pelanggan membutuhkan kopi tanpa kafein dan yang lain
membutuhkan kopi biasa. Ini adalah suatu pilihan penting yang lain dalam sebuah produk selain
harga, lokasi, dan promosi berdasarkan kebutuhan.
 Preferensi Pelanggan – Preferensi pelanggan seperti persepsi bahan makanan. Misalnya, merek
saus salad dengan semua bahan alami untuk pelanggan yang tidak menyukai bahan yang
terdengar seperti bahan kimia.
 Gaya hidup – Segmen gaya hidup seperti furnitur yang dirancang untuk memaksimalkan ruang
kecil di apartemen perkotaan yang besar
 Budaya – Menargetkan budaya, superculture, atau subkultur. Misalnya, sebuah kafe dengan
memorabilia olahraga yang menargetkan penggemar olahraga.
 Jenis – Jenis pelanggan seperti konsumen biasa atau pebisnis.
 Demografis – Demografi seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, kebangsaan, agama, dan etnis.
Misalnya, produk asuransi untuk manula.
 Pendapatan – Tingkat pendapatan seperti hotel keluarga yang dirancang untuk keluarga dengan
anggaran terbatas.
 Sensitivitas harga – Di luar penghasilan, orang memiliki kepekaan harga yang berbeda
dibandingkan dengan kategori produk. Misalnya, konsumen iphone yang
membeli smartphone tersebut dengan harga yang kebanyakan orang bilang cukup mahal, namun
tidak bagi para pecinta produk Apple yang tahu kelebihannya.
 Persepsi Risiko – Segmentasi pasar berdasarkan persepsi risiko dan toleransi mereka. Misalnya,
produk keuangan untuk pelanggan yang ingin melindungi uang mereka dari inflasi tanpa
mengambil risiko pasar apa pun.
 Lokasi – Segmen berdasarkan geografi seperti rantai restoran yang mengkustomisasi menu untuk
menyertakan makanan lokal dari setiap wilayah dan kota.
 Kesetiaan pelanggan – Produk, harga, dan promosi yang menargetkan pelanggan Anda yang
paling setia atau mungkin pelanggan Anda yang paling setia. Misalnya, merek fesyen yang
merilis item tambahan terbatas yang dipromosikan ke pelanggan setia.
 Penggemar – Segmen berdasarkan antusiasme pelanggan untuk kategori merek, teknologi, atau
produk. Misalnya, satu set kereta mainan yang dirancang untuk pemula versus satu set yang
dirancang untuk penggemar yang serius.
Prakarya & Kewirausahaan
Kelas XII
Nenssi Manuain,S.Sn
 Kesiapan – Pelanggan yang ingin segera melompat dan membeli dibandingkan dengan yang sulit
dijual. Misalnya, membuat promosi ditujukan untuk pengguna awal teknologi baru versus
promosi untuk para Geek.
 Pengetahuan – Segmen pasar yang tahu banyak tentang produk Anda versus mereka yang tidak
tahu. Misalnya, pakaian pria yang dirancang, dan dipromosikan kepada individu yang tahu
pakaian.
 Konteks – Segmen berdasarkan situasi seperti kartu ucapan untuk liburan, acara, atau acara
istimewa tertentu.
 Jaringan Segmen berdasarkan jaringan distribusi. Misalnya, merek fashion yang melihat
pelanggan ritel sebagai segmen yang berbeda dari pelanggan toko daring.

7. Contoh Khusus : Segmentasi pasar Coca-cola


✓ Secara geografis, Coca-cola menjual produk minuman tertentu yang hanya ada di Jepang, yaitu
Sokembicha (non-karbonat, ginseng, dan teh), Lactia (fermentasi susu).
✓ Segmentasi psikografi, Coca-cola memiliki jenis varian yang berbeda; Coca-cola Zero yang
diproduksi tanpa gula yang rendah kalori, diperuntukkan bagi konsumen dengan gaya hidup
sehat.
✓ Coca-cola juga membagi segmentasi pasarnya ke dalam segmentasi demografis, yaitu remaja baik
itu laki-laki maupun perempuan dengan usia 15-21 tahun.

SUMBER DAYA YANG DIBUTUHKAN


a. Sumber Daya Alam
Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang disediakan oleh alam yang dapat dimanfaatkan
oleh manusia dalam usahanya mencapai kemakmuran. Yang termasuk dalam sumber daya alam
yaitu lingkungan alam, lahan, maupun kekayaan yang terkandung di dalam tanah.
b. Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia adalah kemampuan (daya) atau usaha manusia berupa jasmani maupun
rohani yang digunakan untuk meningkatkan guna suatu barang. Menurut kualitasnya, sumber
daya manusia dapat dibedakan menjadi tiga yaitu tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terlatih, serta
tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih.
c. Keahlian
Ini adalah faktor penting dalam menjalankan proses produksi. Keahlian atau keterampilan
individu penting untuk mengkordinasikan dan mengelola faktor produksi dalam menghasilkan
barang dan jasa.
d. Sumber Daya Modal
Sumber daya modal adalah alat atau barang hasil produksi yang dipakai sebagai sarana untuk
menghasilkan barang. Modal tidak harus berupa uang. Modal dapat berupa barang yang
dihasilkan. Barang-barang modal disebut juga alat-alat produksi, misalnya gedung, mesin, dan
bahan dasar yang digunakan dalam proses produksi.

ADMINISTRASI DAN PEMASARAN


Administrasi diartikan sebagai sebuah proses yang meliputi proses pencatatan, pengiriman surat,
pembukuan ringan termasuk didalamnya meliputi proses pengetikan agenda serta berbagai macam
aktivitas lan yang berhubungan dengan masalah teknis ketatausahaan.
Pemasaran merupakan aktivitas organisasi dalam memuaskan pelanggan dalam aktivitas bisnis.
Berikut ini 3 jenis pemasaran :
1. internal, pemasaran terhadap karyawan, bagaimana untuk memuaskan karyawan dengan beberapa
fasilitas.
2. interaktif, interaksi antar karyawan dan pelanggan dalam mengenalkan suatu produk nya
3. eksternal, usaha manejer dan organisasi pemasaran dalam memuaskan pelanggan.

UNSUR-UNSUR ADMINISTRASI
1. Organisasi : Tempat dimana kegiatan administrasi dilakukan. Dalam bisnis, orang-orang yang
bekerja di dalamnya akan dihimpun mejadi sebuah wadah.
Prakarya & Kewirausahaan
Kelas XII
Nenssi Manuain,S.Sn
2. Manajemen : Alat utama pelaksanaan administrasi. Ada pengatur, penggerak, manajer dan tenaga
operasional. Dalam manajemen ini masih dibagi menjadi tiga kelompok; top management, middle
management dan lower management (mandor).
3. Komunikasi : Administrasi juga mengatur pola komunikasi antar departemen. Misalnya melalui surat
atau warta.
4. Kepegawaian : Ini berkaitan dengan penggunaan ternaga kerja. Dalam administrasi ada proses yang
saling berhubungan, yaitu; penerimaan, penempatan, pendayagunaan dan pemberhentian kerja.
5. Keuangan : Ini berkaitan dengan pembiayaan kontrak kerjasama mulai dari cara memperoleh dana
hingga pertanggungjawabannya.
6. Perbekalan : Berhubungan dengan pengadaan barang, penyimpanan dan penyingkiran. Pihak
administrasi akan menyisir mana barang yang dibutuhkan untuk kerja dan tidak.
7. Tata usaha : Meliputi kegiatan pencatatan, penyimpanan dan pengiriman.
8. Public Relation : Administrasi akan menciptakan peraturan bagaimana berhubungan dengan
masyarakat terutama konsumen.

FUNGSI ADMINISTRASI

1. Planning (Perencanaan)
Planning adalah kegiatan perencana yang membutuhkan sebuah aktivitas administrasi, mulai dari
pengumpulan data, pengolahan data, hingga penyusunan perencanaan.
2. Organizing (Penyusunan)
Organizing adalah kegiatan menyusun dan membangun komunikasi kerja antara anggota-anggota
dalam organisasi sehingga akan tercapai suatu kesatuan usaha untuk mencapai tujuan organisasi
tersebut
3. Coordinating (Kordinasi)
Coordinating merupakan sebagian dari fungsi manajemen yang melakukan sejumlah aktivitas
agar berjalan baik dengan menjauhi terjadinya suatu kekacauan, bentrok, kekosongan aktivitas yang
dilaksanakan dengan menghubungkan, menyatukan dan menyesuaikan suatu pekerjaan bawahan
yang sehingga terdapat kerjasama yang terencana dalam suatu usaha untuk mencapai suatu tujuan
organisasi.
4. Reporting (Laporan)
Reporting adalah aktivitas penyampaian perkembangan atau hasil dari suatu kegiatan dengan
membuat dan memberikan laporan dari tugas dan fungsi para pejabat yang lebih tinggi baik lisan
ataupun tulisan untuk mendapatkan gambaran tentang pelakasanaan tugas para anggota organisasi
5. Budgeting (Penyusunan Anggaran)
Budgeting adalah aktivitas perencanaan dan pengelolaan keuangan atau anggaran dalam
organisasi yang dilakukan secara berkesinambungan.
6. Staffing (Penempatan)
Staffing adalah kegiatan yang berhubuungan dengan sumber daya manusia dan sumber daya
lainnya dalam sebuah organisasi; mulai dari perkrutan tenaga kerja, pengembangan, perlengkapan di
dalam organisasi tersebut.
7. Directing (Pengarahan atau Bimbingan)
Directing adalah aktivitas berinteraksi dengan anggota organisasi dalam bentuk memberi
bimbingan, saran, perintah-perintah, agar tugas dijalankan dengan baik guna mencapai tujuan yang
telah ditentukan.

PEMASARAN
Pengertian Pemasaran adalah suatu kegiatan menyeluruh, terpadu, dan terencana, yang
dilakukan oleh sebuah organisasi atau institusi dalam melakukan usaha agar mampu mengakomodir
permintaan pasar dengan cara menciptakan produk bernilai jual, menentukan harga,
mengkomunikasikan, menyampaikan, dan saling bertukar tawaran yang bernilai bagi konsumen,
klien, mitra, dan masyarakat umum.

Prakarya & Kewirausahaan


Kelas XII
Nenssi Manuain,S.Sn
Secara sederhana, definisi pemasaran lebih diidentikan dengan proses pengenalan produk atau
servis kepada konsumen yang potensial. Aspek-aspek untuk pemasaran ini meliputi periklanan,
public relation, promosi dan penjualan.
Dalam perusahaan, tujuan utama pemasaran adalah untuk memaksimalkan keuntungan dengan
membuat strategi penjualan. Di perusahaan atau bisnis, marketing executives harus mampu melihat
banyak aspek dalam beriklan, termasuk juga memprediksi lifespan sebuah produk.

Fungsi Pemasaran Pada Perusahaan

1. Fungsi Pertukaran
Dengan adanya pemasaran maka konsumen dapat mengetahui dan membeli sebuah
produk yang dijual oleh produsen, baik dengan menukar produk dengan uang ataupuan menukar
produk dengna produk. Produk tersebut bisa digunakan untuk keperluan sendiri ataupun dijual
kembali untuk mendapatkan laba.
2. Fungsi Distribusi Fisik
Proses pemasaran juga dapat dalam bentuk distribusi fisik terhadap sebuah produk, dimana distribusi
dilakukan dengan cara menyimpan atau mengangkut produk tersebut. Proses pengangkutan bisa
melalui darat, air, dan udara. Sedangkan kegiatan penyimpanan produk berjalan dengan cara
menjaga pasokan produk agar tersedia ketika dibutuhkan.
3. Fungsi Perantara
Aktivitas penyampaian produk dari produsen ke konsumen dilakukan melaluiperantara marketing/
pemasaran yang menghubungkan kegiatan pertukaran dengan distribusi fisik.

Tugas Pemasaran Secara Umum

1. Memperkenalkan Produk
Tugas pertama dan terpenting dari kegiatan pemasaran adalah untuk memperkenalkan produk
yang diciptakan oleh sebuah perusahaan kepada masyarakat.
2. Mencapai Target Penjualan
Target penjualan produk harus ditetapkan sejak awal. Tim marketing harus memiliki cara untuk
mencapai target tersebut dengan selalu memperhatikan kebutuhan dan kegiatan pasar.
3. Memastikan Kepuasan Konsumen
Selain target penjualan, kepuasan konsumen merupakan hal penting dan menjadi prioritas dari
tim marketing. Dengan memastikan konsumen merasa puas dengan produk maka proses pemasaran
itu sendiri sudah dianggap berhasil.
4. Membuat Strategi Lanjutan
Ada cukup banyak strategi pemasaran yang bisa digunakan oleh tim marketing dalam
memasarkan produk ke masyarakat. Salah satu contohnya adalah dengan memberikan diskon.
Strategi lanjutan ini dimaksudkan untuk mendapatkan target profit yang lebih besar dari strategi
sebelumnya, misalnya menawarkan produk lainnya kepada konsumen untuk mendapatkan harga
diskon.
5. Bekerjasama Dengan Mitra
Marketing juga memiliki peranan penting dalam membangun kerjasama dengan mitra kerja.
Selain itu, tim marketing juga bertugas menjalin hubungan baik dengan masyarakat, khususnya
pelanggan, serta menjadi media yang menjembatani hubungan perusahaan dengan lingkungan
eksternal.
6. Membuat Rekapitulasi Penjualan
Tim marketing harus membuat rekap data penjualan dengan benar dan terstruktur. Data penjualan
tersebut sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk menentukan target dan strategi pemasaran di masa
mendatang.
Tanggung jawab yang dipikul oleh manajer pemasaran antara lain:
• Mengawasi serta mengembangkan strategi pemasaran
• Melakukan riset dan menganalisa data untuk mengidentifikasi target pasar yang pas
• Merancang serta menyajikan ide lengkap dengan strateginya
• Melakukan aktifitas promosi

Prakarya & Kewirausahaan


Kelas XII
Nenssi Manuain,S.Sn
• Mengumpulkan dan mendistribusikan informasi statistik dan finansial
• Merawat website perusahaan dan memikirkan strategi kampanye online
• Menyelenggarakan event dan pameran
• Update database serta memanfaatkan CRM (Customer Relationship Management)
• Pengkoordinasian budaya marketing secara internal dan organisasi
• mengawasi performa
• Melakukan kampanye di sosial media

Komponen Perencanaan Usaha


1. Ulasan Deskripsi Bisnis
Disini anda harus menjelaskan secara singkat apa bidang usaha yang akan dijalankan.
Tuliskan potensi produk anda saat ini dan kemungkinannya dimasa depan. Juga berikan informasi
peluang pasarnya serta perkembangan produk untuk bisa bertahan dan menyesuaikan dengan pasar
yang ada.
2. Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran yang akan dijalankan haruslah merupakan hasil analisa pasar yang
telah dilakukan dengan cermat. Analisa pasar adalah kekuatan yang harus anda gunakan untuk
menciptakan target pembeli, anda harus memahami seluruh aspek yang berkaitan dengan pasar
sehingga target penjualan dapat ditentukan (kemana produk anda akan dipasarkan)
3. Analisa Pesaing
Analisa Pesaing digunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pesaing anda
dalam satu pasar yang sama. Setelah menemukan kekuatannya, kemudian mencari strategi untuk
memasarkan produk dengan cara yang berbeda dengan pesaing. Anda juga harus mencari strategi
untuk menghalangi pesaing masuk dan meniru strategi yang sama dengan anda. Demikian juga
dengan kelemahan yang ditemukan, dapat dieksploitasi dengan mengembangkan produk yang lebih
baik dari pesaing anda.
4. Rencana Desain dan Pengembangan
Rencana desain dan pengembangan dperlukan untuk menunjukkan tahap perencanaan produk,
grafik pengembangan dalam konteks produksi dan penjualan. Ini berguna untuk membuat rencana
anggaran biaya produksi yang sesuai dengan kebutuhan.
5. Rencana Operasional dan Manajemen
Rencana operasional dan manajemen dibuat untuk menjelaskan bagaimana usaha akan berjalan
dan berkelanjutan. Rencana operasional akan berfokus pada kebutuhan logistik perusahaan, misalnya
bermacam tugas dan tanggung jawab tim manajemen, bagaimana prosedur penugasan antar divisi
dalam perusahaan.
6. Pembiayaan
Faktor pembiayaan menjadi unsur penting dalam sebuah rencana bisnis. Darimana sumber dana
berasal, bagaimana mengatur anggaran agar efisien namun tetap dapat mengoperasikan seluruh divisi
dalam perusahaan agar berjalan lancar.
7. Kesimpulan Usaha
Yang terakhir disusun adalah kesimpulan dari seluruh kerangka bisnis plan. Anda dapat
menampilkan jadwal waktu tiap komponen diatas akan dilakukan, perkiraan waktunya dan hal-hal
penting lainnya yang akan mendukung segala aktifitas dalam memulai usaha .

SISTEMATIKA PENYUSUNAN LAPORAN

• HALAMAN DEPAN
• NAMA
• KELAS
• DAFTAR ISI

BAB I —
- Latar Belakang (Pengertian Kerajinan secara umum dan secara khusus)
- Perumusan Masalah
Prakarya & Kewirausahaan
Kelas XII
Nenssi Manuain,S.Sn
- Tujuan

BAB II —
- Gambaran Umum Rencana Usaha
- Kelayakan Usaha
- Analisis Pemasaran
- Kelangsungan Usaha
- Evaluasi
BAB III — Metode Pelaksanaan
BAB IV —
Biaya dan Jadwal Kegiatan
Anggaran Biaya
Jadwal Kegiatan
LAMPIRAN

Tugas :
Kompetensi Dasar 4.1 Menyusun perencanaan usaha kerajinan yang berdasarkan pada kebutuhan dan
keinginan lingkungan sekitar/pasar lokal meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan
pemasaran

Buatlah Perencanaan usaha kerajinan berdasarkan sistematika penyusunan laporan diatas!

Buatlah dalam bentuk word, Format huruf "Times New Roman,12"

Dikerjakan dan dikumpulkan!

Kompetensi Dasar 3.2 Menganalisis sistem produksi kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun datar
berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

PERANCANGAN DAN PRODUKSI KERAJINAN UNTUK PASAR LOKAL

Macam-macam kerajinan :
• Kerajinan dibagi menjadi 3 yaitu:
• kerajinan tangan adalah kegiatan yang dilakukan untuk membuat kerajinan dengan menggunakanan
keterampilan tangan manusia. Contohnya kain tenun batik.
• kerajinan anyam adalah suatu kerajinan yang dapat menciptakan keindahan buatan manusia dengan
menggunakan teknik anyam. Contohnya tempat makan, sandal, tas.
• kerajinan keramik adalah kerajinan yang berbahan baku tanah liat dan proses pembuatannya melalui
proses pembakaran. Contohnya guci, gerabah, porselin.

Teknik Produksi Kerajinan


Teknik yang dapat digunakan untuk membuat karya kerajinan dari bahan lunak atara lain membentuk,
menganyam, menenun dan mengukir.
1. Membentuk : Teknik membentuk biasanya digunakan untuk membuat karya kerajinan dari tanah
liat.
2. Menganyam : Teknik menganyam dapat digunakan untuk pembuatan karya kerajinan dari bahan
lunak dengan karakteristik tertentu. Bahan baku yang digunakan untuk membuat karya kerajinan
menggunakan teknik menganyam ini berasal dari berbagai tumbuhan yang diambil seratnya,
seperti rotan, bambu, daun lontar, daun pandan

Prakarya & Kewirausahaan


Kelas XII
Nenssi Manuain,S.Sn
3. Menenun
Teknik menenun pada dasar nya hampir sama dengan teknik menganyam, perbedaannya hanya
pada alat yang digunakan.
4. Membordir
Bordir merupakan hiasan dari benang pada kain. Istilah lain yang hampir sama dengan bordir
adalah sulam.
5. Mengukir
Teknik mengukir meupakan kegiatan menggores, memahat dan menoreh pola pada permukaan
benda yang diukir.

Ada 2 model Tahap-tahap proses produksi kerajinan

Tahap 1

1. Mencari Ide Produk dengan Curah Pendapat


Metode curah pendapat (BRAINSTORMING) adalah suatu bentuk diskusi dalam rangka
menghimpun gagasan, pendapat, informasi, pengetahuan, pengalaman, dari semua peserta. Berbeda
dengan diskusi, dimana gagasan dari seseorang dapat ditanggapi (didukung, dilengkapi, dikurangi,
atau tidak disepakati) oleh peserta lain, pada penggunaan metode curah pendapat pendapat orang lain
tidak untuk ditanggapi.
Tujuan curah pendapat adalah untuk membuat kompilasi (kumpulan) pendapat,informasi,
pengalaman semua peserta yang sama atau berbeda. Hasilnya kemudian dijadikan peta informasi,
peta pengalaman, atau peta gagasan (mindmap) untuk menjadi pembelajaran bersama.

Brainstorming Individu
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa brainstorming secara individu menghasilkan lebih
banyak ide dibanding brainstorming secara berkelompok. Hal ini disebabkan saat melakukan
brainstorming secara individu, Anda dapat lebih bebas dalam mengeluarkan ide-ide kreatif, dan tidak
perlu mengkuatirkan pendapat dari orang lain. Namun pengalaman Anda akan menjadi pembatas
dalam brainstorming individu. Dalam brainstorming kelompok, pengalaman akan menjadi lebih luas,
karena dalam kelompok terdapat orang-orang dengan latar belakang yang berbeda, pengalaman dari
masing-masing individu akan memperkaya ide-ide yang dihasilkan.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari sesi brainstorming individu, pilihlah tempat
yang tenang dan nyaman untuk Anda duduk dan berpikir. Minimalkan gangguan sehingga Anda
dapat fokus pada masalah yang dihadapi.

Brainstorming Kelompok
Brainstorming secara berkelompok sangat bermanfaat untuk mencari solusi terhadap
masalah yang kompleks. Bila memungkinkan anggota kelompok brainstorming harus berasal dari
berbagai disiplin ilmu sehingga Anda dapat mengambil keuntungan dari pengalaman setiap anggota
tim untuk mendapatkan ide-ide dari sudut pandang yang berbeda. Ide yang dilontarkan salah satu
anggota tim bisa menjadi umpan untuk munculnya ide-ide dari anggota yang lain, saat satu anggota
kehabisan ide, anggota lain dapat membantu. Disini Anda bersama anggota tim dapat
mengembangkan ide-ide secara lebih mendalam lagi, dan inilah keuntungan yang tidak akan Anda
dapatkan jika Anda melakukan brainstorming secara individual.
Brainstorming secara kelompok harus dilakukan dengan pikiran terbuka dengan semangat
kebersamaan. Kelompok ini sebaiknya jangan terlalu besar, 5 sampai 7 orang sudah cukup efektif.

2. Rasionalisasi
Rasionalisasi adalah proses mengevaluasi ide-ide yang muncul dengan beberapa pertimbangan
teknis, di antaranya: apakah ada materal yang tepat untuk mewujudkannya? Apakah memungkinkan
untuk diproduksi dengan teknik produksi yang dimiliki saat ini? Bagaimana proporsi dan ukuran
yang sesuai untuk produk tersebut agar mudah digunakan oleh manusia? Perhatikan sketsa-sketsa
yang telah dibuat, pilih ide-ide yang dianggap baik dan potensial dalam membangun satu (atau lebih)

Prakarya & Kewirausahaan


Kelas XII
Nenssi Manuain,S.Sn
konsep desain selubung. Kembangkan ide-ide ini dengan rasional, dan tuangkan ke dalam sketsa-
sketsa
3. Prototyping atau Studi Model
Prototyping atau Studi Model ini adalah suatu bentuk, model atau sampel awal dari suatu produk
yang dibuat dengan tujuan menguji konsep atau pun proses yang kemudian akan dipelajari dan ditiru.
Prototyping ini merupakan istilah yang ramai dipergunakan dalam berbagai konteks atau bidang
termasuk di dalamnya desain, semantic, elektronik, pemograman perangkat lunak dan masih banyak
lagi lainnya.Fungsi utama dari prototyping ini adalah memberikan spesifikasi dari sistem kerja yang
nyata sehingga jelas lebih kongkret dari hal-hal yang teoritis. Kata Prototype mengakar pada kata
dari bahasa Yunani kuno yang artinya adalah bentuk primitif, bentuk asli. Prototype ini juga adalah
turunan dari kata protos yang artinya adalah pertama dan juga typos yang artinya adalah
4. Penentuan Desain Akhir
Hasil studi model dapat dipilih 3 sampai 5 alternatif desain akhir. Penetapan desain akhir dapat
dilakukan melalui diskusi atau evaluasi terhadap alternatif desain yang ada oleh orang lain bersama
dengan desainer. Proses evaluasi menghasilkan umpan balik yang bermanfaat dalam menentukan
desain akhir yang terpilih

Tahap 2
Tahap-tahap produksi kerajinan :
• Menentukan bahan dan fungsi kerajinan;
Menentukan bahan dasar dan fungsi kerajinan yang akan dibuat sangat penting, karena
bahan dasar yang digunakan berpengaruh terhadap fungsi dari sebuah produk kerajinan dan
demikian pula sebaliknya. Sebagai contoh apabila kita membuat mangkuk untuk wadah sayur,
maka tentu saja bahan yang digunakan haruslah sesuai, misalnya yaitu tanah liat atau logam. Hal
ini disebabkan karena sangat tidak mungkin bila menggunakan bahan dasar serat alam, karena
bahan dasar serat alam hanya cocok untuk pembuatan mangkuk yang difungsikan sebagai produk
kerajinan untuk hiasan.
• Menggali ide dari berbagai sumber;
Penggalian ide dari berbagai sumber diperlukan sebagai bahan referensi atau tolok ukur
dalam proses penciptaan suatu karya. Hal ini juga penting karena dengan adanya ide dari berbagai
sumber maka bukan tidak mungkin nantinya dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan suatu karya
kerajinan inovatif model baru.
• Membuat beberapa sketsa karya dan menentukan sebuah karya terbaik;
Sketsa produk diperlukan sebagai acuan dalam pembuatan suatu karya kerajinan. Oleh
sebab itu dalam proses pembuatan suatu karya kerajinan dibutuhkan adanya sketsa yang jelas
sehingga dapat mempermudah dan mempercepat pengerjaannya. Hal tersebut serupa dengan
proses pembuatan sebuah gedung atau produk lainnya yang juga menggunakan sketsa sebagai
acuan dasar dalam penciptaannya.
• Menyiapkan alat dan bahan;
Alat dan bahan disiapkan sesuai dengan kebutuhan. Sesuai dengan kebutuhan yang
dimaksud di sini adalah disesuaikan dengan jenis, fungsi, dan model produk yang akan dibuat.
• Membuat karya kerajinan;
Pembuatan karya dapat dilakukan dengan mengacu pada sketsa yang telah dibuat
sebelumnya dan dengan menggunakan alat serta bahan yang telah disiapkan. Yang mana dalam
hal pembuatan karya kerajinan di sini tentunya tidak lepas pula dari fungsi kerajinan yang telah
ditentukan sebelumnya.
• Mengevaluasi karya
Apakah produk kerajinan yang diciptakan sudah sesuai dengan yang diharapkan?
Ataukah ternyata produk kerajinan yang dihasilkan masih jauh dari rencana sebelumnya? Nah,
disinilah perlunya evaluasi terhadap karya yang dihasilkan, karena dengan melakukan evaluasi
maka dapat diketahui berbagai kekurangan serta kelemahan selama proses pembuatan karya
kerajinan tersebut. Dengan demikian maka secara otomatis dapat diketahui pula segala
kekurangan dan kelemahan dari produk kerajinan yang dicipta, yang akhirnya dapat dipergunakan
sebagai tolok ukur atau sebagai dasar untuk melakukan perbaikan dan pembenahan dalam proses
Prakarya & Kewirausahaan
Kelas XII
Nenssi Manuain,S.Sn
pembuatan yang berikutnya sehingga benar-benar dapat menghasilkan karya kerajinan yang baik
dan berkualitas.

PRODUKSI KERAJINAN UNTUK PASAR LOKAL

Tahapan produksi secara umum terbagi atas pengolahan bahan atau pembahanan, pembentukan,
perakitan, dan finishing.

Gambar 1. Alur Tahapan Produksi


a) Tahap Pembahanan
Tahap Pembahanan adalah mempersiapkan bahan baku agar siap diproduksi.
Pada limbah berbahan alami, proses pembahanan penting untuk menghasilkan produk yang awet,
tidak mudah rusak karena faktor cuaca dan mikroorganisme.
Contohnya pada penggunaan material kulit jagung, proses pembahanan pada limbah kulit jagung
harus dilakukan dengan tepat agar produk yang dihasilkan awet dan tahan dari mikroorganisme.
Kulit jagung yang digunakan adalah bagian dalam. Pada proses ini kulit jagung bagian luar
dipisahkan dengan kulit jagung bagian dalam. Pada proses ini kulit jagung bagian luar dipisahkan
dengan kulit jagung bagian dalam. Lembaran-lembaran kulit jagung bagian dalam dikeringkan
selama 2-3 hari. Kulit jagung yang sudah kering biasanya kusut dan tidak rata permukaannya.
Apabila diperlukan bahan baku lembaran yang rata, kulit jagung dapat disetrika atau dipress dengan
menggunakan panas. Kulit jagung yang sudah dikeringkan siap dibentuk menjadi produk hiasan.
Pewarnaan kulit jagung dapat dilakukan pada tahap pembahanan ini. Pada bahan kulit jagung,
pewarnaan dilakukan dengan merebut kulit yang sudah dikeringkan dengan pewarna tekstil. Setelah
pewarnaan, kulit jagung dikeringkan dan kemudian siap dibentuk
Pembahanan pada limbah botol plastik terdiri atas proses pencucian botol dan melepaskan label yang
melekat pada botol tersebut
b) Tahap Pembentukan
Pembentukan bahan baku bergantung pada jenis material, bentuk dasar material dan bentuk
produk yang akan dibuat. Material Padat dikelompokan menjadi :
✓ material solid seperti logam, kaca, plastik atau kayu dan dibentuk dengan cara dipotong,
dipahat, digunting, dirangkai dan direkatkan dengan bantuan lem.
✓ Material tidak solid (lembaran dan serat) dibentuk dengan digunting, dirangkai dan
direkatkan dengan bantuan lem.
c) Tahap perakitan
Perakitan dilakukan apabila produk yang dibuat terdiri atas beberapa bagian dan memanfaatkan
bahan pendukung seperti lem, paku, benang, tali, atau teknik sambung tertentu
d) Tahap finishing
Finishing dapat berupa penghalusan atau pelapisan permukaan. Penghalusan permukaan kayu
dengan amplas atau menghilangkan lem yang tersisa pada permukaan produk. Finishing juga dapat
berupa pelapisan permukaan atau pewarnaan agar produk dibuat lebih awet dan lebih menarik.

Prakarya & Kewirausahaan


Kelas XII
Nenssi Manuain,S.Sn
METODE PRODUKSI DAN KESELAMATAN KERJA\

Produksi dapat dilakukan dengan metode tradisional atau modern. Pada metode tradisional, satu
orang melakukan setiap tahapan produksi, sedangkan pada metode modern, satu orang hanya melakukan
satu tahap produksi. Metode modern ini sering juga disebut dengan metode ‘ban berjalan’. Metode
modern disebut metode ban berjalan karena metode ini serupa dengan kegiatan produksi di pabrik yang
menggunakan mesin ban berjalan atau conveyer.

Keterangan: 1. Pembahanan; 2. Pembentukan; 3. Perakitan; 4. Finishing


Gambar 2. Metode Produksi Tradisional dan Metode Produksi Modern

Pemanfaatan metode modern lebih efisien dalam penggunaan waktu sehingga sesuai untuk
produksi dalam jumlah banyak. Metode tradisional kurang tepat digunakan untuk produksi dalam jumlah
banyak karena produk yang dihasilkan sulit untuk mencapai standar bentuk yang sama. Setiap orang
memiliki cara yang berbeda dalam membuat produk, sehingga detail bentuk produk yang dihasilkan akan
berbeda pula. Pemanfaatkan metode produksi dan pengaturan alur produksi mempengaruhi kualitas
produk dan kelancaran produksi.

K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja).


Kelancaran produksi juga ditentukan oleh cara kerja yang memperhatikan K3 (Kesehatan dan
Keselamatan Kerja). Upaya menjaga kesehatan dan keselamatan kerja dibuat berdasarkan bahan, alat, dan
proses produksi yang digunakan. Proses pembahanan dan pembentukan material solid seringkali
menghasilkan sisa potongan atau debu yang dapat melukai bagian tubuh pekerjanya, maka dibutuhkan
alat keselamatan kerja berupa kacamata pelindung, dan master. Pada proses pembahanan dan finishing,
apabila menggunakan bahan kimia yang dapat berbahaya bagi kulit dan pernapasan, maka pekerja harus
menggunakan sarung tangan dan masker. Selain alat keselamatan kerja, yang tak kalah penting adalah
sikap kerja yang rapi, hati-hati, teliti, dan penuh konsentrasi. Sikap tersebut akan mendukung
kesehatan dan keselamatan kerja.

Prakarya & Kewirausahaan


Kelas XII
Nenssi Manuain,S.Sn
BAHAN KEMASAN

Pengertian Kemasan adalah wadah atau pembungkus yang berguna untuk mencegah atau meminimalisir
terjadinya kerusakan pada barang yang dikemas atau dibungkusnya.

Jenis-jenis kemasan atau pengemasan dapat dikelompokkan dalam tiga kategori, yaitu:
1. Berdasarkan Struktur Isi
• Jenis kemasan berdasarkan struktur isi adalah wadah yang dibuat sesuai dengan isi dari kemasan
tersebut.
✓ Kemasan Primer; pengertian kemasan primer adalah bahan kemas yang menjadi wadah
langsung bahan makanan.

✓ Kemasan Sekunder; pengertian kemasan sekunder adalah wadah yang berfungsi


memberikan perlindungan terhadap kelompok kemasan lainnya
✓ Kemasan Tersier; pengertian kemasan tersier adalah kemasan yang digunakan untuk
menyimpan atau melindungi produk selama proses pengiriman.

2. Berdasarkan Frekuensi Pemakaian


Jenis kemasan juga dapat dikelompokkan berdasarkan frekuensi pemakaiannya
a. Kemasan Disposable; yaitu kemasan sekali pakai yang hanya digunakan sekali saja lalu dibuang

b. Kemasan Semi Disposable; yaitu kemasan yang tidak dibuang karena dapat digunakan untuk hal
lain oleh konsumen

Prakarya & Kewirausahaan


Kelas XII
Nenssi Manuain,S.Sn
c. Kemasan yang tidak dibuang (semi-disposable).

3. Berdasarkan Tingkat Kesiapan Pakai


• Kemasan dapat juga dikelompokkan berdasarkan tingkat kesiapan pakainya, diantaranya:
✓ Kemasan Siap Pakai; yaitu jenis kemasan yang siap untuk diisi dan bentuknya telah
sempurna sejak diproduksi.
✓ Kemasan Siap Dirakit; yaitu kemasan yang membutuhkan tahap perakitan sebelum diisi
produk/ barang.

4. Berdasarkan fungsi kemasan:


• Fungsi protektif;
• Fungsi promosional

Prakarya & Kewirausahaan


Kelas XII
Nenssi Manuain,S.Sn
Kegunaan bahan Kemas
• Untuk melindungi benda perniagan yang bersangkutan terhadap kerusakan-kerusakan dari saat di
produksinya sampai saat benda tersebut di konsumsi.
• Untuk memudahkan pengerjaan dan penyimpanan benda-benda perniagaan tersebut.
• Guna menjual produk yang bersangkutan.

Teknik Penyajian dan Pengemasan


• Pengemasan sealer;
• Pengemasan vakum;
• pengemasan dengan atmosfir termodifikasi (MAP);
• pengemasan dengan atmosfir terkendali (CAP).

Prakarya & Kewirausahaan


Kelas XII
Nenssi Manuain,S.Sn
Tugas Kelompok

1. Persiapan
• Persiapan bahan
• Persiapan alat kerja
• Persiapan tempat kerja
2. Kegiatan Produksi
• Pembahanan
• Pembentukan
• Perakitan
• Finishing
3. Pasca produksi
• Pemeriksaan Kualitas (Quality Control)
• Pengemasan
• Perapihan bahan, alat, dan tempat kerja
• Persiapan penjualan
• Penjualan

Tugas Individu

Mengidentifikasi Identitas Produk :


• Carilah Informasi dari beberapa literatur tentang berbagai pengertian identitas Produk,
brand, dan merek.
• Bandingkan satu informasi dengan informasi lainnya.
• Paparkan pengertian identitas dan merek produk!
• Apa gunanya sebuah produk memiliki identitas?
• Carilah informasi tentang beberapa produk lokal dengan merek yang sudah terkenal
• Pilihlah beberapa merek produk lokal yang menurutmu bagus dan berhasil.
Paparkan alasan dan pendapatmu.

Prakarya & Kewirausahaan


Kelas XII
Nenssi Manuain,S.Sn