Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

MENENTUKAN SIFAT ASAM BASA

SUATU LARUTAN

OLEH:

NAMA : Fathur Rahman. M

NO URUT : 15

KELAS : XI-MIPA 3

GURU PEMBIMBING : Syamsul, S.Pd, M.Pd.

SMAN 3 MAKASSAR
A. Judul Pratikum
“MENENTUKAN SIFAT ASAM BASA SUATU LARUTAN”

B. Tujuan Pratikum
1. Membedakan larutan asam, larutan basa, dan larutan netral dengan kertas
lakmus.
2. Siswa dapat membuat larutan indikator alami yang terbuat dari tumbuhan
dan mengamati perubahan warna indikator dalam larutan asam basa.

C. Landasan Teori
Asam secara umum merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan
dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7. Asam
adalah suatu zat yang dapat memberi proton (ion H+) kepada zat lain (yang
disebut basa), atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa.
Suatu asam bereaksi dengan suatu basa dalam reaksi penetralan untuk
membentuk garam. Contoh asam adalah asam asetat .
Secara umum, asam memiliki sifat sebagai berikut:
1. Masam ketika dilarutkan dalam air.
2. Asam terasa menyengat bila disentuh, dan dapat merusak kulit.
3. Asam bereaksi hebat dengan kebanyakan logam, yaitu korosif
terhadap logam.
4. Walaupun tidak selalu ionik merupakan cairan elektrolit.
Basa adalah zat-zat yang dapat menetralkan asam. Secara kimia, asam
dan basa saling berlawanan. Basa yang larut dalam air disebut alkali. Jika
zat asam menghasilkan ion hidrogen (H+) yang bermuatan positif, maka
dalam hal ini basa mempunyai arti bahwa ketika suatu senyawa basa di
larutkan ke dalam air, maka akan terbentuk ion hidroksida (OH-) dan ion
positif menurut reaksi sebagai berikut. Ion hidroksida (OH-) terbentuk
karena senyawa hidroksida (OH) mengikat satu elektron saat dimasukkan ke
dalam air.
Secara umum, basa memiliki sifat sebagai berikut:
1. Kaustik
2. Rasanya pahit
3. Licin seperti sabun
4. Nilai pH lebih dari air suling
5. Mengubah warna lakmus merah menjadi biru
6. Dapat menghantarkan arus listrik

D. Alat & Bahan


1. Alat Pratikum
- 2 Tabung reaksi
- 2 Pipet Tetes
- 1 Pelat Tetes
- 1 Gelas Kimia
- Kertas Lakmus Merah dan Biru
2. Bahan Pratikum
- Larutan NaOH
- Larutan CH₃COOH
- Larutan HCl
- Larutan NH₄OH
- Air Kapur
- Air Sabun
- Air Cocacola
- Air Jeruk
- Larutan Cuka
- Larutan Gula
- Larutan Garam
- Ekstrak Kulit Manggis
- Ekstrak Kunyit Mentah
- Ekstrak Kembang Sepatu

E. Cara Kerja
1. Ambillah kertas lakmus merah dan biru dan masukkan ke dalam pelat
tetes, lalu teteskan 1 tetes air suling (aquadest). Amati dan catat hasil
perubahan warna pada kertas lakmus atau tidak pada lembar
pengamatan. Dengan cara yang sama, ujilah larutan cuka dan air sabun,
2. Uji larutan-larutan yang ada pada table pengamatan dalam langkah kerja
nomor 1.
3. Masukkan 1 kali pipet tets ekstrak kunyit kedalam 2 tabung reaksi dan
tambahkan 3 tetes larutan cuka pada tabung 1 dan 3 tetes larutan air
sabun pada tabung kedua. Amati dan catat apa yang terjadi pada tabel
pengamatan.
4. Ulangi kegiatan 3 dengan menggunakan ekstrak kulit manggis dan
ekstrak kembang sepatu. Catat dan amati apa yang terjadi pada tabel
pengamatan
F. Data Percobaan
1. Pengujian Dengan Kertas Lakmus
Perubahan warna kertas
Larutan Nama lakmus Sifat
senyawa Lakmus Lakmus Biru Larutan
Merah
H₂O Aquades Merah Biru Netral
Larutan Cuka Merah Merah Asam
Air Sabun Biru Biru Basa
Larutan Gula Merah Biru Netral
NaOH Biru Biru Basa
H₂SO₄ Merah Merah Asam
HCl Merah Merah Asam
Nacl Merah Biru Netral
Air Cola Biru Merah Asam
Ba(OH)₂ Biru Biru Basa
Air Jeruk Merah Merah Asam

2. Pengujian dengan ekstrak


Nama ekstrak alami Warna Ekstrak Warna Ekstrak
Larutan Cuka Air Sabun
Ekstrak Kembang Ungu Merah Muda Putih Gading
Sepatu
Ekstrak Kulit Manggis Coklat Keungu”an Orange Muda Orange Tua
Ekstrak Kunyit Orange Tua Kuning Orange Muda
G. Jawaban Pertanyaan
1. Apakah yang dimaksud dengan Indikator?
Jawab: Indikator merupakan variabel kendali yang bisa dipakai
mengukur perubahan yang terjadi kepada suatu kejadian maupun
kegiatan.
2. Tuliskan Beberapa Indikator yang sering digunakan dalam pengujian
sifat larutan!
Jawab: Untuk menguji keasaman atau kebasaan suatu zat atau larutan
dapat digunakan kertas lakmus, indikator universal, pH-meter, larutan
indikator, dan indikator alami. Untuk menguji keasaman atau kebasaan
suatu zat atau larutan dapat digunakan kertas lakmus, indikator universal,
pH-meter, larutan indikator, dan indikator alami
a. Kertas Lakmus
Kertas lakmus terbagi menjadi 2 jenis, yaitu lakmus merah dan Biru.
Kertas lakmus adalah indikator asam basa yang paling praktis, mudah
dan murah, serta penggunaannya sangat mudah.
Kertas lakmus juga memiliki kelemahan, yaitu tidak dapat digunakan
untuk mengukur secara teliti hal ini dikarenakan, perubahan warna yang
ditujukan tidak dapat menunjukan secara tepat tingkat pH larutan. Tabel.
Perubahan warna kertas lakmus pada berbagai jenis larutan
b. Larutan Indikator
Larutan indikator yang sering di gunakan adalah fenolftalein (PP),
metil merah (mm), metil jingga (mo), dan bromtimol blue (BTB).
Larutanm indikator dipergunakan dalam laboratorium untuk titrasi
larutan. Penggunakan larutan indikator pada titrasi harus dengan
ketelitian pengamatan yang tinggi. Hal ini dikarenakan, perubahan warna
akan terjadi hanya dengan beberapa mL
c. Indikator Universal
Indikator universal akan memberikan warna tertentu jika di teteskan
atau dicelupkan kedalam larutan asam atau basa. Warna yang terbentuk
kemudian di cocokan dengan warna standar yang sudah diketahui nilai
pHnya. Nilai pH dapat ditentukan dengan indikator pH (indikator
universal), yang memperlihatkan warna bermacam-macam untuk tiap
niali pH yang relatif sempit hal ini karena indikator universal di lengkapi
dengan peta warna, sehingga kita bisa menentukan nilai pH zat
berdasarkan warna-warna tersebut.
Makin asam suatu larutan makin kecil nilai pH-nya. Larutan dengan
pH = 1 itu artinya mereka akan memiliki 10 kali lebih besar sifat asam
daripada mereka yang memiliki larutan dengan pH = 2, itu juga berlaku
untuk larutan dengan pH sama dengan 1 yanga akan memiliki sifat 100
sifat asam yang lebih besar daripada mereka larutan yang memiliki pH
sama dengan 3 dan seterusnya. Makin besar nilai pH suatu zat, maka zat
tersebut makin basa.
d. pH-meter
pH meter adalah salah satu peralatan yang dapat membantu kita
dalam menentukan pH suatu larutan. pH meter mempunyai elektroda
yang dapat di celupkan kedalam larutan yang akan diukur pH-nya. Nilai
pH dapat dengan mudah dilihat secara langsung melalui angka yang
tertera pada layar digital dari alat tersebut.
e. Indikator Alami
Beberapa tumbuhan dapat digunakan sebagai indikator karena
tumbuhan tersebut memperlihatkan perubahan warna dalam larutan asam
atau basa. Jenis atau bagian tumbuhan yang dapat digunakan sebagai
indikator alami, anatara lain bunga sepatu, mawar, kunyit, dan kubis
ungu. Indikator ini banyak digunakan di labolatorium sekolah karena
penggunaan mereka relatif minim “biaya”.

H. Kesimpulan
1. Pada senyawa asam kertas lakmus biru akan menjadi merah dan kertas
lakmus merah tetap merah.
2. Pada senyawa basa lakmus merah akan menjadi biru dan lakmus biru
akan tetap menjadi biru.
3. Untuk menggetahui indikator asam/basa alami yang terdapat pada,
bungga sepatu, kulit manggis dan kunyit dapat di tetesi dengan Air
Sabun dan asam asetat (CH3CooH). sehingga dapat menentukan asam
atau basa .