Anda di halaman 1dari 7

TUGAS

UJIAN TENGAH SEMESTER

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Analisis Kebijakan Publik
Dosen Pengampu Dr. H. Amin Haidar ,M.Pd

Oleh:
Anisa Nurhuda Utami
2019.8.1.4.0056
Kelas C

PASCASARJANA
PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM BUNGA BANGSA CIREBON
(IAI BBC)
Jl. Widarasari III Tuparev Cirebon
2020
ANALISIS KEBIJAKAN
MASALAH YANG DI HADAPI DI SMA NEGERI 1 CIWARU
KABUPATEN KUNINGAN
“SISWA TIDAK TERTIB ATURAN”

1. Anda Diminta Melaporkan Salah Satu Kebijakan


a. Latar Belakang
Pendidikan adalah salah satu alat yang digunakan membentuk manusia yang
berkepribadian dan berkesadaran. Pendidikan dan manusia adalah suatu kesatuan
yang utuh yang tak dapat terpisahkan dalam kaitannya dengan proses
pengembangan diri. Manusia tentunya tidak akan terlepas dari kebutuhan akan
pengetahuan, belajar dan bagaimana pendidikan itu mampu menjadi penopang
dalam membuat manusia mengetahui keberadaan dirinya sebagai manusia
mandiri. Pendidikan dalam perkembangannya menuntut adanya suatu organisasi
yang mandiri untuk melahirkan manusia-manusia yang unggul dan berkarakter
demi tercapainya hakikat dari pendidikan itu sendiri.
Dunia persekolahan di Indonesia sekarang memperlihatkan beragam masalah
yang semakin hari semakin kompleks, beberapa masalah yang terbesar yang
dialami sekolah hari ini adalah perilaku-perilaku siswa yang menyimpang,
misalnya semangat belajar yang semakin hari semakin meningkat, kemerosotan
moral, membolos pada saat jam pelajaran masih berlangsung. Berbagai upaya
pelaksanaan yang telah dilakukan sekolah untuk mengurangi penyimpangan
tersebut dengan membuat pelaksanaan tata tertib sekolah sebagai alat kontrol atau
rekayasa sosial terhadap siswa. Pelaksanaan tata tertib ini tentunya mempunyai
tujuan agar siswa mengetahui tugas, hak dan kewajibannya.
Agar siswa mengetahui hal–hal yang diperbolehkan dan kreatifitas
meningkat serta terhindar dari masalah–masalah yang dapat menyulitkan dirinya.
Agar siswa mengetahui dan melaksanakan dengan baik dan sungguh–sungguh
seluruh kegiatan yang telah diprogramkan oleh sekolah baik intrakurikuler
maupun ektrakurikuler.
Tata tertib adalah salah satu norma dasar dalam kerangka konseptual yang
berisi kebijakan yang mengatur ketimpangan psikologis siswa yang dalam
perkembangannya menimbulkan penyimpangan-penyimpangan dalam hubungan
interaksi antar siswa dengan siswa lain, siswa dengan guru, siswa dengah kepala
sekolah dan berbagai pola interaksi dengan komponen yang ada dalam organisasi
sekolah. Dalam penyelesaian masalah dalam sekolah dengan merumuskan suatu
pelaksanaan aturan untuk menghentikan penyimpangan-penyimpangan yang
berpotensi akan selau muncul dalam perkembangan psikologi siswa dalam
aktivitas belajar dan juga banyak dipengaruhi oleh lingkungan juga perkembangan
pertumbuhan usia anak membuat siswa semakin sadar akan keberadaannya.
Pelakasanaan tata tertib sekolah mempunyai dua fungsi yang sangat penting
dalam membantu membiasakan anak mengendalikan dan mengekang perilaku
yang diinginkan, pertama, peraturan mempunyai nilai pendidikan dan kedua,
peraturan membantu mengengkang perilaku yang tidak diinginkan, sedangkan
pelanggaran tata tertib adalah bentuk kenakalan siswa yang dilakukan menurut
kehendaknya sendiri tanpa menghiraukan peraturan yang telah dibuat.
b. Rumusan Masalah
Berawal dari masalah tersebut yang sering terjadi di SMA Negeri 1 Ciwaru
yaitu siswa sering tidak mentaati tata tertib yang merupakan masalah yang hampir
terjadi setiap hari seperti pelanggaran pada pemakaian seragam sekolah, rambut
dan makeup untuk perempuan yang berlebihan, telat masuk di jam pelajaran
karena nongkrong dikantin. Oleh karena itu harus diselesaikan. Sehingga dalam
perumusan masalahnya adalah Bagaimana solusi dalam mengatasi siswa
melanggar aturan tata tertib di SMA Negeri 1 Ciwaru Kabupaten Kuningan?
c. Sasaran Kebijakan
Siswa- siswi SMA Negeri 1 Ciwaru Kabupaten Kuningan karena di buat
supaya mereka tidak melanggar aturan lagi.

2. Mengapa itu disebut Kebijakan?


Analisis pada siswa yang tidak tertib aturan disebut kebijakan karena sesusai
dengan pengertiannya bahwa kebijakan adalah serangkaian tindakan/kegiatan yang
diusulkan oleh seseorang, kelompok atau pemerintah dalam suatu lingkungan tertentu
di mana terdapat hambatan-hambatan (kesulitan-kesulitan) dan kemungkinan-
kemungkinan (kesempatan-kesempatan) di mana kebijakan tersebut diusulkan agar
berguna dalam mengatasinya untuk mencapai tujuan yang dimaksud. Begitupun pada
permasalahan di SMA Negeri 1 Ciwaru yang siswanya yang tidak tertib aturan,
kepala sekolah dan guru memberi kebijakan untuk para siswa dengan serangkaian
cara dan langkah agar meminimalisir kesalahan pelanggaran aturan tata tertib sekolah.

3. Proses Pembuatan Kebijakan


Proses Pembuatan Kebijakan di SMA Negeri 1 Ciwaru
1. Perumusan Masalah
Berawal dari masalah yang sering terjadi di SMA Negeri 1 Ciwaru yaitu siswa
sering tidak mentaati tata tertib yang merupakan masalah yang hampir terjadi setiap
hari seperti pelanggaran pada pemakaian seragam sekolah, rambut dan makeup untuk
perempuan yang berlebihan, telat masuk di jam pelajaran karena nongkrong dikantin.
Oleh karena itu harus diselesaikan. Sehingga dalam perumusan masalahnya adalah
Bagaimana solusi dalam mengatasi siswa melanggar aturan tata tertib di SMA
Negeri 1 Ciwaru Kabupaten Kuningan?
2. Agenda Kebijakan
Sebuah tuntutan agar para pembuat kebijakan memilih atau merasa terdorong untuk
melakukan tindakan mengatasi siswa melanggar aturan karena siswa sering sekali
melakukan hal ini dan berpotensi diulangi seiring berjalanya waktu dan berpotensi
membawa dampak buruk bagi yang lainya.
3. Pemilihan Alternatif Kebijakan untuk memecahkan Masalah
Alternatif cara mengatasi siswa melanggar aturan:
a. Peningkatan rasio tenaga guru BK
Berdasarkan situasi ini pihak sekolah harusnya menambah tenaga guru BK untuk
mengurangi angka pelanggaran dengan bimbingan konseling yang maksimal.
Sehingga guru BK yang pada fungsi dan tanggung jawabnya terbatas pada
pemantauan atau pengawasan secara rutin akan bertambah fungsinya dengan
melakukan upaya fungsi pengawasan yang memusatkan di lingkungan sekolah
yang rentan terhadap potensi pelanggaran.
b. Pemeriksaan secara insidentil
Pemeriksaan ini diadakan secara tidak terjadwal atau diadakan secara tiba-tiba
dan tidak diketahuai oleh siswa. Biasanya ini dilaksanakan sekali dalam
seminggu. Berikut adalah hasil wawancara dengan salah seorang guru BK.
Pemeriksaan insidentil ini adalah salah satu upaya untuk mengurangi angka
pelanggaran dan memberikan efek terhada siswa yang sering membawa barang-
barang yang mengganggu proses pembelajaran.
c. Peningkatan Kerjasama Guru dengan Orang Tua Siswa
Dengan adanya peningkatan hubungan ini akan mengurangi dampak negatif yang
ditimbulkan dari kurangnya pemahaman siswa tentang pentingnya pelaksanaan
tata terti dan mengurangi pelanggaran tata tertib yang setiap hari terjadi.
d. Penyelesaian kasus lewat bimbingan kelompok
Penyelesaian ini digunakan untuk pelanggaran yang sifatnya ringan, misalnya
terlambat pada hari itu secara bersamaan atau frekuensinya banyak dengan
pelanggaran yang sama maka akan dibimbing secara musyawarah. Agar diantara
siswa-siswi tang terlambat mempunyai beban moral atau malu terhadap dirinya
sendiri maupun sesame temannya.
e. Penyelesaian Kasus melalui Konfrensi Kasus
Penyelesaian kasus ini melalui konfrensi kasus ini adalah penyelesaian tingkat
akhir dengan jenis pelanggaran tertentu yang sifatnya rawan atau apabila ada
kasus yang berlarut-larut. Penyelesaian ini pada dasarnya bersifat kekeluargaan,
jika siswa tersebut masih ingin memperbaiki perilakunya dengan dibuatkan surat
pernyataan untuk tidak lagi melakukan kedua kalinya.
f. Penataan tempat kantin
Penataan tempat-tempat sarana dan prasarana sekolah juga penting untuk
dilakukan sebab siswa-siswi mencari tempat yang nyaman bagi mereka untuk
menemukan kebebasannya seolah-olah tidak ada yang melarangnya. Tempat-
tempat seperti ini misalnya kantin, lapangan olahraga dan lapangan yang kosong.
Tempat-tempat ini kerap kalai dijadikan sebagai tempat untuk melakukan
perilaku yang menyimpang baik secara berkelompok maupun secara perorangan.
Harusnya tempat-tempat seperti kantin posisi yng dekat dengan ruang guru BK
agar kontrol terhadap siswa-siswi bisa dipantau selama proseo pembelajaran
berlangsung dan jam-jam istrahat
4. Tahap Penetapan Kebijakan
Disetujui pihak sekolah bahwa penanganan masalah siswa melanggar aturan tata
tertib sekolah dengan cara dihitung perpoint. Misal terlambat 20 point,
menggunakan sepatu putih di hari Senin-Kamis 5 point, bolos pelajaran dan memilih
dikantin 15 point dll. Sanksi jika sudh mencapai 100 point maka diberi surat
pemanggilan untuk orang tua. Siswa yang sering melanggar aturan sangat besar
pengaruhnya terhadap prestasi belajarnya karena dapat mempengaruhi konsentrasi
belajar yang pada akhirnya dapat mengganggu fikiran tentang materi yang sedang
dibahas atau sedang diterangkan oleh Bapak atau Ibu guru.
5. Pelaksanaan Kebijakan
Dalam pelaksanaanya kebijakan harus dilaksanakan secara terpadu dengan
melibatkan semua pihak yang terkait yaitu siswa, guru piket, guru pelajaran, wali
kelas, guru BP/BK dan kesiswaan serta dukungan orang tua supaya siswa tidak
melanggar aturan tata tertib lagi.

4. Proses Analisis Kebijakan Sesuai dengan Teori


Menurut Friedrik (1963) kebijakan merupakan serangkaian tindakan yang
diajukan seseorang, group, serta juga pemerintah dalam lingkungan tertentu dengan
mencantumkan kendala-kendala yang dihadapi dan juga kesempatan yang
memungkingkan pelaksanaan usulan itu dalam upaya mencapai tujuan.
Menurut Mustopadidjaja kebijakan ialah suatu keputusan suatu organisasi yang
dimaksudkan untuk dapat mengatasi permasalahan tertentu ialah sebagai keputusan atau
untuk mencapai tujuan tertentu, berisikan ketentuan-ketentuan yang bisa dijadikan
pedoman perilaku dalam:
1. pengambilan sebuah keputusan lebih lanjut, yang harus dilakukan baik itu kelompok
sasaran ataupun (unit) suatu organisasi pelaksana kebijakan,
2. penerapan atau juga pelaksanaan dari suatu kebijakan yang sudah ditetapkan baik
dalam hubungan dengan (unit) organisasi pelaksana ataupun dengan kelompok
sasaran yang dimaksudkan.
Setelah peninjauan analisis kebijakan di lapangan yaitu di SMA Negeri 1 Ciwaru bahwa
pelaksanaan kebijakan sesuai dengan teori tersebut. Dimana kebijakan tersebut
dilaksanakan sesuai dengan langkah langkah agar terciptanya tujuan yang diharapkan.
Penilaian Kebijakan
Kasus siswa tidak tertib aturan dapat ditangani dengan melakukan berbagai
pendekatan, salah satunya dengan pendekatan berbasis sekolah. Hal pertama yang dapat
dilakukan adalah dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada guru dalam
menangani siswa tersebut. lebih lanjut guru dapat memberikan edukasi mengenai
pendidikan karakter kepada siswa dalam rangka meningkatkan kedisiplinan siswa yang
datang terlambat ke sekolah dengan upaya untuk menumbuhkan konsep diri siswa dapat
berperilaku disiplin, guru disarankan bersifat empatik, menerima hangat dan terbuka.
Guru terampil berkomunikasi yang efektif sehingga mampu menerima perasaan dan
mendorong kepatuhan siswa. Guru disarankan dapat menunjukkan secara tepat perilaku
yang salah sehingga membantu siswa dalam mengatasinya dan memanfaatkan akibat-
akibat logis dan alami dari perilaku yang salah.