Anda di halaman 1dari 2

KONSEP KEKERASAN

Kekerasan merupakan perilaku yang tercela. Kekerasan dapat berdampak pada suatu kehidupan
manusia. Dari yang batin hingga menyebabkan suatu kematian. Jika kita melanggar, dapat dijatuhkan
pidana berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana(KUHP) dan beberapa peraturan di luar KUHP
(TindakPidana Khusus). Kekerasan ini di anggap sebagai tindak kejahat an. Karena, kekerasan
melanggar hukum yang ada. Kekerasan pada dasarnya didefinisikan tindakan seseorang yang dapat
merusak psikis atau fisik orang lain.
Kekerasan yang terjadi dalam masyarakat termasuk dalam tindakan menyimpang karena pada
dasarnya kekerasan tentu membuat kerugian pada orang lain. Alasan pelaku melakukan hal tersebut
karena ebagai akibat tekanan fisik atau psikis pelaku kekerasan. Kekerasan dicenderungkan untuk
diselesaikan, sehingga tidak merugikan bagi pelaku dan korban. Penyelesaiannya tersebut dapat dibenahi
dalam undang-undang maupun kaedah lainnya.
Pada analisis kekerasan dibedakan dalam bentuknya yang bermacam-macam. Salah satu
terbesarnya adalah ketidak adilan yang berhubungan dengan sektor ekonomi. Faktor ini dapat
menyebabkan kekerasan yang berbasis kultural di Indonesia. Akulturasi budaya orang yang dimiliki kulit
putih pada suku Indian dengan membenarkan segala cara telah berdampak dan menyebabkan orang
Indian tidak hanya berhubungan dengan budaya dan agama orang kulit putih, tetapi juga cara berdagang
membuat terpandak buruk dari norma/kebiasaan hidup penduduk asli.
“kekerasan merupakan setiap kondisi fisik, emosional, velbal, institusional, struktural atau spiritual,
juga perilaku, sikap, kebijakan atau kondisi yang melemahkan, mendominasi atau menghancurkan
diri kita sendiri dan orang”-(Galtung,1971)
Menurut Galtung konsep kekerasan terbagi menjadi 3 yaitu kekerasan langsung, kekerasan
kultural, dan struktural:

 Kekerasan Langsung
Kekerasan ini merupakan kekerasan yang tindakannya mengganggu fisik dan jiwa seperti
perang, pemukulan, penyerangan, penyiksaan. Dan kekerasan langsung berargumen bahwa dalam
kondisi tertentu ia dapat membunuh orang lain
Di dalam kekerasan ini terdapat korbaan dan pelaku langsung. Selain itu, dalam
kekerasan langsung dibagi menjadi:
 Kekerasan verbal
Kekerasan yang tercipta dari bentuk ucapan dan berakibat pada mental seseorang.
 Kekerasan klasik
Kekerasan yang tercipta dari bentuk kekuatan dari kekuatan fisik dan berakibat pada
fisik korban.
 Kekerasan Struktural
Kekerasan yang banyak nya berada ranah politik, hukum, ekonomi, atau perikalu
kebiasaan manusia. Kekerasan ini bisa dilakukan individu maupun kelompok. Sebenarnya,
kekerasan ini jauh lebih luas dan jika disadari structural bisa membunuh lebih banyak orang.
Karena kepuasan akan kebutuhan dasar mereka terampas.

 Kekerasan Kultural
Kekerasan ini merupakan mengendali dari kekerasan langsung dan struktural. Kekerasan
ini muncul pada rasa kebencian, kecurigaan, dan ketakukan.
Refrensi:
Andi Hamzah. Azas-azas Hukum Pidana. Rineka Cipta. Jakarta. 2008.Indriyanto Seno Adji. Humanisme Dan Pembaharuan
PenegakanHukum. Kompas. Jakarta. 2009

Galtung, J. (1990), ‘Cultural Violence’, Journal of Peace Research, Vol. 27, No 3.