Anda di halaman 1dari 18

RAKBAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Radar merupakan salah satu teknologi yang sangat berkembang
utamanya dalam dunia penerbangan dan pelayaran. Radar dapat menggantikan
fungsi mata manusia untuk memantau objek pada jarak jauh dalam jangkauan
yang telah ditentukan dalam spesifikasinya. Radar adalah suatu system
gelombang elektromagnetik yang berguna untuk mendeteksi, mengukur jarak
dan membuat map benda-benda seperti pesawat terbang, berbagai kendaraan
bermotor dan informasi cuaca (hujan). Panjang gelombang yang dipancarkan
radar adalah beberapa milimeter hingga satu meter. Gelombang radio/sinyal
yang dipancarkan dan dipantulkan dari suatu benda tertentu akan ditangkap
oleh radar. Dengan menganalisa sinyal yang dipantulkan tersebut, pemantul
sinyal dapat ditentukan lokasinya dan kadang-kadang dapat juga ditentukan
jenisnya. Meskipun sinyal yang diterima relatif lemah/kecil, namun radio
sinyal tersebut dapat dengan mudah dideteksi dan diperkuat oleh radar. Istilah
radar dikenal pada tahun 1941 yang merupakan singkatan dari Radio Detection
and Ranging. Radar digunakan dalam banyak konteks, termasuk dalam bidang
pengendalian lalu lintas udara (Air Traffic Control) maupun laut, yaitu untuk
mendeteksi pesawat atau kapal, baik ketika berada di landasan atau dermaga
maupun ketika sedang di udara atau dilaut.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana sejarah perkembangan radar?
2. Apa yang dimaksud dengan citra radar dan karakteristik dari radar?
3. Sebutkan dan jelaskan jenis – jenis dan sistem radar?
4. Bagaimana cara kerja radar?
5. Apa manfaat dari radar?
6. Apa kelebihan dan kekurangan dari radar?

1
C. Tujuan Penulisan
1. Mahasiswa dapat mengetahui sejarah perkembangan radar
2. Mahasiswa dapat mengetahui pengertian dari citra radar beserta
karakteristik
3. nya.
4. Mahasiswa dapat mengetahui jenis – jenis radar
5. Mahasiswa dapat mengetahui cara kerja radar
6. Mahasiswa dapat mengetahui manfaat radar
7. Mahasiswa dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan radar

D. Manfaat Penulisan
Melalui makalah ini diharapkan mahasiswa dapat mengetahui seluk beluk
tentang radar.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Radar
Radar adalah singkatan dari Radio Direction And (Radio) Raging. Sesuai
dengan namanya radar digunakan untuk mendeteksi posisi pesawat yang
dinyatakan dengan arah atau azimuth yang mengacu pada arah Utara dan pada
jarak (range) tertentu dari antena.
Radar bekerja dengan menggunakan gelombang radio yang dipantukan
dari permukaan objek. Radar menghasilkan sinyal energi elektromagnetik yang
difokuskan oleh antenna dan ditransmisikan ke atmosfer. Benda yang berada
dalam alur sinyal elektromagnetik ini yang disebut objek, menyebarkan energi
elektromagnetik tersebut. Sebagian dari energi elektromagnetik tersebut
disebarkan kembali ke arah radar. Antena penerima yang biasanya juga
antenna pemancar menangkap sebaran balik tersebut dan memasukkannya ke
alat yang disebut receiver.
Sedangkan alat pendeteksi konvensional, radar atau kepanjangannya
Radio Detection and Ranging, menggunakan gelombang radio untuk
pendeteksian. Jika gelombang yang dipancarkan mengenai benda (dalam hal
ini adalah pesawat) akan berbalik arah, dan waktu yang diperlukan untuk
kembali lewat alat penerima dapat mengetahui informasi jarak, kecepatan,
arah, dan ketinggian.

B. Karakteriastik Citra Radar


Citra radar memiliki karakteristik yang secara mendasar berbeda dengan
berbagai citra yang diperoleh secara obtis seperti citra satelit ataupun foto
udara. Karakteristik ini terkait dengan teknik yang digunakan dalam
pengambilan citra radar dan juga pada konsep radiometri. Citra radar yang
tercetak menjadi bentuk hardcopy akan nampak sangat berbeda dengan citra
yang dihasilkan dari citra satelit lain ataupun pandangan mata manusia.

3
Bayangan pada citra radar terkait dengan kemiringan pancaran energi
gelombang mikro dari sistem radar, bukan karena faktor geometri sudut
pancaran matahari. Tingkat keabu-abuan (greyscale) pada citra radar terkait
dengan kekuatan relatif gelombang mikro yang dipencarbalikkan oleh elemen
bentang lahan. Intensitas nilai pencarbalikan sinyal akan berragam tergantung
pada kekasaran bentang lahan dan kemiringan lahan. Sinyal radar terutama
terkait dengan kondisi geometris area yang menjadi target. Parameter yang
digunakan dalam analisis citra radar adalah rona, tekstur, bentuk, struktur, dan
ukuran.
a) Rona.
Rona pada citra radar adalah intensitas rata-rata dari sinyal yang
terpencarbalikkan. Sinyal yang tinggi akan dimunculkan dengan rona yang
cerah, sedangkan sinyal rendah akan dimunculkan dengan rona gelap.
b) Tekstur
Tekstur pada citra radar terkait dengan distribusi spasial dari resolusi sel.
Terdapat tiga golongan tekstur pada citra radar ini yaitu tekstur mikro,
tekstur meso dan tekstur makro.
c) Bentuk
Bentuk dapat didefinisikan sebagai bentuk spasial yang terkait dengan
kontur yang relatif konstan atau batas-batas obyek secara sederhana.
Beberapa obyek seperti jalan, jembatan, landasan pesawat terbang, dan lain-
lain dapat dikenali dari bentuknya.
d) Struktur
Struktur adalah susunan obyek secara spasial yang meliputi seluruh wilayah
dengan konfigurasi yang berulang.
e) Ukuran
Ukuran obyek ini digunakan sebagai elemen pengenal secara kualitatif pada
citra radar. Ukuran dari obyek yang dikenali pada citra memberikan
pemahaman relatif tentang skala dan berbagai dimensi dari obyek-obyek
yang lain.

4
C. Sejarah Radar
Diakhir tahun 1940-an, radar telah diintegrasikan ke dalam sistem
pemanduan lalu lintas udara . Sejak itu telah banyak kemajuan yang dicapai
baik peralatan maupun prosedur sehingga radar saat ini mempunyai kinerja
jauh lebih baik dibandingkan yang dibayangkan semula beberapa tahun yang
lampau. Peralatan radar saat ini telah dipasang di hampir seluruh unit pemandu
lalu lintas udara di seluru dunia. Sistem radar sangat membantu tenaga
pemandu lalu lintas udara yaitu menjaga keselamatan, kelancarandan
keteraturan lalul intas udara.
Keberadaan radar pertama kali adalah merupakan gagasan dari dua
ilmuan Jerman yaitu Heinrich dan Christian Hulsmeyer, pada tahun 1922.
Percobaan dilakukan oleh kedua ilmuan tersebut dan selanjutnya mereka dapat
mempraktekan di lapangan. Mereka gunakan untuk menghindarkan tabrakan
antar kapal laut di lautan. Dari situlah akhirnya membawa arah perkembangan
radar. Sistem radar pertamakali digunakan pada tahun 1925 oleh Gregory Briet
dan Merle A. Tune dari Amerika.
Pada tahun 1930, dilakukan penyelidikan penggunaan radio untuk
mencari kapal laut dan pesawat terbang musuh oleh Angkatan Laut Amerika
Serikat. Dan hasilnya adalah alat tersebut mampu mendeteksi pesawat dengan
mengunakan panntulan gelombang radio. Setelah berhasil dilakukan lagi untuk
selanjutnya penelitian mengembangkan instrument untuk mengumpulkan data,
mencatat data secara otomatis dan mengkorelasikan data untuk menunjukan
posisi, sudut dan kecepatan kapal laut atau pesawat terbang.
Kemajuan berlanjut pada tahun berikutnya dilakukan oleh Angkatan
Darat dan Laut Amerika. Selama Perang Dunia II, industri radar mencapai
puncaknya. Banyak perusahaan elektronik yang memperoleh kontrak untuk
pembatan peralatan radar. Badan Penerbangan Inggris mengakui kuntungan
yang diperoleh dari radar dalam sistem pengendalian Lalu Lintas Udara. Pada
Badan Meteorologi Amerika memanfaatkan radar dalam melacak badai untuk
mengadakan perkiraan cuaca sedini mungkin.

5
Penggunaan radar dalam pengendalian Lalu Lintas Udara pertama
kalinya adalah untuk alat bantu pendaratan. Setelah pengembangan peralatan
yang lebih baik,peralatan tersebut kemudian ditingkatkan untuk mengatur arus
lalu lintas. Radar telah memungkinkan pengendalian Lalu lintas Udara untuk
melihat dan mengarahkan pesawat guna menghindarkan tabrakan antar pesawat
atau antara pesawat dan rintangan di darat.

D. Jenis – Jenis Radar


1. Doppler Radar

Doppler radar merupakan jenis radar yang mengukur kecepatan radial


dari sebuah objek yang masuk ke dalam daerah tangkapan radar dengan
menggunakan Efek Doppler. Hal ini dilakukan dengan memancarkan sinyal
microwave (gelombang mikro) ke objek lalu menangkap refleksinya, dan
kemudian dianalisis perubahannya. Doppler radar merupakan jenis radar
yang sangat akurat dalam mengukur kecepatan radial. Contoh Doppler radar
adalah Weather Radar yang digunakan untuk mendeteksi cuaca.

2. Bistatic Radar

6
Bistatic radar merupakan suatu jenis sistem radar yang komponennya
terdiri dari pemancar sinyal (transmitter) dan penerima sinyal (receiver), di
mana kedua komponen tersebut terpisah. Kedua komponen itu dipisahkan
oleh suatu jarak yang dapat dibandingkan dengan jarak target/objek. Objek
dapat dideteksi berdasarkan sinyal yang dipantulkan oleh objek tersebut ke
pusat antena. Contoh Bistatic radar adalah Passive radar. Passive radar
adalah sistem radar yang mendeteksi dan melacak objek dengan proses
refleksi dari sumber non-kooperatif pencahayaan di lingkungan, seperti
penyiaran komersial dan sistem komunikasi

E. Sistem Radar
1. Komponen sistem radar
Sistem radar terdiri dari 3 komponen yaitu sebagai berikut.
1) Antena

Antena yang terletak pada radar merupakan suatu antena reflektor


berbentuk piring parabola yang menyebarkan energi elektromagnetik dari
titik fokusnya dan dipantulkan melalui permukaan yang berbentuk
parabola. Antena radar memiliki du akutub (dwikutub). Input sinyal yang
masuk dijabarkan dalam bentuk phased-array (bertingkat atau bertahap).
Ini merupakan sebaran unsur-unsur objek yang tertangkap antena dan
kemudian diteruskan ke pusat sistem RADAR.

7
2) Pemancar sinyal (transmitter)

Pada sistem radar, pemancar sinyal (transmitter) berfungsi untuk


memancarkan gelombang elektromagnetik melalui reflektor antena. Hal
ini dilakukan agar sinyal objek yang berada didaerah tangkapan radar
dapat dikenali. Pada umumnya, transmitter memiliki bandwidth dengan
kapasitas yang besar. Transmitter juga memiliki tenaga yang cukup kuat,
efisien, bisa dipercaya, ukurannya tidak terlalu besar dan tidak terlalu
berat, serta mudah dalam hal perawatannya.

3) Penerima sinyal (receiver)


Pada sistem radar, penerima sinyal (receiver) berfungsi sebagai
penerima kembali pantulan gelombang elektromagnetik dari sinyal objek
yang tertangkap oleh radar melalui reflektor antena. Pada umumnya,
receiver memiliki kemampuan untuk menyaring sinyal yang diterimanya
agar sesuai dengan pendeteksian yang diinginkan, dapat memperkuat
sinyal objek yang lemah dan meneruskan sinyal objek tersebut ke
pemroses data dan sinyal (signal and data processor), dan kemudian
menampilkan gambarnya di layarmonitor (display).
Komponen lain dari system radar ialah sebagai berikut.
a) Modulator, adalah alat pengendali transmitter dengan menentukan
waktu dan jumlah sinyal yang harus ditransmisikan.
b) Duplexer sebagai penghubung antara transmitter dan receiver.

8
c) Layar tampilan, menampilkan informasi actual tentang pulsa yang
telah kembali.
d) Signal procesor sebagai pengolah sinyal kembali.

Adapun hubungan antara komponen radar diatas dapat dilihat pada


gambar berikut ini.

2. Penginderaan jauh sistem radar


Didalam Patandean, A. J. 2005, Terdapat beberapa penginderaan jauh
sistem radar yaitu sebagai berikut.
1) Asas penginderaan
Karena penginderaan jauh system radar merupakan penginderaan
jauh system aktif, tenaga elektromagnetik yang digunakan didalam
penginderaan dibangkitkan pada sensor. Tenaga ini berupa pulsa
bertenaga tinggi yang dipancarkan dalam waktu sangat pendek yaitu
sekitar 10-6 detik. Pancaran ditunjukkan kearah tertentu, bila pulsa radar
mengenai objek, pulsa itu dapat dipantulkan kembali ke sensor radar.
Sensor tersebut akan mengukur dan mencatat waktu dari saat pemancaran
hingga kembali kesensor dan juga mengukur dan mencatat intensitas
tenaga balik pulsa itu. Berdasarkan waktu perjalanan pulsa radar dapat
diperhitungkan jarak objek sedangkan berdasarkan intensitas tenaga

9
baliknya dapat ditaksir jenis objeknya. Intensitas atau kekuatan pulsa
radar yang diterima kembali oleh sensor menentukan karakteristik
spectral objek pada citra radar.
Sensor radar dapat dipasang pada permukaan tanah, dipesawat
terbang, maupun disatelit. Keluarannya ada 2 jenis yaitu data non citra
dan citra non radar. Data non citra terdiri dari system radar Doppler
untuk mengukur kecepatan kendaraan.

2) Panjang gelomabang dan daya tembus pulsa radar


Daya tembus pulsa radar dapat dibedakan atas dua jenis yaitu daya
tembus terhadap atmosfer dan terhadap permukaan tanah. Hambatan
atmosfer terbesar dialami oleh pulsa radar yang bergelomaang pendek.
Pulsa radar saluran x dapat menembus kabut, debu, awan dan semua
hambatan atmosfer kecuali hujan lebat. Pulsa radar dapat menembus
beberapa jenis awan, akan tetapi hujan dan awan tebal memantulkannya.
Pulsa radar saluran L sering disebut memiliki kemampuan disegala
cuaca Karen ia dapat menembus segala hambatan atmosfer termasuk
hujan lebat.
Daya tembus pulsa radar terhadap permukaan tanah sangat
bergantung atas panjang gelombangnya dan kompleks dielectric
konstantanya. Daya tembus semakin besar jika panjang gelombang
semakin besar pula. Daya tembusnya kecil bagi objek yang kkompleks
dieletriknya tinggi. Bagi objek lembab, daya tembus sangat kecil hingga
dapat diabaikan.
Avery dan berlin yang mendasarkan atas pendapat bloem (1984),
menyatakan bahwa secara teoritik gelombang radar dapat menembus
permukaan tanah apabila:
a) butir – butir material penutupnya kurang dari sepersepuluh panjang
gelombangnya.
b) kelembapannya kurang dari 1 % tebal lapisan penutup tidak lebih dari
beberapa meter.

10
3) Sensor
a) Real Aperture Radar (RAR)
Cara kerja sensor RAR ialah:
- Pemancar membangkitkan pulsa radar
- Pulsa diarahkan objek target oleh antena
- Pancaran pulsa membentuk berkas seperti kipas dengan arah tegak lurus
terhadap jalur terbang
- Penerima menerima pulsa radar balik menjadi sinyal video (elektrik)
b) Synthetic Aperture Radar (SAR)
Synthetic Aperture Radar adalah teknologi radar imaging yang
memanfaatkan teknik pemrosesan sinyal untuk membuat agar antenna
berukuran kecil dapat memberikan hasil seperti antenna yang berukuran
lebih panjang dengan cara  menggerakkan antenna tersebut.

F. Cara Kerja Radar


Pada umumnya, radar beroperasi dengan cara menyebarkan tenaga
elektromagnetik terbatas di dalam piringan antena. Tujuannya adalah untuk
menangkap sinyal dari benda yang melintas di daerah tangkapan antena yang
bersudut 200 – 400. Ketika ada benda yang masuk ke dalam daerah tangkapan
antena tersebut, maka sinyal dari benda tersebut akan ditangkap dan diteruskan
ke pusat sistem radar untuk kemudian diproses sehingga benda tersebut
nantinya akan tampak dalam layar monitor/display. Cara kerja radar seperti
gambar dibawah ini.

(Ilustrasi Kerja Radar)

11
Untuk lebih mudah memahami prinsip kerja dari radar, dapat
diumpamakan dengan peristiwa saat kita berteriak kedalam sumur dimana
ketika berteriak maka dalam beberapa detik kita kembali mendengar gema dari
suara kita sendiri. Gema terjadi karena beberapa gelombang suara dalam
teriakan kita memantul kembali dari permukaan baik dari permukaan air atau
permukaan didinding sumur iu sendiri. Lamanya waktu antara saat kita
berteriak dan saat kita mendengar gema ditentukan oleh jarak antara kita dan
permukaan benda yang menciptakan gema.

G. Manfaat Radar
Radar memiliki banyak manfaat diberbagai bidang, seperti sebagai
berikut.
1. Prakiraan cuaca
Weather Radar merupakan jenis radar cuaca yang memiliki
kemampuan untuk mendeteksi intensitas curah hujan dan cuaca buruk,
misalnya badai. Sedangkan, Wind Profiler merupakan jenis radar cuaca
yang berguna untuk mendeteksi kecepatan dan arah angin dengan
menggunakan gelombang suara (SODAR).

(Gambar Weather Radar ) (Gambar Wind Profiler)

12
2. Keperluan militer
Airborne Early Warning (AEW) merupakan sebuah sistem radar yang
berfungsi untuk mendeteksi posisi dan keberadaan pesawat terbang lain.
Sistem radar ini biasanya dimanfaatkan untuk pertahanan dan penyerangan
udara dalam dunia militer. Radar pemandu peluru kendali, biasa digunakan
oleh sejumlah pesawat tempur untuk mencapai sasaran/target penembakan.
Salah satu pesawat yang menggunakan jenis radar ini adalah pesawat
tempur Amerika Serikat F-14. Dengan memasang radar ini pada peluru
kendali udara (AIM-54 Phoenix), maka peluru kendali yang ditembakkan ke
udara itu (air-to-air missile) diharapkan dapat mencapai sasarannya dengan
tepat.

3. Keperluan kepolisian
Radar biasa dimanfaatkan oleh kepolisian untuk mendeteksi kecepatan
kendaraan bermotor saat melaju di jalan. Radar yang biasa digunakan untuk
masalah ini adalah radar gun (radar kecepatan) yang berbentuk seperti pistol
dan microdigicam radar.

13
4. Keperluan penerbangan
Dalam bidang penerbangan, penggunaan radar terlihat jelas pada
pemakaian Air Traffic Control (ATC). Air Traffic Control merupakan suatu
kendali dalam pengaturan lalu lintas udara. Tugasnya adalah untuk
mengatur lalu lalang serta kelancaran lalu lintas udara bagi setiap pesawat
terbang yang akan lepas landas (take off), terbang di udara, maupun yang
akan mendarat (landing). ATC juga berfungsi untuk memberikan layanan
bantuan informasi bagi pilot tentang cuaca, situasi dan kondisi bandara yang
dituju. radar mempunyai kelebihan dalam komunikasi. radar yang sangat
kuat dapat membantu pilot untuk melihat cuaca, layaknya pesawat terbang
dan lain lain.

14
5. Keperluan pelayaran
Dalam bidang pelayaran, radar digunakan untuk mengatur jalur
perjalanan kapal agar setiap kapal dapat berjalan dan berlalu lalang di
jalurnya masing-masing dan tidak saling bertabrakan, sekalipun dalam
cuaca yang kurang baik, misalnya cuaca berkabut.

6. Wifi Radar
Wifi radar adalah aplikasi yang dirancang untuk ponsel Nokia s60v3
ataupun bisa juga dicoba di Nokia s60v5 sebagai aplikasi unuk mendeteksi
keberadaan sinyal Wifi/Jaringan internet melalui sambungan gelombang
radio. Aplikasi Wifi Radar ini akan memberitahukan dengan notifikasi suara
jika aplikasi ini mendeteksi keberadaan Wifi, jadi menurut saya cukup
berguna bagi anda yang memilki ponsel ber-Wifi dan sering menggunakan
fasilitas Wifi jika berinternet. Anda tak perlu mencari sinyal Wifi secara
manual, tinggal mengaktifkan aplikasi Wifi Radar dan mengoperasikannya,
maka aplikasi Wifi Radar ini akan mendeteksi adanya sinyal Wifi yang
ditagkap oleh ponsel anda. Wifi radar ini sanga berguna bagi anda yang
suka memanfaatkan fasilitas Wifi untuk internetan, karena aplikasi ini akan
memberitahukan adanya sinyal wifi di tempat yang sedang dilewati.

H. Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Radar


Ada banyak keuntungan penggunaan radar untuk remote sensing. Sensor
radar tersedia pada semua kapabilitas cuaca sebagaimana energi gelombang
mikro menembus awan dan hujan, biarpun, hujan menjadi sebuah faktor pada
radar wavelength < 3 cm. Sensor radar merupakan system penginderaan jauh
yang aktif (active remote sensing system), independen terhadap cahaya
matahari, menyediakan sumber energi sendiri, dan juga mampu menyediakan
kemampuan pada siang/malam. Ada penetrasi partial terhadap vegetasi dan
tanah. Data radar menawarkan informasi berbeda dari daerah visible dan infra
merah dari spektrum elektromagnetik.

15
Ada pula kekurangan dari (drawback) data radar. Radar imagery
menampilkan “distorsi” yang melekat (inherent) pada geometry citra radar.
Juga satu yang harus dikoreksi untuk speckle (bintik, bercak, kurik) atau
coherent fading (warna yang pudar, kehilangan saling berlengketan). Radar
sensitive terhadap topografi, permukaan yang kasar seperti tanah lapang
(terrain) dan penutup tanah (ground cover), sifat-sifat dielektrik (dielectric
properties) (moisture content), dan gerakan. Semuanya ini bisa dihubungkan
dengan ciri-ciri permukaan seperti landform dan morfologinya, landcover
(penutup tanah), dan ciri-ciri hidrologis (hydrological features).

16
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Radar (Radio Detection and Ranging) adalah sebuah sistem yang
menggunakan gelombang elektromagnetik untuk mengidentifikasi keberadaan
suatu benda (arah dan kecepatan dari objek). Radar bekerja dengan
menggunakan gelombang radio yang dipantukan dari permukaan objek.Radar
menghasilkan sinyal energi elektromagnetik yang difokuskan oleh antenna
dan ditransmisikan ke atmosfer. Benda yang berada dalam alur sinyal
elektromagnetik ini yang disebut objek, menyebarkan energi elektromagnetik
tersebut. Sebagian dari energi elektromagnetik tersebut disebarkan kembali ke
arah radar. Antena penerima yang biasanya juga antenna pemancar
menangkap sebaran balik tersebut dan memasukkannya ke alat yang disebut
receiver.Sedangkan alat pendeteksi konvensional, radar atau kepanjangannya
Radio Detection and Ranging, menggunakan gelombang radio untuk
pendeteksian. Jika gelombang yang dipancarkan mengenai benda (dalam hal
ini adalah pesawat) akan berbalik arah, dan waktu yang diperlukan untuk
kembali lewat alat penerima dapat mengetahui informasi jarak, kecepatan,
arah, dan ketinggian.

17
DAFTAR PUSTAKA
Pangestu, Andwi. 2013. Rombongan makalah/makalah radar. Artikel

Patandean. A. J. 2005. Fisika Lingkungan. Makassar. Tim Penerbit UNM

https://sartutorial.wordpress.com/2012/03/25/apakah-sar-itu/

http://translate.google.co.id/translate?
hl=id&sl=en&u=http://homepages.inf.ed.ac.uk/rbf/CVonline/LOCAL_COP
IES/AV0708/ROESNER/&prev=search

http://translate.google.co.id/translate?
hl=id&sl=en&u=http://en.wikipedia.org/wiki/Synthetic_aperture_radar&pre
v=search

18