Anda di halaman 1dari 10

KEUANGAN LANJUTAN

ANALISIS KOPERASI SIMPAN PINJAM KARYAWAN TIRTA


INDUSTRY KOTA CILEGON

DISUSUN OLEH :
Taopik Mulyana Kuntara
20170510277

MANAJEMEN 3 C

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS KUNINGAN
JL. CUT NYAK DIEN NO.36A KUNINGAN-JAWA BARAT
PENDAHULUAN

Dalam upaya meningkatkan kesempatan dalam memberdayakan dirinya dan dengan berpijak
pada kerangka hukum nasional yang berlandaskan Pancasila dan Undangundang Dasar 1945 demi
terwujudnya demokrasi ekonomi yang berdasar pada asas kekeluargaan. Maka dengan itulah
terbentuknya koperasi dengan harapan dapat memberikan kesejahteraan pada masyarakat Indonesia.
koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak
spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya. Koperasi tumbuh dari kalangan
rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem
kapitalisme semakin memuncak. Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan
kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara
spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.

Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah
Bank untuk para pegawai negeri (priyayi). Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para
pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan
bunga yang tinggi. Maksud Patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model seperti di Jerman.
Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten
residen Belanda. De Wolffvan Westerrode sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan
menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank
Pertolongan, Tabungan dan Pertanian. Selain pegawai negeri juga para petani perlu dibantu karena
mereka makin menderita karena tekanan para pengijon. Ia juga menganjurkan mengubah Bank
tersebut menjadi koperasi.

Di samping itu ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa yang menganjurkan para petani
menyimpan pada musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik. Ia
pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi. Tetapi Pemerintah
Belanda pada waktu itu berpendirian lain. Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian dan Lumbung
Desa tidak dijadikan Koperasi tetapi Pemerintah Belanda membentuk lumbung-lumbung desa baru,
bank –bank Desa , rumah gadai dan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyat Indonesia
(BRI). Semua itu adalah badan usaha Pemerntah dan dipimpin oleh orang-orang Pemerintah.
Mengantisipasi perkembangan koperasi yang sudah mulai memasyarakat.
KAJIAN PUSTAKA

1. Koperasi

Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orangseorang demi
kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat
yang berdasarkan asas kekeluargaan. koperasi merupakan suatu sistem ide-ide abstrak yang
merupakan petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama. Prinsip koperasi terbaru
yang dikembangkan International Cooperative Alliance (Federasi koperasi non-pemerintah
internasional) adalah :

 Keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela

 Pengelolaan yang demokratis,

 Partisipasi anggota dalam ekonomi,

 Kebebasan dan otonomi,

 Pengembangan pendidikan, pelatihan, dan informasi

Di Indonesia sendiri telah dibuat UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Prinsip koperasi
menurut UU no. 25 tahun 1992 adalah:

 Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka

 Pengelolaan dilakukan secara demokrasi

 Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota

 Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal

 Kemandirian

 Pendidikan perkoperasian

 Kerjasama antar koperasi

2. Penjelasan jenis Koperasi:


 Dasar penjenisan adalah kebutuhan dari dan untuk maksud efisiensi karena kesamaan
aktivitas atau keperluan ekonominya.

 Koperasi mendasarkan perkembangan pada potensi ekonomi daerah kerjanya.

 Tidak dapat dipastikan secara umum dan seragam jenis koperasi yang mana yang diperlukan
bagi setiap bidang. Penjenisan koperasi seharusnya diadakan berdasarkan kebutuhan dan
mengingat akan tujuan efisiensi .

A. Jenis koperasi berdasarkan fungsinya :

1. Koperasi Konsumsi

Koperasi primer ialah koperasi yang yang minimal memiliki anggota sebanyak 20 orang
perseorangan.

2. Koperasi Sekunder

Koperasi sekunder adalah koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan koperasi serta
memiliki cakupan daerah kerja yang luas dibandingkan dengan koperasi primer. Koperasi
sekunder dapat dibagi menjadi :

 Koperasi pusat – adalah koperasi yang beranggotakan paling sedikit 5 koperasi


primer

 Gabungan koperasi – adalah koperasi yang anggotanya minimal 3 koperasi pusat

 Induk koperasi – adalah koperasi yang minimum anggotanya adalah 3 gabungan


koperasi

B. Jenis koperasi berdasarkan tingkat dan luas daerah kerja

1. Koperasi Primer

Koperasi primer ialah koperasi yang yang minimal memiliki anggota sebanyak 20 orang
perseorangan.

2. Koperasi Sekunder
Adalah koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan koperasi serta memiliki cakupan
daerah kerja yang luas dibandingkan dengan koperasi primer. Koperasi sekunder dapat dibagi
menjadi :

 Koperasi pusat – adalah koperasi yang beranggotakan paling sedikit 5 koperasi primer
 Gabungan koperasi – adalah koperasi yang anggotanya minimal 3 koperasi pusat
 Induk koperasi – adalah koperasi yang minimum anggotanya adalah 3 gabungan koperasi

C. Koperasi Berdasarkan Jenis Usahanya

1. Koperasi Simpan Pinjam (KSP)

Koperasi simpan pinjam adalah koperasi yang memiliki usaha tunggal yaitu menampung
simpanan anggota dan melayani peminjaman. Anggota yang menabung (menyimpan) akan
mendapatkan imbalan jasa dan bagi peminjam dikenakan jasa. Besarnya jasa bagi penabung
dan peminjam ditentukan melalui rapat anggota.Dari sinilah, kegiatan usaha koperasi dapat
dikatakan “dari, oleh, dan untuk anggota.”

2. Koperasi Serba Usaha (KSU)

Koperasi Serba Usaha adalah koperasi yang bidang usahanya bermacam-macam. Misalnya,
unit usaha simpan pinjam, unit pertokoan untuk melayani kebutuhan sehari-hari anggota juga
masyarakat, unit produksi, unit wartel.

3. Koperasi Konsumsi

Koperasi Konsumsi adalah koperasi yang bidang usahanya menyediakan kebutuhan sehari-
hari anggota. Kebutuhan yang dimaksud misalnya kebutuhan bahan makanan, pakaian,
perabot rumah tangga.

4. Koperasi Produksi
Koperasi produksi adalah koperasi yang bidang usahanya membuat barang (memproduksi)
dan menjual secara bersamasama.Anggota koperasi ini pada umumnya sudah memiliki usaha
dan melalui koperasi para anggota mendapatkan bantuan modal dan pemasaran.

PEMBAHASAN PENELITIAN

1. Profil KOPKARTI

Koperasi Karyawan Krakatau Tirta Industri (KOPKARTI) yang berkedudukan di Jl. Ir.
Sutami Link. Krenceng Kec. Citangkil Kebonsari Cilegon terdaftar di kantor departemen Koperasi
Pengusaha Kecil dan Menegah Kabupaten Serang sejak tanggal 03 Desember 1998 dengan Akta
Pendirian Nomor 59/BH/KDK-10.1/XII/1998 merupakan sebuah koperasi dibawah naungan PT.
Krakatau Tirta Industri, didirikan oleh Bapak Saritomo, Bapak Syamlawi Syafei dan Bapak Khotibul
Umam, berdasarkan hasil rapat pembentukan Koperasi yang diselenggarakan pada tanggal 16
Oktober 1998 dengan mendapat dukungan penuh dari perusahaan. Sedangkan untuk kepengurusan
periode 2011 s.d 2014.

KOPKARTI diketua oleh Bapak M. Budi Saputra, Sekretaris Bapak Feri Krisbiantoro,
Bendahara Bapak Sukaria dan sebagai Manager Bapak H. Bukhori sesuai dengan hasil keputusan
RAT tahun buku 2010 pada tanggal 27 Mei 2011. KOPKARTI bergerak dalam bidang usaha simpan
pinjam, Perdagangan Umum, Waserda, Perdagangan Barang dan Jasa (mekanikal & elektrikal),
penyaluran tenaga kerja (labour supply), jasa transportasi darat, jasa konstruksi, jasa draenase, jasa
catering, pertamanan, perpipaan dan instalasi air. Kegiatan KOPKARTI di lingkungan PT. Krakatau
Tirta Industri sendiri yaitu pengadaan barang Alat Tulis Kantor (ATK) & barang rutin, jasa sewa
kendaraan dan jasa mengelola 32 (tiga puluh dua) orang labour supply, dan pemeliharaan kebersihan
gedung dengan 12 (dua belas) orang cleaning service. Sejak bulan Maret 2009 KOPKARTI sudah
mulai mendapat kesempatan usaha luar dari melayani kebutuhan PT. Krakatau Daya Tirta (Quelle)
yang meliputi mengelola labour supply sebanyak 21 (dua puluh satu) orang dan mensupply kebutuhan
barang sanitasi dan ATK. Jumlah keseluruhan labour supply yang dikelola oleh KOPKARTI
sebanyak 65 (enam puluh lima) orang. Pada bulan Oktober 2009 Manager dan Pengurus Kopkarti
berhasil menggandeng Bank BTN Syariah untuk mengikat perjanjian kerjasama dalam pemberian
pinjaman mediasi bagi anggota.

Anggota Koperasi yang merupakan pemilik sekaligus pelanggan dari kegiatan–kegiatan usaha
yang dikembangkan KOPKARTI juga merupakan faktor yang sangat berperan dalam menunjang
perkembangan KOPKARTI secara keseluruhan. Untuk itu wujud partisipasi anggota dalam setiap
aktivitas\ koperasi sangat dibutuhkan. Keanggotaan KOPKARTI pada tahun 2011 menunjukkan
perkembangan yang cukup baik, karena keberadaan KOPKARTI di PT. Krakatau Tirta Industri dapat
memberikan manfaat positif bagi karyawan. Keanggotaan KOPKARTI sampai dengan bulan Juni
2011 berjumlah 254 orang. Dari jumlah tersebut anggota yang aktif berbelanja di KOPKARTI sebesar
92.74% dari total anggota, hal tersebut memberikan hasil yang cukup menggembirakan mengingat
KOPKARTI baru membuka Toko Waserba sejak tahun 2007. Selama kurun waktu 1 (satu) dekade,
KOPKARTI telah mengalami kemajuan yang cukup signifikan, omzet yang dihasilkan dari melayani
kebutuhan primer dan sekunder mencapai angka milyaran berkat dukungan managemen PT. Krakatau
Tirta Industri serta peran seluruh anggota. Dengan visi misi yaitu menjadi Koperasi yang lebih
PROFESIONAL, semoga KOPKARTI berjalan kearah yang lebih baik dan terus manampakkan
perkembangan yang berarti sesuai dengan harapan anggota, semoga KOPKARTI menjadi lebih maju
dan semakin dapat mensejahterakan anggotanya.

2. Kegiatan Program/ Produktivias Koprakarti

No KEGIATAN DESKRIPSI KETERANGAN


1 Simpan Pinjam Pinjaman normal nilai 500.000 s.d 2.500.000 dan Khusus Anggota
pinjaman darurat 2.000.000/ than

2 Sistem Toko Toko waralaba system cash & credit kredit Terwaralaba OMI
perorang 2.000.000 khusus karyawan 750.000
3 Pekerjaan Cleaning service Pengelolaan cleaning service 10 orang dengan Karyawan
system Borongan

4 Sewa Kendaraan  Sewa kendaraan mega double cabon


250cc

 Sewa kendaraaan double cabin Hilux

 Sewa motor Viar Cargo

 Sewa motor Kawasaki :

 Dinas keamanan

 Divisi jastek

 Divisi operasional

5 Sewa mesin fotocopy Harga sewa Rp 120/lembar Karyawan

6 Pengadaan barang rutin Menyediakan kebutuhan barang rutin setiap Karyawan


divisi

7 Pengadaan barang ATK Menyediakan barang ATK setiap divisi Karyawan

8 Pengelolaan Outsourcing  Mengelola karyawan PT. KTI sebanyak Karyawan


62 orang di sukban ke pulung diamond

 Mengelola karyawan yang dipekerjakan


di PT. KDT sebanyak 21 orang di
sukban ke PT Pulung diamond
9 Pengadaan makan siang Bekerjasama dengan mamah gabus catering Karyawan
karyawan
10 Pengadaan susu full cream Difungsikan sebagai penambah daya tahan tubuh Karyawan
bagi karyawan pengundangan

11 Mediasi Bank Bekerjasama dengan BTN Syariah dengan Karyawan


plafond peminjaman max 5M

KESIMPULAN

KOPKARTI bergerak dalam bidang usaha simpan pinjam, Perdagangan Umum, Waserda,
Perdagangan Barang dan Jasa (mekanikal & elektrikal), penyaluran tenaga kerja (labour supply), jasa
transportasi darat, jasa konstruksi, jasa draenase, jasa catering, pertamanan, perpipaan dan instalasi
air. Kegiatan KOPKARTI di lingkungan PT. Krakatau Tirta Industri sendiri yaitu pengadaan barang
Alat Tulis Kantor (ATK) & barang rutin, jasa sewa kendaraan dan jasa mengelola 32 (tiga puluh dua)
orang labour supply, dan pemeliharaan kebersihan gedung dengan 12 (dua belas) orang cleaning
service. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data
yang digunakan yaitu teknik survei. Sumber data yang digunakan data sekunder dan data primer. Data
primer diperoleh dan dikumpulkan dari lapangan melalui indepth interview terhadap narasumber pada
Koperasi Karyawan Krakatau Tirta Industri (KOPKARTI). Selain itu data primer diperoleh dari
melalui observasi langsung terhadap kondisi eksisting di lapangan.
DAFTAR PUSTAKA

Gumbira Sa’id E. (2007). Pendekatan Klaster dalam Pengembangan Ekonomi Daerah. Makalah di
Presentasikan Pada Lokakarya Pengembangan Potensi Ekonomi daerah. Ditjen Bina Bangda
DEPDAGRI, Jakarta.

Chipman, R. dan Tibshirani, R. 2006. Hybrid Hierarchical Clustering With Applications To


Microarray Data. Biostatistics Journal-Oxford England, Vol.7, Hal.286-301.

KOPKARTI Cilegon