Anda di halaman 1dari 12

ANALISIS SWOT/ IFAS/ EFAS DAN SFAS PADA BISNIS

WARALABA KEBAB BABA RAFI

Disusun Oleh:

Kelompok 5

Muhammad Taufik (20170510320)

Taopik Mulyana kuntara (20170510277)

Veda Rachmah Wardani (20170510046)

Yogi Iskandar (20170510310)

Manajemen 3 C

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS KUNINGAN

Jl. Cut Nyak Dien No.36A Kuningan- Jawa Barat


BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Hampir setiap perusahaan maupun pengamat bisnis dalam pendekatannya banyak


menggunakan analisis SWOT. Kecenderungan ini tampaknya akan terus semakin meningkat,
terutama dalam era perdagangan bebas abad ke 21, yang mana satu sama lain saling berhubungan dan
saling bergantung. Demikian juga dengan industri usaha waralaba kebab babarafi juga menggunakan
analisis SWOT. Penggunaan analisis SWOT ini sebenarnya telah muncul sejak ribuan tahun yang lalu
dari bentuknya yang paling sederhana yaitu dalam rangka menyusun strategi untuk mengalahkan
musuh dalam setiap pertempuran, sampai menyusun strategi untuk memenangkan persaingan bisnis,
dengan konsep menang-menang atau cooperation dan competition.

Analisis SWOT merupakan salah satu instrumen analisis yang ampuh apabila digunakan dengan tepat.
Maksudnya, keampuhan tersebut terletak pada kemampuan para penentu strategi perusahaan dalam
memaksimalkan peranan faktor kekuatan dan pemanfaatan peluang sehingga sekaligus berperan
sebagai alat untuk meminimalisasi kelemahan yang terdapat dalam tubuh organisasi dan menekan
dampak ancaman yang timbul dan harus dihadapi.5 Jadi sebelum mengambil keputusan, seorang
pebisnis harus melakukan analisis SWOT agar keputusan yang diambil tidak salah.

B. RUMUSAN MASALAH

Berikut merupakan rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian bisnis waralaba
kebab baba rafi, diantaranya adalah :.

1. Bagaimanakah penerapan analisis SWOT dalam meningkatkan kualitas dan penjualana kebab baba
rafi ?

2. Strategi apakah yang harus diterapkan oleh setiap outlet kebab baba rafi menggunakan analisis
IFAS EFAS dan SFAS ?

C. TUJUAN ANALISIS

Pembahasan masalah yang akan disajikan oleh penulis tidak lepas dari tujuan yang ingin
dicapai. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui penerapan analisis SWOT dalam meningkatkan pendapatan pada kebab baba
rafi
2. Untuk mengetahui strategi yang diterapkan dalam meningkatkan pendapatan pada Usaha
waralaba Kebab Baba Rafi
BAB II

LANDASAN TEORITIS

A. Pengertian Analisis SWOT

Menurut Fredy Rangkuti, Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai factor secara sistematis
untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat
memaksimalkan kekuatan (strenghts) dan peluang (opportunities), namun secara bersamaan dapat
meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats). Proses pengambilan keputusan
strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategis dan kebijakan perusahaan.
Dengan demikian perencana strategis (strategic planner) harus menganalisis faktor-faktor strategis
perusahaan (kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dalam kondisi yang ada saat ini. Hal ini
disebut dengan analisis situasi. Model yang paling populer untuk analisis situasi adalah analisis
SWOT

Dengan matriks strategi SWOT tersebut, kemudian dilakukan positioning, untuk mengukur posisi
bank yang bersangkutan dalam pasar perbankan. Mengingat pengaruh aspek internal dan eksternal
terhadap bisnis bank berbeda-beda, maka dalam melakukan positioning harus dilakukan pembobotan
atas aspek-aspek tertentu. Caranya adalah dengan terlebih dahulu membuat prioritas, mulai dari aspek
yang paling berpengaruh hingga ke aspek yang paling tidak berpengaruh. Setelah itu tentukan
persentase bobotnya.

B. Definisi konseptual

1) Strenght (kekuatan) merupakan kompetensi khusus yang terdapat dalam organisasi yang
berakibat pada pemilikan keunggulan komparatif oleh unit usaha dipasaran. Hal demikian
dikarenakan satuan bisnis memiliki sumber, ketrampilan, produk andalan dan sebagainya
yang membuatnya 10 lebih kuat dari para pesaing dalam memuaskan kebutuhan pasar yang
sudah direncanakan akan dilayani oleh satuan usaha yang bersangkutan
2) Weaknesses (Kelemahan) merupakan keterbatasan atau kekurangan dalam hal sumber,
ketrampilan dan kemampuan yang menjadi penghalang serius bagi penampilan kinerja
organisasi yang memuaskan. Dalam praktek keterbatasan dan kelemahan.
3) Opportunities (Peluang) merupakan berbagai situasi lingkungan yang menguntungkan bagi
satu satuan bisnis.
4) Threats (Ancaman) merupakan faktor-faktor lingkungan yang tidak menguntungkan suatu
satuan bisnis. Jika tidak diatasi ancaman akan menjadi “ganjalan” bagi satuan bisnis yang
bersangkutan baik untuk masa sekarang maupun di masa mendatang
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Pendekatan penelitian

Pendekatan penelitian ini menggunakan kuantitatif yaitu penelitian untuk mencari sebuah data
yang berupa angka-angka hasil pengukuran dari objek penelitian. Penelitian ini dapat dicapai dengan
menggunakan prosedur-prosedur observasi dan wawancara untuk mendapatkan data data real yang
ada dilapangan .

1) Observasi

Observasi atau pengamatan dapat dilakukan tanpa mengajukan pertanyaan subjek (sebagai
responden dalam wawancara atau koesioner) dapat diamati dalam lingkungan kerja mereka sehari-
hari. Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan
dengan teknik yang lain yaitu wawancara dan kuesioner. Kalau wawancara dan kuesioner selalu
berkomunikasi dengan orang maka observasi tidak terbatas pada orang tetapi juga objek-objek alam
yang lain.

2) Wawancara atau interview

Wawancara merupakan percakapan dengan maksud tertentu. Wawancara digunakan sebagai


teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan
permasalahan yang harus diteliti, tetapi juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden
yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil.
BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Profil Kebab Turki Baba Rafi

Kebab Turki Baba Rafi ( KTBR ) adalah sebuah jaringan waralaba kebab terbesar di dunia.


Perusahaan ini didirikan pada tahun 2005 di Surabaya .Sekitar tahun 2010-an, kantor pusatnya
dipindahkan ke Jakarta. Saat ini, Kebab Turki Baba Rafi memiliki lebih dari 1000 outlet
di Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Makanan ini terinsipirasi dari daerah Timur Tengah, Qatar, makanan kebab ini dicoba disesuaikan
dengan mengkombinasikan makanan khas daerah tersebut dengan selera lidah masyarakat di
sekitarnya sehingga menghasilkan rasa original yang diminati banyak orang.

B. Analisis SWOT Kebab Baba Rafi

 Strength

1. Item Produk yang banyak


2. Harga yang cukup terjangkau
3. Quality control yang sangat diperhatikan dan dijaga baik
4. Bentuk dan ciri kemasan yang menarik
5. Pemilihan lokasi yang tepat/strategis

 Weakness

1. Kurangnya promosi
2. Kurangnya kedisiplinan karyawan
3. Kurangnya keaktifan dari tenaga penjual dalam melayani konsumen
4. Belum adanya surat iJin mendirikan outlet
5. Produk yang dipasarkan memiliki jangka kadaluarsa yang pendek

 Opportunity

1. Masih terbuka target pasar yang lebih


2. Pertumbuhan iklan di internet
3. dapat meraih pangsa pasar yang lebih
4. Belum banyak pesaing
5. Pendistribusian produk yang mudah

 Threath

1. Kompetitor baru bermunculan


2. Inovasi yang dikeluarkan pesaing
3. Banyak nya kompetitor yang gencar beriklan
4. Tingginya harga bahan mentah
5. Banyak konsumen yang mulai bosan

C. Analisis IFAS

Faktor Strategis Internal Bobot Rating Skor Keterangan


Terbobot

Kekuatan
 Melimpahnya sumber bahan
 Item Produk yang banyak 0.05 3 0.15
mentah yang ada
 Harga yang cukup 0.15 4 0.60  Tingkat ekonomi masyarakat
0.20 5 1.00 masih rendah
terjangkau
 Menjaga kualitas bahan baku
 Quality control yang sangat sangat penting demi menjaga rasa
0.05 3 0.15  Kemasan yang menarik
diperhatikan dan dijaga baik
meningkatkan minat pembeli
 Bentuk dan ciri kemasan 0.10 4 0.40  Lokasi strategis sangat
berpengaruh kepada tingkat
yang menarik
penjualan
 Pemilihan lokasi yang
tepat/strategis

Kelemahan
 Banyak orang yang belum tau
 Kurangnya promosi 0.05 2 0.1
kebab baba rafi
 Kurangnya kedisiplinan 0.10 4 0.4  Melakukan pelatihan lebih intens
karyawan
 Kurangnya keaktifan dari 0.20 2 0.40 untuk karyawan
tenaga penjual dalam
 Menggalakan SOP yang ada
melayani konsumen
 Belum adanya surat iJin 0.05 3 0.15 kepada para karyawan
mendirikan outlet 0.05 2 0.10  Segera mengurus perijinan demi
 Produk yang dipasarkan
memiliki jangka kadaluarsa kenyaman
yang pendek
 Mencari metode terbaik untuk
mencegah bahan cepat kadaluarsa
Total Score 1.0 3.45

D. Analisis EFAS

Faktor Strategis Eksternal Bobot Rating Skor Keterangan


Terbobot

Kesempatan
5 0.75  Memperluas jangkauan pasar
 Masih terbuka target pasar 0.15
4 0.60  Memperbanyak iklan promosi
0.15
yang lebih produk
4 0.40  Melakukan promosi secara besar-
 Pertumbuhan iklan di 0.10
besaran
internet 3 0.30  Memperbanyak outlet
0.10
2 0.10  Melakukan kerja sama dengan
 Dapat meraih pangsa pasar 0.05
perusahaan pengirim bahan –
yang lebih bahan
 Belum banyak pesaing
 Pendistribusian produk
yang mudah

Ancaman
 Waspada akan competitor yang
 Kompetitor baru 0.15 2 0.30
muncul
bermunculan 0.10 2 0.20  Lebih inovatif daripada pesaing
 Inovasi yang dikeluarkan
pesaing
 Tidak goyah melihat competitor
 Banyak nya kompetitor 0.10 2 0.20 bermunculan
yang gencar beriklan
0.05 3 0.15  Pengefektifan bahan bahan yang
 Tingginya harga bahan
ada
mentah 0.05 3 0.15  Melakukan inovasi produk untuk
 Banyak konsumen yang
merefresh produk yang ada
mulai bosan

Total Score 1.0 3.15

E. Investasi Kebab Baba Rafi


1. Modal Kerja selama 1 Bulan

Bahan Satuan Harga

Daging sapi 30 kg Rp.2.400.000

Jahe ½ kg Rp.7.000
Ketumbar 1 kg Rp.15.000

Yogurt plan 1 cup besar Rp.30.000

Cabai merah 5 kg Rp.150.000

Bawang putih 3 kg Rp.45.000

Garam 10 pcs Rp.10.000

Lada 1 kg Rp.46.000

Tortila pcs (Rp.9000/10 lembar) Rp.1.620.000

Bawang bombai 3 kg Rp.60.000

Margarin 3 kg Rp.79.000

Selada air 5 kg Rp.20.000

Tomat 4 kg Rp.24.000

Timun 4 kg Rp.40.000

Saus tomat 6 pcs (besar) Rp.66.000

Saus sambal 6 pcs (besar) Rp.120.000

Mayones 6 pcs (besar) Rp.144.000

Kardus kebab 3000 pcs (Rp.26.000/100 pcs) Rp.780.000

Kresek kecil 10 pcs Rp.20.000

Gas 2x isi ulang Rp.44.000

Jumlah Rp. 5.720.000

2. Modal Investasi

Peralatan Harga

Wajan khusus Rp. 265.000

Spatula khusus Rp. 125.000

Kompor Rp. 200.000

Pisau Rp. 10.000

Tabung gas Rp. 120.000


Mesin pemanggang daging Rp. 1.700.000

Gerobak Rp. 4.500.000

Jumlah Rp. 6.920.000

3. Biaya Operasional

Ketereangan Biaya

Gaji Pegawai / Bulan Rp. 1.500.000

Biaya Lain Lain Rp. 50.000

Total Rp. 1.550.000

F. ASUMSI PENJUALAN PERBULAN

Penjualan ( Rp. 20.000 x 600 Produk ) Rp 12.000.000

Biaya (Modal kerja 1 bulan) Rp. 5.720.000 -

Rp. 6.280.000

Biaya Operasional Rp 1.550.000 -

Laba operasional Rp. 4.730.000

Biaya depresiasi Rp. 164.762 -

EBT Rp. 4.565.238

Pajak 10% Rp. 45.652 -

EAT Rp. 4.519.586

Ad back depresiasi Rp. 164.762 -

Cash in Flow Rp. 4.684.348


G. PERHITUNGAN PAYBACK PERIODE

Modal Invest Rp. 6.920.000

Modal Kerja 1 bulan pertama Rp, 5.720.000 +

Invest Awal Rp. 12.640.000

PP bulan

I Rp. 12.640.000 – Rp. 4.684.348

II Rp. 7.955.652 – Rp 4.684.348

3.271.304
III Rp. 3.271.304 -> = 0,69
4.684 .348

H. PERHITUNGAN NPV ( NET PRESENT VALUE ) & Pi

NPV = Total PV - Io

Modal investasi Rp. 6.920.000

Modal kerja Rp. 5.720.000 x 12 bulan Rp. 68.640.000 +

Io Rp. 75.560.000

Cash in flow Rp. 4.684.348 x 12 bulan Rp. 56.212.176

NPV = ( 56.212.176
( 1+0.1 ) 1 )
+ ( 56.212.176
( 1+0.1 ) 2 )+( 56.212.176
( 1+0.1 ) 3 )
- 75.560.000

= 51.101.978 + 46.456.347 + 42.233.040 - 75.560.000

= 139. 791.362 - 75.560.000

= 64. 231.362
Total Pv
Pi =
Io

139.791.362
=
75.560 .000

= 1.85

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan analisa data yang dilakukan maka dapat disimpulkan Analisis SWOT
berdasarkan matrik internal-eksternal (IE- Matrik) nilai skor total IFAS adalah 3,45 dan skor total
EFAS adalah 3,15.. Hal itu menunjukkan bahwa Bisnis Waralaba Kebab Baba Rafi dalam outlet yang
kami teliti memiliki kekuatan dan peluang yang sangat tinggi daripada kelemahan dan ancaman yang
terjadi. Sehingga apabila mampu memanfaatkan peluang dengan sebaik-baiknya maka dapat
meningkatkan pendapatan dan efektifitas Bisnis Waralaba Kebab Baba Rafi dapat terjaga.

B. Saran

Bagi Bisnis Waralaba Kebab Baba Rafi

 Meningkatkan kualitas SDM karena kualitas SDM akan membuat proses kerja di Bisnis
Waralaba Kebab Baba Rafi menjadi efisien.
 Harus menjalin komunikasi antar karyawan secara efektif dalam lingkungan kerja agar
terjalin solidaritas yang baik.
 Membuat inovasi inovasi terbaru agar pelanggan tidak merasa bosan karena produk produk
yang hanya itu itu saja

Bagi peneliti selanjutnya

Semoga penelitian ini bisa menjadi sumber rujukan untuk penelitian yang selanjutnya. Dan
untuk peneliti selanjutnya, semoga bisa lebih memperdalam lagi baik dari segi teori maupun
analisanya agar bisnis waralaba yang ada disekitar kita maupun di Indonesia dapat lebih maju dan
berkembang.