Anda di halaman 1dari 9

Sifat Fisis Cahaya

Pada dasarnya, ketika cahaya menumbuk suatu materi, elektron-elektron dari materi tersebut
akan bergetar dan menghasilkan energi. Besar energi yang terpancar dari elektron tersebut
bergantung pada frekuensi gelombang cahaya yang menumbuk, panjang gelombang cahaya,
beserta struktur atom materi yang ditumbuk. Berikutnya, penumbukan materi oleh cahaya ini
akan memunculkan sifat-sifat fisis cahaya, seperti interferensi (perpaduan), difraksi (pelenturan),
dispersi (penguraian), refleksi (pemantulan), dan refraksi (pembiasan).

1. Interferensi

Interferensi cahaya merupakan perpaduan dua gelombang cahaya atau lebih. Sifat ini dapat
diamati dengan jelas oleh mata manusia jika kedua gelombang cahaya tersebut bersifat koheren
(mempunyai amplitudo dan frekuensi yang sama, serta fasenya tetap). Contoh paling umum dari
interferensi adalah interferensi celah ganda (interferensi Young). Pada perpaduan ini, dua sumber
cahaya koheren dilewatkan melalui dua celah. Kedua berkas cahaya tersebut akan bergabung
membentuk pola-pola interferensi yang diamati pada layar seperti berikut:

Jika  dua gelombang cahaya berinterferensi konstruktif (saling menguatkan) maka akan
dihasilkan pola garis terang (interferensi maksimum) pada layar. Interferensi ini terjadi jika beda
lintasan kedua gelombang sama dengan nol atau kelipatan bulat dari panjang gelombangnya
yang dapat dinyatakan dengan rumus berikut:
Sementara itu, jika dua gelombang cahaya berinterferensi destruktif (saling melemahkan) maka
akan dihasilkan pola garis gelap pada layar. Interferensi tersebut terjadi jika beda lintasan kedua
gelombang merupakan kelipatan ganjil dari setengah panjang gelombangnya yang dapat
dinyatakan dengan rumus berikut:

2. Difraksi

Difraksi cahaya adalah peristiwa pembelokan gelombang cahaya setelah melewati suatu
penghalang. Pada peristiwa ini juga dihasilkan garis terang dan garis gelap.

a. Difraksi celah tunggal: 


 Rumus difraksi maksimum (pola terang):

 Rumus difraksi minimum (pola gelap):

Keterangan:

b. Difraksi celah banyak atau kisi


 Rumus difraksi maksimum (pola terang):

 Rumus difraksi minimum (pola gelap):

Keterangan:

3. Dispersi

Dispersi adalah penguraian cahaya putih (polikromatik), yang terdiri atas banyak warna dan
panjang gelombang, menjadi cahaya berwarna-warni (monokromatik). Jika cahaya putih
diarahkan ke prisma, ia akan terurai menjadi cahaya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan
ungu yang masing-masing memiliki panjang gelombang berbeda dan menghasilkan indeks bias
berbeda pula. Semakin kecil panjang gelombangnya, semakin besar indeks biasnya.
4. Refleksi

Refleksi atau pemantulan gelombang adalah peristiwa pengembalian seluruh atau sebagian
gelombang ketika bertemu dengan bidang batas antara dua medium sehingga berlaku hukum
pemantulan berikut:

a. Sinar datang, sinar pantul, dan garis normal berpotongan pada satu titik dan terletak pada
satu bidang datar.
b. Sudut datang sama dengan sudut pantul.

5. Refraksi

Refraksi atau pembiasan merupakan peristiwa pembelokan arah lintasan gelombang setelah
melewati bidang batas antara dua medium dengan indeks bias yang berbeda. Indeks bias
merupakan besaran yang menyatakan kerapatan suatu medium yang didefinisikan sebagai
perbandingan antara cepat rambat cahaya dalam ruang kerja hampa dengan cepat rambat cahaya
dalam suatu medium tertentu.
Cermin

Cermin dan lensa merupakan contoh bidang batas dari proses refleksi cahaya karena memenuhi
hukum pemantulan cahaya.

1. Cermin Datar
Sifat bayangan:

a. Bayangan maya, tegak, dan terletak di belakang cermin.


b. Jarak bayangan sama dengan jarak benda ke cermin (s’ = s)
c. Ukuran bayangan sama dengan ukuran benda (M = 1)

2. Cermin Cekung

Sifat bayangan berdasarkan posisi benda (s) dan posisi bayangan (s’):

Rumus jarak fokus:

Rumus perbesaran bayangan benda:


Keterangan:

M = perbesaran bayangan

f = jarak fokus (m)

s = jarak benda dari cermin (m)

s’ = jarak bayangan dari cermin (m)

h = tinggi benda (m)

h’ = tinggi bayangan (m)

3. Cermin Cembung

Sifat bayangan pada cermin cembung selalu maya, tegak, dan diperkecil.

Rumus jarak fokus:

Rumus perbesaran bayangan benda:

Keterangan:

M = perbesaran bayangan

f = jarak fokus (m)

s = jarak benda dari cermin (m)

s’ = jarak bayangan dari cermin (m)

h = tinggi benda (m)

h’ = tinggi bayangan (m)

Alat-Alat Optik
Berikutnya, contoh alat-alat yang menggunakan prinsip optika pada kehidupan sehari-hari adalah
sebagai berikut:

1. Mata

Mata normal memiliki titik dekat 25 cm dan titik jauh ∞ dan bayangan jatuh tepat di retina. Pada
rabun jauh, bayangan jatuh di depan retina sehingga perlu diperbaiki dengan lensa cekung. Pada
rabun dekat, bayangan jatuh di belakang retina sehingga perlu diperbaiki dengan lensa cembung.

2. Lup atau kaca pembesar

Alat ini terdiri dari lensa cembung dan digunakan untuk melihat benda-benda kecil sehingga
tampak lebih besar dan jelas. Jadi, sifat bayangan yang dihasilkan lup selalu maya, tegak, dan
diperbesar.

3. Mikroskop

Mikroskop terdiri atas susunan dua lensa cembung, yaitu lensa objektif yang dekat dengan objek
dan lensa okuler yang dekat dengan mata dan menghasilkan bayangan akhir yang bersifat maya,
terbalik, dan diperbesar.

4. Teropong atau teleskop

Alat optik ini digunakan untuk melihat benda-benda yang sangat jauh menggunakan beberapa
lensa cembung. Terdapat beberapa jenis teropong, diantaranya teropong bintang, teropong bumi,
teropong Galileo, dan teropong prisma.

5. Kamera

Kamera menghasilkan sifat bayangan yang nyata, terbalik, dan diperkecil. Pada alat ini, jarak
fokus selalu tetap sementara jarak bayangan diatur dengan menggeser letak lensa.

6. Proyektor

Alat ini digunakan untuk memperbesar bayangan slide pada suatu layar dengan sifat bayangan
yang nyata, terbalik, dan diperbesar.

Materi mengenai optika memang sangat luas cakupan dan aplikasinya dalam kehidupan kita
sehari-hari. Maka dari itu, untuk bisa memahami lebih dalam, sangat disarankan bagi Quipperian
untuk mempelajari materi beserta latihan-latihan soal dan pembahasannya melalui Quipper
Video. Kamu dapat berlangganan melalui link ini, lho! Langsung klik, ya!