Anda di halaman 1dari 21

ANALISIS IMPLEMENTASI PELAYANAN DI INSTALASI HEMODIALISA

SILOAM HOSPITAL MANADO


Karina Ansheila*, Karel Pandelaki*, A.J.M. Rattu*

*Program Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi

ABSTRAK
Rumah sakit dalam menjalankan fungsinya sebagai institusi yang memberikan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat, menggunakan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Rumah Sakit
yang telah diterapkan oleh Kementerian Kesehatan dengan beberapa kriteria. Indikator mutu
pelayanan Siloam Hospitals Manado menerapkan Standar Pelayanan Minimal sesuai dengan
keputusan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 129 Tahun 2008 tentang Standar Pelayanan
Medis Rumah Sakit. Maka dari itu tujuan penelitian menganalisis implementasi pelayanan di
Instalasi Hemodialisa Siloam Hospitals Manado. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian
kualitatif yang dilaksanakan di Instalasi Hemodialisa Siloam Hospitals Manado pada Desember
2016 -September 2017. Jumlah informan sebanyak 5 informan dan melakukan triangulasi data
dalam pengujian kredibilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi pelayanan
di Instalasi Hemodialisa Siloam Hospital Manado sudah dilaksanakan sesuai dengan Permenkes
No. 812 Tahun 2010 sebagai acuan, disesuaikan dengan ketentuan dari Head Office dan
memenuhi standar akreditasi KARS. Monitoring dan evaluasi terhadap pelayanan tenaga medis di
Instalasi Hemodialisa Siloam Hospitals Manado telah dilaksanakan dengan baik. Pengembangan
kapasitas standar pelayanan minimal di Instalasi Hemodialisa Siloam Hospitals Manado telah
dilaksanakan dengan baik. Pembinaan dan pengawasan di Instalasi Hemodialisa Siloam
Hospitals Manado dijalankan dengan baik dan selama ini tidak ada permasalahan berarti.
Pembinaan dan pengawasan dilakukan oleh Kepala Ruangan, Kepala Divisi, dan Bagian Quality
and Risk. Disarankan agar para petugas kesehatan baik Dokter, Perawat dan Petugas
Administrasi memahami betul pekerjaan dan tanggung jawabnya. Disiplin dan profesional.
Mengerjakan sesuai SPO yang berlaku. Memperhatikan dokumentasi pelayanan serta lebih
komunikatif dengan atasan apabila ada saran atau kesulitan-kesulitan yang ditemui di lapangan.
Kata Kunci: Implementasi Pelayanan

ABSTRACT
Hospitals in performing their functions as institutions that provide health services to the public,
using Minimum Service Standards (SPM) Hospital that has been implemented by the Ministry of
Health with several criteria. Service quality indicators of Siloam Hospitals Manado apply
Minimum Service Standards in accordance with Decree of Minister of Health Number 129 Year
2008 regarding Hospital Medical Service Standard. Therefore the purpose of the study to analyze
the implementation of service in Hemodialisa Siloam Hospitals Installation Manado. The type of
research used is qualitative research conducted at Hemodialisa Siloam Hospitals Manado
Installation in December 2016 -September 2017. Number of informants as many as 5 informants
and triangulation data in testing the credibility of data. The results showed that Implementation of
service in Installation Hemodialisa Siloam Hospital Manado has been implemented in accordance
with Permenkes. 812 Year 2010 as a reference, in accordance with the provisions of the Head
Office and meet the standards of accreditation Hospital Administration Review. Monitoring and
evaluation of the service of medical personnel at Hemodialisa Siloam Hospitals Manado
Installation has been well implemented. Development of minimum service capacity standard at
Hemodialisa Siloam Hospitals Manado Installation has been well implemented. Guidance and
supervision at the Hemodialisa Siloam Hospitals Manado Installation is well run and there has
been no significant problem. Guidance and supervision is done by the Head of Room, Division
Head, and Quality and Risk Section. It is recommended that health workers, both Doctors, Nurses
and Administrative Officers, understand their work and responsibilities well. Discipline and
professional. Working according to applicable SPO. Pay attention to service documentation and
more communicative with superiors if there are suggestions or difficulties encountered in the field.

Keyword: Implementation Of Service

25
PENDAHULUAN terbatas pada dokter dan dokter
Rumah sakit mempunyai dasar misi spesialis) di Indonesia merupakan salah
memberikan pelayanan kesehatan yang satu hambatan dalam upaya peningkatan
bermutu dan terjangkau oleh masyarakat akses terhadap layanan kesehatan.
masyarakat dalam rangka meningkatkan tenaga kesehatan menumpuk di daerah
derajat kesehatan masyarakat. Rumah urban sementara Daerah Terpencil,
sakit dalam menjalankan fungsinya Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK)
sebagai institusi yang memberikan mengalami resesi tenaga kesehatan.
pelayanan kesehatan kepada masyarakat, Pemerintah Indonesia telah mencoba
menggunakan Standar Pelayanan mengatasi hal ini dengan berbagai
Minimal (SPM) Rumah Sakit yang telah kebijakan. Situasi ini sebenarnya tidak
diterapkan oleh Kementerian Kesehatan hanya terjadi di Indonesia, namun di
dengan beberapa kriteria. Pusat data dan negara maju seperti Negara Perancis pun
informasi dalam manajemen rumah sakit suatu fenomena ini bisa terjadi (Dewi,
mempunyai peranan penting dalam 2013).
pengelolaan data rumah sakit untuk Keberhasilan pembangunan
memenuhi kriteria-kriteria dalam kesehatan sangat ditentukan oleh adanya
standar yang telah ditetapkan. Standar Sumber Daya Manusia (SDM) dimana
tersebut juga dapat berfungsi untuk SDM harus mampu memberikan
membantu menilai sejauh mana rumah kontribusi sebesar 80% dari keseluruhan
sakit berhasil mewujudkan visi dan misi faktor yang terkait dalam pembangunan
rumah sakit. Secara mendasar, terdapat kesehatan (Kurniati dan Efendi, 2012).
3 (tiga) kriteria dengan masing-masing Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014
tolok ukurnya yaitu kriteria yang tentang Tenaga Kesehatan menjelaskan
berkaitan dengan penyelenggaraan bahwa tenaga kesehatan memiliki
manajemennya, misalnya efisiensinya, peranan penting untuk meningkatkan
sedangkan kriteria yang berkaitan kualitas pelayanan kesehatan yang
dengan jangkauan pelayanan kepada maksimal kepada masyarakat agar
masyarakat antara lain memiliki masyarakat mampu untuk meningkatkan
cakupannya yang lebih luas, termasuk kesadaran, kemauan, dan kemampuan
kriteria yang dikaitkan dengan mutu hidup sehat, sehingga akan terwujud
pelayanan medis dan perawatan. derajat kesehatan yang setinggi-
Ketidakmerataan distribusi tenaga tingginya sebagai investasi bagi
kesehatan (khususnya, namun tidak pembangunan Sumber Daya Manusia

26
(SDM) yang produktif secara sosial dan dan berhasil guna dengan
ekonomi serta berbagai salah satu unsur mengutamakan upaya penyembuhan,
kesejahteraan umum sebagaimana pemulihan yang dilakukan secara serasi,
dimaksud tercantum dalam Pembukaan terpadu dengan upaya peningkatan dan
Undang-Undang Dasar negara Republik pencegahan serta melaksanakan upaya
Indonesia Tahun 1945 dan upaya rujukan dan melaksanakan pelayanan
pemenuhan kebutuhan hidup SDM yang bermutu sesuai standar pelayanan
kesehatan sesuai kondisi jenis, kualitas, rumah sakit yang dituntut untuk
dan distribusinya (Anonim, 2014). meningkatkan mutu pelayanan kepada
Jaminan untuk terlaksananya pasien sebagai usaha untuk menciptakan
pelayanan kesehatan yang bermutu pada citra rumah sakit yang baik dan mampu
setiap rumah sakit perlu bersaing dengan rumah sakit swasta
mengembangkan Standar Pelayanan yang berada di sekiatrnya, bahkan
Minimal (SPM). Dengan kata lain dengan rumah sakit yang berada di luar
bahwa SPM merupakan suatu Standar kota (Anonim, 2013).
Pelayanan Kesehatan yang wajib dan Pelaksanaan pelayanan di Instaasi
harus dipenuhi oleh suatu daerah Hemodialisa Siloam Hospitals Manado
didalamnya yang terdapat sarana sudah cukup terkoodinir secara baik
kesehatan mendukung seperti dimana dijalankan menggunakan acuan
puskesmas, rumah sakit, termasuk klinik Standar Prosedur Operasi (SPO) dan
yang pelayanan kesehatannya harus Panduan Praktek Klinik (PPK) yang ada
memenuhi Standar Pelayanan Minimal sebagai acuan dalam perencanaan
yang telah ditentukan sebelumnya oleh program pencapaian target untuk
Permenkes Nomor 741 tahun 2008 masing-masing Daerah Kota Manado
tentang Standar Pelayanan Minimal sesuai dengan pedoman atau standar
Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota teknis yang ditetapkan.
(Masalamu, dkk. , 2014). Pelaksanaan monitoring dan
Siloam Hospitals Manado evaluasi terhadap penerapan pelayanan
merupakan rumah sakit kelas B, yang sudah dijalankan oleh pihak rumah sakit
bekerja memberikan pelayanan kepada yang telah ditetapkan oleh pihak Dinas
masyarakat Kota Manado dengan Kesehatan Kota Manado dalam rangka
manajemen berbasis kinerja yang menjamin akses dan mutu pelayanan
memiliki tugas melaksanakan upaya dasar kepada masyarakat yakni pasien
kesehatan primer secara berdaya guna yang datang berkunjung berobat di

27
rumah sakit. Prosedur monitoring dan maksimal menjalankan pembinaan
evaluasi hasil pelaksanaan rumah sakit teknis atas penerapan dan pencapaian
harus dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan. Hasil implementasi
peraturan perundang-undangan yang pelaksanaan tersebut terlihat dari hasil
berlaku. Hasil pelaksanakan yang pelaporan kinerja yang ada di bagian
dilakukan oleh para tenaga kesehatan instalasi hemodialisa, pencapaian
diberikan penghargaan dari Head Office pelaksanaan program terus dipacu,
bagi yang berprestasi sangat baik dalam sehingga pelaporan yang masuk ke
menjalankan tugas dan tanggung Dinas Kesehatan Kota Manado berjalan
jawabnya. baik, dan sesuai dengan SOP yang telah
Pengembangan kapasitas melalui ditetapkan oleh pihak rumah sakit.
peningkatan kemampuan sistem yang Indikator mutu pelayanan Siloam
dijalankan di ruang hemodialisa Hospitals Manado menerapkan Standar
termasuk kelembagaan, personal yaitu Pelayanan Minimal sesuai dengan
para tenaga kesehatan dan medis bahkan keputusan Peraturan Menteri Kesehatan
tenaga pelaporan keuangan terkoodinir Nomor 129 Tahun 2008 tentang Standar
dengan baik sesuai struktur organisasi Pelayanan Medis Rumah Sakit.
dan manajemen yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Kesehatan tersebut,
pihak rumah sakit. Perhitungan sumber SPM rumah sakit adalah ketentuan
daya dan dana yang dibutuhkan diukur tentang jenis dan mutu pelayanan dasar
sedemikian rupa supaya seimbang dalam yang merupakan urusan wajib daerah
mencapai standar pelayanan yang baik. yang berhak diperoleh setiap warga
Pemberian orientasi umum, petunjuk secara minimal. Standar Pelayanan
teknis, bimbingan teknis, pendidikan, Minimal Rumah Sakit mengikuti
dan pelatihan sudah berjalan maksimal pedoman yang dikeluarkan oleh
sesuai yang ditetapkan. Fasilitas, Permenkes meliputi jenis-jenis
pemberian orientasi umum, petunjuk pelayanan, indikator, dan standar
teknis, bimbingan teknis, serta pencapaian kinerja pelayanan rumah
pendidikan dan pelatihan sakit.
mempertimbangkan kemampuan Penelitian yang pernah dilakukan
produktivitas rumah sakit, personal, dan oleh Supriyanto (2014) dengan judul
anggaran keuangan rumah sakit. Analisis Faktor-faktor Penyebab Tidak
Pembinaan dan pengawasan di lengkapnya Laporan Standar Pelayanan
Siloam Hospital Manado sudah cukup Minimal Rumah Sakit di Rumah sakit

28
Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Hasil wawancara dan observasi di
Kediri menyimpulkan bahwa akar Siloam Hospital Kota Manado bahwa
permasalah yang teridentifikasi terhadap penerapan pelayanan terhadap jaminan
pergantian Tim Mutu Rumah Sakit tidak mutu bagi kunjungan pasien di Rumah
berjalan dengan baik dan tidak Sakit telah dijalankan serta telah
lengkapnya anggota, sehingga dipatuhi sesuai Permenkes Nomor 812
menyebabkan tidak berjalannya program Tahun 2010 dimana peraturan tersebut
peningkatan mutu berkelanjutan dan wajib dipatuhi seluruh Pimpinan Rumah
pencapaian Standar Pelayanan Minimal. Sakit, sehingga kepatuhan tersebut dapat
Setelah dijelaskan secara menghasilkan suasana Rumah Sakit
terperinci dalam latar belakang tersebut, yang bekerja nyaman, tenaga terampil
maka uraian di atas membuat peneliti yang terpercaya serta berprofesional
tertarik untuk menganalisis serta menghasilkan penilaian akreditasi
implementasi pelayanan di Instalasi yang menunjang penilaian baik untuk ke
Hemodialisa Siloam Hospitals Manado, depannya.
serta hasil pelaksanaan pelayanan tenaga Hal ini sesuai dengan informan
kesehatan kepada pasien di rumah sakit pada saat diwawancarai bahwa dengan
tersebut dalam memperlancar proses hasil pelaksanaan implementasi
pelayanan yang ditargetkan sesuai pelayanan di Rumah Sakit dalam
perencanaan yang telah ditetapkan oleh melayani Pasien sesuai dengan peraturan
Permenkes. dan kebijakan dari pihak Rumah Sakit
mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh
METODE Pemerintah. Penerapan SPO dijalankan
Jenis penelitian yang digunakan yaitu di Siloam Hospital Manado.
penelitian kualitatif yang dilaksanakan Penggunaan fasilitas berupa mekanisme
di Instalasi Hemodialisa Siloam operator alat medis Hemodialisa lengkap
Hospitals Manado pada Desember 2016 dicantumkan SPO yang berlaku
-September 2017. Jumlah informan sehingga pihak tenaga Perawat tidak
sebanyak 5 informan dan melakukan menemukan kesulitan dalam
triangulasi data dalam pengujian mengoperasikan alat medis hemodialisa
kredibilitas data. tersebut. Perawat di Instalasi
Hemodialisa juga sebagian besar telah
HASIL DAN PEMBAHASAN mengikuti pelatihan Hemodialisa baik
yang diadakan eksternal oleh

29
Pemerintah dan Swasta juga mendapat seiring dengan meningkatnya jumlah
bimbingan internal dari pihak Rumah pasien gagal ginjal terminal.
Sakit. Peningkatan ini harus diikuti dengan
Terkait dengan kebijakan peningkatan kualitas layanan untuk
penerapan Peraturan Menteri Kesehatan menjamin mutu dan keselamatan pasien
tersebut di atas, maka prosedur yang dilayani.
penanganan pelayanan di Instalasi Perawat untuk bekerja lebih
Hemodialisa harus aktif bekerja di maksimal dan memberikan performa
dalam ruangan khususnya berdampak terbaik. Hal ini merupakan nilai tambah
dalam pelayanan kepada Pasien dan yang mempermudah pelayanan Pasien
peraturan tersebut tidak hanya Hemodialisa di Siloam Hospitals
diterapkan pada orang-orang tertentu Manado karena tenaga Perawat di
saja, melainkan pada semua pihak yang Siloam Hospitals Manado profesional.
terkait dalam pelayanan di Instalasi Para tenaga kesehatan juga selain ada
Hemodialisa. Pada kalangan tenaga peningkatan gaji setiap tahun juga
kesehatan, pengoperasikan prosedur diberikan penghargaan berupa bonus per
penggunaan alat medis Hemodialisa tahun jika penilaian kinerja yang
telah sesuai SPO yang berlaku. Tenaga dilakukan setahun dua kali dianggap
kesehatan yang kinerjanya baik biasanya baik. Hal ini berpengaruh untuk
akan dipromosi untuk menambah memotivasi peningkatan kerja dari
keahlian dengan mengikuti bimbingan tenaga kerja khususnya Perawat dalam
diluar Rumah Sakit yang tersertifikasi memberikan pelayanan yang maksimal.
dan dibiayai sepenuhnya oleh Rumah Selain itu apabila terdapat kekurangan
Sakit. Ini memacu tenaga kesehatan atau permasalahan biasanya pihak
yakni Rumah Sakit mengajak untuk berdiskusi
Rumah Sakit sebagai sarana mencari solusi bersama.
pelayanan kesehatan wajib memberikan
pelayanan sesuai dengan kemajuan ilmu 1. Analisis Pelaksanaan Pelayanan
pengetahuan/teknologi di bidang Di Instalasi Hemodialisa Siloam
kesehatan serta tuntutan masyarakat Hospitals Manado
yang mengharapkan pelayanan lebih Hasil penelitian ini, terlihat jelas bahwa
baik, ramah dan bermutu, termasuk pelaksanaan dari pihak rumah sakit telah
pelayanan dialisis. Pelayanan dialisis menetapkan prosedur sesuai Permenkes
saat ini berkembang dengan pesat RI No 812 tahun 2010 yang

30
dikoordinasikan dalam pengawasan Setyawan (2011) dengan judul
Komite Medik Rumah Sakit. Perawat Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal
selalu diusahakan memenuhi standar Rumah Sakit Umum Daerah Kota
mutu pelayanan dalam mencapai Semarangdiperoleh hasil wawancara
pelayanan prima secara paripurna di dengan informan secara mendalam
Rumah Sakit. Dokter di Rumah Sakit bahwa pelaskanaan SPM RSUD
telah menjalankan pelayanan sesuai Semarang pada kenyataannya ada
yang dituangkan dalam PPK (Panduan pelayanan yang kesesuaiannya sangat
Praktek Klinik) yang dibentuk atau tinggi tau sesuai dengan SPM RSUD
dijabarkan oleh Komite Medik bersama Kota Semarang dan ada juga pelayanan
staf. Rumah Sakit seluruhnya telah yang kesesuaiannya rendah adalah
sesuai hasil yang diharapkan dan waktu tanggap pelayanan dokter di
semuanya berjalan baik karena selalu gawat darurat, waktu tunggu untuk
bekerja berdasarkan Standar mendapatkan pelayanan kesehatan di
Operasional Prosedur (SOP) yang rawat jalan, waktu tunggu untuk
berlaku. Dalam melayani Pasien mendapat pelayanan kesehatan di rawat
Hemodialisa selalu melaksanakan jalan, waktu tunggu untuk mengetahui
pelayanan sesuai Standar Operasional hasil pelayanan laboratirum maksimal,
Prosedur (SOP) yang berlaku di Siloam waktu tunggu pelayanan untuk obat, jam
Hospitals Manado dengan memberikan buka pelayanan kesehatan di rawat jalan
pelayanan profesional dan paripurna serta jam visite dokter spesialis adalah
sesuai kebutuhan pasien khususnya tidak tepat waktunya.
pasien Hemodialisa Reguler yang Mutu pelayanan dapat dilihat dari
dilakukan tindakan Hemodialisa 5 jam berbagai sudut pandang dan
per 1 kali tindakan. Konsep pelayanan kepentingan, karena itu mutu adalah
Hemodialisa di Rumah Sakit terlihat multi dimensional antara lain
pada prosedur SPO yang tercantum pada kompetensi teknis, akses pelayanan,
dokumen di ruangan hemodialisa efektivitas, hubungan interpersonal,
tersebut secara lengkap. efisiensi, kontinuitas, keamanan, dan
Undang-Undang Nomor 812 fasilitas. Dimensi merupakan suatu
Tahun 2010 merupakan peraturan yang kerangka kerja yang membantu
sudah lama diterapkan di Rumah Sakit, menjelaskan dan menganalisa masalah
dan wajib dilaksanakan sepenuhnya oleh serta untuk mengukur sejauh mana dapat
seluruh lapisan yang terkait. Penelitian

31
memenuhi standar atau indikator mutu harus dicapai oleh pemerintah daerah
yang sudah ditetapkan. dalam kurun waktu tertentu. SPM juga
Indikator mutu pelayanan dipandang sebagai Technical Quality
merupakan instrumen untuk mengukur Standar, dimana SPM sebagai Standar
mutu pada outcome atau dampak. Operating Procedure (SPO), dan SPM
Indikator bertujuan untuk melihat sebagai Standar Mutu.
apakah ada kesinambungan pemberian Najori dan Kuntjoro (2010) juga
pelayanan yang bermutu yang mengatakan bahwa mutu pelaksanaan
dilaksanakan. Indikator yang baik pelayanan adalah ukuran dari penilaian
adalah yang sensitif tapi juga spesifik. atas beberapa tindakan pelaksanaan unit
Penelitian Hendarwan, dkk. , pelayanan. Penilaian mutu erat
(2015) dengan judul Analisis hubungannya dengan proses penyusunan
Implementasi Standar Pelayanan standar pelayanan yang meliputi 4
Minimal Bidang Kesehatan (empat) langkah utama, yaitu
Kabupaten/Kota diperoleh hasil menentukan kebutuhan dan lingkup
wawancara dengan informan secara standar, menerapkan standar, evaluasi,
mendalam bahwa adanya berbagai dan pembaruan (updating) standar.
permasalahan di dalam pelaksanaan Hasil pelaksanaan kegiatan
implementasi SPM-BK antara lain prosedur sesuai kebijakan yang ada di
beberapa indikator belum memenuhi Siloam Hospitals Manado dan Peraturan
kriteria SMART, inkonsistensi antara Menteri Kesehatan No. 812 tahun 2010
judul indikator, definisi operasional, dan dalam penelitian ini, sudah berjalan
rumus yang digunakan, adanya sangat baik mulai dari struktur
perbedaan tajam dalam pencapaian organisasinya, SPO yang digunakan,
cakupan baik dalam satu kabupaten pada sumber daya manusianya baik dokter,
kurun waktu yang berbeda maupun perawat maupun Pegawai Administrasi,
antara kabupaten/kota yang berbeda- bahan-bahan habis pakai serta alat yang
beda. digunakan juga sudah sesuai standar.
Suwandi, dkk. , (2013) Terdapat pembinaan dan pengawasan
berpendapat bahwa terdapat beberapa dari atasan secara berkala. Juga ada
miskonsepsi tentang SPM antara lain forum diskusi untuk menyelesaikan
SPM dianggap sebagai target kinerja masalah-masalah yang ada. Tenaga
dan muatannya lebih menggambarkan kesehatan yang bekerja di Instalasi
program-program beserta target yang Hemodialisa baik dokter dan perawat

32
dibekali dengan pelatihan-pelatihan terinfeksi, dan pasien non-infeksi, dan
sehingga mahir dan profesional serta juga dilakukan pemeriksaan
tersertifikasi untuk melakukan tindakan laboratorium berkala setiap bulan. Pihak
Hemodialisa. Pihak Rumah Sakit juga rumah sakit juga berharap
memberikan penghargaan untuk yang mengikutsertakan Dokter Umum dan
mempunyai kinerja baik berupa bonus Perawat dalam pelatihan mahir
tahunan. Hemodialisa untuk memaksimalkan
pelayanan pada pasien yang menjalani
Hemodialisa. Selain itu melibatkan Ahli
Gizi untuk memonitoring perkembangan
diet pasien Hemodialisa. Untuk
meningkatkan kualitas hidup pasien dan
2. Analisis Monitoring Dan Evaluasi memotivasi pasien yang menjalani
Pelayanan Di Instalasi Hemodialisa. Rumah sakit ada
Hemodialisa Siloam Hospitals memberikan penghargaan, tapi
Manado penghargaannya berupa bonus saja
Hasil penelitian ini, terlihat jelas bahwa untuk setiap tahun. Karena selalu
menurut pendapat informan mengenai mengacu atau sesuai Standar
monitoring dan evaluasi dari pihak Operasional Prosedur (SOP) yang
rumah sakit menerima masukan dalam berlaku. Selama ini untuk Perawat harus
bentuk langsung dari Dokter yang memiliki STR, SIK dan tergredensial.
terlibat langsung di bagian atau melalui Rumah sakit selalu menerima Dokter
rapat, atau bentuk rapat antar dokter bekerja dengan menyeimbangi antara
maupun rapat Komite Medik, bahkan kemampuan pelayanan kepada Pasien
masukan dari Perawat yang bekerja di dengan sumber daya manusia yang
bagiannya masing-masing. Rumah sakit tersedia. Perawat telah menjalankan
tidak khusus memberikan pada Bagian prosedur perawatan Pasien hemodialisa
Hemodialisa tapi untuk seluruh bagian sesuai pencapaian target yang
di Rumah Sakit yang berprestasi baik, ditetapkan. Perawat memperoleh
termasuk Perawat dan Dokter. Prosedur penghargaan selama bekerja melayani
pelaksanaan monitoring dan evaluasi pasien di ruang hemodialisa setelah
pada pasien Hemodialisa dilakukan sesuai yaitu pelayanan selama 4 jam
screening pada Pasien baru untuk untuk setiap pasien. Perawat
mengelompokkan Pasien tersebut mengajukan permohonan penambahan

33
fasilitas mesin Hemodialisa kepada pelaksanaannya sudah sangat bagus. Hal
pihak pimpinan. tersebut dapat terlihat dari adanya
Penelitian Supriyanto, dkk. , kejelasan alur pelayanan, batasan waktu
(2014) dengan judul Analisis Faktor- masing-masing loket, serta biaya
Faktor Penyebab Tidak Lengkapnya pelayanan yang terjangkau, kemampuan
Laporan Standar Pelayanan Minimal petugas yang baik, namun sarana dan
Rumah Sakit di Rumah Sakit prasarana pelayanan seperti pelayanan
Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota kesehatan yang ada peralatan kesehatan
Kediri menggunakan deskriptif kualitatif masih minim dan kondisi luas ruang
diperoleh hasil wawancara dengan pelayanan kesehatan masih minim.
informan secara mendalam bahwa Siagian (2012), berpendapat
munculnya alur atau prosedur SPM yang bahwa tujuan evaluasi program
belum sesuai standar. Petugas di unit- kesehatan merupakan untuk
unit rumah sakit belum memahami memperbaiki program-program
laporan SPM, bagaimana harus kesehatan dan pelayanannya untuk
membuat SPM dan kepada siapa laporan mengantarkan dan mengarahkan alokasi
SPM tersebut harus dilaporkan, serta tenaga dan dana untuk program dan
tidak sesuai dengan yang diharapkan. pelayanan yang sedang berjalan dan
Hasil evaluasi memberikan dampak yang akan datang. Evaluasi yang
terhadap setiap perubahan yang tidak dihasilkan harus digunakan secara
sesuai terhadap kebijakan oleh pihak konstruktif dan bukan untuk
manajemen yang diperlukan untuk membenarkan tindakan yang telah lalu
membuat laporan mutu rumah sakit atau sekedar mencari kekurangan.
yang tidak menggambarkan mutu Monitoring dan evaluasi terhadap
pelayanan rumah sakit berjalan dengan pelayanan tenaga medis di Instalasi
baik. Hemodialisa, pihak Siloam Hospitals
Penelitian Shadikin (2013) dengan Manado menerima masukan dari dokter
judul Implementasi Standar Pelayanan dan perawat yang bertugas di Instalasi
Kesehatan di Puskesmas Brong Hemodialisa dibawah pengawasan
Tongkok Kabupaten Kutai Komite Medik. Untuk monitoring dan
Baratmenggunakan deskriptif kualitatif evaluasi pelaksanaan kegiatan di
diperoleh hasil bahwa prosedur Instalasi Hemodialisa, untuk tenaga
pelayanan kesehatan ibu dan bayi serta kesehatan baik dokter dan perawat harus
pelayanan pengobatan/perawatan dalam memiliki STR, SIP/SIK dan

34
tergredensial. Proses screening khusus rencana kerja pencapaian dan penetapan
pada pasien baru untuk target tahunan, dan ada penilaian
mengelompokkan pasien tersebut prestasi kerja yang baik setelah
terinfeksi, dan pasien non-infeksi, dan pencapaian SPM Kesehatan sebanyak 2
juga dilakukan pemeriksaan kali setiap tahun. Namun pihak rumah
laboratorium berkala setiap bulan. sakit selalu memberikan laporan prestasi
Pihak rumah sakit dalam kerja pencapaian SPM secara berkala.
memberikan penghargaan tidak khusus Pelaporan yang diterima dalam bentuk
memberikan pada Bagian Hemodialisa pelaporan perbulan dengan
tapi untuk seluruh bagian di rumah sakit menggunakan indikator kinerja dimana
yang berprestasi baik, termasuk perawat dilakukan pengukuran terhadap
dan dokter. perubahan yang terjadi dari waktu ke
waktu. Prosedur pendelegasian baik dari
3. Analisis Pengembangan Kapasitas dokter maupun kepala bagian
Pelayanan Di Instalasi departemen biasanya dituangkan dalam
Hemodialisa Siloam Hospitals Program Kerja yang bimbingan teknis
Manado atau pelatihan diperlukan. Tidak ada
Hasil penelitian ini, terlihat jelas bahwa permasalahan dari pembinaan dan
menurut pendapat informan bahwa pengawasan selama ini.
mengenai pengembangan kapasitas dari Penelitian Supriyanto, dkk. ,
pihak rumah sakit belum pernah secara (2014) dengan judul Analisis Faktor-
langsung mendapatkan pembinaan Faktor Penyebab Tidak Lengkapnya
teknis atas penerapan dan pencapaian Laporan Standar Pelayanan Minimal
pelayanan dari Menteri Kesehatan, tapi Rumah Sakit di Rumah Sakit
masih berinisiatif mengirimkan tenaga Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota
kesehatan apabila ada pendidikan, Kediri menggunakan deskriptif kualitatif
namun SDM yang tersedia telah diperoleh hasil bahwa akar
mencukupi kebutuhan. Perawat permasalahan yang diidentifikasi
difasilitasi pengembangan kapasitas pergantian Tim Mutu Rumah sakit yang
melalui peningkatan kemampuan di tidak berjalan dengan baik dan tidak
ruang hemodialisa yang disetujuinya lengkapnya anggota, sehingga
penambahan mesin Hemodialisa sesuai menyebabkan tidak berjalannya program
kenaikan jumlah kunjungan pasien di peningkatan mutu berkelanjutan dan
rumah sakit ini. Ada penyusunan pencapaian SPM. Rumah sakit

35
mengharapkan pembentukan kembali dalam kalibrasi alat medik juga belum
Tim Mutu dengan tepat, dan terlaskana dengan baik di rumah sakit.
kelengkapan organiknya menjadi titik Kurniati dan Efendi (2012)
awal solusi implementasi manajemen mengatakan bahwa rendahnya kualitas
mutu di rumah sakit. SDM kesehatan dan kompetensi tenaga
Penelitian Syafharini (2012) kesehatan berimplikasi pada rendahnya
dengan judul Analisis Pelaksanaan kualitas layanan yang diberikan dan
Manajemen Mutu Pelayanan di Instalasi lemahnya daya saing bangsa. Penguatan
Rawat inap Rumah Sakit Islam kompetensi SDM sebagai bagian utama
Malahayati Medanjuga menyimpulkan dalam penguatan mutu tenaga kesehatan
hal yang sama bahwa untuk masing- memerlukan keselarasan pola
masing kategori pelayanan medis, rekam pembinaan pelatihan dan keterampilan
medik, dan peralatan medik masih kerja. Oleh sebab itu, diperlukan suatu
belum memenuhi SPM Depkes dan lembaga standarisasi dan sertifikasi
IHQN. Indikator yang belum terpenuhi kompetensi kerja yang bersifat nasional
untuk setiap sub sistem pelayanan medis dan diakui oleh semua pihak.
antara lain jam visite dokter, evaluasi Pengembangan kapasitas
mutu, pelatihan, infeksi pasca operasi, standar pelayanan minimal di rumah
infeksi nosokomial, pasien sakit, sampai saat ini tidak ada
jatuh/medication error, kematian pasien permasalahan dari pembinaan dan
>48 jam, tidak adanya kegiatan pengawasan. Penyusunan rencana
pencatatan dan pelaporan penyakit TB pencapaian dan penetapan target
dan pre operative death rate, sedangkan tahunan dilakukan dengan evaluasi
untuk sub sistem rekam medik terlebih dahulu hasil pencapaian tahun
khususnya hemodialisa antara lain sebelumnya baru dilakukan rencana
kelengkapan pengisian rekam medik dan target tahun selanjutnya. Terdapat
informed consent, kecukupan tenaga penilaian prestasi kerja terhadap
rekam medik, master data yang pencapaian sebanyak 2 kali setiap tahun.
terkomputerisasi, fasilitas rekam medik, Laporan pencapaian prestasi kerja secara
dan evaluasi mutu, serta untuk sub berkala tiap bulan dan jika ada
sistem peralatan medis antara lain permasalahan biasanya akan dievaluasi
kecepatan waktu dalam menanggapi untuk dicarikan solusinya. Siloam
kerusakan alat, ketepatan waktu Hospitals Manado belum pernah secara
pemeliharaan alat, ketepatan waktu langsung mendapatkan pembinaan

36
teknis atas penerapan dan pencapaian untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
dari Menteri Kesehatan, tapi biasanya konsumen akan pelayanan kesehatan
berinisiatif mengirimkan tenaga yang sesuai standar profesi, sumberdaya
kesehatan apabila ada pendidikan atau yang tersedia di rumah sakit secara
pelatihan ketrampilan. Untuk wajar, efisien dan efektif serta diberikan
pendelegasiannya sendiri biasanya secara aman dan memuaskan sesuai
dituangkan dalam Program Kerja yang norma, etika hukum dan sosio budaya
bimbingan teknis atau pelatihan dengan memperhatikan keterbatasan dan
diperlukan. Bentuk pengembangan di kemampuan pemerintah dan masyarakat
Instalasi Hemodialisa, perawat konsumen (Dirjen Yanmed
difasilitasi melalui peningkatan Depkes,1994).
kemampuan di Instalasi Hemodialisa Mutu pelayanan rumah sakit
yang disetujui contohnya penambahan merupakan konsep yang bersifat
mesin Hemodialisa sesuai kenaikan komprehensif dan multisegi, mengukur
jumlah kunjungan pasien. Sumber daya satu atau lebih dimensi mutu, seperti
manusia dalam hal ini tenaga kesehatan kompetensi teknis keprofesian, akses
yang tersedia telah mencukupi pelayanan, efisiensi, hubungan
kebutuhan namun jika ada penambahan interpersonal, kontinuitas,
tenaga akan lebih optimal lagi. keamanan/keselamatan, kepuasan, sosial
Mutu adalah gambaran total sifat budaya dan fasilitas.
dari suatu produk atau jasa pelayanan Kepmenkes No:
yang berhubungan dengan 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar
kemampuanya untuk memberikan Pelayanan Minimal Rumah Sakit yang
kebutuhan kepuasan (American Society dimaksudkan agar tersedianya panduan
for Quality Control). Mutu adalah dalam melaksanakan perencanaan
tingkat kesempurnaan dari produk atau pelaksanaan dan pengendalian serta
jasa. Mutu adalah kesesuaian dengan pengawasan dan pertanggungjawaban
apa yang di syaratkan, sebuah produk penyelenggaraan standar pelayanan
dikatakan bermutu atau berkualitas minimal rumah sakit.
apabila sesuai dengan standar yang Jenis – jenis pelayanan rumah
ditetapkan dan dapat memenuhi harapan sakit yang minimal wajib disediakan
atau kepuasan pelanggan. oleh rumah sakit meliputi :Pelayanan
Mutu pelayanan rumah sakit gawat darurat, Rawat jalan, Rawat inap,
adalah suatu derajat kesempurnaan Bedah, Persalinan dan perinatologi,

37
Intensif, Radiologi, Laboratorium, yang baik sesuai kebijakan SPO yang
Rehabilitasi medik, Farmasi, Gizi, berlaku dan direhab setiap 1 tahun
Transfusi, Rekam medis, Pengelolaan sekali. Prosedur pendelegasian baik dari
limbah, Administrasi manajemen, dokter maupun kepala bagian
Pemeliharaan sarana rumah sakit, dan departemen biasanya dituangkan dalam
Pencegah Pengendalian Infeksi. Standar Program Kerja apa yang bimbingan
pelayanan minimal bertujuan untuk teknis atau pelatihan apa yang perlukan.
menyamakan pemahaman tentang Tidak ada permasalahan dari pembinaan
definisi operasional, indikator kinerja, dan pengawasan selama ini. Perawat
ukuran atau satuan rujukan, perhitungan selama ini tidak ada halangan dan
/ rumus / pembilangan penyebut / rintangan yang ditemui dalam
standar / satuan pencapaian kinerja dan menyelesaikan pembinaan dan
sumber data. pengawasan selama di ruang
hemodialisa. Perawat melaksanakan
pembinaan dan pengawasan melalui
4. Analisis Pembinaan Dan laporan khusus secara berkala dalam
Pengawasan Pelayanan Di rapat mingguan, dan laporan umum
Instalasi Hemodialisa Siloam dalam rapat bulanan.
Hospitals Manado Syafharini (2012) melakukan
Hasil wawancara dan observasi dengan penelitian yang berjudul Analisis
informan, maka tanggapannya Pelaksanaan Manajemen Mutu
diungkapkan bahwa rumah sakit ini Pelayanan di Instalasi Rawat Inap
telah mendapatkan pembinaan teknis Rumah Sakit Islam Malahayati Medan
atas penerapan dan pencapaian dari memperoleh hasil bahwa masih banyak
Menteri Kesehatan. Perawat selalu terdapat kekurangan manajemen dalam
memperoleh pembinaan dan pembinaan dan pengawasan
pengawasan atasan dalam rapat melaksanakan manajemen mutu
mingguan dari atasan. Pembinaan dan pelayanan, sehingga dapat menyebabkan
pengawasankepada perawat selama belum terpenuhinya beberapa
melayani pasien di ruang hemodialisa persyaratan peningkatan mutu pelayanan
dilakukan oleh Kepala Ruangan, Kepala di rumah sakit. Oleh karena itu,
Divisi, dan Bagian Quality and Risk. manajemen saat kini harus melakukan
Perawat memperoleh petunjuk teknis perubahan dengan cara melakukan
pelaksanaan di Instalasi Hemodialisa perubahan konsep manajemen yang

38
lebih baik meliputi strategi, budaya pencapaian tujuan organisasi. Selain itu,
rumah sakit dan kepedulian terhadap di rumahs akit diperlukan karyawan
pelanggan serta melakukan perbaikan yang menjalankan SPO dalam
berupa menghancurkan hambatan pengawasan yang baik dan selalu
internal, memotivasi, dan meningkatkan meningkatkan kompetensinya karena
kemampuan karyawan, dan lain-lain. teknologi, ilmu pengetahuan tentang
Hudawi (2012) juga menyatakan pelayanan kesehatan yng berkembang
pendapat hasil penelitiannya yang sangat pesat dari waktu ke waktu.
berjudul Pelaksanaan Standar Pelayanan Pembinaan dan pengawasan di
Minimal Rumah Sakit pada Pelayanan Siloam Hospitals Manado selama ini
Rawat Inap di RSUD Kabupaten Bekasi tidak ada permasalahan berarti. Tenaga
Tahun 2012 bahwa pembinaan dan kesehatan di Instalasi Hemodialisa
pengawasan dari segi SPO khususnya memperoleh petunjuk teknis
pada rawat inap sudah terlihat pelaksanaan sesuai kebijakan SPO yang
kelengkapannya, akan tetapi masih berlaku dan direvisi setiap tahun sesuai
banyak yang tidak sesuai dengan SPO, kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
sedangkan dari segi SDM memang suatu Pembinaan dan pengawasan selama
dilemma rumah sakit pemerintah daerah melayani pasien di Instalasi Hemodialisa
yang kekurangan untuk tenaga ahlinya, dilakukan oleh Kepala Ruangan, Kepala
dan dari segi sarana dan prasarana sudah Divisi, dan Bagian Quality and Risk.
cukup memadai, tetapi masih kurang Pelaksanaan pembinaan dan
dari sistem pemeliharaannya, sehingga pengawasan biasanya melalui laporan
masih belum dilaksanakan secara khusus secara berkala dalam rapat
maksimal, karena keadaan rumah sakit mingguan, dan laporan umum dalam
yang masih sedikit banyak mempunyai rapat bulanan untuk berdiskusi.
kelemahan dan kekurangan yaitu baik Peningkatan mutu layanan perlu
dari segi SPO, SDM, dan juga sarana perencanaan (Quality Planning) atau
dan prasarana rumah sakit tersebut. dirancang, pengendalian (Quality
Ilyas (2011) berpendapat bahwa Control), deteksi dan koreksi adanya
kompetensi SDM tidak terbentuk penyimpangan atau perubahan segera
dengan otomatis. Kompetensi harus setelah terjadi, sehingga terjadi
dikembangkan secara terencana sesuai peningkatan (Quality Improvement).
dengan pengembangan usaha agar Proses peningkatan dan
menjadi kekuatan untuk mendukung mempertahankan mutu pelayanan

39
dialisis yang komprehensif dan anemia, akses vaskuler. Indikator lain
berkelanjutan perlu disusun secara yang juga perlu dimonitor meliputi
objektif dan sistematik untuk memantau kualitas air, program reuse dialiser,
dan mengevaluasi kualitas pelayanan keselamatan pasien dan segala sesuatu
dialisis. yang memerlukan peningkatan mutu
Mengingat pelayanan dialisis pelayanan. Interdisiplin tim yang
belum tercantum tentang standar meliputi dokter, perawat dialisis dan
pelayanan dan indikator dalam tenaga lain yang terlibat ikut berperan
Kepmenkes, sehingga pelayanan dialisis dalam program peningkatan mutu
perlu membuat sebagai standar dan pelayanan. (Suwardhana, 2015)
indikator mutu acuan untuk menilai
kualitas dan dapat melakukan branch KESIMPULAN
marking antar unit dialisis rumah sakit. Kesimpulan dari implementasi
Standar dan indikator mutu disesuaikan pelayanan di Instalasi Hemodialisa
dengan unit dialisis bisa mengacu Siloam Hospitals Kota Manado sesuai
Standar Akreditasi Rumah Sakit pada Permenkes No. 812 Tahun 2010 adalah
area : klinis, manajemen, sasaran sebagai berikut :
keselamatan pasien, sentinel event, 1. Implementasi pelayanan di
KTD, dan KNC atau berdasarkan Instalasi Hemodialisa Siloam
PITNAS IPDI Manado, 2015. Hospital Manado sudah
Menurut salah satu badan dilaksanakan sesuai dengan
akreditasi the Centers for Medicare & Permenkes No. 812 Tahun 2010
Medicaid Services (CMS ESRD Network sebagai acuan, disesuaikan dengan
11 Medical Review Committee ketentuan dari Head Office dan
Recommended Treatment Goals 2011 memenuhi standar akreditasi
Goals), menyebutkan bahwa tujuan KARS.
pengobatan/perawatan merupakan 2. Monitoring dan evaluasi terhadap
indikator klinis yang penting dimonitor pelayanan tenaga medis di
sebagai bukti pencapaian sesuai Clinical Instalasi Hemodialisa Siloam
Practice Guideline seperti K/DOQI Hospitals Manado telah
(Kidney Dialisis Outcomes Quality Initiative). dilaksanakan dengan baik.
Secara umum indikator klinis yang di 3. Pengembangan kapasitas standar
ukur di unit dialisis meliputi: adekuasi pelayanan minimal di Instalasi
dialisis, status nutrisi, manajemen Hemodialisa Siloam Hospitals

40
Manado telah dilaksanakan kebutuhan di tiap unit pelayanan dalam
dengan baik. hal ini pada Instalasi Hemodialisa
4. Pembinaan dan pengawasan di perihal kebutuhan-kebutuhan untuk
Instalasi Hemodialisa Siloam menunjang pelayanan. Bisa dari segi
Hospitals Manado dijalankan fasilitas yakni ruangan dan alat-bahan,
dengan baik dan selama ini tidak juga dari segi tenaga kesehatannya.
ada permasalahan berarti. Seperti dalam hasil wawancara, dari
Pembinaan dan pengawasan pihak Instalasi Hemodialisa berharap
dilakukan oleh Kepala Ruangan, bisa menambah tenaga perawat serta
Kepala Divisi, dan Bagian Quality menambahkan ahli gizi untuk kontrol
and Risk. diet pasien secara ketat. Agar pelayanan
di Instalasi Hemodialisa Siloam
SARAN Hospitals Manado dapat lebih baik lagi
1. Bagi Pemerintah Kota Manado kedepannya.
(Dinas Kesehatan)
Lebih aktif mengadakan pelatihan –
pelatihan khusus Hemodialisa bagi
daerah Kota Manado agar tenaga 3. Bagi Tenaga Kesehatan di
kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit Instalasi Hemodialisa
khususnya di Instalasi Hemodialisa Disarankan agar para petugas kesehatan
mempunyai bekal keahlian yang baik baik Dokter, Perawat dan Petugas
sehingga pelayanan bagi masyarakat Administrasi memahami betul pekerjaan
dapat lebih optimal. Pemerintah juga dan tanggung jawabnya. Disiplin dan
sebaiknya melakukan kunjungan ke profesional. Mengerjakan sesuai SPO
Rumah Sakit yang melayani yang berlaku. Memperhatikan
Hemodialisa untuk memonitor dan dokumentasi pelayanan serta lebih
evaluasi kinerja Rumah Sakit bisa juga komunikatif dengan atasan apabila ada
sebagai wahana diskusi untuk saran atau kesulitan-kesulitan yang
mengetahui masalah-masalah yang ada ditemui di lapangan.
dan mencari solusinya bersama.
4. Bagi Masyarakat dan Pengunjung
2. Bagi Pimpinan Rumah Sakit Rumah Sakit
Diharapkan pimpinan Siloam Hospitals Untuk masyarakat yang menjadi Pasien
Manado dapat lebih memperhatikan Hemodialisa, karena tindakan

41
Hemodialisa ini rutin dan terjadwal (2 Sakit. Departemen Kesehatan RI.
atau 3 kali setiap minggu), sebaiknya Jakarta.
disiplin waktu dan disiplin administrasi ____________. 2011. Standar
sehingga dalam menerima pelayanan Akreditasi Rumah Sakit. Depkes
tidak mengalami hambatan karena RI & KARS. Jakarta
masalah berkas yang tidak lengkap atau ____________2010a. Menteri
karena datang tidak tepat waktu. Kesehatan Republik Indonesia.
Standar Pelayanan Minimal
5. Bagi Peneliti Lainnya Rumah Sakit. Jakarta 2010
Diharapkan untuk peneliti lainnya dapat ___________ 2010b. Peraturan Menteri
menggunakan hasil penelitian ini Kesehatan Nomor 812 Tahun
sebagai acuan referensi pembanding 2010 tentang Penyelenggaraan
dengan penelitian yang dilakukan oleh Pelayanan Dialisis pada Fasilitas
peneliti lainnya, sehingga dapat Pelayanan Kesehatan. Menteri
memberikan manfaat bagi peneliti Kesehatan Republik Indonesia.
lainnya. Jakarta.
___________ 2010c. . Penyelenggaraan
Pelayanan Dialisis Pada Sarana
DAFTAR PUSTAKA Pelayanan Kesehatan. Kemenkes
Anonimous. 2014. Undang-Undang RI. Jakarta
Republik Indonesia Nomor 36 ___________2008a. Peraturan Menteri
Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan Nomor 129 Tahun
Kesehatan. Peraturan Menteri 2008 tentang Standar Pelayanan
Kesehatan. Jakarta. Minimal Rumah Sakit. Menteri
___________ 2013. Visi dan Misi Kesehatan Republik Indonesia.
Kinerja Tenaga Medis Rumah Jakarta.
Sakit Umum Siloam Kota ___________2008b. Peraturan Menteri
Manado. Rumah Sakit Umum Kesehatan Republik Indonesia
Siloam Kota Manado. Manado. Nomor 741 Tahun 2008 tentang
___________2012. Monitoring dan Standar Pelayanan Minimal
Evaluasi dalam Standar Pelayanan Bidang Kesehatan di
Minimal terhadap Penderita Kabupaten/Kota. Menteri
Penyakit Ginjal Kronis di Rumah Kesehatan RI. Jakarta.

42
___________ 2004. Indikator Kinerja Kesehatan. Kementerian
Rumah Sakit. Dirjen Pelayanan Kesehatan RI. Jakarta.
Medik Depkes RI. Jakarta Hudawi, A. 2012. Pelaksanaan Standar
___________2000. Pedoman Penetapan Pelayanan Minimal Rumah Sakit
Standar Pelayanan Minimal pada Pelayanan Rawat Inap di
Bidang Kesehatan di Kabupaten RSUD Kabupaten Bekasi Tahun
dan Kota. Departemen Kesehatan 2012. Tesis. Pascasarjana.
RI. Jakarta. Program Studi Kajian
Bayoumi, M. M. 2014. Subjective Administrasi Rumah Sakit.
Burden on Family carers of Fakultas Kesehatan Masyarakat.
Hemodialysis Patients. Open Universitas Indonesia. Jakarta.
Journal of Nephrology. Vol. 4(2): Ilyas, Y. 2011. Perencanaan Sumber
79-85. Daya manusia Rumah sakit,
Dewi, S. L. 2013. Kebijakan untuk Teori, Metoda dan Formula.
Daerah dengan Tingkat Jumlah Cetakan ke-3. Penerbit Fakultas
Tenaga Kesehatan Rendah. Pusat Kesehatan Masyarakat.
Kebijakan dan Manajemen Universitas Indonesia. Jakarta.
Kesehatan. Jurnal Kebijakan Kohli, S., P. Batra, and H. K. Aggarwal.
Kesehatan Indonesia. Vol. 2011. Anxiety, Locus of Control,
02(1):1-2. and Coping Strategies among End
Ferrario, S. R., A. M. Zotti, A. Barroni, Stage Renal Disease Patients
A. Cavagnino, and R. Fornara. Undergoing Maintenance
2002. Emotional Reaction and Hemodialysis. Indian Journal of
Practical Problems of the Nephrology. Vol. 21(3):177-181.
Caregivers of Hemodialysed Kurniati, A., dan F. Efendi. 2012. Kajian
Patients. Journal Nephrology. SDM Kesehatan di Indonesia.
Vol. 15(1):54-60. Edisi ke-5. Jakarta: Salemba
Hendarwan, H., Rosita, dan O. Suriani. Medika.
2015. Analisis Implementasi
Standar Pelayanan Minimal Malika, R. 2014. Analisis Beban Kerja
Bidang Kesehatan sebagai Dasar Penentuan Jumlah
Kabupaten/Kota. Badan Kebutuhan Tenaga Perawat di
Penelitian dan Pengembangan Instalasi Rawat Inap RSU Kota
Tangerang Selatan pada Tahun

43
2013. Skripsi. Manajemen Administrasi Negara. Vol.
Pelayanan Kesehatan. Program 2(3):40-52.
Studi Kesehatan Masyarakat. Siagian, S. P. 2012. Fungsi-Fungsi
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Manajemen. Jakarta: Bumi
Kesehatan. UIN Syarif Aksara.
Hidayatulla. Jakarta. Sugiyono. 2012. Metode Penelitian
Masalamu, J. S., J. M. Pangemanan, dan Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
S. Engkeng. 2014. Analisis Supriyanto, E., T. Hariyanti, dan E. L.
Pelaksanaan Capaian Standar Widayanti. 2014. Analisa Faktor-
Pelayanan Minimal (SPM) untuk Faktor Penyebab Tidak
Pelayanan Bayi dan Balita di Lengkapnya Laporan Standar
Puskesmas Teling Atas Pelayanan Minimal Rumah Sakit
Kecamatan Wanea Kota Manado. di Rumah Sakit Muhammadiyah
Skripsi. Fakultas Kesehatan Ahmad Dahlan Kota Kediri.
Masyarakat. Universitas Sam Program Studi Magister
Ratulangi. Manado. Manajemen Rumah Sakit.
Najori, D., dan T. Kuntjoro. 2010. Mutu Fakultas Kedokteran. Universitas
Pelayanan Keperawatan Anestesi Brawijaya. Jurnal Kedokteran
di Rumah Sakit Umum Daerah Brawijaya. Vol. 28(1):36-40.
Sanggau. Tesis. Pascasarjana. Malang.
Program Studi Ilmu Kesehatan Suwandi. M., H. Khairi, B. A. Suryanto,
Masyarakat. Universitas Gajah dan P. Djunaidi. 2013. Konsep
Mada. Yogyakarta. Standar Pelayanan Minimal
Setyawan, A. 2011. Pelaksanaan Standar Bidang Kesehatan. . Laporan
Pelayanan Minimal Rumah Sakit AIPHSS. Jakarta.
Umum Daerah Kota Semarang. Suardana, I K. 2015. Indikator Mutu
Skripsi. Program Studi Ilmu Pelayanan di Instalasi Dialisis.
Pemerintahan. Fakultas Ilmu Disampaikan pada Pitnas IPDI
Politik. Universitas Negeri Menado 2015
Semarang. Semarang. Syafharini, A. 2012. Analisis
Shadikin. 2013. Implementasi Standar Pelaksanaan Manajemen Mutu
Pelayanan Kesehatan di Pelayanan di Instalasi Rawat inap
Puskesmas Brong Tongkok Rumah Sakit Islam Malahayati
Kabupaten Kutai Barat. Jurnal Medan. Tesis. Pascasarjana.

44
Program Studi Magister
Manajemen. Universitas Sumatera
Utara. Medan.

45