Anda di halaman 1dari 10

UJI INDIKTOR ASAM BASA DENGAN

BAHAN ALAMI

Disusun Oleh :

Kelas : XI MIA 4

 Ade Supangkat
 Elsha Nuzarkasih
 Mohamad Adin Rojali
 Siti Rahayu
 Suwati Zaenun Alfiah
 Wulan Sri Wahyuni

KEMENTRIAN AGAMA KOTA CIREBON


MADRASAH ALIYAH NEGERI 2 KOTA CIREBON
Jl.Pelendakan No.1-Karyamulya-Kesambi
Kota Cirebon
2020
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan Puji Syukur ke hadirat Allah SWT.


Yang talah melimpahkan karunia dan rahmatnya sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Uji
Indikator Asam Basa dengan Bahan Alami” yang dapat
diselesaikan dengan baik. Tidak lupa shalawat dan salam
semoga terlimpahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW,
keluarganya, sahabatnya, dan kepada kita selaku umatnya.

Makalah ini kami buat untuk melengkapi tugas kelompok


mata pelajaran Kimia. Kami ucapkan terima kasih kepada
semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan
makalah tentang ini. Dan kami juga menyadari pentingnya
akan sumber bacaan dan referensi internet yang telah
membantu dalam memberikan informasi yang akan menjadi
bahan makalah.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak


yang telah memberikan arahan serta bimbingannya selama ini
sehingga penyusunan makalah Uji Indikator Asam Basa
dengan Bahan Alami dapat dibuat dengan sebaik-baiknya.
Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan
makalah ini sehingga kami mengharapkan kritik dan saran
yang bersifat membangun demi penyempurnaan makalah ini.

Kami mohon maaf jika di dalam makalah “Uji Indikator Asam


Basa dengan Bahan Alami” ini terdapat banyak kesalahan dan
kekurangan, karena kesempurnaan hanya milik Yang Maha
Kuasa yaitu Allah SWT, dan kekurangan pasti milik kita sebagai
manusia. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita
semuanya.

Cirebon, 04 Februari 2020

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Asam Basa sudah dikenal sejak zaman dahulu. Istilah asam
(acid) berasal dari bahasa latin acetum yang berarti cuka.
Istilah basa (alkali) berasal dari bahasa arab yang berarti abu.
secara tidak sadar asam basa merupakan bagian dari
kehidupan. Kita senantiasa berinteraksi dengan asam basa
setiap hari. Makanan yang kita konsumsi sebagian besar
bersifat asam, sedangkan pembersih yang kita gunakan
(sabun, deterjen, dll) adalah aasam.
asam dan basa juga sangat berpengaruh terhadap
lingkungan. Keasaman tanah akan berpengaruh terhadap
kondisi tumbuhan yang ada diatasnya. Kualitas air juga dapat
ditentukan dengan mengukur tingkat keasamannya. Suatu
daerah yang dilanda hujan asam akan mengalami kerusakan
lingkungan yang cukup buruk. Kebayakan asam dan basa
(yang belum bercampur dengan senyawa lain) dialam berupa
liquid (larutan). Karena bentuk inilah yang mudah untuk
direaksikan dengan senyawa lain. Meskipun asam dan basa
yang kita konsumsi sehari-hari berupa padatandan sabun,
namun pada akhirnya tetap dicairkan (direaksikan atau
dicampurkan dengan air) agar lebih mudah diserap atau
digunakan.
Berdarkan penelitian asam basa ARRHENIUS, suatu
senyawa bersifat asam dalam air karena adanya ion H+.
Adapun suatu senyawa bersifat basa dalam air karena adanya
ion OH-. Untuk mengetahui apakah suatu senyawa
mengandung ion OH+ atau OH-dapat diuji dengan kertas
lakmus. Ada dua jenis kertas lakmus, yakni lakmus merah dan
lakmus biru. Adanya ion H+ dalam larutan dapat memerahkan
kertas lakmus (lakmus biru berubah menjadi merah dan
lakmus merah tetap berwarna merah). Adapun ion OH- dalam
larutan yaitu dapat melarutkan kertas lakmus (lakmus merah
berubah menjadi biru dan lakmus biru tetap biru).
Pada tahun 1923 ahli kimia bernama J.N Broansted dan ahli
kimia inggris bernama T.N Lowry mengemukakan teori asam
basa Broansted-Lowry, yang berbunyi suatu zat memberi
proton (proton donor) disebut asam dan suatu zat penerima
proton (proton aseptor) disebut basa. Dari definisi tersebut
maka suatu asam setelah melepaskan proton akan
membentuk basa konjugasi dari asam tersebut. Demikian pula
dengan basa, setelah menerima proton akan membentuk
asam konjugasi dari basa tersebut.
Pada tahun 1932 G.N Lewis menyatakan teori yang
berbunyi basa adalah zat yang memiliki satu atau lebih dari
satu pasangan elektron bebas yang dapat diberikan kepada
zat lain sehingga terbentuk ikatan kovalen koordinasi,
sedangkan asam adalah zat yang dapat menerima pasangan
elektron tersebut.

1.2 Tujuan Penelitian


 Percobaan pertama:
1. Menjelaskan sifat larutan asam dan basa dengan
berbagai indikator melalui percobaan.
2. Memperkirakan ph suatu larutan elektrolit yang tidak
dikenal berdasarkan hasil pengamatan trayek
perubahan warna berbagai indikator asam dan basa.
 Percobaan kedua:
1. Penentuan ph larutan (asam kuat dan lemah) dengan
mengunakan indikator universal.
2. Penentuan ph larutan (basa kuat dan lemah) dengan
menggunakan indikator universal.

1.3 Waktu dan Tempat Praktikum


Tanggal 29 Januari 2020, di Laboratorium MAN 2 Kota
Cirebon pada jam 10.30 s.d. 12.00

BAB II

KAJIAN TEORI

.1 Teori Asam
Asam (yang sering diwakili dengan rumus umum HA)
secara umum merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan
dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil
dari 7. Dalam definisi modern, asam adalah suatu zat yang
dapat memberi proton (ion H+) kepada zat lain (yang disebut
basa), atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari
suatu basa. Suatu asam bereaksi dengan suatu basa dalam
reaksi penetralan untuk membentuk garam. Contoh asam
adalah asam asetat (ditemukan dalam cuka) dan asam sulfat
(digunakan dalam baterai atau aki mobil). Asam
umumnyaberasa masam; walaupun demikian, mencicipi rasa
asam, terutama asam pekat, dapat berbahaya dan tidak
dianjurkan.

1. sifat asam

Secara umum, asam memiliki sifat sebagai berikut:

 Rasa  : masam ketika dilarutkan dalam air.


 Sentuhan : asam terasa menyengat bila disentuh,
terutama bila asamnya asam kuat. Kereaktifan : asam
bereaksi hebat dengan kebanyakan logam, yaitu korosif
terhadap logam.
 Hantaran listrik: asam, walaupun tidak selalu ionik,
merupakan elektrolit.

2. Penggunaan asam

Asam memiliki berbagai kegunaan. Asam sering digunakan untuk


menghilangkan karat dari logam dalam proses yang disebut
“pengawetasaman” (pickling). Asam dapat digunakan sebagai elektrolit
di dalam baterai sel basah, seperti asam sulfat yang digunakan di
dalam baterai mobil. Pada tubuh manusia dan berbagai hewan, asam
klorida merupakan bagian dari asam lambung yang disekresikan di
dalam lambung untuk membantu memecah protein dan polisakarida
maupun mengubah proenzim pepsinogen yang inaktif menjadi enzim
pepsin. Asam juga digunakan sebagai katalis; misalnya, asam sulfat
sangat banyak digunakan dalam proses alkilasi pada pembuatan
bensin.

 Asam lemah dan asam kuat

asam yang tidak terionisasi secara signifikan dalam


larutan. Misalnya jika sebuah asam dilambangkan
dengan HA, maka dalam larutan masih terdapat jumlah
sebesar HA yang belum terdisosiasi/terionisasi. Dalam air,
sebuah asam lemah terdisosiasi sebagai berikut :

Konsentrasi kesetimbangan dari reaktan dan produk


dihubungkan melalui persamaan konstanta keasaman, Ka

Semakin besar nilai Ka, maka semakin banyak


pembentukan H+, sehingga pH larutan semakin kecil. Nilai
Ka asam lemah berkisar antara 1.8×10-16 dan 55.5. Asam
dengan Ka dibawah 1.8×10-16, merupakan asam yang
lebih lemah daripada air, sehingga bersifat basa.

Sedangkan asam dengan Ka diatas 55.5 adalah asam


kuat yang hampir terdisosiasi dengan sempurna saat
dilarutkan dalam air. Sebagian besar asam adalah asam
lemah. Asam-asam organik adalah anggota terbesar dari
asam lemah. Asam lemah terdapat di rumah tangga
seperti asam asetat dalam cuka dan asam sitrat dalam
jeruk.

.2 Teori Basa

Definisi umum dari basa adalah senyawa kimia yang


menyerap ion hydronium ketika dilarutkan dalam air.Basa
adalah lawan (dual) dari asam, yaitu ditujukan untuk
unsur/senyawa kimia yang memiliki pH lebih dari 7. Kostik
merupakan istilah yang digunakan untuk basa kuat. jadi
kita menggunakan nama kostik soda untuk natrium
hidroksida (NaOH) dan kostik postas untuk kalium
hidroksida (KOH). Basa dapat dibagi menjadi basa kuat dan
basa lemah. Kekuatan basa sangat tergantung pada
kemampuan basa tersebut melepaskan ion OH dalam
larutan dan konsentrasi larutan basa tersebut.

BAB III

ALAT,BAHAN DAN CARA KERJA

3.1 Alat-Alat

 Gelas ukur
 Pipet tetes
 Sendok plastik
 Plat tetes
 Mortal
 Alue
 Batang pengaduk

3.2 Bahan-Bahan

 Kunyit
 Jeruk
 Promag
 Air

3.3 Cara Kerja

1. Siapkan alat dan bahan


2. Kemudian kita menggerus beberapa batang kunyit, lalu haluskan dua
tablet promag, dan peras satu buah jeruk untuk di ambil air nya. Setelah itu
tambahkan air ± 6 mL, ulangi langkah ini untuk kunyit, dan promag.
3. Menuangkan kurang lebih 1 ml ekstrak tersebut ke dalam empat buah
tabung reaksi yang kering dan bersih.
4. Menambahkan promag dan air jeruk pada keempat tabung reaksi dengan
menggunakan pipet tetes.
5. Menggoyangkan tabung dan mengamati perubahan warna yang terjadi
kemudian catat hasilnya.
BAB IV

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

Warna setelah di campur dengan indikator Sifa


Bahan
Larut
No yang
Bunga Kulit
diuji Kol Ungu Buah Naga Kunyit
Sepatu manggis
1 Larutan Sebelum: Sebelum: Sebelum: Sebelum: Sebelum: Asam
Jeruk Ungu Ungu Ungu Kuning Coklat

Sesudah: Sesudah: Sesudah: Sesudah: Sesudah:


Hijau Merah Ungu Orange Cream
2 Air Sebelum: Sebelum: Sebelum: Sebelum: Sebelum: Basa
Promag Ungu Ungu Ungu Hitam Coklat
Sesudah:
Sesudah: Sesudah: Sesudah: Hitam Sesudah:
Ungu Hitam Hitam Coklat
.1 HASIL PENELITIAN

.2 PEMBAHASAN
Pada percobaan yang telah kami lakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa:

1. Bahwa air jeruk dan cuka bersifat asam, sedangkan air sabun dan air
kapur bersifat basa.
2. Indikator asam basa terbaik pada percobaan kami adalah ekstrak
mahkota bunga sepatu karena ketika dilarutkan dengan larutan basa
menunjukan gejala dengan perubahan warna menjadi hijau. Dan ketika
dilarutkan dengan larutan asam akan menunjukan gejala dengan
berwarna merah.