Anda di halaman 1dari 18

RUANG LINGKUP KORUPSI

Daisy Novira
PENGERTIAN KORUPSI
• Korupsi berasal dari bahasa Latin corruptio , arti
harafiah : “sesuatu yang busuk, jahat dan
merusakkan”
• Korupsi : tindakan setiap orang dengan tujuan
menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau
suatu korporasi,menyalahgunakan kewenangan,
kesempatan atau sarana yang ada padanya
karena jabatan atau kedudukan yang dapat
merugikan keuangan negara atau perekonomian
negara (UU.no 31/1999 pasal 3)
AKTIVITAS KORUPSI
• Subordinasi kepentingan umum dibawah
kepentingan tujuan-tujuan pribadi yang
mencakup pelanggaran norma-norma, tugas
dan kesejahteraan umum diikuti dengan
kerahasiaan, pengkhianatan, penipuan dan
kemasabodohan yang luar biasa akan akibat
yang diderita masyarakat (Syed Hussein
Alatas)
CIRI KORUPSI
1. Suatu pengkhianatan terhadap kepercayaan.
2. Penipuan terhadap badan pemerintah, lembaga swasta atau
masyarakat umumnya.
3. Melalaikan kepentingan umum untuk kepentingan khusus secara
sengaja.
4. Dilakukan dengan rahasia.
5. Melibatkan lebih dari satu orang atau pihak (pemberi & penerima)
6. Adanya kewajiban dan keuntungan bersama dalam bentuk uang
atau bentuk lain.
7. Terpusatnya kegiatan korupsi pada mereka yang menghendaki
keputusan pasti dan mereka yang dapat mempengaruhinya.
8. Adanya usaha menutupi perbuatan korup dalam bentuk
pengesahan hukum.
7 JENIS KORUPSI
1. Korupsi transaktif (transactive corruption)
2. Korupsi yg memeras (extortive corruption)
3. Korupsi investif (investive corruption)
4. Korupsi kekerabatan (nepotistic corruption)
5. Korupsi defensif (defensive corruption)
6. Korupsi otogenik (autogenic corruption)
7. Korupsi dukungan (supportive coruption)
KORUPSI TRANSAKTIF
• Korupsi yang menunjukan adanya kesepakatan
timbal balik, antara pihak yang memberi dan
pihak yang menerima, demi keuntungan
bersama. Kedua pihak sama-sama aktif
menjalankan perbuatan tersebut.
• Contoh : menyuap lembaga pengawas; antara
pengusaha dan lembaga pemerintah.
KORUPSI MEMERAS
• Korupsi yang menyertakan bentuk-bentuk
koersi (tekanan) tertentu dimana pihak
pemberi dipaksa untuk menyuap guna
mencegah kerugian yang mengancam diri,
kepentingan,orang-orangnya, atau hal-hal
yang di hargai.
• Contoh : Meminta uang komisi/pelicin pada
saat pengurusan KTP, Surat Raskin,dll.
KORUPSI INVESTIF
• Korupsi yang melibatkan suatu penawaran
barang atau jasa tanpa adanya pertalian
langsung dengan keuntungan bagi pemberi.
Keuntungan diharapkan akan diperoleh di
masa yang akan datang.
• Contoh : Mengunakan dana kas desa atau
proyek untuk men”service” pejabat
KORUPSI KEKERABATAN
• Korupsi berupa pemberian perlakuan khusus
kepada teman atau yang mempunyai kedekatan
hubungan dalam rangka menduduki jabatan
publik.
• Perlakuan pengutamaan dalam segala bentuk
yang bertentangan dengan norma atau peraturan
yang berlaku.
• Contoh : Menentukan kerabat, keluarga untuk
mendapat bantuan atau menduduki jabatan
tertentu tidak sesuai kompetensi dan prosedur
yang semestinya.
KORUPSI DEFENSIF
• Suatu tindak korupsi yang terpaksa dilakukan
dalam rangka mempertahankan diri dari
pemerasan.
• Pihak yang akan dirugikan terpaksa ikut
terlibat didalamnya atau bentuk ini membuat
terjebak bahkan menjadi korban perbuatan
korupsi.
KORUPSI OTOGENIK
• Korupsi yang dilakukan individu karena
mempunyai kesempatan untuk mendapat
keuntungan dari pengetahuan dan
pemahamannya atas sesuatu yang hanya
diketahu sendiri (single fighter).
• Contoh : Mark up harga barang dan jasa, Kualitas
pekerjaan dibawah standar, discount yang tidak
dilaporkan, penggunaan biaya yang melebihi
ketentuan, adanya pungutan tambahan.
KORUPSI DUKUNGAN/SUPORTIF
• Korupsi yang mengacu pada penciptaan
suasana yang kondusif untuk melindungi atau
mempertahankan keberadaan tindak korupsi.
• Contoh : Mengetahui adanya tindak pidana
korupsi atau penyimpangan tapi tidak
melaporkan.
POLA/BENTUK KORUPSI
1. Pemalsuan (fraud)
2. Penyuapan (bribery)
3. Penggelapan (embezzelment)
4. Komisi (commission)
5. Pemerasan (extortion)
6. Pilih kasih (favoritism)
7. Penyalahgunaan wewenang (abuse of discretion)
8. Bisnis orang dalam (insider trading)
9. Nepotisme (nepotism)
10. Sumbangan ilegal (illegal contribution)
MODUS KORUPSI
Konvensional Political corruption State capture
corruption
Modus SPPD, Tiket dan Penjarahan APBD/ Desain kebijakan yg
Program fiktif APBN koruptif
Aktor • PNS • Birokrat • Birokrat
• Penegak hukum • Makelar • Makelar
• dll • Pengurus Parpol •Pengurus Parpol
• Anggota • Anggota
DPR/DPRD DPR/DPRD
KORUPSI DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF (1)

• Perspektif Budaya : dianggap biasa, sudah


berlangsung sejak zaman kerajaan.
- Kebiasaan memberi upeti, uang pelicin, tips
kepada petugas untuk mendapat kemudahan.
- Memberi uang, hadiah kepada guru; memberi
parsel atau uang kepada dosen menjelang
seminar proposal atau ujian KTI.
KORUPSI DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF (2)

• Perspektif Agama : korupsi dapat menjangkiti


“orang-orang beragama” sebabnya :
- Ada faktor-faktor lain mengalahkan pengaruh
ajaran agama
- Tuntutan gaya hidup modern
- Agama tidak menjadi pedoman hidup bagi
pelaku.
• Korupsi diharamkan oleh agama.
KORUPSI DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF (3)

• Perspektif Hukum : Korupsi adalah tindakan


melawan hukum dan extraordinary crime.