Anda di halaman 1dari 7

SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER TA.

2019/2020
UPN “VETERAN” YOGYAKARTA Nama:
FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
JURUSAN TEKNIK GEOLOGI No. Mhs:
Mata uji : Geomorfologi Terapan
Dosen : 1. Dr. B. Kuncoro P. Kelas:
2. Dr. Helmy Murwanto M.Si
3. Gazali ST, M.T Tandatangan:
Hari/Tgl : Kamis/28 Maret 2020
Waktu : 75 menit (pk. 10.00-11.15)
Sifat : Buku terbuka

PERHATIAN:
1. Berdoalah terlebih dahulu dengan hati tenang, kemudian pahami pertanyaan
dengan cermat.
2. Jawab pertanyaan sesuai apa yang ditanyakan dan selamat bekerja dengan
penuh percaya diri.

1. Terdapat tiga pendekatan di dalam survey geomorfologi, yaitu


pendekatan analitik, pendekatan sintetik, dan pendekatan pragmatik.
Jelaskan pendekatan-pendekatan yang dipergunakan di dalam
geomorfologi terapan.
(Bobot nilai 10)

2. Jelaskan hubungan antara indikator-indikator geomorfologi dan geologi


(geomorfologi: lereng dan bentuk lahan; litologi; stratigrafi secara terbatas;
struktur geologi; dan intrusi). Saudara cukup menjelaskan hubungan-
hubungan sesuai nomor yang Saudara pahami (Bobot nilai 20)

INDIKATOR GEOLOGI
NO Bentuk Stratigrafi Struktur
GEOMORFOLOGI Lereng Litologi Intrusi
lahan terbatas geologi
1 Pola pengaliran dasar 1 2 3 4 5 6
2 Pola pengaliran ubahan 7 8 9 10 11 12
3 Penyimpangan aliran 13 14 15 16 17 18
4 Tekstur pengaliran 19 20 21 22 23 24
Bentuk lembah atau
5 25 26 27 28 29 30
bentuk lereng
6 Tempat mengalir aliran 31 32 33 34 35 36
7 Tubuh sungai 37 38 39 40 41 42
8 Morfografi 43 44 45 46 47 48
9 Morfometri 49 50 51 52 53 54
10 Morfostruktur pasif 55 56 57 58 59 60
11 Morfosruktur aktif 61 61 63 64 65 66
12 Morfodinamis 67 68 69 70 71 72
Morfoasosiasi
13 73 74 75 76 77 78
(hubungan sekitar)
Contoh jawaban:
44. Hubungan antara morfografi dan bentuklahan:
1. …………………………………………………………………...………………………………….
……
2,
……………………………………………………………………………………………………………
3.
………………………………………………………………………………………………………dst.

3. Jelaskan hubungan antara produk geomorfologi yang berupa peta-peta


dan berbagai bencana. Saudara cukup menjelaskan hubungan-hubungan
sesuai nomor yang Saudara pahami.
(Bobot nilai 10)

BENCANA
PRODUK GEOMORFOLOGI Letusan
No Gempa Tsunam Banji
BERUPA PETA-PETA gunung Longsor Abrasi
bumi i r
api
1 Peta pola pengaliran 1 2 3 4 5 6
2 Peta kelerengan 7 8 9 10 11 12
3 Peta bentuklahan 13 14 15 16 17 18
4 Peta kekasaran pantai 19 20 21 22 23 24
5 Peta struktur geologi 25 26 27 28 29 30
6 Peta magnitude gempa 31 32 33 34 35 36
7 Peta kedalaman gempa 37 38 39 40 41 42
8 Peta struktur geologi 43 44 45 46 47 48
9 Peta curah hujan 49 50 51 52 53 54
Peta penggunaan lahan
10 55 56 57 58 59 60
(land cover)
11 Peta kepadatan penduduk 61 61 63 64 65 66
12 Peta ketebalan tanah 67 68 69 70 71 72
Peta endapan alluvial
13 73 74 75 76 77 78
(material lepas)
14 Peta vegetasi 79 80 81 82 83 84
Peta bentuk pantai
15 85 86 87 88 89 90
(pantai datar atau curam)
Contoh jawaban:
71. Hubungan antara peta ketebalan tanah dan longsor:
1. ………………………………………………………………...……………………………………
dst.
4. Jelaskan hubungan antara produk geomorfologi (interpretasi geologi) dan
berbagai bencana. Saudara cukup menjelaskan hubungan-hubungan
tersebut sesuai nomor yang Saudara pahami (Bobot nilai 20)

Produk geomorfologi BENCANA


No Gempa Letusan
(geologi) Tsunami Banjir Longsor Abrasi
bumi gunung api
1 Lereng 1 2 3 4 5 6
2 Bentuklahan 7 8 9 10 11 12
3 Interpretasi litologi 13 14 15 16 17 18
4 Interpretasi stratigrafi terbatas 19 20 21 22 23 24
5 Interpretasi struktur geologi 25 26 27 28 29 30
6 Interpretasi intrusi 31 32 33 34 35 36
7 Proses-proses geologi 37 38 39 40 41 42
Contoh jawaban:
8. Hubungan antara bentuklahan dan bencana tsunami:
1. …………………………………………………………………...
……………………………………….
2.
……………………………………………………………………………………………………………
3.
……………………………………………………………………………………………………… dst.

5. Jelaskan hubungan antara indikator-indikator geomorfologi dan berbagai


target eksplorasi (khusus untuk bahan galian industri harus jelas
disebutkan jenis bahan galiannya). Saudara cukup menjelaskan
hubungan-hubungan tersebut sesuai nomor yang Saudara pahami (Bobot
nilai 20).

TARGET EKSPLORASI
INDIKATOR Mineral Endap- Endap- Minyak Bahan
NO Panas Air galian
GEOMORFOLOGI logam an an batu dan gas
bumi tanah industri
primer placer bara bumi
1 Pola pengaliran dasar 1 2 3 4 5 6 7
2 Pola pengaliran ubahan 8 9 10 11 12 13 14
3 Penyimpangan aliran 15 16 17 18 19 20 21
4 Tekstur pengaliran 22 23 24 25 26 27 28
Bentuk lembah atau
5 29 30 31 32 33 34 35
bentuk lereng
6 Tempat mengalir aliran 36 37 38 39 40 41 42
7 Tubuh sungai 43 44 45 46 47 48 49
8 Morfografi 50 51 52 53 54 55 56
9 Morfometri 57 58 59 60 61 61 63
10 Morfostruktur pasif 64 65 66 67 68 69 70
11 Morfosruktur aktif 71 72 73 74 75 76 77
12 Morfodinamis 78 79 80 81 82 83 84
Morfoasosiasi
13 85 86 87 88 89 90 91
(hubungan sekitar)
Contoh jawaban:
8. Hubungan antara bentuklahan dan bencana tsunami:
1. …………………………………………………………………...
……………………………………….
2.
……………………………………………………………………………………………………………
3. ………………………………………………………………………………………………………
dst

6. Jelaskan hubungan antara berbagai petunjuk geologi dan berbagai target


eksplorasi (khusus untuk bahan galian industri harus jelas disebutkan jenis
bahan galiannya). Saudara cukup menjelaskan hubungan-hubungan
tersebut sesuai nomor yang Saudara pahami (Bobot nilai 20).

TARGET EKSPLORASI
Mineral Endap- Endap- Minyak Bahan
NO PETUNJUK GEOLOGI Panas Air galian
logam an an batu dan gas
bumi tanah industri
primer placer bara bumi
1 Posisi geotektonik 1 2 3 4 5 6 7
2 Stratigrafi 8 9 10 11 12 13 14
3 Litologi 15 16 17 18 19 20 21
4 Struktur geologi 22 23 24 25 26 27 28
5 Geomorfologi 29 30 31 32 33 34 35
6 Magmatogenik 36 37 38 39 40 41 42
7 Umur geologi 43 44 45 46 47 48 49
8 Geokimia 50 51 52 53 54 55 56
9 Geofisika 57 58 59 60 61 61 63
10 Historis 64 65 66 67 68 69 70
Contoh jawaban:
10. Hubungan antara petunjuk stratigrafi dan endapan batubara:
1. …………………………………………………………………...
……………………………………….
2.
……………………………………………………………………………………………………………
3. ………………………………………………………………………………………………………
dst.
Jawaban :

1. Pendekatan Analitik : Pendekatan Analitik merupakan, Menyajikan satuan-satuan


pemetaan dan informasi geomorfologi yang meliputi aspek-aspek geomorfologi
utama, yaitu morfometri, morfografi, morfogenesa, morfoasosiasi, morfokronologi
dll. Pada pendekatan analitik, satuan bentuk lahan diklasifikasikan berdasarkan
genesanya.

Pendekatan Sintetik : Pendekatan Sintetik merupakan suatu survey multi disiplin


yang menyajikan informasi terrain dalam konteks lingkungan dan hubungannya
dengan ekologi bentuklahan. Pada pendekatan sintetik, diperoleh empat tingkatan
klasifikasi, yaitu terrain, unit terrain, sistem terrain, dan provinsi terrain.

Pendekatan Pragmatik : Pendekatan Pragmatik merupakan, Merupakan


gabungan dari pendekatan analitik dan sintetik. Pendekatan pragmatik adalah
untuk tujuan pemetaan kelerengan, eksplorasi sumber daya bumi, survey penutup
lahan, bahaya banjir, bencana letusan gunung api, gerakan massa keterlintasan
jalan, pemetaan morfokonservasi, hidromorfologi, dan lain sebagainya.

2. 1. Hubungan Pola Pengaliran Dasar dan Lereng


 Pola pengaliran paralel mengindikasikan daerah dengan sedikit dipengaruhi
adanya kelerengan
 Pola pengaliran dendritik mengindikasikan daerah dengan lereng curam.
 Pola pengaliran multibasinal mengindikasikan daerah dengan lereng relatif
curam (karst)
2. Hubungan Pola Pengaliran Dasar dan Bentuk lahan.
 Pola pengaliran mulibasinal mengindikasikan bentuk lahan karst.
 Pola pengaliran paralel mengindikasikan bentuk lahan struktural.
 Pola pengaliran radial dapat mengindikasikan bentuk lahan volkanik.

4. 1. Hubungan Lereng dan Bencana Gempa Bumi


 Pada lereng landai, gempa bumi akan terasa lebih kuat dibanding dengan
lereng curam, hal tersebut dipengaruhi oleh resistensi batuan.
2. Hubungan Lereng dan Bencana Tsunami
 Pada lereng landai, potensi kerusakan akibat terjangan tsunami akan lebih
besar dibanding dengan lereng curam.
3. Hubungan Lereng dan Bencana Letusan Gunung Api
 Pada lereng curam, dampak kerusakan akibat gunung api meletus akan lebih
besar dibanding dengan lereng landai, hal ini diakibatkan oleh, material yang
akan jatuh dan menuruni lereng akan semakin cepat dan terjal.
4. Hubungan Lereng dan Banjir
 Pada lereng landai, banjir akan mudah masuk dan mengaliri secara cepat
dan debit yang besar dengan mudah, sedangkan pada lereng curam air akan
mengalir ke tempat-tempat yang lebih rendah.
5. Hubungan Lereng dan Longsor
 Pada lereng curam, potensi longsor akan semakin besar berupa jatuhan
 Pada lereng landai, potensi longsor tergantung dari litologi dan kedudukan
material yang akan lepas berupa longsoran slide
6. Hubungan Lereng dan Abrasi
 Pada lereng landai, proses abrasi akan semakin cepat menggerus kearah
darat, sedangkan pada lereng curam, proses abrasi akan cenderung lambat
tergantung material penyusun.
7. Hubungan Bentuk Lahan dan Bencana Gempa Bumi
 Bentuk lahan gawir sesar memiliki dampak yang lebih besar ketika terjadi
gempa bumi
8. Hubungan Bentuk Lahan dan Bancana Tsunami
 Bentuk lahan perbukitan karst atau daerah vulkanik cenderung lebih aman
jika terjadi adanya tsunami
9. Hubungan Bentuk Lahan dan Bencana Letusan Gunung Api
 Bentuk lahan sungai atau channel menjadi sarana transportasi hasil dari
letusan gunung api
10. Hubungan Bentuk Lahan dan Banjir
 Bentuk lahan gosong akan berpotensi banjir lebih tinggi daripada bentuk
lahan gawir sesar atau perbukitan karst, tergantung dari kemampuan
permeabilitas dari batuan.
11. Hubungan Bentuk Lahan dan Longsor
 Bentuk lahan gawir sesar akan lebih tinggi berpotensi longsor, akibat daya
cengkram massa batuan yang rendah, apabila terus terkena air pada
rekahan di sela batuan.
12. Hubungan Bentuk Lahan dan Intrusi
 Bentuk lahan dome dapat mengindikasikan adanya pengaruh intrusi
dibawahnya.
13. Hubungan Interpretasi Litologi dan Gempa Bumi
 Litologi batuan berubutir halus pada daerah lereng, jika terjadi gempa akan
berpotensi longsor
14. Hubungan Interpretasi Litologi dan Tsunami
 Litologi batuan kristallin akan cenderung resisten terhadap gerusan dan
hantaman tsunami daripada batuan berbutir halus-kasar, atau material lepas.
15. Hubungan Interpretasi Litologi dan Letusan Gunung Api
 Litologi batuan kristallin dengan ukuran yang cukup besar mengindikasikan
terjadinya atau pernah terjadinya letusan gunung api yang besar di suatu
daerah.
16. Hubungan Interpretasi Litologi dan Banjir
 Daerah dengan litologi batuan berbutir halus (batupasir) berpotensi
terjadinya genangan yang cukup besar, apabila terjadi banjir
17. Hubungan Interpretasi Litologi dan Longsor
 Daerah dengan didominasi batuan berbutir halus hingga soil, didukung
dengan kelerengan yang amat sangat curam, serta kelembaban yang tinggi,
sangat berpotensi terjadinya longsor.
18. Hubungan Interpretasi Litologi dan Abrasi
 Litologi batuan berbutir halus akan mudah terkena abrasi dengan cepat
mengarah ke daratan dibandingkan dengan litologi batuan kristallin.
19. Hubungan Interpretasi Stratigrafi Terbatas dan Gempa Bumi
 Daerah yang memiliki banyak variasi litologi dalam stratigrafi, berpotensi
tinggi jika terjadi gempa bumi.
20. Hubungan Interpretasi Stratigrafi Terbatas dan Tsunami
 Daerah yang memiliki stratigrafi didominasi oleh endapan muara sungai dan
didominasi oleh batuan berbutir halus, berpotensi tinggi jika terjadi tsunami.
21. Hubungan Interpretasi Stratigrafi Terbatas dan Letusan Gunung Api
 Daerah dengan stratigrafi didominasi oleh batuan hasil dari erupsi gunung
api mengindikasikan bahwa daerah tersebut tidak aman jika terjadi letusan
periodik gunung api berikutnya.
22. Hubungan Interpretasi Stratigrafi Terbatas dan Banjir
 Daerah dengan sratigrafi didominasi batuan sedimen berbutir sangat halus,
sangat berpotensi banjir, dan tidak cocok untuk daerah resapan air.
23. Hubungan Interpretasi Stratigrafi Terbatas dan Longsor
 Darerah dengan stratigrafi didominasi oleh batuan lempung hingga material
berupa soil, berpotensi tinggi terjadi longsor.
24. Hubungan Interpretasi Stratigrafi Terbatas dan Abrasi
 Daerah dengan stratigrafi didominasi oeh batuan berbutir halus, berpotensi
tinggi terkena hantaman ombak dan abrasi semakin cepat daripada batuan
kristallin.
25. Hubungan Interpretasi Struktur Geologi dan Gempa Bumi
 Daerah yang berdekatan dengan lokasi sesar mendatar aktif akan berpotensi
dampak kerusakan yang besar jika terjadi gempa bumi.
26. Hubungan Interpretasi Struktur Geologi dan Tsunami
 Sesar naik di tengah pematang samudera dapat mengakibatkan terjadinya
tsunami, dengan mengetahui kecepatan dan kekuatan pergerakan pematang
tiap tahunnya.
27. Hubungan Interpretasi Struktur Geologi dan Letusan Gunung Api
 Pergerakan struktur di permukaan akan mengakibatkan terbentuknya zona
lemah sehingga dapat berpotensi mengakibatkan gunung meletus.
28. Hubungan Interpretasi Struktur Geologi dan Banjir
 Daerah dengan banyak keterdapatan struktur akan cenderung sedikit potensi
banjir
29. Hubungan Interpretasi Struktur Geologi dan Longsor
 Kekar-kekar yang terdapat pada lereng yang curam, apabila suatu saat terisi
oleh air terus menerus maka akan terjadi penggerusan dan berpotensi
terjadinya longsor.
30. Hubungan Interpretasi Struktur Geologi dan Abrasi
 Kekar-kekar yang berada di sepanjang wilayah hantaman ombak akan
smempercepat terjadinya abrasi.