Anda di halaman 1dari 21

TUGAS GEOMORFOLOGI 3

DISUSUN OLEH :

NAURA ATTHAYA YUNISA


111.180.119

JURUSAN TEKNIK GEOLOGI FAKULTAS


TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA
2019
NO. Petunjuk Geologi Mineral Logam Primer
1. Emas primer terbentuk dari hasil aktifitas hidrotermal atau magmatisme, yang menghasilkan cebakan dengan komponen utama
Stratigrafi silika, terdiri dari dua tipe, yaitu tipe tersebar mengisi pori batuan atau replacement batuan samping dan tipe mengisi celah dari
kekar atau sesar. Tipe tersebar umumnya mempunyai kadar relative rendah namun dapat dijumpai berupa tubuh bijih yang
sangat
besar. Cebakan mengisi celah membentuk bijih emas urat kuarsa lsilika.
2. Sebaran cebakan bijih emas berupa urat kuarsa pada satu wilayah dapat dijumpai dalam bentuk beberapa urat tunggal
atau berupa zona urat. Panjang bijih emas urat kuarsa dapat mencapai beberapa kilometer dan ketebalan beberapa meter, dapat
pula lebih kecil berupa urat dengan panjang hanya beberapa meter, tebal beberapa sentimeter.

Litologi

Berdasarkan beberapa penyelidik terdahulu batuan alas di Kalimantan Barat tersusun oleh litologi batuan beku meta,
sediment meta, granit dan batuan mafik/ultra mafik. Batuan alas berumur Pra Tersier yang telah mengalami deformasi tekanan
dan pemalihan, pada orogenesa Kapur-Tersier diterobos dan ditutupi oleh batuan gunung api dan subvulkanik berkomposisi
menengah sampai mafik.
Batuan ofiolit dan sediment samudra dari Komplek Mafik Danau dan Kapuas Terdeformasi ke dalam suatu baji akresi
berumur Kapur Awal selama penunjaman ke arah selatan di bawah benua yang sekarang diwakili oleh sebagian besar
Kalimantan dan sekitar Paparan Sunda. Penunjaman yang diikuti oleh pembentukan sebuah busur magmatis tepian benua yang
besar dan sisanya terawetkan sebagai Batolit Schwaner dan batolit lainnya (Amiruddin, 1989).
Pembentukan sebagian besar cekungan turbidit terjadi pada jaman Kapur Akhir, batuan sedimen ini kemudian diterobos oleh
granit mengandung bijih timah yang berumur Kapur. Batuan gunungapi felsik yang berumur Eosen Tengah terbentuk pada
dasar cekungan tanah muka di selatan jalur lipatan Kapuas, dengan penyebaran yang sangat luas
3. Struktur geologi yang menjadi pertimbangan dalam penentuan lokasi mineralisasi emas adalah lineament (kelurusan)
dan patahan. Setelah tahu pola-pola lineament yang ada maka dapat ketahui zona alterasi. Pada zona alterasi inilah terjadi
Struktural perubahan kompisisi mineral batuan. Perubahan komposisi mineral ini bisa terjadi karena proses kimia maupun akibat dari
pengaruh dari peroses magmatisme. Pada Zona Alterasi inilah umumnya terdapat potensi mineralisasi emas. Terutama yang
terletak pada
daerah patahan dan batuan terobosan.
Rekahan atau kekar adalah jenis struktur batuan dalam bentuk bidang pecah. Karena sifat bidang ini memisahkan
batuan menjadi bagian-bagian terpisah maka struktur kekar merupakan jalan atau rongga kesarangan batuan untuk dilalui
cairan dari luar beserta materi lain seperti air, gas dan unsur-unsur lain yang menyertainya. Sifat kesarangan batuan akibat
kekar bertalian erat dengan proses mineralisasi, atau dapat diartikan lain bahwa mineralisasi dapat dideteksi dari sifat dan
kehadiran kekar dalam batuan. Dalam hal ini, proses mineralisasi terutama mineralisasi logam dasar termasuk emas dan perak,
dengan demikian maka pertalian kekar sebagai pembawa logam menjadi sangat penting untuk dianalisis.
Analisis kekar baik sebagai individu maupun kelompok dapat dilakukan dengan cara pemetaan kekar pada batuan, yaitu
memetakan fisik kekar, posisi kekar, pengelompokan kekar dari tata letak atau pola geografisnya. Sifat keterkaitan antara kekar
dengan materi yang melaluinya, baik cairan magma, gas atau materi lain yang berkaitan secara ecology environment
mempunyai ciri khas seperti filling, retas rekahan dan kehancuran batuan. Dengan kata lain bahwa daerah yang diduga sebagai
daerah mineralisasi menunjukkan adanya kekerabatan antara tektonik, aktifitas magmatisma, gunungapi, struktur kesarangan
kekar, jebakan isian kekar dan zona ubahan batuan.
4. Endapan emas primer adalah hasil dari sistem hydrothermal yang berskala besar dilingkungan bentuk lahan volkanik. Dalam
suatu sumber panas magmatik, suatu sumber air tanah dalam, metal dan penurunan sulfur, dan zona-zona rekahan yang regas di
Geomorfologi kerak bumi bagian atas adalah material-material yang paling penting. Karena material-material ini tersedia sepanjang sejarah
kerak bumi, dengan demikian tidak ada pembatasan dalam umurnya. Pencampuran dari material-material ini menyebabkan
terbentuknya endapan-endapan emas epithermal.
5. Cebakan nahan galian primer sangat erat kaitannya dengan magma, karena emas primer itu sendiri genesa pembentukannya
berasal dari magma langsung. Cebakan emas primer dapat dterbentuk oleh aktivitas intrusi magma, magma ini akan
menyisakan larutan sisa yang biasa disebut dengan larutan hidrotermal, larutan hidrothermal tersebut bersifat mobile dan selalu
mencoba untuk mengisi rongga dan celah pada batuan, mekanisme larutan hidrothermal ada 2 yaitu :
Magmatogenik  Cavity filling, yaitu larutan hidrothermal tersebut membeku pada rongga rongga batuan dan menghasilkan vein, atau
yang biasa disebut dengan urat.
 Metasomatisme kontak, larutan hidrotermal melewati rongga rongga batuan dan akan mengalami reaksi dengan batuan
samping yang dilewati.
Urat urat emas tersebut biasa digunakan geologist untuk mencari sumber atau batuan utama dari cebakan mineral tersebut.
6. Umur Geologi Mineral logam muncul pada batuan volkanik berumur Tersier dan mineral rombakan pada batuan sedimen kwarter beberapa
pada batuan metasedimen.
7. Eksplorasi geokimia sebagai metode untuk mencari mineral dengan disadarkan pada pengukuran secara sistematik pada satu
Geokimia atau lebih aspek kimiawi material di alam. Sebagai contoh mineralisasi logam mulia ditunjukkan dengan hadirnya butiran emas
pada
konsentrat dulang dalam beberapa lokasi baik di daerah Sangir Batanghari maupun, anomali logam dasar (Cu.Pb, Zn) dan
logam mulia (Au,Ag) diketemukan di beberapa lokasi baik di Sangir Batanghari maupun di Surian – Ulu Suliti
8. Geofisika Eksplorasi ialah yang digunakan geofisika untuk mencari , menentukan lokasi, ukuran dari mineral logam primer.

9. Proses pembentukan endapan mineral dapat diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu proses internal atau endogen dan proses
Historis eksternal atau eksogen. Endapan mineral yang berasal dari kegiatan magma atau dipengaruhi oleh faktor endogen disebut
dengan endapan mineral primer. Sedangkan endapan endapan mineral yang dipengaruhi faktor eksogen seperti proses
weathering,
inorganic sedimentasion, dan organic sedimentation disebut dengan endapan sekunder, membentuk endapan plaser, residual,
supergene enrichment, evaporasi/presipitasi, mineral-energi (minyak dan gas bumi dan batubara dan gambut)

NO. Petunjuk Geologi Batubara


1. Karena posisi geoteknik yang berupa cekungan sedimen, maka hubungan dengan endapan batubara sangatlah dekat, batubara
Posisi Geoteknik
pun terendapkan di suatu cekungan sedimen yang umumnya di lingkungan pengendapan transisi.
2. Hampir di setiap pulau di Indonesia terdapat lapisan batubara, mulai dari pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga
Papua dengan karakteristik masing-masing yang berbeda. Biasanya batubara terdapat di cekungan-cekungan atau lembah-
lembah.
Cekungan batubara adalah penurunan akibat tekanan yang dialami oleh formasi batuan yang lebih tua yang telah mengandung
endapan batubara. Cekungan batubara yang besar dapat mengandung satu atau lebih lapangan-lapangan batubara dengan
penyebaran dapat mencapai ribuan kilometer persegi.
Untuk mengetahui lapisan suatu batuan diperlukan pemahaman tentang stratigrafi, litologi dan formasi. Stratigrafi adalah
lapisan batuan atau susunan batuan yang didasarkan pada umur batuan. Sedangkan litologi adalah lapisan atau susunan batuan
yang didasarkan pada kenyataan di lapangan.
Stratigrafi
Formasi adalah kelompok batuan yang memiliki ciri tertentu yang diberi nama khusus sebagai unit untuk keperluan pemetaan,
referensi dan analisis. Formasi dapat diartikan sebagai unit batuan terkecil dalam klasifikasi stratigrafi yang dicirikan adanya
persamaan litologi. Pada umumnya formasi diberi nama menurut daerah pertama kali unit tersebut ditemukan. Contoh dari
formasi yang mengandung batubara adalah :
 Cekungan Sumatra Utara dan penerusannya Cekungan Aceh Utara
Batuan-batuan yang terdapat dalam Cekungan Sumatera Utara dapat dikelompokan menjadi tujuh satuan lithostratigrafi, yaitu
Formasi Prapat, Formasi Bampo, Formasi Belumai, Formasi Baong, Formasi Keutapang, Formasi Seureula dan Formasi
Julurajeu.Formasi yang mengandung batubara:
 Formasi Keutapang
Formasi ini berumur Miosen Atas. Diendapkan diatas Formasi Baong, terdiri dari selang-seling antara batupasir, serpih dan
kadang-kadang lapisan batubara muda. Batupasir lebih dominant pada bagian bawah dari formasi ini. Lingkungan
pengendapan formasi ini adalah laut dangkal yang bersifat regresif.
 Formasi Seureula
Formasi ini berumur pliosen bawah. Formasi ini diendapkan selaras di atas formasi keutapang, terdiri dari selang-seling antara
batubara dan serpih. Bila dibandingkan dengan formasi keutapang, formasi ini lebih bersifat lempungan dankurang karbonan.
 Formasi Julurajeu
Formasi ini berumur Pliosen Atas. Formasi ini terletak selaras di atas Formasi Seureula, terdiri dari batupasir tufaan, lempung,
lapisan batubara muda dan konglomerat. Formasi ini diendapkan pada lingkungan pantai hinggga darat. Perusahaan yang ada
di formasi Seureula diantaranya adalah PT. Riau Bara Harum.

 Cekungan Jawa Timur dan Cekungan Jawa Timurlaut


Batuan-batuan yang terdapat dalam Cekungan Jawa Timur dan Cekungan Jawa Timurlaut dapat dikelompokan menjadi
sebelas satuan lithostratigrafi, yaitu Formasi Ngimbang, Formasi Kujung, Formasi Prupuh, Formasi Tuban, Formasi Tawun,
Formasi Bulu, Formasi Wonocolo, Formasi Ledok, FormasiMundu, Formasi Paciran dan Formasi Lidah. Formasi yang
mengandung endapan batubara
 Formasi Ngimbang
Formasi ini berumur Oligosen Awal. Formasi ini bagian bawahnya tersusun oleh perulangan batupasir, serpih dan lanau
dengan sisipan-sisipan tipis batubara, sedangkan pada bagian atasnya terdiri dari batugamping dengan sisipan-sisipan tipis
serpih gampingan dan napal. Ketebalan formasi ini mencapai 758 m.
 Formasi Tawun
Formasi ini berumur Miosen Awal bagian atas sampai Miosen Tengah. Bagian bawah dari formasi ini terdiri dari
batulempung, batugamping pasiran, batupasir dan lignit. Sedangkan pada bagian atasnya (Anggota Ngrayong) terdiri dari
batupasir yang kaya
akan moluska, lignit dan makin ke atas dijumpai pasir kuarsa yang mengandung mika dan oksida besi.
Jadi pada umumnya batubara terdapat pada formasi yang mengandung lithology batuan berbutir halus, dan biasanya batubara
yang baik minimal akan terbentuk pada masa kapur.
3. Proses pengendapan batubara pada umunya berasosiasi dengan lingkungan fluvial flood plain dan delta plain. Akumulasi dari
endapan sungai (fluvial) di daerah pantai akan membentuk delta dengan mekanisme pengendapan progradasi (Allen &
Chambers, 1998). Hal ini menyebabkan pada atas atau bawah lapisan batubara akan terendapkan batuan sedimen lain, pada
umumnya adalah batuan sedimen klastik berbutir halus seperi batu lempung, lanau,maupun pasir berbutir halus. Hal ini
dikarenakan lingkungan pengendapan batubara yang terletak di rawa yang bisa menjadi hilir dari sungai yang membawa
material sedimen dari daratan yang jauh.
Lingkungan delta plain merupakan bagian dari kompleks pengendapan delta yang terletak di atas permukaan laut (subaerial).
Fasies-fasies yang berkembang di lingkungan delta plain ialah endapan channel, levee, crevase, splay, flood plain, dan swamp.
Masing-masing endapan tersebut dapat diketahui dari litologi dan struktur sedimen.
Endapan channel dicirikan oleh batupasir dengan struktur sedimen cross bedding, graded bedding, paralel lamination, dan
cross lamination yang berupa laminasi karbonan. Kontak di bagian bawah berupa kontak erosional dan terdapat bagian deposit
yang berupa fragmen-fragmen batubara dan plagioklas. Secara lateral endapan channel akan berubah secara berangsur menjadi
endapan flood plain. Di antara channel dengan flood plain terdapat tanggul alam (natural levee) yang terbentuk ketika muatan
sedimen melimpah dari channel. Endapan levee yang dicirikan oleh laminasi batupasir halus dan batulanau dengan struktur
sedimen ripple lamination dan paralel lamination.
Pada saat terjadi banjir, channel utama akan memotong natural levee dan membentuk crevase play. Endapan crevase play
Litologi dicirikan oleh batupasir halus – sedang dengan struktur sedimen cross bedding, ripple lamination, dan bioturbasi. Laminasi
batupasir, batulanau, dan batulempung juga umum ditemukan. Ukuran butir berkurang semakin jauh dari channel utamanya
dan umumnya memperlihatkan pola mengasar ke atas.
Endapan crevase play berubah secara berangsur ke arah lateral menjadi endapan flood plain. Endapan flood plain merupakan
sedimen klastik halus yang diendapkan secara suspensi dari air limpahan banjir. Endapan flood plain dicirikan oleh batulanau,
batulempung, dan batubara berlapis.
Endapan swamp merupakan jenis endapan yang paling banyak membawa batubara karena lingkungan pengendapannya yang
terendam oleh air dimana lingkungan seperti ini sangat cocok untuk akumulasi gambut.
Tumbuhan pada sub-lingkungan upper delta plain akan didominasi oleh pohon-pohon keras dan akan menghasilkan batubara
yang blocky. Sedangkan tumbuhan pada lower delta plai didominasi oleh tumbuhan nipah-nipah pohon yang menghasilkan
batubara berlapis (Allen, 1985).
Pengendapan lithology pada batubara juga penting untuk proses pembentukan pada batubara dengan adanya penumpukan
litoloi lain terutama yang berbutir halus yang tidak akan merusak batubara, batubara yang tertimbun material sediem lain akan
mengamali pembebanan yang akan meningkatkan tempeatur dan tekanan batubara. Pada proses ini batubara akan mulai
terbentuk dan meningkat kualitasnya.
4. Struktural Struktur geologi dapat mempengaruhi dalam pembentukan batubara, struktur geologi berperah pada fase metamorphisme.
 Fase Metamorfosa (Geokimia)
Pada fase ini, terjadi perubahan yang mendasar dari sifat – sifat fisik dan kimia bahan gambut menjadi batubara. Perubahan ini
didasari oleh dengan semakin menurunnya kandungan air, hydrogen, osigen, kabondioksida dan bahan – bahan lain yang
mudah tebakar (Volatile matter).
Bakteri tidak lagi berperan disini, akan tetapi yang berperan adalah perubahan-perubahan dan aktivitas- aktivitas yang terjadi
didalam bumi, seperti perubahan tekan dan suhu oleh aktivitas struktur geologi seperti deformasi, lipatan, kekar dan sesar.
Peningkatan kelas (rank) batubara dapat juga terjadi akibat adanya intrusi magma atau hidrotermal. Lapisan gambut atau batub
ara yang terkena intrusi hingga radius tertentu akan mendapat P dan T yang lebih tinggi dibanding gambut dan batubara di tem
pat lain, sehingga kelas batubaranya akan naik.
Saat terkena suhu dan tekanan yang tinngi dalam waktu yang lama akibat aktivitas struktur geologi kandungan karbon pada
batubara akan meningkat, disisi lain kandungan air, hydrogen, osigen, kabondioksida dan bahan – bahan lain yang mudah
tebakar (Volatile matter) akan menurun hal ini akan meningkatkan mutu batubara / rank batubara.
 Jenis – Jenis Batubara
Berdasarkan tingkat proses pembentukannya yang dikontrol oleh tekanan, panas dan waktu, batu bara umumnya dibagi
dalam lima kelas :
1) Antrasit
adalah kelas batu bara tertinggi, dengan warna hitam berkilauan (luster) metalik, mengandung antara 86%-98% unsur
karbon (C) dengan kadar air kurang dari 8%. Biasanya digunakan untuk proses sintering bijih mineral, proses
pembuatan elektroda listrik, pembakaran batu gamping, dan untuk pembuatan briket tanpa asap.
2) Bituminus
mengandung 68-86% unsur karbon (C) dan berkadar air 8-10% dari beratnya. Kelas batu bara yang paling banyak
ditambang di Australia. Dan batubara ini masih dibedakan menjadi dua, yaitu :
 Batubara ketel uap atau batubara termal atau yang disebut steam coal, banyak digunakan untuk bahan bakar
pembangkit listrik, pembakaran umum seperti pada industri bata atau genteng, dan industri semen
 Batubara metalurgi (metallurgical coal atau coking coal) digunakan untuk keperluan industri besi dan baja serta
industri kimia.
3) Sub-bituminus
mengandung sedikit karbon dan banyak air, dan oleh karenanya menjadi sumber panas yang kurang efisien
dibandingkan dengan bituminus.
4) Lignit atau batu bara coklat
adalah batu bara yang sangat lunak yang mengandung air 35-75% dari beratnya.
5) Gambut
Berpori dan memiliki kadar air di atas 75% serta nilai kalori yang paling rendah.Hal ini menadakan bahwa adanya
struktur geologi pada daerah di dekat lapisan batubara dapat mencirikan bahwa batubara tersebut memiliki mutu /
rank yang baik.
5. Geomorfologi Secara umum lingkungan pembentuk batubara dapat dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu lingkungan paralik atau marginal m
arine (daerah pesisir) danLingkungan limnik atau air tawar
 Lingkungan paralik atau marginal marine, terdapat beberapa sublingkungan dimana batubara umum terbentuk, pada
estuarin, lagun dan teluk : pada lingkungan ini terjadi deposisi sedimen klastik dan material organik dari marsh/swamp
(paya/rawa) di sekitarnya serta kontrIbusi alga in situ.
coastal marsh: lingkungan ini berada pada daerah rendah di belakang gosong pantai sehingga terpisah dari laut. Akan tetapi pa
da saat terjadi pasang tinggi dan badai, coastal marsh secara periodik dipengaruhi oleh air laut. Tumbuhan yang terdapat pada l
ingkungan ini adalah tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi salinitas. Tumbuhan yang umumnya ditemu
kan pada coastal marsh daerah tropis adalah berupa mangrove.
Lower delta plain marsh/swamp: fasies ini terutama berupa daratan/pulau interdistributer yang ditumbuhi tumbuhan (mangrov
e) pada delta bagian depan yang berhadapan dengan laut. Pada saat terjadi pasang tinggi dan badai, air laut yang masuk dapat
menyebabkan penambahan sulfur sehingga menyebabkan terbentuknya deposit gambut yang kaya akan pirit. Selain itu pada sa
at banjir, sedimen berbutir halus dapat diendapkan bersama material tanaman sehingga terbentuk gambut yang kandungan abu
nya tinggi.
 Lingkungan limnik atau air tawar merupakan lingkungan yang didominasi oleh air tawar (atau di atas level pasang terti
nggi) dan tidak memiliki hubungan hidrologis secara langsung dengan laut. Sub-
lingkungan yang membentuk deposit batubara adalah:
fluvial swamp (termasuk upper delta plain swamp): rawa fluvial banyak terdapat pada dataran banjir fluvial oleh karena terlin
dung dari suplai sedimen oleh adanya leeve sepanjang teras sungai. Gambut/batubara yang dihasilkan dapat berselang-
seling dengan lapisan pasir atau lempung yang terbawa oleh adanya banjir. Kadang pembentukan gambut pada lingkungan ini j
uga diselingi dengan adanya fasies danau.
danau: pembentukan gambut terutama terjadi pada pinggir danau, sedangkan pada posisi yang lebih dalam terbentuk lumpur or
ganik oleh karena minimnya sirkulasi air.
upland bog: gambut juga dapat terbentuk pada lingkungan yang tidak secara langsung berhubungan dengan kondisi fluviatil, a
kan tetapi tetap terjadi drainasi dan akumulasi material klastik tidak terlalu banyak melampaui akumulasi tumbuhan.
Selain itu Morfologi tempat terbentuknya juga dapat mempengaruhi ketebalan lapisan (seam) batubara tersebut. Pada
lingkungan
dengan morfologi cekungan rawa batubara dapat terbentuk dengan tebal, sedangkan batubara yang merupakan hasil trasnportasi
lewat morfologi sungai akan terbentuk dengan tipis dan memiliki sisipan batuan lain seperti pasir.
6. Adanya aktifitas magmataik seperti intrusi dapat mempengaruhi suatu lapisan batubara. Lapisan batubara yang didekatnya
terdapat sebuh intrusi dapat meningkatkan rank atau tingkatan batubara. Hal tersebut karena lapisan batubara yang terkena
Magmatogenik intrusi hingga pada kondisi dimana tekanan dan temperature akan meningkat, sehingga lambat laun kondisi kandungan air,
hydrogen, osigen, kabondioksida dan bahan – bahan lain yang mudah tebakar (Volatile matter) pada batubara akan
menurun sehingga
menyebabkan meningkatnya mutu batubara / rank batubara.
7. Pembentukan batu bara memerlukan kondisi tertentu dan hanya terjadi pada era tertentu sepanjang sejarah geologi. Zaman
Umur Geologi Karbon, kira-kira 340 juta tahun yang lalu (jtl), adalah masa pembentukan batu bara yang paling produktif di mana hampir
seluruh deposit batu bara (black coal) yang ekonomis di belahan bumi bagian utara terbentuk.
8. Batubara merupakan campuran yang sangat kompleks dari zat kimia organic yang mengandung karbon, oksigen, dan hydrogen
Geokimia
dalam rantai karbon serta sedikit nitrogen dan sulfur.
9. Logging geofisik untuk eksplorasi batubara dirancang tidak hanya untuk mendapatkan informasi geologi tetapi untuk
Geofisika
memperoleh data lain seperti kedalaman,ketebalan ataupun kualitas suatu lapisan.
10. Batu bara mineral organic yang terbentuk dari sisa tumbuhan purba yang mengendap di dalam tanah selama jutaan tahun.
Historis Endapan tersebut mengalami perubahan bentuk/ komposisi sebagai akibat dari adanya proses fisika dan kimia yang berlangsung
selama waktu pengendapannya.

NO. Petunjuk Geologi Minyak dan Gas Bumi


1. Posisi geoteknik sangat dipengaruhi oleh gaya-gaya tektonik lempeng, maka dari gaya tersebut nantinya akan memunculkan
Posisi Geoteknik beberapa struktur geologi, maka kaitannya dengan minyak dan gas bumi adalah saat terjadi gaya tektonik lempeng yang
membuat struktur geologi berupa antiklin dan sesar maka bisa mengindikasikan keberadaan minyak dan gas bumi.
2. Dalam sistem minyak bumi, urutan perlapisan yang dibutuhkan dalam jebakan maupun migrasi minyak bumi
dibutuhkan caprock dan reservoir.
 Lapisan caprock merupakan lapisan penutup yang tidak mudah tembus atau dilalui fluida terutama minyak bumi.
Stratigrafi Lapisan ini harus tidak berporos.
 Lapisan reservoir merupakan lapisan tempat hidrokarbon bertempat atau bermigrasi. Lapisan ini harus memiliki
porositas yang tinggi, sehingga dapat digunakan hidrokarbon untuk bermigrasi dan dilalui olehnya.
3. Litologi dalam sistem minyak bumi pada umumnya dibedakan menjadi dua, yaitu caprock dan reservoir,
 Caprock yaitu batuan yang memiliki porositas rendah, sehingga dapat menampung atau menghalang hidrokarbon,
litologi yang umum berperan sebagai caprock hidrocarbon adalah batulempung.
Litologi
Batuan reservoir yaitu batuan tempat dilaluinya hidrocarbon atau tempat migrasi hidrokarbon, batuan ini harus memiliki
porositas yang tinggi. Litologi yang biasa berperan sebagai batuan reservoir adalah batupasir dan batulempung.
4. Dalam sistem hidrocarbon, struktur geologi sangat berperan sebagai jebakan struktural minyak bumi, yang paling
umum dalam keterdapatan minyak bumi adalah lipatan antiklin, dimana lipatan ini merupakan struktur paling umum dan ideal
sebagai jebakan hidrocarbon. Sesar atau patahan dengan kondisi tertentu juga dapat digunakan sebagai jebakan hidrocarbon

Struktural
5. Minyak bumi merupakan fluida yang mengandung unsur carbon yang tinggi, di alam, biasanya minyak bumi banyak
dijumpai pada cebakan cebakan struktur geologi terutama antiklin. Jadi secara umum geomorfologi cebakan hidrokarbon atau
m nyak bumi merupakan bentuk lahan struktural, sebagai contohnya yaitu sebagai berikut :
 Bukit Antiklin
Morfologi Bukit Antiklin adalah bentangalam yang berbentuk bukit dimana litologi penyusunnya telah mengalami
perlipatan membentuk struktur antiklin. Morfologi punggung antiklin umumnya dijumpai di daerah daerah cekungan sedimen
yang telah mengalami pengangkatan dan perlipatan. Morfologi punggung antiklin merupakan bagian dari perbukitan lipatan
yang bentuknya berupabukit dengan struktur antiklin. Adanya bukit antiklin ini menandakan bahwa daerah tersebut merupak
daerah antiklin yang mungkin terdapat keberadaan sebakan minyak bumi.
 Lembah Antiklin
Bentangalam Lembah Antiklin adalah bentangalam yang berbentuk lembah yang diapit oleh sepasang bukit tersusun
dari batuan sedimen yang berstruktur antiklin. Lembah ini juga dapat digunakan sebagai peenciri dari antiklin, dimana dapat
diindifikasikan sebagai daerah lipatan dan kemungkinan terdapat cebakan hidrokarbon atau minyak bumi.
Tidak hanya bukit atau lembah antiklin sebagai bentuk lahan struktural, melainkan pola pengaliran juga dapat
digunakan sebagai petunjuk geomorfologi dalam keberadaan minyak bumi.
Geomorfologi

 Pola Aliran Trellis


Pola aliran trelis merupakan pola aliran yang dikontrol oleh struktur geolog terutama lipatan sinklin maupun antiklin.
Geometri dari pola aliran trellis adalah pola aliran yang menyerupai bentuk pagar yang umum dijumpai di perkebunan anggur.
Pola aliran trellis dicirikan oleh sungai yang mengalir lurus disepanjang lembah dengan cabang-cabangnya berasal dari lereng
yang curam dari kedua sisinya. Sungai utama dengan cabang-cabangnya membentuk sudut tegak lurus sehingga menyerupai
bentuk pagar. Sungai trellis dicirikan oleh saluran-saluran air yang berpola sejajar, mengalir searah kemiringan lereng dan
tegak
lurus dengan saluran utamanya. Saluran utama berarah se arah dengan sumbu lipatan.
6. Kualitas minyak bumi / kematangan minyak bumi sangat dipengaruhi oleh suhu bawah permukaan, semakin panas sebuah
Magmatogenik jebakan hidrocarbon akan menghasilkan minyak bumi dengan kualitas yang baik juga, tentunya panas ini dihasilkan oleh
aktivitas magma.
7. Minyak Bumi diketahui terbentuk sekitar 30 juta tahun di pertengahan jaman Cretaceous sebanyak lebih dari 50%. Cadangan
Umur Geologi minyak dunia yang diperkirakan lebih tua lagi ditemukan pada jaman Cambrian atau diperkirakan umurnya sekitar 544 – 505
juta tahun yang lalu.
8. Minyak dan gas bumi memiliki komposisi kimia berupa carbon, dan hydrogen. Komposisi kima ini dihasilkan dari proses
Geokimia
pembusukan material organic.
9. Metode Logging geofisik berkembang dalam eksplorasi minyak bumi untuk menganalisis kondisi geologi dan reservoir
Geofisika
minyak
10. Minyak pertama kali ditemukan di Venezuela tahun 1914 di Mene Grande. Tahun 1920, Venezuela menjadi produsen minyak
kedua di Amerika Latin dan kemudian menjadi nomor dua di dunia sampai 1961. Pada awalnya, produsen utamanya adalah
Historis
Royal Dutch, Shell, Gulf dan Pan America. Kemudian Pan America dibeli oleh Standard Oil of Indiana lalu oleh Standard Oil
of New Jersey.
Petunjuk
NO. Panas Bumi
Geologi
1. Panas bumi yang kita ketahui adalah berupa geothermal dimana air yang masuk ke bawah permukaan dan dipengaruhi oleh panasnya
magma yang ada akan berubah menjadi gas, maka kaitannya dengan posisi geoteknik adalah tempat dimana air tersebut terkumpul di
Posisi Geoteknik
daerah cekungan karena posisi geoteknik dan panas bumi itu juga bisa keluar dari struktur geologi dari posisi geoteknik yang
dipengaruhi gaya tektonik lempeng berupa kekar atau sesar.
2. Stratigrafi dalam sistem panas bumi juga berperan dalam keterdapatan sumber panas bumi, dalam sistem panas bumi,
terdapat 2 lapisan yang paling utama dalam keberadaan panas bumi, yaitu :
 Reservoir adalah lapisan yang tersusun dari batuan yang memiliki sifat permeable dan porositas tinggi yang berperan untuk
menyimpan fluida yaitu uap dan air panas yang berasal dari hasil pemanasan (konvektif dan konduktif) dalam suatu sistem
hidrothermal.
 Lapisan penudung (caprock) berfungsi sebagai penutup reservoir untuk mencegah keluar atau bocornya fluida panas bumi
dari reservoir. Batuan penudung harus berupa lapisan batuan yang bersifat kedap atau memiliki permeabilitas rendah.

Stratigrafi

3. Litologi juga berperan dalam sistem panas bumi, antara lain :


 Reservoir, batuan pada reservoir merupakan litologi batuan beku yang dihasilkan oleh aktivitas magmatisme batuan beku ini
Litologi harus memiliki porositas yang tinggi, Permeabilitas dihasilkan oleh karakteristik stratigrafi (misal porositas intergranular
pada lapili, atau lapisan bongkah lava) dan unsur struktur (misalnya sesar, kekar dan rekahan).
Caprock, Lapisan penudung umumnya tersusun oleh lapisan batuan yang terdiri dari mineral lempung sekunder hasil ubahan
(alteration) akibat interaksi fluida dengan batuan yang dilewatinya. Mineral-mineral lempung sekunder yang umum membentuk
lapisan penudung adalah montmorilonite, smectite, illite, kaolin, dan phyrophyllite.
4. Struktur geologi juga berperan dalam keberadaan dari panas bumi. Struktur kekar, sesar, dan rekahan ini dapat membentuk porositas
dan permeabilitas pada batuan sehingga ideal sebagai lapisan reservoir. Struktur sesar yang memotong melewati panas bumi akan
Struktural
menghasilkan manifestasi ke permukaan bumi yaitu berupa mata air panas yang dapat digunakan sebagi petunjuk bahwa di dalam
permukaan bumi terdapat panas bumi.
5. Panas bumi erat kaitannya dengan aktivitas dari magma, dimana magma tersebut merupakan sumber dari panas bumi atau
biasa disebut dengan souce rock geothermal. Magma terbentuk oleh aktivitas pergerakan lempeng yaitu subduksi, dimana material
material yang terkena tumbukan dan panas yang sangat tinggi akan meleleh (partial melting).
Geomorfologi Magma sebagai source rock dari panas bumi tersebut dijumpai pada daerah vulkanik tua atau gunung tua, magma sisa aktivitas
vulkanik tersebut masih memilki suhu yang tinggi dan dapat digunakan sebagai source rock. Sehingga pada umumnya geomorfologi
daerah terdapatnya source rock panas bumi yaitu bentuk lahan vulkanik.
6. Panasbumi sangat berkaitan dengan aktivitas magmatisme, dimana sumber panas dari panas bumi merupakan magma yang sedang
Magmatogenik
dalam proses menuju dingin, masih meninggalkan panas yang menjadi sumber panas bumi.
7. Peningkatan system panas bumi dapat memicu gempa bumi sebagai daerah hidrolik. Proyek Basel, Swiss terjadi gempa lebih dari
10.000 kejadian. Ini mungkin disebabkan karena lokasi geothermal tersebut terletak di daerah peresapan air yang berfungsi mengairi
Subsidense
daerah sekitar, sehingga kemungkinan yang terjadi pengurangan debit air dan menyebabkan menurunnya kemampuan tanah dan
subsidence.
8. Analisis geokimia adalah analisis kimia yang bertujuan untuk mengelompokkan basis umum antara perbandingan dan klasifikasi
dari cairan panas bumi serta untuk memperoleh data kimia fluida dan unsure-unsur lain yang terkandung dalam manifestasi sehingga
Geokimia dapat mengetahui suhu dan karakteristik reservoir . Dalam fluida panas bumi yang dekat dengan magma, fluida panas tersebut
mengandung uap air, gas CO2, SO2, H2S dan HCl. Gas gas yang bersifat asam tersebut terserap kedalam sirkulasi air panas
dalam tanah dan
membentuk fluida panas bumi yang sangat reaktif akibat keasaman fluida tersebut
9. metode geofisika yang didasarkan pada konsep penjalaran gelombang pada medium di dalam bumi yaitu metode seismic untuk
Geofisika mencari
sumber panas bumi.
10. Energi panas bumi (geothermal) dipicu oleh aktivitas tektonik di dalam perut bumi. Inti bumi memiliki magma yang temperaturnya
mencapai 5.400 derajat celcius. Magma ini membuat lapisan bumi di sebelah atasnya mengalami peningkatan temperatur. Ketika
Historis
lapisan ini bersentuhan dengan air maka akan menjadi uap panas bertekanan tinggi. Inilah energi potensial yang kemudian dikenal
sebagai energi panas bumi atau geothermal energy.
Petunjuk
NO. Air Tanah
Geologi
1. Kaitan antara air tanah dengan posisi geoteknik adalah keberadaan air tanah yang ada di suatu cekungan dari posisi geoteknik yang
Posisi Geoteknik
ada.
2. Stratigrafi lapisan bawah tanah sangat menentukan pada sistem air tanah, dimana pada recharge dibutuhkan lapisan batuan
yang bersifat permeable dan memiliki porositas tinggi sehingga aliran air dapat diteruskan pada titik akumulasi aquifer air tanah.
Stratigrafi Pada sistem air tanah, diperlukan juga lapisan penutup yang bersifat impermeable, dimana lapisan yang kedap ini akan menampung
dan menahan air sehingga terbentuk confined aquifer.
3. Litologi yang berperan dalam sistem air tanah yaitu antara lain :
 Litologi dengan sifat permeble yang sebagai lapisan migrasi air tanah seperti batupasir, batu breksi, dan batugampung.
Litologi
Litologi dengan sifat impermeable sebagai lapisan kedap yang berfungsi sebagai penahan atau tempat menampung air tanah antara
lain batulempung
4. Struktur geologi terutama kekar dan rekahan sangat berperan di recharge area, dimana dengan adanya kekar maupun rekahan
Struktural tersebut
dapat digunakan sebagai masuknya air meteorit.
5. Morfologi berperan penting terhadap sistem air tanah, ada 2 tipe area dalam sistem air tanah yaitu sebagai berikut :
 Recharge area, merupakan tempat pengisian air tanah yang berasal dari air meteorit (air hujan). Recharge area pada
umumnya pada morfologi yang memiliki elevasi yang tinggi, yaitu seperti bentuk lahan struktural, vulkanik, maupun karst.
Pada morfologi tersebut, air meteorit akan masuk ke dalam tanah dan diteruskan menuju ke topografi rendah.
Geomorfologi
Discharge area, merupakan area dengan topografi rendah dimana pada bawah permukaan ini terdapat sebuah cekungan atau zona
aquifer dimana air tertahan dan tertampung, discharge area ini pada umumnya berada pada topografi rendah seperti pada bentuk
lahan
denudasinal.
6. Air tanah apabila bertemu dengan sumber panas bumi biasanya akan menghasilkan manifestasi panas bumi berupa mata air panas.
Magmatogenik Kejadian ini terjadi karena air tanah bertemu dengan sumber panas, sehingga air tanah suhunya akan naik lalu bergerak ke atas
menjadi sumber air panas.
7. Subsidence sangat berhubungan dengan air tanah karena subsidence sendiri merupakan penurunan permukaan tanah yang dapat
Subsidense
disebabkan oleh ekploitasi air tanah yang berlebihan yang melebihi kemampuan pengambilannya akan mengakibatkan berkurangnya
jumlah airtanah pada suatu lapisan akuifer. Hilangnya airtanah ini menyebabkan terjadinya kekosongan pori – pori tanah sehingga
tekanan hidrostatis di bawah permukaan tanah berkurang sebesar hilangnya airtanah tersebut. Selanjutnya akan terjadi pemampatan
lapisan akuifer.
8. Sifat kimia airtanah antara lain adalah kesadahan/kekerasan (total hardness), jumlah padatan terlarut (total dissolved solid), daya
Geokimia hantar listrik (electric conductance), keasaman dan kandungan ion. Sifat kimia airtanah yang akan dibahas lebih rinci dalam
pembahasan ini adalah kandungan ion.
9. Geofisika Metode geolistrik dapat digunakan untuk menduga jenis batuan dalam rangka mencari sumber air tanah baru.

10. Lapisan dalam bumi yang mudah dilewati atau membawa air disebut dengan akuifer atau pembawa air. Air tanah mengisi lapisan
Historis tanah karena adanya proses infiltrasi dan perkolasi. Infiltrasi adalah gerakan resapan air ke dalam tanah melalui pori-pori tanah
dan Perkolasi adalah gerakan air yang meresap kedalam tanah melalui celah bebatuan hingga menjadi jenuh.
DAFTAR PUSTAKA
Noor, Djauhari.2012.Pengantar Geologi.Bogor : Universitas Pakuan
Iman, M Shadiqul. 2009. SISTEM AIR TANAH (GROUNDWATER SYSTEM)
PADA KECAMATAN BATUCEPER DAN KECAMATAN BENDA KOTA
TANGERANG, PROPINSI BANTEN. Banjarbaru : Universitas Lambung Mangkurat
Anonymus. Geologi Batubara. Yogyakarta : Jogya Geologi Survey Mining and Geology Consultant
Flysh Geost. 2016. Pengertian, Jenis, dan Kegunaan Batu Gamping (Batu Kapur). Diakses pada 11 Maret 2019, pukul 21.03 WIB.
https://www.geologinesia.com/2016/05/pengertian-jenis-dan-kegunaan-batu-gamping-batu-kapur.html
Fadli, Muhammad. 2016. Bentuk Lahan KARST. Diakses pada 11 Maret 2019, pukul 21.16 WIB.
http://fadhligeo.blogspot.com/2016/12/bentuk-lahan-karst.html
Landoala, Tasrif. 2013. Bentuk Lahan Karst. Diakses pada 11 Maret 2019, pukul 21.18 WIB. http://jembatan4.blogspot.com/2013/10/bentukan-lahan-karst.html
Evans. 2013. Deformasi. Diakses pada 11 Maret 2019, pukul 21.29 WIB.
http://evanskristosalu.blogspot.com/2013/07/deformasi.htmlhttp://evanskristosalu.blogspot.com/2013/07/deformasi.htmls
Albar, Furqon. 2016. Pengertian dan Kegunaan Batu Gamping. Diakses pada 11 Maret 2019, pukul 21.33 WIB. https://satujam.com/batu-gamping/
Maul. 2016. Sejarah Geologi Zona Pegunungan Selatan Jawa Timur. Diakses pada 11 Maret 2019, pukul 21.54 WIB.
https://wingmanarrows.wordpress.com/2009/10/07/sejarah-geologi-zona-pegunungan-selatan-jawa-timur
Faturahman, Sayyed, Sutrisno. 2016. Studi Tentang Karakteristik Endapan Emas Orogenik Di Daerah Bombana, Sulawesi Tenggara. Makassar: Universitas
Hasanuddin Makassar
P. Pohan, Mangara, Ridwan Arief. 2016. Evaluasi Potensi Bahan Galian Pada Bekas Tambang Dan Wilayah Peti Daerah Balai Karangan, Sanggau, Kalimantan
Barat. Bandung : Pusat Sumber Daya Geologi
Haryanto, Iyan. 2005. Penelitian Struktur Geologi Dan Kaitannya Terhadapkemungkinan Adanya Potensi Emas Primer Daerah Gunung Astana Bogor,
Jawa Barat. Bandung: Universitas Padjajaran
http://auliaasyarifah.blogspot.com/2014/02/proses-pembentukan-batu-bara.html
http://georus-indonesia.blogspot.com/2017/02/lingkungan-pengendapan-batubara.html
https://www.geologinesia.com/2016/01/macam-macam-lingkungan-pengendapan.html
https://ilmubatubara.wordpress.com/2006/09/23/lingkungan-pengendapan-batubara/
https://herydictus.wordpress.com/2012/10/19/genesa-batubara/
http://formasiyangberpotensiterdapatbatubara.blogspot.com/