Anda di halaman 1dari 11

OPERASIONALISASI VARIABEL

DISUSUN OLEH :

Kelompok 5
Chairu Metra Resi C1C017
Delly Yanti C1C017
Inel Pramita C1C017020
Indah Yani C1C017
Ria Rahmi Puspita C1C016037

JURUSAN S1 AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS BENGKULU
DAFTAR ISI

Daftar Isi ...............................................................................................................................2

Kata Pengantar ......................................................................................................................3

Pendahuluan ..........................................................................................................................4
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga
kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Operasionalisasi Variabel” ini tepat
pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas Bapak Husaini,
Dr, SE, M.Si, Ak. CA pada mata kuliah Metodologi Penelitian Akuntansi. Selain itu, makalah
ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang “Operasionalisasi Variabel” bagi para
pembaca dan juga bagi penulis.

Kami mengucapkan terima kasih kepada  selaku dosen mata kuliah Akuntansi Keuangan
Lanjutan 2 yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan
wawasan sesuai dengan bidang studi yang kami tekuni.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Husaini, Dr, SE, M.Si, Ak. CA dan
semua pihak yang telah membagi sebagian pengetahuannya sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini.

Kami menyadari, makalah yang kami tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena
itu, kritik dan saran yang membangun akan kami nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

Bengkulu, 13 Maret 2020

Penulis
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Terdapat 2 metode penelitian yaitu metode penelitian kualitatif dan metode penelitian
kuantitatif. Masing-masing memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan metode
penelitian yang lain. Salah satu ciri dalam metode penelitian kuatitatif adalah variabel.
Banyak yang tidak memahami tentang variabel. Oleh sebab itu, dalam makalah ini akan
dibahas mengenai definisi variabel, macam-macamnya dan definisi operasional variable.

B. Rumusan Masalah
Masalah yang akan kami bahas adalah :
1) Definisi dari Operasionalisasi Variabel?
2) Bagaimana pendekatan dalam menyusun definisi Operasional Variabel ?

C. Tujuan
1) Menjelaskan definisi dari Operasional Variabel.
2) Menjelaskan pendekatan dalam menyusun definisi Operasionalisasi Variabel.
PEMBAHASAN

DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL

     Definisi operasional adalah aspek penelitian yang memberikan informasi kepada kita
tentang bagaimana caranya mengukur variabel. Definisi operasional adalah semacam
petunjuk kepada kita tentang bagimana caranya mengukur suatu variabel. Definisi
operasional merupakan informasi ilmiah yang sangat membantu peneliti lain yang ingin
melakukan penelitian dengan menggunakan variabel yang sama. Karena berdasarkan
informasi itu, ia akan mengetahui bagaimana caranya melakukan pengukuran terhadap
variabel yang dibangun berdasarkan konsep yang sama. Dengan demikian ia dapat
menentukan apakah tetap menggunakan prosedur pengukuran yang sama atau diperlukan
pengukuran yang baru.
     Definisi operasional adalah penjelasan definisi dari variabel yang telah dipilih oleh
peneliti. Logikanya, boleh jadi, antara peneliti yang satu dengan yang lain bisa beda definisi
operasional dalam 1 judul skripsi yang sama. DO (Definisi Operasional) boleh merujuk pada
kepustakaan. 
Misalnya :

Variabel Definisi operasional


Umur Umur responden yang dihitung sejak tanggal lahir sampai
dengan waktu penelitian yang dinyatakan dalam tahun
Stres Respon dari kondisi yang terjadi ketika individu merasa tertekan
karena ketidakmampuannya menyesuaikan diri dengan tuntutan
yang diberikan kepadanya (Mahbubah, 2008)

Menurut Sugiyono (2014) definisi operasional adalah penentuan konstrak atau sifat yang akan
dipelajari sehingga menjadi variabel yang dapat diukur. Definisi operasional menjelaskan cara
tertentu yang digunakan untuk meneliti dan mengoperasikan konstrak, sehingga memungkinkan
bagi peneliti yang lain untuk melakukan replikasi pengukuran dengan cara yang sama atau
mengembangkan cara pengukuran konstrak yang lebih baik.
Definisi operasional variabel menurut Sugiyono (2015) adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari
obyek atau kegiatan yang memiliki variasi tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari
dan kemudian ditarik kesimpulannya. Definisi variabel-variabel penelitian harus dirumuskan untuk
menghindari kesesatan dalam mengumpulkan data.
Menurut Nazir (2014:110) menyebutkan bahwa definisi operasional sebagai berikut:Definisi
operasional adalah suatu definisiyang diberikan kepada suatu variabel atau konstrak dengan cara
memberikan arti atau menspesifikasikan kegiatan, ataupun memberikan suatu operasional yang
diperlukan untuk mengukur konstrak atau variabel tersebut.
Kemudian menurut Pedoman Operasional Penulisan Skripsi (2013:20) bahwa “operasionalisasi
variabel adalah menjelaskan indikator-indikator dari setiap variabel penelitian”.

Setiap variabel yang telah ditetapkan harus diberi defenisi operasionalnya. Defenisi
operasioanl variabel penting bagi peneliti lain yang ingin mengulangi penelitian tersebut.
Selain itu definisi operasional dipergunakan untuk menentukan instrumen alat-alat ukur apa
saja yang dipergunakan dalam penelitian. Definisi operasional dibuat untuk memudahkan
pengumpulan data dan menghindarkan perbedaan interpretasi serta membatasi ruang lingkup
variabel. Variabel yang dimasukkan dalam operasioanal adalah variabel kunci/ penting yang
dapat diukur secara operasional dan dapat dipertanggung jawabkan (referensi harus jelas).
Defenisi operasional adalah definisi yang dirumuskan oleh peneliti tentang istilah-istilah yang
ada pada masalah peneliti dengan maksud untuk menyamakan persepsi antara peneliti dengan
orang-orang yang terkait denga penelitian (Sanjaya,2013). Dalam merumuskan definisi
operasional, kita boleh saja mengutip pendapat ahli, tetapi kita perlu memilih pendapat mana
yang lebih mendekati pada pendapat kita sendiri, dengan kata lain tidak asal dalam mengutip.
Menurut Kerlinger (2006) dalam bukunya asas-asas penelitian behavioral menyebutkan
bahwa definisi operasional melekatkan arti pada suatu variabel dengan cara menetapkan
kegiatan-kegiatan atau tindakan-tindakan yang perlu untuk mengukur konstruk atau variabel
itu. Konstruk adalah sifat-sifat yang melekat pada suatu variabel. Sementara, Sumanto (2014)
mendefinisikan konstruk sebagai konsep-konsep yang sangat abstrak dari suatu variabel.
KEGUNAAN OPERASIONALISASI VARIABEL

Definisi operasional adalah aspek penelitian yang memberikan informasi atau petunjuk kepada kita
tentang bagaimana caranya mengukur suatu variabel. Informasi ilmiah yang dijelaskan dalam definisi
operasional sangat membantu peneliti lain yang ingin melakukan penelitian dengan menggunakan
variabel yang sama, karena berdasarkan informasi itu, ia akan mengetahui bagaimana caranya
melakukan pengukuran terhadap variabel yang dibangun berdasarkan konsep yang sama. Dengan
demikian, ia dapat menentukan apakah tetap menggunakan prosedur pengukuran yang sama atau
diperlukan pengukuran yang baru.

Setelah variabel-variabel penelitian didefinisikan secara teoritis dan secara operasional, setiap variabel
dapat dijabarkan dalam beberapa deskriptor dan masing-masing deskriptor dioperasionalkan dengan
beberapa indikator.

Operasional adalah aspek penelitian yang memberikan informasi kepada kita tentang bagaimana
caranya mengukur variabel. Serta semacam petunjuk kepada kita tentang bagimana caranya mengukur
suatu variabel. Definisi operasional merupakan informasi ilmiah yang sangat membantu peneliti lain
yang ingin melakukan penelitian dengan menggunakan variabel yang sama. Karena berdasarkan
informasi itu, ia akan mengetahui bagaimana caranya melakukan pengukuran terhadap variabel yang
dibangun berdasarkan konsep yang sama. Dengan demikian ia dapat menentukan apakah tetap
menggunakan prosedur pengukuran yang sama atau diperlukan pengukuran yang baru.

Setiap variabel yang telah ditetapkan harus diberi defenisi operasionalnya. Defenisi operasioanl
variabel penting bagi peneliti lain yang ingin mengulangi penelitian tersebut. Selain itu definisi
operasional dipergunakan untuk menentukan instrumen alat-alat ukur apa saja yang dipergunakan
dalam penelitian. Definisi operasional dibuat untuk memudahkan pengumpulan data dan
menghindarkan perbedaan interpretasi serta membatasi ruang lingkup variabel. Variabel yang
dimasukkan dalam operasioanal adalah variabel kunci/ penting yang dapat diukur secara operasional
dan dapat dipertanggung jawabkan (referensi harus jelas)Definisi operasional juga merupakan
penjelasan definisi variabel yang telah dipilih oleh peneliti. Logikanya, boleh jadi, antara peneliti
yang satu dengan yang lain bisa beda definisi operasional dalam 1 judul skripsi yang sama
(Mahbubah, 2008).

PENGERTIAN DALAM OPERASIONALISASI VARIABEL

Dalam operasionalisasi variabel dikenal pengertian ‐pengertian berikut:

1. Dimensi variabel
Merupakan sudut pandang dengan mana sebuah konsep didefinisikan. Misalnya konsep rasa aman
dalam bekerja bisa dilihat dari sudut:

a) Remunerasi
b) Psikologis
c) Kepastian Karir

2. Variabel operasional
Merupakan penjabaran dari dimensi variabel yang masih memiliki abstraksi tinggi nkie dalam
variabel dengan abstraksi yang rendah sehingga bisa diukur.
Dimensi Remunerasi bisa dijabarkan ke dalam:
a) Gaji Pokok
b) Tunjangan
c) Insentif
3. Indikator
Indikator penelitian adalah statement yang digunakan untuk mengukur variabel operasional
Variabel operasional “Gaji Pokok” yang menceriminkankonsep rasa aman dalam bekerja,
misalnya, dapat diukur dengan statement berikut :
a) Gaji Pokok yang saya terima cukup untuk kebutuhan dasar makan dan transportasi
b) Gaji pokok yang saya terima terasa adil karena sesuai dengan pendidikan
c) Gaji pokok yang saya terima terasa adil karena sesuai dengan lama bekerja di
perusahaan

PENDEKATAN DALAM MENYUSUN DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL

Sandjaja dalam bukunya Panduan penelitian (2006) mengklasifikasi bahwa ada tiga cara untuk
memberikan definisi operasional variabel antara lain:

a. Definisi operasional yang menjelaskan cara perlakuan untuk menimbulkan suatu gejala. Pada
definisi in dijelaskan bagaimana cara memanipulasi variabel. Definisi seperti ini sering
dipergunakan pada penelitian eksperimental. Contoh bagaimana mempergunakan pupuk X
pada tanaman kacang, berapa banyak pupuk X yang dipergunakan, kapan
mempergunakannya.
b. Definisi operasionasl yang mendeskripsikan suatu variabel baik mengenai ciri-cirinya
maupun cara beroperasinya. Definisi ini sering dipergunakan dalam penelitian-penelitian pada
umumnya. Contoh, tanaman kacang yang digunakan dalam penelitian pupuk X didefenisikan
sebagai tanaman kacang dari spesies Arachis Hypogaea yang ditanam langsung dari biji
kacang dan telah berumur satu minggu.
c. Definisi operasional yang mendeskripsikan ciri-ciri statis suatu obyek. Definisi ini sering
digunakan pada penelitian pendidikan. Misalnya anak cerdas menurut definsi ini adalah anak
yang memiliki perbendaharaan kata-kata yang banyak, memiliki daya ingat yang kuat, dan
mampu bernalar dengan baik serta memiliki keterampilan berhitung yang baik dan
seterusnya.

Ada tiga cara pendekatan dalam menyusun definisi operasional variabel, yaitu:

a. Definisi Operasional Tipe A,


disusun berdasarkan pada operasi yang dilakukan, sehingga menyebabkan gejala atau keadaan yang
didefinisikan menjadi nyata atau dapat terjadi.

b. Definisi Operasional Tipe B,

disusun berdasarkan perumusan dalam bentuk deskripsi tentang bagaimana suatu objek (benda
tertentu) beroperasi, yakni apa yang dilakukan atau terdiri dari apa ciri-ciri dinamis objek tersebut.

c. Definisi Operasional Tipe C,

disusun berdasarkan pada penampakan seperti apa obyek atau gejala yang didefinisikan tersebut, yaitu
apa saja yang menyusun karaktersitik-karaktersitik statisnya

Contoh :

Penelitian dengan judul “Pengaruh media flash dalam peningkatan hasil belajar Matematika di kelas
X”, Definisi Operasioanal Tipe A. “Media Flash adalah media yang dibuat dari ….. Dengan demikian,
media flash…

Definisi Operasioanal Tipe B. “Penggunaan media flash dalam pembelajaran dapat berupa…. Dan
mekanismenya seperti… Oleh karena itu, setiap pengajar harus memiliki keterampilan dalam memilih
strategi pembelajaran.

Definisi Operasioanal Tipe C.” Yang dimaksud media flash dalam penelitian ini adalah …

Ada pula Cara menyusun definisi operasional dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu:

a) Definisi Pola I

Disusun berdasarkan atas kegiatan-kegiatan (operations) yang harus dilakukan agar hal yang
didefinisikan itu terjadi.

Contoh :

 Frustasi adalah keadaan yang timbul sebgai akibat tercegahnya pencapaian hal yang sangat
diinginkan yang sudah hampir tercapai.
 Lapar adalah keadaan dalam individu yang timbul setelah dia tidak makan selama 24 jam
 Garam Dapur adalah hasil kombinasi kimiawi antara natrium dan Clorida.

Definisi Pola I ini, yang menekankan Operasi atau manipulasi apa yang harus dilakukan
untuk menghasilkan keadaan atau hal yang didefinisikan, terutama berguna untuk mendefinisikan
variabel bebas.

b) Definisi Pola II

Definisi yang disusun atas dasar bagaimana hal yang didefinisikan itu beroperasi. Contoh :

 Orang cerdas adalah orang yang tinggi kemampuannya dalam memecahkan masalah, tinggi
kemampuannya dalam menggunakan bahasa dan bilangan.
 Orang Lapar adalah orang yang mulai menyantap makanan kurang dari satu menit setelah
makanan dihidangkan, dan menghabiskannya dalam waktu kurang dari 10 menit.

c) Definisi Pola III


Definisi yang dibuat berdasarkan atas bagaimana hal yang didefinisikan itu nampaknnya.
Contoh :

 Mahasiswa yang cerdas adalah mahasiswa yang mempunyai ingatan baik, mempunyai
perbendaharaan kata luas, mempunyai kemampuan berpikir baik, mempunyai kemampuan
berhitung baik.
 Ekstraversi adalah kecenderungan lebih suka ada dalam kelompok daripada seorang diri.

Seringkali dalam membuat definisi operasional pola III ini peneliti menunjuk kepada alat yang
digunakan untuk mengambil datanya.

SKALA PENGUKURAN

Menurut Stanley Smith Stevens (1946) pada salah satu artikel ilmiahnya yang berjudul "On the theory
of scales of measurement" Terdapat empat Jenis Skala Pengukuran Variabel yaitu :

1. Skala Nominal

Merupakan variabel dengan skala pengukuran yang paling rendah tingkatannya dan hanya bisa
digunakan untuk klasifikasi kualitatif atau kategorisasi. Artinya, variabel tersebut hanya dapat diukur
dari segi apakah karakteristik suatu objek bisa dibedakan dari karekateristik lainnya, tetapi kita tidak
dapat mengukur atau bahkan mengurutkan peringkat kategori tersebut. Kita hanya bisa membedakan
atau mengkatagorikan nilai/kode dari variabel tersebut, namun kita tidak mungkin merangkingnya.

Contoh-contoh variabel nominal lainnya adalah:

 jenis tanah,
 varietas,
 ras,
 warna,
 bentuk,
 kota,
 Golongan darah
 Jenis penyakit
 Agama
 Suku
 Nomor KTP/SIM/Kartu Pelajar

2. Skala Ordinal

Merupakan skala yang nilai/atribut dari Variabel Peringkat dan Huruf Mutu bisa dibedakan dan
diurutkan (dirangking).Seperti menunjukkan orde/ urutan dimana orde 4 lebih besar daripada orde 3
dan orde 3 lebih besar daripada orde 2, namun perbedaan orde tersebut tidak bisa menunjukkan jarak
perbedaannya.

Memungkinkan kita untuk mengurutkan peringkat dari objek yang kita ukur. Dalam hal ini kita bisa
mengatakan A "lebih" baik dibanding B atau B "kurang" baik dibanding A, namun kita tidak bisa
mengatakan seberapa banyak lebihnya A dibanding B. Dengan demikian, batas satu variasi nilai ke
variasi nilai yang lain tidak jelas, sehingga yang dapat dibandingkan hanyalah apakah nilai tersebut
lebih tinggi, sama, atau lebih rendah daripada nilai yang lain, namun kita tidak bisa mengatakan
berapa perbedaan jarak (interval) diantara nilai-nilai tersebut.

Contoh:

 Tingkat pendidikan atau kekayaan


 Tingkat keparahan penyakit
 Tingkat kesembuhan
 Derajat keganasan kanker

3. Skala Interval

Skala interval merupakan skala yang tidak memiliki titik nol sejati dan memiliki jarak antar nilai,
namun jarak tersebut tidak menyatakan rasio terhadap nilai yang lebih rendah.

Misalnya thermometer Celcius dimulai dari titik nol namun termometer Fahrenheit dimulai dari nilai‐
32.

Skala Interval tidak hanya memungkinkan kita untuk mengklasifikasikan, mengurutkan peringkatnya,
tetapi kita juga bisa mengukur dan membandingkan ukuran perbedaan diantara nilai.

Contoh :

 Tingkat kecerdasan (IQ)


 Beberapa indeks pengukuran tertentu

4. Skala Rasio

Merupakan skala yang memilii jarak antar nilai dengan titik nol sejati. posisi nilai yang lebih tinggi
menyatakan rasio atas posisi nilai yang lebih rendah. Skala rasio sangat mirip dengan skala interval, di
samping sudah memiliki semua sifat-sifat variabel interval, juga sudah bisa diidentifikasi titik nol
mutlak, sehingga memungkinkan menyatakan rasio atau perbandingan di antara kedua nilai, misalnya
x adalah dua kali lebih y.

Kunci membedakan skala interval dan rasio adalah di angka 0, apakah skala memiliki nilai nol mutlak
atau tidak (masih ada nilai dibawah nol)? Kalau nilai nol mutlak, berarti masuk skala rasio. Kalau
nilai nol tidak mutlak, berarti skala interval.

Contoh:

 Waktu, panjang, tinggi, berat, usia


 Kadar zat dan jumlah sel tertentu
DAFTAR PUSTAKA

https://id.scribd.com/document/256861331/Makalah-Definisi-Operasional-Variabel
http://digilib.unila.ac.id/

https://www.smartstat.info/materi/statistika/dasar-dasar-statistika/skala-pengukuran-variabel.html

http://dwiriyantikasyabaniyah.blogspot.com/p/definisi-operasional-variable.html?m=1

http://repository.upi.edu/21415/6/S_PEA_1002265_Chapter3.pdf