Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN TETAP

INSTRUMEN & PENGUKURAN


BERAT JENIS ZAT CAIR & ZAT PADAT

Disusun Oleh: Kelompok 3


Kelas 2 KB

Nama:
1. Ami Junia
2. Dewi Zelika Mispuani
3. Jevika Berlian
4. Sari Riski Hasibuan
5. Yunia Sari Fransiska
6. Vandhito Rizna
7. M. Syahrawi

Instruktur: Yuniar, ST.,MSi

JURUSAN TEKNIK KIMIA

2016
BERAT JENIS ZAT CAIR DAN ZAT PADAT

                         I.            TUJUAN PERCOBAAN


-          Mahasiswa dapat menentukan berat jenis zat cair dengan piknometer
-          Mahasiswa dapat menentukan berat jenis zat padat dengan piknometer
-          Mahasiswa mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi berat jenis zat

             II.            ALAT DAN BAHAN


-          Alat yang digunakan :
·         Piknometer 25 ml
·         Beaker gelas 250 ml
·         Pipet tetes
·         Corong Gelas
·         Tissue
-          Bahan yang digunakan :
·         Etanol
·         Minyak Goreng
·         Aquadest
·         Pasir kuarsa 

                III.            GAMBAR ALAT (Terlampir)


  
                             IV.            DASAR TEORI
Berat jenis didefinisikan sebagai massa suatu bahan per satuan volume bahan
tersebut. Bentuk persamaannya adalah :
Berat Jenis =   atau ρ =
Satuan dari berat jenis adalah kg/dm3, gr/cm3 atau gr/ml. Berat jenis mempunyai
harga konstan pada suatu temperatur tertentu dan tidak tergantung pada bahan
cuplikan atau sampel.
Dikenal beberapa alat yang dapat digunakan untuk menentukan berat jenis yaitu
aerometer, piknometer, dan neraca whestpal.
Penentuan Berat Jenis Zat Cair dengan Aerometer
Penentuan berat jenis zat cair dengan aerometer berdasarkan prinsip hukum
Archimedes : “Setiap benda yang dicelukan ke dalam suatu cairan akan
mengalami gaya angkat yang besarnya sama dengan berat zat cair yang
dipindahkan”.
Aerometer berbentuk sebuah silinder yang berlubang, agar aerometer dapat
tercelup dengan posisi yang tepat (skala tercelup dalam cairan), maka aerometer
diisikan dengan butir-butir Pb. Skala pada aerometer menunjukan berat jenis cairan,
semakin kecil berat jenis cairan, aerometer akan tercelup semakin dalam. Oleh karena
itu skala aerometer menunjukan angka yang semakin besar dari atas ke bawah.

Penentuan Berat Jenis dengan Piknometer


Berat jenis suatu zat cair dapat dihitung dengan mengukur secara langsung
mengukur berat zat cair dalam piknometer(menimbang) dan volume zat ditentukan
berdasarkan volume piknometer.
Berat jenis zat cair = berat zat cair dalam piknometer / volume zat cair dalam
piknometer
Dimana :
z zat cair dalam piknometer = (berat piknometer + berat zat cair) –  piknometer         
kosong)
Volume zat cair dalam piknometer     = volume piknometer
Volume piknometer ditentukan secara langsung dengan menggunakan zat cair yang lain
yang diketahui berat jenisnya . Volume zat padat yang bentuknya tidak beraturan dapat
ditentukan secara langsung dengan menggunakan piknometer, bila volume dan berat
zat padat dapat diketahui, maka dapat diketahui berat jenisnya.
Berat jenis zat padat dengan bentuk tidak beraturan dapat ditentukan dengan
= berat zat padat dalam piknometer / berat jenis zat cair
Dimana :
Volume zat padat dalam piknometer = volume piknometer - volume zat cair.
Volume zat cair =
Berat jenis relatif adalah perbandingan antar berat jenis zat pada suhu tertentu
terhadap berat jenis air pada suhu tertentu.
Contoh d3020 etanol adalah perbandingan antara berat jenis etanol pada 30 oC terhadap
air pada 20 oC.
Berat jenis relatif tidak mempunyai satuan, berat jenis relatif akan sama dengan berat
jenis absolut bila sebagai pembandingnya adalah air pada suhu 4 oC.

V. PROSEDUR PERCOBAAN
            Penentuan Volume Piknometer
-          Menimbang piknometer kosong, bersih dan kering “a” gram
-          Mengisi piknometer dengan aquadest pada suhu 18o C yang telah diketahui berat jenis
(sesuai literatur)
-          Menimbang piknometer yang berisi aquadest tepat pada suhu 20o C “b” gram
-          Menghitung berat aquadest pada suhu 20o C (b-a) gram
-          Volume Aquadest             =    b – a/ berat jenis pada 20 ◦c
-          Volume Aquadest             =    Volume Piknometer

Penentuan Berat Jenis Zat cair dengan Piknometer


-          Menimbang piknometer kosong, bersih dan kering “c” gram
-          Mengisi piknometer dengan zat cair pada suhu 18o C
-          Menimbang piknometer yang berisi zat cair tepat pada suhu 20o C “d” gram
-          Menghitung berat zat cair pada suhu 20o C (d-c) gram
-          Beratjeniszat cair pada suhu 20 ◦c C= d-c / volume piknometer

Penentuan Berat Jenis Zat Padat dengan Piknometer


-          Menimbang piknometer kosong, bersih dan kering yang telah diketahui volume  “e”
gram
-          Mengisi piknometer dengan zat padat  sampai pada separuh dari piknometer
-          Menimbang piknometer yang berisi zat padat “f” gram
-          Menambahkan kedalam piknometer yang berisi zat padat dengan zat cair pada suhu
18° C yang telah diketahui berat jenisnya (tidak boleh ada gelembung udara dalam
piknometer)
-          Menimbang piknometer yang berisi zat padat dan cair tepat pada suhu 20o C “g” gram
-          Berat zat padat                  =  (f-e) gram
-          Volume Zat Padat             =    g-f / berat jenis zat cair pada 20 ◦c
-          Berat Jenis Zat Padat        =    berat zat padat / volume zat padat

             VI.            DATA PENGAMATAN


         1.      Penentuan Volume Piknometer
·         Berat Piknometer Kosong                         = 36.494 gram
·         Berat Piknometer + Aquadest        = 61.645 gram
·         Berat Aquadest (20oC)                              = 25.151 gram
·         Volume Aquadest=Volume Piknometer  = 25.196 ml
. %kesalahan =0.49454 %
         2.      Penentuan Berat Jenis Zat Cair Dengan Piknometer
·         Berat Piknometer Kosong                         = 36.494 gram
·         Berat Piknometer + zat cair 20 ◦c = 59.488 gram
·         Berat jenis zat cair                                   = 15.296 gram
. volume zat cair = 15.3236 ml
        3.      Penentuan Berat Jenis Zat Padat Dengan Piknometer
·      Berat Piknometer Kosong              = 36.494 gram
·      Berat Piknometer + zat padat   = 61.036 gram
·      Berat Piknometer + zat padat + zat cair   = 76.332 gram
·      Berat zat padat                           = 24.542 gram
. volume zat padat = 9.8724 ml
            VII.            PERHITUNGAN
          1.      Penentuan Volume Piknometer
            Berat Aquadest           = (Berat piknometer + aquadest) – (Berat piknometer
Kosong) / (berat Jenis Aquadest)
                                              = 61.645 gram – 36,494 gram / 0.9982
                                                = 25.196
%kesalahan = 25.276 – 25.151 / 25.276 X 100%
= 0.49454 %

       2.      Penentuan Berat Jenis Zat Cair Dengan Piknometer


a.    BJ Etanol
t   = (Berat zat cair) / (volume piknometer Kosong)
                              = (59.488 gram – 36.494 gram) / 25.196
                              = 0.810 gr/ml
% Kesalahan        = 2,6616 %

b.     BJ Minyak Goreng


       = (Berat zat cair) / (volume piknometer Kosong)
= (59.488 gram – 36.494 gram) / 25.196 gram
                              = 0.9126 gram/ml
% Kesalahan         = 0.804348 %

3.    Penentuan Berat Jenis ZatPadat Dengan Piknometer


* Pasir kuarsa
- volume zat cair = berat zat cair P / berat jenis zat cair
= 15.296 / 0.9982
= 15.3236 ml

-volume zat padat = volume P – volume zat cair


= 25.196 – 15.3236
= 9.8724 ml
-BJ Zat padat = berat zat padat / volume zat padat
= 24,542 / 9.8724
= 2,486 gr/mol

%Kesalahan = 2.65 – 2.486 / 2.65


= 6.18867 %

VIII.            PERTANYAAN
Mengapa pada penentuan berat jenis zat padat dengan menggunakan piknometer harus
ditambahkan zat cair yang telah diketahui berat jenisnya ?
Jawab:
Karena bentuk zat padat yang tidak beraturan, sehingga ketika zat padat dimasukkan ke
dalam suatu ruang, zat padat tersebut tidak memenuhi segala ruangan.Penambahan zat
cair tersebut dimaksudkan karena didalam zat padat itu terdapat pori-pori sehingga
digunakan zat cair untuk memampatkan rongga atau pori-pori zat padat tersebut.

           IX.            ANALISA PERCOBAAN


PadaPercobaan kali ini bertujuanuntuk menentukan berat jenis / masa jenis dari
zat padat dan zat cair.Berat jenis itusendirididefinisikan sebagai massa suatu bahan per
satuan volum bahan tersebut. Dalampercobaaninidigunakan sampel zat cair yang
akanditentukan berat jenisnya adalah Etanol dan Minyak goreng dan sampel zat padat
yang akan ditentukan berat jenisnya adalah pasir kuarsa.
Dalampenentuanberatjenisinisendiri dikenal beberapa alat yang dapat
digunakansepertiaerometer, piknometer, dan neraca whestphaal.
Namundalampercobaankali ini untukmenentukanberat jenis zat padat dan zat cair
yaitudengan menggunakan piknometer.
Dalam penentuan berat jenis zat cair langkah pertama yang dilakukan adalah
menentukan volume piknometer. Untuk menentukan volume piknometer ini adalah
dengan cara menimbang piknometer kosongyang kemudian menimbang piknometer
beserta aquadest pada suhu 180C ( densitas air yang dipakai harus sesuai dengan
literatur karena densitas suatu zat berbeda- beda pada suhu tertentu ) . Setelah itu
menentukan selisih masa keduanya sehingga didapatkan masa aquadest dan masa
aquadest tersebut akan digunakan untuk menentukan volume aquadest dengan
menggunakan rumus V=m/ρ, sehingga didapatkan volume aquadest yang sebanding
dengan volume piknometer.
Sesuai dengan rumus berat jenis variabel yang dibutuhkan adalah volume dan
masa, setelah volume dari piknometer sudah ditentukan langkah selanjutnya dalam
menentukan berat jenis zat cair adalah dengan menentukan masa dari zat tersebut yaitu
dengan cara menimbang piknometer kosong dan piknometer beserta zat cair yang akan
ditentukan berat jenisnya. Selisih dari keduanya didapatkan masa zat cair, karena sudah
didapatkan variabel volume dan masa maka dengan menggunkan rumus berat jenis
maka berat jenis dari zat cair tersebut dapat ditentukan.
Sedangkandalam penentuan berat jenis zat padat yaitu denganmenggunakanpasir
kuarsa. Penentuan berat jenis zat padat ini dengan menggunakan dua variabel juga
yaitu massa dan volume. Volume dari zat padat ini dapat ditentukan dengan langkah
menimbang piknometer kosong dan menimbang piknometer yang berisi zat padat.
Selisih kedua masa tersebut menunjukan masa dari zat padat tersebut, kemudian 
menimbang piknometer yang berisi separuh zat padat dan separuh zat cair .Kemudian
menentukan selisih antara piknometer berisi zat padat dan zat cair dengan piknometer
kosong ( simbol = a ). Setelah variabel masa zat padat telah diperoleh selanjutnya
menentukan variabel volume yaitu dengan cara membagi (a) dengan berat jenis zat cair
yang diketahui berat jenisnya pada suhu 200C. Setelah variabel masa dan volume
ditentukan dengan menggunakan rumus ρ= m/v maka masa jenis zat padat dapat
ditentukan.
Terdapat sedikit perbedaan berat jenis dari literatur dengan berat jenis yang
didapatkan secara praktek hal ini mungkin dikarenakan kurang teliti dalam menimbang
piknometer beserta zat cairdanzatpadatnya.Kebersihandaripiknometer pun
harusdilihat.piknometer harus dibersihkan terlebih dahulu dengan aquadest, kemudian
dibilas dengan alkohol untuk mempercepat pengeringan piknometer tadi. Pembilasan
dilakukan untuk menghilangkan tetesan pada dinding alat yang
dibersihkanpadasampelminyak (karenasifatminyakygsukardibersihkandengan air),
sehingga haltersebutdapat mempengaruhi hasil penimbangan piknometer kosong yang
akhirnya juga mempengaruhi nilai berat jenis sampel.Dan Pada pengisiannya harus
melalui bagian dinding dalam dari piknometer untuk mengelakkan terjadinya
gelembung udara.
Ada banyakFaktor-faktor yang dapatmempengaruhi berat jenis suatu zat
sepertitemperatur,dimana pada suhu yang tinggi senyawa yang diukur berat jenisnya
dapat menguap sehingga dapat mempengaruhi berat jenisnya, demikian pula halnya
pada suhu yang sangat rendah dapat menyebabkan senyawa membeku sehingga sulit
untuk menghitung berat jenisnya. Oleh karena itu, digunakan suhu dimana biasanya
senyawa stabil, yaitu pada suhu 25oC (suhu kamar).Adapunmassajenisjika zat
mempunyai massa yang besar maka kemungkinan berat jenisnya juga menjadi lebih
besar. Dan Volume zatjugaberpengaruh.jika volume zat besar maka berat jenisnya akan
berpengaruh tergantung pula dari massa zat itu sendiri, dimana ukuran partikel dari
zat, berat molekulnya serta kekentalan dari suatu zat dapat mempengaruhi berat
jenisnya.Aplikasinyaberatjenis dapat digunakan dalam berbagai hal untuk menentukan
suatu zat antara lain untuk menentukan kemurnian suatu zat, mengenal keadaan
zatdanuntuk menunjukkan kepekatan larutan.

    X.            KESIMPULAN


1.      Berat jenis adalah perbandingan antara masa dan volume, semakin besar masa makan
masa jenis semakin besar, sebaliknya semakin besar volume maka masa jenis semakin
kecil.
2.      Berat jenis dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu, temperatur, masa dan volume.
3.      Keuntungan dari penentuan berat jenis dengan menggunakan piknometeradalah
mudah dalam pengerjaannya. Sedangkan kerugiannya yaitu berkaitan dengan ketelitian
dalam penimbangann. Jika proses penimbangan tidak teliti maka hasil yang diperoleh
tidak sesuai dengan hasil yang ditetapkan literatur, dan penentuan  berat jenis dengan
menggunakan piknometer memerlukan waktu yang lama.
5.      Perbedaan berat jenis literatur dengan berat jenis pada praktikum ini mungkin
dikarenakan kesalahan pada waktu pengukuran, kesalahan alat dalam praktikan, dan
Kesalahan dalam mengatur suhu, karena berat jenis dipengaruhi juga oleh variabel
suhu.
DAFTAR PUSTAKA
Jobsheet Instrument dan Teknik Pengukuran(Berat Jenis Zat Cair dan Zat
Padat).2010. Teknik Kimia.POLSRI
            http://id.wikipedia.org/wiki/Cairan
- See more at: http://ekaandrians.blogspot.co.id/2013/07/berat-jenis-zat-cair-dan-zat-
padat.html#sthash.KaoAL0D7.dpuf
GAMBAR ALAT